Anjar Priandoyo

Oil vs Telco part II

with 57 comments

Saya lagi bingung. Saya sudah bekerja di salah satu PSC di Pekanbaru. Alhamdulillah sudah bekerja selama 11 bulan, dan sudah permanen. Gaji yang diperoleh total sekitar 9 jutaan..
 
Namun, saya bingung, terlalu banyak yg harus saya pelajari di industri oil & gas ini (saya basic s1 telekomunikasi). Akhirnya, iseng-iseng nglamar di perusahaan telekomunikasi, dan akhirnya ketrima. Sampai sekarang saya belum memutuskan akan memilih yang mana. Gaji yg ditawarkan sekitar 4 jutaan. Concern saya untuk mengambil keputusan:
  1. Kerja di oil termasuk berat karena kekurangsesuaian dengan bidang saya, beban kerja yg memang berat (job desk banyak) dan waktu tersita karena harus di field (2 minggu field, 1 minggu office jakarta, 1 off)
  2. Masalah gaji yang terlalu jauh dari yang saya terima sekarang. gaji di oil 2x lipat gaji yang ditawarkan perusahaan telekomunikasi.
  3. Karir kedepan untuk oil dan perusahaan telekomunikasi.

Mas Agung yang bimbang
Baca juga:
Pelajaran dari calon pegawai Chevron yang gundah (112 respons).
Gaji perusahaan minyak, analisa untung rugi (96 respons).
Struktur gaji ECPI (17 respons).
Rangking perusahaan minyak dunia 2006.

Written by priandoyo

Oktober 19, 2007 pada 7:41 am

Ditulis dalam Standar Gaji

57 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Buat mas Agung.

    Setelah saya baca, saya dapat mengambil kesimpulan dari keinginan mas Agung dan juga keinginan semua pekerja yaitu kerja santai dalam artian tidak perlu belajar banyak hal2 baru dan gaji besar. BETUL NGAK!! Tapi sayangnya kedua hal itu tidak pernah klop.

    Masalahnya simple aja, coba kalo dibalik dan sekarang kita melihat dari sudut pandang pemilik perusahaan. Apakah anda mau menggaji karyawan yang kerjaannya cuma duduk2 doank tapi gajinya besar?

    Saya sih selalu percaya, kalau gaji besar maka tanggung jawab dan quantity pekerjaan juga banyak. Demikian juga sebaliknya. Jadi wajar saja kalo anda bekerja di bidang oli dan sering berada di field, maka kompensasinya gaji yang besar. Bisa dibilang Yin and Yang. :)

    Mengenai karir ke depan, menurut saya kedua-duanya sama2 berprospek.
    Oil, Siapa yang bisa menebak kalau nanti di masa depan ditemukan teknologi pengganti bahan bakar fosil yang sudah mapan dan ok. Bisa ya dan tidak. Tapi setidaknya masih banyak industri yang membutuhkan oil sebagai bahan bakunya (dalam hal ini oil bukan sebagai bahan bakar)
    Telco, tidak perlu banyak dibahas. Telekomunikasi adalah hal dasar manusia sebagai makhluk sosial. :D

    So, semuanya menurut saya kembali kepada Mas Agung sendiri. Coba direnungkan kembali kelebihan dan kekurangan dari Telco dan oil yang seperti sudah anda paparkan di point 1 dan 2. Kemudian coba jawab pernyataan berikut :
    Anda termasuk tipe orang yang mana ?
    a. Bekerja untuk uang
    b. bekerja untuk mencerminkan hidup anda

    Kalau jawaban anda A, so pilih yang gajinya besar yang ada di depan mata skrg yaitu pekerjaan anda di oil.
    Kalau jawaban anda B, so pilih yang telco karena sesuai dengan bidang yang anda sukai dan latar belakang pendidikan anda. (Dengan catatan anda memilih kuliah telco karena anda suka dan anda sendiri yang memilih dan memutuskan untuk kuliah bidang telco).

    Semoga membantu.

    PS : ini hanya opini pribadi saya semata. So, No offense and no harsh feeling. OK. :D

    Rexiz

    Oktober 19, 2007 at 9:33 am

  2. saya setuju pendapat Rexiz,

    kl saya bekerja lebih mengutamakan kenikmatan bekerja…
    kl di telco kan nggak perlu mblusuk2 di tengah laut or tengah hutan..

    Mr.Humble

    Oktober 19, 2007 at 12:54 pm

  3. Aku juga setuju oleh Mr Humble and Rexiz. Kalo prospek, stahu sy, ada consultant minyak yang dibayar $1000 sehari, kalau consultant telco saya kurang paham ya… Kecuali kalau si consultant telco dari barat yang diminta implementasi system baru di telco suatu negara. Mungkin aja sampai tu $1000.

    Di US lagi ada joke, dari dulu harga minyak naik terus, tapi gak ada tanda2 regulasi pemerintah (US) yang membatasi penggunaan minyak. So, mau abis apa gak sih? (minyaknya)

    lele MBA

    Oktober 19, 2007 at 1:00 pm

  4. Agung,

    saya sendiri pernah mengalami kegundahan yg sama waktu baru lulus kuliah dan bekerja di perusahaan oil services, padahal saya lulusan IT. Jiwa saya seolah2 menentang untuk bekerja disana. Toh akhirnya saya bertahan sampai 3 tahun. Sampai akhirnya saya pindah ke perusahaan IT dan sekarang kembali ke oil company lagi.

    Berdasarkan pengalaman itu, saya lebih mensupport agar anda berusaha untuk stay di perusahaan sekarang. Nikmati pekerjaan Anda dan bekerja dengan sebaik2nya akan memberikan nilai tambah yg sangat tinggi kepada Anda di masa depan, karena Anda akan mempunyai skill yg spesifik dibanding orang2 yg bertipe “kutu loncat”. Mungkin kalau Anda sudah punya pengalaman cukup banyak, silahkan cari informasi + lirik kanan kiri untuk mencari karir yg lebih baik.

    Menurut saya, semua pekerjaan itu punya masa depan bagus, asal kita mau tekun. Kalau masalah capek, dimana2 sama capeknya. Memang, rumput tetangga akan selalu lebih hijau. Cuma ada baiknya pikir panjang dan cari info sebanyak2nya sebelum memutuskan pindah kerja.

    Syarif

    Oktober 21, 2007 at 5:17 am

  5. Betul juga yang abang Syarif katakan…,
    tipikal “kutu loncat” hanya memandang “rumput tetangga lebih hijau”.
    Ada kalanya sebagai “kutu loncat” jangan asal loncat.
    Harus tepat alasannya kenapa locat.
    Jika lebih baik loncat, ya loncat saja…, hehehe…
    Btw,
    dari pengalaman saya bekerja, memang ada point2 penting yg harus dipahami:
    1. waktu; 2. salary; 3. ilmu; 4. bathin
    Bagi kita, jarang ada orang yg tepat mendapatkan keempatnya.
    Mungkin yang ke-5, yaitu fisik (rasa capek)…
    gimana? Ada yang lain?

    Sudra

    Oktober 22, 2007 at 4:39 am

  6. weee, jadi dapat inspirassi baca ini dan komentar2-nya.

    THANKS :)

    randi168

    Oktober 22, 2007 at 6:05 am

  7. It’s depend on your heart

    NieaR

    Oktober 22, 2007 at 9:54 am

  8. Ikutan komentar aahh.
    Sebagai mantan pegawai Chevron, gw sedikit banyak tahulah mengenai kumpeni satu ini. Kebetulan background gue bukan IT (komputer, telkom dll), background gue ES/Perminyakan.
    Menurut gue, Anda sebaiknya melihat lebih jauh dulu mengenai Chevron. Sebenarnya Chevron ini kumpeni yg bergerak di bidang apa sih. Jelas OIL& GAS!
    Bukan IT, bukan HR, bukan HES bukan, Procurement. Main Businessnya adalah Oil&Gas E&P dan Energy. Jadi bidang-bidang IT, HES, HR dll adalah Side business-nya…atau bisa dibilang supporting Team-nya. Dan sebagai supporting team, pasti Anda tahulah porsi-nya apa dan kontribusinya sejauh mana.
    Tapi ada satu hal yg menarik khususnya di Chevron ini. lebih khusus lagi Chevron di Indonesia. Sebagai kumpeni yg punya Core Business di bidang Oil&Gas dan Energy, Chevron di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini terkesan sudah mulai switch haluan. Chevron di Indonesia sudah mulai tidak fokus di bidang Oil & Gas dan Energy tapi malahan fokus di bidang-bidang Non-Core, seperti di IT, HES, bahkan HR. Lihat saja komposisi jumlah pegawai yg ngurusi pencarian hidrokarbon (dari Exploration sampai Production) di bandingkan dengan bagian support-nya (IT, HES, HR, Procurement dll), Anda akan mendapatkan angka yang luar biasa mencengangkan. Sangat njomplang!
    Kondisi ini sangat disadari terutama oleh para pegawai yg bekerja di Core Business, makanya nggak heran dalam beberapa tahun terakhir, banyak pegwai-pegawai di Core Business (ES, PE, Reservoir Eng dll) yg hengkang dari Chevron, Why? karena manajemen Chevron di Indonesia sudah tidak lagi Fokus di Main Business-nya. Chevron di Indonesia dengan mudahnya menggolkan project-project puluhan juta dolar untuk IT, sementara untuk pengeboran sumur-sumur minyak/gas yg nilainya mungkin hanya sepertiga cost project IT, sangat sulit dilakukan.
    Ada sekedar perumpamaan, bahwa Chevron di Indonesia adalah surga buat IT, HES, HR dll. Why? karena Chevron di Indonesia adalah tempat yg nyaman. Survey membuktikan, paling tidak sejak lima tahun terakhir, tidak ada satu orang pun pegawai IT di Chevron (pengalaman 10-15) yg meninggalkan Chevron. Bandingkan dengan pegawai-pegawai di core business, pengalaman 1-15 th pun banyak yg hengkang, salah satunya krn alasan yg gue sebutkan di atas.
    Jadi, kalo Anda punya background IT, gak salah deh milih Chevron…krn Chevron memang surga buat Anda. Trust me.

    Tapi satu hal yg perlu anda ingat, produksi minyak&gas chevron makin hari makin turun, salah satunya karena orang-orang yg me-maintain produksi minyak&gas-nya banyak yg hengkang. banyak project-project untuk meningkatkan produksi minyak&gas-nya yg terbengkalai, jumlah ahli perminyakan yg berpengalaman makin berkurang. Dan pengurangan (atrition) pegawai core business ini dijamin akan makin besar hingga beberapa tahun kedepan.
    Padahal budget untuk project-project IT ini, sumbernya hanya satu, minyak&gas&Energy.
    Hal lain yg perlu Anda perhatikan adalah soal career promotion dll. tanyakan saja hal ini pada kawan-kawan Anda di Chevron. Gampang gak sih untuk bisa promote satu level higher…
    Tadi Anda menyebutkan soal foreign assignment & training. perlu Anda ketahui jumlah pegawai Chevron saat ini di Indonesia ada lebih dari 7000 org. Untuk bisa foreign assignment atau training keluar negeri, Anda harus bersaing dengan 7000 org pegawai Chevron itu. Bukanlah hal yang mudah untuk bisa assignment atau training ke luar negeri via Chevron di Indonesia. Paling tidak, Anda harus menjadi Best of the Best di Department Anda untuk bisa mendapat kesempatan tersebut. Dan itu bukanlah semudah membalikan tangan.
    Kontrak Chevron dgn pemerintah paling lama sampai tahun 2021, jika penurunan produksi tidak bisa ditangani, kemungkinan Chevron akan gulung tikar dalam waktu dekat. Pertanyaannya, apakah dengan kecanggihan Information & TelCom Technology tanpa ada ES/PE/RE saat ini sanggup menaikan produksi minyak & gas Chevron???
    Silakan Anda jawab sendiri. Thanks.

    Joe

    Joseph

    Oktober 22, 2007 at 10:03 am

  9. Sebaiknya kalau pindah kerja jangan turun gaji, kecuali ada alasan yang benar2 kuat. Apalagi turunnya dari 9 ke 4 juta. Saya sendiri pernah mengalami turun yang sedikit saja sudah merasa gak enak. KP di Schlumberger Omnes tahun 2001 dapat 2 juta. Masuk PLN tahun 2003 gaji awal cuma 1,4. Rasanya sudah seperti downgrade besar.

    M. Aris Zamroni

    Oktober 22, 2007 at 4:46 pm

  10. Luar biasa sekali paparan Mas Joseph…calm & intensive, i like it.
    Btw, Mas Joseph hengkang kemana nih? Chevron kok ditinggal sih Mas, ga sayang ?? :-)

    Kalau saya baca paparan Mas Jo, para expert di oil n gas makin berkurang, dengan demikian saya pikir oil n gas tetap sangat berprospek dong ya Mas…

    Osaki

    Oktober 23, 2007 at 2:13 am

  11. Saya kebetulan punya banyak teman di dan ex Chevron. Dan sy pernah juga ngerjain project di sana.
    Saya bisa mengerti perasaan Mas Joseph sebagai “ujung tombak” perusahaan minyak. Sayangnya di Chevron yg “berkuasa” adalah orang2 non-production seperti yg dijelaskan Mas Joseph.
    Tapi menurut saya, kalau dilihat dari sudut pandang lain, Chevron adalah perusahaan multinasional yang tidak hanya beroperasi di Indonesia. Kesempatan berkembang saya yakin akan selalu ada.
    Kembali ke Mas Agung yg punya background IT. Setahu saya Shell sekarang sudah melepas divisi IT-nya menjadi entity terpisah, namanya klo nggak salah Shell IT. Begitu juga dengan Schlumberger. Astra pun dulu punya team IT, sekarang membuat team IT itu menjadi profit center (AGIT).
    Memang ini trend yg berkembang di dunia. Perusahaan2 mencari ceruk2 pasar yg punya growth bagus. Kalau memang menguntungkan, mengapa tidak? Kalau pun Chevron tidak fokus di Oil & Gas lagi (paling tidak di Indonesia) itu tidak bisa disalahkan. Karena misi utama perusahaan itu tidak lain adalah “profit”. Bisa jadi suatu saat Chevron akan punya IT profit center juga.
    BTW, harga minyak saat ini sedang naik terus. Prospek kerja di perusahaan minyak lagi bagus2nya.

    Syarif

    Oktober 23, 2007 at 6:29 am

  12. kita pasti belajar di setiap pekerjaan
    berat atau tidak tergantung kita

    So maju terus pantang mundur.

    harriansyah

    Oktober 23, 2007 at 11:43 am

  13. hmmm.. mbaca stori diatas, gue trenyuh… bgt…!!!

    sampai-2 gua berfikir, kok tuhan gak adil..

    Knapa? karena kita berada pada posisi yang bertolak belakang. Gua sekarang kerja di salah satu vendor Telekomunikasi terkemuka di dunia. Great job, great benefit, great salary even!!! Kerja kantoran, sabtu -minggu libur, kalo kerja pakaian rapi, kemana2 neteng laptop dan PDA yang setiap saat on-line ke internet & e-mail kantor. ketemu client pasti di meeting room hotel-2 berbintang 5. Fasilitas training overseas. Main job gua, integrasi teknologi IP ke telco. that is the most admirable job in telco– convergence telco and IP. kerjaan gua gak jauh dari tcp/ip, jaringan, cisco, juniper, bla..bla.. Gua bahkan punya banyak international certification di cisco.

    so what…???

    tapi, gua justru pengen banget kerja di rig off-shore. Kerja fisik jadi kuli minyak. Bukan sebagai IT di perusahaan minyak, tapi bener-2 jadi core engineer di petroleum. Sejak gua wisuda 4 tahun lalu sebagai electrical engineer, gua sangat ingin kerja di lautan sana. Gua pengen sekali kerja on-off, regardless the day name.. tapi setiap gua apply ke perusahaan oil&gas, gak ada satupun yang lolos. Even untuk di panggil interview pun tidak. Furthermore, I always get the refusal letter, even the day after I submitted my resume.

    bahkan hingga sekarangpun gua masih menyimpan keinginan untuk bekerja di oil company. again, bukan masalah gaji yg besar, tapi adventure nya itu..

    adventure ?? ya .. gua bisa ngerasain adventure karena gua pernah magang di salah satu oil service company terbesar di dunia. Walaupun at the end gua direfuse untuk rejoin karena gua kalah “banyak omong” sama kandidat lain saat discussion group test, the final one !!.

    gua gak bermaksud curhat, cuma pikiran kenapa tuhan selalu punya rencana lain ketimbang keinginan kita, selalu meyesakkan otak gua. Jujur, setiap kali gua ngeliat picture orang dalam pull-over suit seperti yang dipake engineer-2 minyak, setiap kali itu juga gua nanya lagi ke tuhan. God, Why didn’t you send me to the oil company? why?

    moral of the story :
    rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.. atau memang lebih hijau ??

    jack

    Oktober 23, 2007 at 1:58 pm

  14. @jack

    Mas Jack…. Mungkin maz bener juga yah….. Itu rumput maz di mataku ijo bgt loh :x Pengen berkarir kayak gitu….. Ada tipsnya biar bisa kayak gitu? Semester ini capek garap seminar paper buat lecture Convergent Networks juga. Kalo aku bisa gantiin mas Jack abis lulus, pengen jugah :D Info2 yah… hehehe….

    Beste Grüße,
    Dafferianto

    Dafferianto Trinugroho

    Oktober 23, 2007 at 6:44 pm

  15. rumput tetangga yang coklat kekeringan pu akan terlihat lebih hijau kalo kita gak bisa bersyukur
    makanya syukurilah apa yang sudah diberikan tuhan untuk kita mungkin memang jack gak cocok kerja di oil company jadi gak diberi kesempatan sama tuhan

    Dardiri

    Oktober 24, 2007 at 9:21 am

  16. mas anjar…
    saya liat comment di blog ini banyak yg suka koar2..
    totally tdk bisa dipertanggungjawabkan dan pastinya tdk bisa dipercaya sepenuhnya untuk semua comment2 tsb…karena hanya just say…tanpa ada data..
    sekarang kalau mau sounding sesuatu harus ada complete data…
    sperti @ jack…
    bukan maksd untuk bikin polemik…tapi ada value yg disampaikan pada prolog comment dia, but there is no evedence…dan tentunya tdk bisa dipercaya…

    Peace….

    Selamat bekerja untuk create positive value

    BR,
    ALx

    ALx

    Oktober 24, 2007 at 10:40 am

  17. Ambil Telco juga ok kok mas. Yang saya tau ada perusahaan sluler yang ngasih gaji buat frsh graduate 4 juta, tapi totaly sebulan bisa nrima 9 juta ( akumulasi bonus + tunjangan2 ). Kalau untu telco sendiri, untuk yang di network engineer saya kira malah lebih banyak kerja di lapangan dibandingkan di ruangan. Terutama yang bekerja di bagian Operation & Maintenance Base Station Sub System. Malah gilanya, kadang2 bisa ngga tidur semalaman kalau ada trouble.Karena sifatnya network harus live terus, karena menyangkut layanan ke konsumen. Di lapangan sering juga menghadapi community probelm, seperti para preman dan juga warga yang suka memeras–yang matanya pasti langsung jelalatan ngeliat para engineer datang ke site ( di otaknya langsung berpikir, apa yang bisa aku dapat dari orang2 ini.hehehe…)–.Jadi jangan berpikir kerja di sektor telekomunikasi bisa santai2. Dan lagi di dunia telekomunikasi ilmu bersifat dinamis.Setiap saat akan ada perangkat2 baru yang harus dipelajari kalau ngga mau ketinggalan..

    Mike

    Oktober 24, 2007 at 2:07 pm

  18. pengen balek ke Chevron neh, tempat ortu kerja…….

    setelah berkelana di pulau jawa (bandung dan jakarta) dan melihat hiruk pikuk para pekerja di kota2 besar itu (pergi ngantor jam 5 pagi, pulang bisa2 jam 9 malam, ditambah dengan macet di jalan, sumpek dan semrawut), rasanya saya ingin berkarier di chevron aja walaupun di hutan, tempat saya dibesarkan dari kecil sampai sekarang, lingkungan yang nyaman dan sejuk (komplek chevron)….sekarang lagi TA…mudah2an cepat kelar,,,,nyari pengalaman di bidang IT dulu, karena kebetulan kul di telekom…….kalo pengalaman telah meyakinkan, dan ada kesempatan berkarier di chevron kenapa tidak mencoba di PT Chevron Pacific Indonesia (IT support)…..kerjanya termasuk enak dan enjoy…..

    pemula

    Oktober 24, 2007 at 3:46 pm

  19. Duh…

    Mbaca komen komen diatas, semua pada hebat hebat…….
    rasanya saya benar benar “ndeso katrok” ( udik berat ) yang lagi manggut manggut.
    menurut saya kerja dimanapun sama sama baik, tergantung gimana kita menyikapi. saya melihat njenengan semua ini orang orang yg sangat beruntung, pernah bekerja atau sedang bekerja diperusahaan yg bagus dgn gaji yg super yahud…saya setuju dgn mas Sudra, ada 4 hal yg sangat kecil kemungkinannya untuk dpt dicapai semua dalam satu dimensi kerja. tapi saya sgt tertarik dgn point terakhir yakni batin.
    Tapi ini share aja, klo ngga salah di otak kita ada 3 titik, diantaranya : Limbik dan Neo-Cortek . dua titik ini yg mempengaruhi IQ ( Intelegent Quetion ) & EQ ( Emotional Quetion ) maaf kalo salah dlm penulisan… maklum orang “katrok”, Jadi keenceran otak alias segala keahlian akademik serta tingkatan emosional dipengaruhi oleh 2 ttik ini dan titik terakhir yakni “God Spot”, ini yg masih sangat jarang kita manfaatkan padahal semua orang punya titik ini ” Spiritual Quetion”.
    Mengutip pernyataan Ary Ginanjar sang suhu Spiritual Quetion, pada titik “God Spot” inilah manusia akan merasa bahwa apapun yang dilakukan semata mata untuk Tuhan. jadi kalo urusan kerja – apapun dan dimanapun bekerja sdh sesuai dgn back ground ato belum – bukanlah masalah …. tapi manfaat apa yg sdh diberikan/ dihasilkan dari pekerjaan itu baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan dan masyarakat. Jadi kerja di telko ato oil kayaknya sama sama bagus ya…. selama itu kita kerjakan dgn sebaik mungkin… syukur syukur ambil di Oil karena gaji gede sehingga njenengan bisa membantu ortu/ keluarga atau menjadi orang tua asuh untuk anak yatim… wah tambah bagus….
    Maaf bukan bermaksud menguliahi… saya cuma orang katrok yang begitu senang dgn melihat keberhasilan njenengan – njenengan semua.

    Matur nuwun

    enno

    Oktober 25, 2007 at 3:40 am

  20. he..he kecuali kalo statement tuhan kok gak adil, saya gak ngarang-2 kok… kalo sampeyan gak percaya, ga papa. Kalo sampeyan mau verify, silahkan ke om admin, dia kan punya email ku. Kalo perlu sampeyan bisa maen-2 ke kantor ku deh..

    peace..

    jack

    Oktober 25, 2007 at 3:48 am

  21. Gini lho mas Jack… ngapunten alias maaf yg gede…. bukan saya nggak percaya….. justru saya itu terkagum kagum dgn njenengan (anda) semua termasuk njenengan sendiri. koq ya pada huebat huebat tenaaaaan gitu….. bener koq nggak mbujuk….
    Dari tulisan njenengan saya tahu itu nggak mbujuk, wong saya juga dulu pernah kerja di BUMN telko di Surabaya ( yaa meski cuma kuli harian mas , he he he ) dengar Cisco, TCP/IP, GPRS, Fiber optic dan lain lainnya sdh nglumut meski sy nggak ngerti , maklum DDR ( Daya Dhong Rendah…he he he ..lha wong katrok mas )
    Njenengan semua sdh diberi kesempatan bagus yg orang lain termasuk saya belum tentu mendapatkannya…. itu saja
    Jadi saya bener bener salut …matur nuwun kalo saya boleh main ke kantor mas Jack, sapa tahu ada lowongan kerja buat saya…..

    enno

    Oktober 25, 2007 at 4:51 am

  22. very inspired, excelent, great person…
    pls visit : http://asnugroho.wordpress.com/

    ALx

    Oktober 25, 2007 at 5:26 am

  23. waduh..
    iki wong telco karo oil kok saling pamer duit yo..??
    mbok sebagian disumbangke nang yatim piatu, wong2 melarat (termasuk wong ndeso hehe..) ben hartane membawa berkah gitu lho..
    yo wis, aku ojo diamuk mass..

    wong ndeso

    Oktober 25, 2007 at 5:55 am

  24. untuk mas Alx,
    Mudah mudahan 2008 nanti gangsar (lancar) program Phd-nya di itali …. dan cepat mbalik lagi ke Indonesia
    Salam tuk keluarga

    Matur nuwun

    enno

    Oktober 25, 2007 at 5:55 am

  25. gue setuju dgn mas joseph

    bokap gw kerja jd kuli disana, ngurusin sumur2 gas ditengah hutan libo, kerja 5-5 on-off.

    management chevron saat ini dipenuhi org2 yg latar belakangnya bukan dr perminyakan, sedangkan yg perminyakan, kayanya ketendang deh alias pensiun (banyakan yg pensiun dini malah) klo gw perhatiin, mungkin cm waktu jamannya baihaki yg mimpin chevron indonesia masih konsisten dgn core bussiness nya.

    utk yg lg bingung pindah dr telco ke Oil, mending syukuri aja yg didapat skrg. rumput yg hijau itu lum tentu sehat lho, banyak ulat2 dibawah daun2nya yg siap menggerogoti.

    hehe
    wassalam

    millrasyad

    Oktober 25, 2007 at 7:37 am

  26. @millrasyad

    salam kenal mas….kalo bokap mas millrasyad kerja di Libo, Bokap saya kerja di Bangko (tengah hutan menuju sumatera utara) 5 on-5 off juga…

    betul sekali mas,, bc-bc di chevron cuman bertahan sebentar di sana, trus mereka lari ke luar atau perusahaan minyak lain..
    Dirut Chevron Pacific Indonesia sekarang pak Suwito Anggoro backgroundnya elektro ya ?? dari ITB…

    kenangan saya dengan pak suwito adalah saya pernah mondar-mandir di halaman rumah beliau saat beliau masih tinggal di komplek merapi Duri, untuk mencari layangan saya yang diperkirakan nyangkut di salah satu tanaman di rumah beliau, gak lama kemudian pak suwito keluar rumah dan manatap saya sambil masuk ke mobil beliau, gak tau mo kemana ?? ke Comissary kali !!!….sekarang gak nyangka beliau menjadi Dirut Chevron

    Pemula

    Oktober 25, 2007 at 9:04 am

  27. @ mas pemula

    iya, rata2 skrg chevron itu level management nya isinya org non oil, track record nya pun dr departement IT, HRD atau community, sedang kan yg kuli2 lapangan yg jagain sumur gas n minyak nya, ditahan sekuat2nya biar g naik2 jabatan, betul deh chevron indonesia setelah dipegang oleh org non-petro background.

    teman gw ortunya yg udah jd manager IT, g mau naik ke level lbh tinggi krn tau diri, beliau bukan org petro, g tau caranya mimpin perusahaan oil segede chevron itu klo jd pemimpin nya, mending mimpin IT nya ajah, padahal beliau senior nya si suwito itu tuh…

    millrasyad

    Oktober 25, 2007 at 9:12 am

  28. @ enno
    Thx ya…
    web blog http://asnugroho.wordpress.com/ nyaris merubah haluan saya.
    sgt inspiring…
    semoga Pak Enno dan yang laennya jg bisa follow (jika mau dan berkenan…)

    ALx

    Oktober 25, 2007 at 9:52 am

  29. amiin… mungkin mas Alx perlu mbuat web blog juga , sapa tau kita semua bisa belajar dan mengambil manfaat dari situ … Yaa itung itung beramal ilmu.
    Insya Allah, saya akan kunjungi asnugroho.wordpress scr berkala.
    Matur nuwun

    enno

    Oktober 26, 2007 at 12:53 am

  30. Saran saya mas…lihat itu perusahaan sudah menghasilkan provit atau belum, kan sekarang banyak telco baru dia belum untuk inves besar2…, nah biasanya kalau persh 5 th ngak untung dia akan ditutup or dijual…
    jadi kalau pindah ke persh yg baru pastikan anda bekerja diperusahaan yg sdh mapan dan sdh menghasilkan provit,
    Pengalaman saya dulu pernah pindah ke persh baru, gaji 2x tapi ternyata stlh 3 th ngak untung2…akhrnya di tutup, tp akhirya saya putusnya pindah ke bank asing dgn gaji awalnya 1/2nya yang penting kita kerja tdk ikut memikirkan bgmn spy persh dpt untung..

    pentong

    Oktober 26, 2007 at 1:24 am

  31. @ enno.
    ok. akan dipertimbangkan utk create web blog.

    @ Jack.
    salam kenal. klo office Bapak di Menara Pondok Indah 1, next time kita arrange oppoinment schedule.

    BR,
    ALx
    Chief Dealer Corporate Section Treasury

    ALx

    Oktober 26, 2007 at 2:31 am

  32. @ Jack
    Revised : Wisma Pondok Indah 1.

    ALx

    Oktober 26, 2007 at 2:37 am

  33. u/ om admin dan reader lain. Mohon maaf numpang japri.
    ————————————————————————

    @ ALx
    salam kenal balik. saya online di YM- front_wing2002@yahoo.com ato e-mail jg alamat tsb.

    semoga dengan perkenalan ini, bisa saling akrab dan saya gak dianggap koar-2 lagi.. amiin.. :)

    he..he bapak tau EID ya.. no problem. bisa diaturlah..

    jack

    Oktober 26, 2007 at 9:16 am

  34. seru neh kalo bahas oil & gas, kalo mau kerja di perusahaan minyak lewat outsourcing mana ya? kayaknya seru deh…kalo background economy bisa ga ya kerja di offshore? kalo soal gaji,kerja yg bagian dalam yang gede di oil bagian apa ya?

    lihong

    Oktober 26, 2007 at 10:30 am

  35. Kalo karir seorang Corporate Lawyer di perusahaan O&G bagaimana ? salary or THP CL setingkat manager ?

    tiyo

    Oktober 26, 2007 at 10:58 am

  36. mas anjar terhormat,
    & rekan rekan semua..

    terimakasih atas komen dari anda semua..

    terus terang.. kebingungan masih menyelimuti pikiran..
    terkadang ingin benar2 terjun masuk ke dunia baru (oil) dan belajar sekerasnya didalamnya.. tidak perduli perkulaiahan telco 4 tahun yg telah aku jalani..

    namun sisi lain,.. mengingat rencana berkeluarga ke depan.. waktu 2 minggu dilapangan benar benar menjadi sangat mahal ketika kita sadar separuh waktu tuk keluarga kita tersisihkan..

    saya sudah coba perbandingkan kedua perusahaan tersebut dengan skala prioritas:
    1. salary
    2. kenyamanan
    3. carier
    4. family
    5. basic studi
    6. existensi perusahaan
    7.fasilitas
    8. prestige
    9. resiko kerja..
    dari ke 9 hal diatas, memang muncul angka dimana saya bisa ambil keputusan.. tapi, saya belum yakin.. klo ada tambahan, mungkin saya bisa dibantu.. :) oiy, perusahaan telco itu termasuk terbesar di indonesia,,.. telkomsel.. yang pastinya benar2 sudah establish,,..

    demikian rekan2..
    terimakasih banyak

    gunk

    Gunk

    Oktober 27, 2007 at 8:42 am

  37. Ngak usah bingung Mas ! memang hidup ngak selamanya sesuai dengan keinginan kita ! Berapasih besarnya rupiah dan kenyamanan yang anda impikan di tempat yang baru? dengan keadaan anda saat ini, sedikit atau banyak anda dapat memenuhi kebutuhan banyak orang di sekeliling anda dan juga anda tentunya! ada begitu banyak harapan, senyum, dan doa untuk anda ! itu sudah nikmat yang luar biasa bagi anda terutama orang tua anda! So ?” Apa dengan membuat sedikit kenyamanan bagi diri anda sendiri anda rela, & siap menjauhkan diri anda dari begitu banyak senyum, doa dan harapan orang2 di sekeliling anda ? ” Untuk menang memang harus Berkorban “. Coba deh doa & kembalikan semua ke yg atas “Allah tidak pernah membuat sesuatu yg sia sia ”

    Jenggo lagi insyaf

    jenggo

    Oktober 30, 2007 at 2:49 am

  38. Namanya Oil Co ya bagusnya dipimpin ama orang yg punya background dan pengalaman di Oil juga. Itu dia mangkanya Chevron skrg makin gak jelas dan makin ngawur. Harusnya ningkatin produksi minyak buat negara tercinta ini. Sekarang malah ngabisin duit negara buat beli PC high end, padahal yang dipake cuma excel doang.
    Padahal yang di core business mau minta dibeliin software buat mbantu kerjaan cari minyak ajah susahnya luar biasa. Birokratis dan prosedural banget gitu looh.
    Gw pernah mbentak seorang Advisor Public Affair-nya Chevron, waktu ada exodus besar-besaran pegawai core business (Geologist, Geophysicist, PE, RE, DE) chevron, dia ngomong, biarin aja deh mereka pada keluar, toh yang “untung” khan kita-kita yg stay. Langsung gw semprot…kalo mikirnya kayak gitu…dijamin chevron indonesia gulung tikar lebih cepat pakde!
    Bagusnya sih, tahu posisi dan job description masing-masing. Mana yang jadi core business, mana yang jadi support team. Kerja sinergis dan saling menguntungkan.

    Joseph

    Nopember 6, 2007 at 2:30 am

  39. Ikutan nimbrung ya…..

    Kebetulan saya juga alumni “Caltex or Chevron University”. 100 % setuju dengan temen2 diskusikan di atas, baik atas pendapat mas Joseph, mas Jack dan mas Alx.

    Kalo emang orientasinya gaji dan masih fresh graduated, silahkan saja bergabung dengan Chevron. No doubtlah untuk entry level. Apalagi sekarang ada semacam program “horizon” yang intinya jalan2, training dan nerima gaji selama +/- 1 tahun. Cuma, kalo yang berkeinginan ke sana, ya harap kuat mental. Maklum, siapa sih yang nggak kepingin dapet gaji besar. “Cobaan” mentalnya sendiri macam2 dan cenderung ke masalah fisik, apalagi yang nanti ditempatkan di Duri dan Bangko………

    Jadi, bagi yang masih fresh graduated (terutama buat enginer di core bussiness PE/Earth Sientist/RE/DE), silahkan saja berlomba2 ke Chevron. Anggap aja di Chevron adalah kuliah ke 2 anda. Tapi, jangan terlalu lama, soalnya setelah 3 tahun, biasanya para engineer di core bussiness mulai gelisah (ini berhubungan dengan masalah karir development dan sebagainya). Sementara, kalo yang non core, saya setuju kalo mungkin anda yang bekerja di supporting akan mencapai pensiun di sana.

    Dan, bagi temen2 yang dicore, seperti orang kuliah S1 pada umumnya, menurut saya pribadi, saat mulai mencari ladang baru adalah setelah 5 tahun kuliah di Chevron University (berdasarkan data terakhir, saving plan dan keuntungan laen2 baru keluar setelah 5 tahun). Rumput di luar jelas lebih hijau dari pada “kabut asap” di duri….. :)

    Husky

    Nopember 8, 2007 at 7:06 am

  40. Ia bener tu…saya gaji 4 juta perbulan,,but jalanan macet bikin pusing kepala…bayangin aja dari kantor pulang ke rumah bisa2 3 jam!!!bayangin aja tu masih DI DKI BO kerjanya,,akhirnya gaji cuma bisa abis buat bensin sama tol, mo naik motor juga sama aja kayaknya sama capenya…mohon saran2 nya guys….Tq…if mo pindah kerja mah yang paling penting bukan hanya ketenangan dompet tapi ketenangan BATIN…..

    AA

    Nopember 24, 2007 at 3:50 pm

  41. Ikut nimbrung ya mas Agung,
    Menurut saya pertimbangan rekan rekan ini layak dipertimbangkan, namun semua kembali ke kebutuhan dasar mas Agung sendiri, walau kalau boleh jujur : saya menilai mas kurang bersyukur dan agak manja (sorry banget rodo blak-blakan ya), Umurnya berapa sih mas? mas kan belum berkeluarga, saya pikir mas bisa menanamkan kebiasaan menyesuaikan waktu u keluarga dengan waktu kerja nantinya, dengan asumsi yang fokus pada target financial yang mas ingin raih dulu, pada sekian waktu, untuk memenuhi kebutuhan hidup, toh soal kenyamanan yang sesungguhnya itu sepengetahuan saya yang suka jadi kutu loncat, itu hanya fatamorgana mas, hanya saja selama ini karena saya fokus pindah kerja dalam satu bidang (designer keramik) dan Allhamdulillah selalu ada peningkatan karir dan gaji, dan konsekwensinya juga tanggung jawab lebih berat dan harus merelakan waktu u kluarga agak terampas, dg pertimbangan saya nggak mau ambil resiko lebih besar, di masa tua nanti masih terlalu mikir beban biaya anak-anak dan jaminan hidup di hari tua, ya saya buat resiko saat ini, mau nggak mau harus bisa dinikmati,
    Toh nyaman bagi kita belum tentu nyaman bagi keluarga, karena realitas kebutuhan seringkali diluar kendali kita,
    Gaji 8,5 juta saat ini belum cukup aman untuk biaya hidup istri dan 2 anak, dan persiapan pendidikan dll. mereka kedepan.
    Waktu saya pindah kerja yang ke3, saya merasakan sangat nyaman karena deket rumah dan lingkungan kerja sangat kondusif, gaji pun cukup (saat itu), dan saya bisa bertahan 5 thn.
    Tapi karena terlalu nyamannya, membuat saya tidak berkembang dan membuat cara berpikir saya mandul, seperti pegawai negeri, dan baru tersadar stelah melihat karyawan baru dibawah angkatan saya bisa menduduki jabatan dan gaji lebih tinggi,
    Dan itu mengingatkan target-target saya swaktu lulus kuliah dulu, bahwa setiap 1tahun masa kerja bertambah harus tambah kelipatan 1 juta rupiah,
    dan akhirnya saya pindah kerja melamar posisi yang lebih tinggi dan uji nyali untuk menerima gaji yang lebih tinggi, di perusahaan yang sejenis, dan Alhamdullilah target saya tercapai, meskipun kenyamanan waktu u kluarga agak berkurang, tapi di sisi lain kebutuhan keluarga dan planning u masa depan lebih save, so itu berarti kenyamanan buat istri dan anak2 saya ? lihat keluarga nyaman hati saya bahagia dan nyaman juga
    Dan saya mulai terbiasa u nyaman di tengah ketidaknyamanan, justru yang saya takutkan sekarang adalah takut pada kenyamanan itu sendiri, yang sewaktu waktu dapat membuat kia mati sebelum mati,

    Saran saya Mas Agung perlu lebih selektif memilih pekerjaan baru yang tidak membuat gaji downgrade,
    Untuk mencari pekerjaan yang sesuai tidak harus selalu ditempat Perusahaan besar,
    Pengalaman saya membuktikan, saya selalu mencari perusahaan yang paling lebih membutuhkan saya dan berpotensi membuat kontribusi kita lebih dihargai karena dianggap membawa perubahan yang lebih menguntungkan bagi perusahaan, daripada mengandalkan perusahaan yang sudah besar dan mapan tapi tidak bisa membuat kita jadi pejuang dan hanya sekedar sebagai pengganti komponen yang rusak. Membuat kia seperti benalu.

    Smoga Sukses Mas Agung!
    Nuwun Sewu!

    MASTOK

    Desember 2, 2007 at 12:11 pm

  42. @jack
    kl ente bilang di dunia telco kagak ada adventurenya ente kurang tepat..
    kyknya ada baiknya ente skali2 minta dimagangin di bagian radio/transmissi
    biar ente tahu gmn rasanya maasang alat2 transmisi di daerah terpencil yg hrs naek speedboat or keluar masuk hutan..ketemu uler,nyamuk malaria..bahkan disandera org sekampung gara2 masang antena..
    or silahkan mencoba keberanian dgn naek menara transmisi dan gantung2 di ketinggian demi mendapatkan pointing yg bagus

    Mr.Humble

    Desember 9, 2007 at 8:12 am

  43. Pada dasarnya, mau bekerja dimana itu adalah pilihan hati.
    Tanyakan ke diri sendiri, apa prioritas yang dicari dalam bekerja itu.

    Apakah duit?
    Apakah suasananya?
    Apakah pola kerjanya?
    Apakah fasilitasnya?
    Apakah manajemen policynya?
    Dan lain-lain.

    Toh, kalo kita nanyain ke orang-orang, ya jelas jawabannnya berbeda-beda karena setiap orang punya prioritas yang beda. Beberapa orang ada yang senang gaji kecil yang penting aman dan mapan (kayak PNS). Yang lain karena pola karirnya bagus. Orang lain lagi karena perusahaan bokapnya. Dll.

    Jawaban paling tepat itu ya pada diri sendiri.

    Gitu aja kok repot.

    mas bagus

    Desember 14, 2007 at 10:55 am

  44. intinya, yang saya tangkap disini blog ini telah menjadi ajang pamer… dan ajang mengunggul2kan sektor kerjanya masing2…

    apalah untungnya pamer dan menang2an…

    nikmati aja dimana kamu berada…
    jagalah perasaan sekian banyak orang yang belum bisa merasakan kerja spt kalian… ngapain pamer2…

    Gitu aja kok repot.

    mas bagus

    Desember 14, 2007 at 11:01 am

  45. Dear all,
    masukan yang sangat banyak.. thx semuanya,,..

    setelah saya dipertimbangkan,,.. akhirnya saya memilih stay.. di oil company.. hal ini karena saya melihat karir dsini lebih menjanjikan..

    Mengenai perbedaan bidang kuliah, memang awal mulanya itu hambatan buat saya, namun karena saya sudah memutuskan.. saya anggap itu tantangan..

    thx mas bagus masukanny
    “nikmati aja dimana kamu berada…” dalam arti bersyukur itu yg paling utama…
    buat mastok: umur saya 23.. iy sih, masih tllu jauh untuk berpikir keluarga,, :)

    thx all

    salam,
    Gunk

    Gunk

    Desember 22, 2007 at 11:14 am

  46. Buat Mas Joseph yg ngakunya bekas pegawai Chevron, mungkin Anda termasuk pasukan sakit hati yg dipinggirin dari pekerjaan, hingga akhirnya ambil VRP atau resign. Kasihan deh loe… Tulisan Anda membuktikan bahwa Anda sama sekali tidak tahu Chevron, Anda sama sekali tidak tahu fungsi penting dari IT buat ES/Geologist/PE dll. LAma2 saya curiga Anda bukan mantan pegawai Chevron.

    erma

    Januari 7, 2008 at 12:00 pm

  47. Buat Agung, keputusanmu untuk stay di Oil Company sangat2 tepat, karena kesempatan dan peningkatan karir juga tentunya uang sangat2 menarik di perusahaan minyak or energi.

    erma

    Januari 7, 2008 at 12:02 pm

  48. Oil Co or Telcos Co menurutku is OK, asal jangan deh kerja di bank…(gak nyambung yaa)

    S1 Teknik…kasihan kalo harus kerja di bank, cuma jadi juru tulis aja..

    thementalpicture

    Januari 26, 2008 at 2:28 pm

  49. buat yg sedang cari kerja.

    jangan pernah mau kerja di pt pyramid indo solution / indosol.
    karena owner nya si HT KAGA BENER.
    dijamin KAGA BAKALAN BETAH.
    apalagi gaji sering dipotongin tiap bulan .. waa .. kaga bener deh.

    kalo mau pilih company lain saja

    apa

    April 7, 2008 at 9:44 am

  50. Apa Chevron sedang butuh tenaga ABAPer? hehehe

    Brian May

    April 16, 2008 at 9:00 am

  51. Tetap di corp lama krn gaji >>> tawaran corp baru atau pindah kerja krn “rumput tetangga lebih hijau” dlm arti biar dpt pemasukan >>> dr yg lama —–> menunjukkan integritas Anda lemah. Saya melihat percuma saja mengaku adventure-nya kurang atau apalah di t4 kerja skrg. Justru yg mjd tantangan itu adalah bgmn kita memberi sesuatu yg sangat berarti kpd yg menganugrahkan kita gaji. Buka bisnis pribadi trus menggaji org itu jg lebih menantang.

    Kpd para karyawan, cobalah utk konsisten thd komitmen Anda sewaktu melamar kerja. Mgkn bisa sedikit diampuni jika pindah dg alasan krn company management yg ngaritz alias ecek2 walau itu perusahaan besar sekalipun.

    Itulah alasan knp Indonesia sulit utk maju, ya krn INTEGRITAS yg loyo. Cerita Bpk MASTOK hrsnya jd cermin bt kita semua. Seandainya Bpk MASTOK jd capres, Saya siap utk memilih Anda. Visi misi jelas & implementasi ada.

    *Pertimbangan ttg menghindari pikiran mjd mandul spt PNS & terlena thd lingk kerja “kondusif” top bgt.

    reki_yk

    Juli 3, 2008 at 5:09 am

  52. Waaaa.. chevron!
    Mau dooong….
    Saat ini masih kerja di Banking…. kepengin ngerasain Oil company… sepertinya lebih menantang ya (dan gajinya lebih gedhe) :)

    silverant

    September 23, 2008 at 1:19 am

  53. Gile bener…mksih bnyk yah..komen2nya……
    bisa nambah referensi bwt gw pribadi…

    Cmn gw mu nanya…
    enak mana, n ambil yang mana…
    - dtrima kerja di chevron as IT techinal assistant
    atau
    - ditrima kerja di Schlumberger as IT technical assistant jg..

    confused ne..pliz help me..
    scra salary keduanya gx jauh beda…
    gw butuh bgt refensinya..

    Thx,
    Nimo

    nimo

    Oktober 9, 2008 at 3:28 pm

  54. balasan coment bwt yg coment prtama kali
    ada kok yang kerja ringan pendapatan besar
    di situ tu
    masa ga tau
    maksud saya disini gaji tu tidak sama dengan pendapatan
    ngerti toh
    hehehehhe
    t4 kerja yang itu tuh…
    yang mainnya suap2an itu

    edwin

    Desember 14, 2008 at 2:16 pm

  55. gilaa…
    setuju banget ama mas joseph…
    aseli itu yg gw rasain pas kerja di chevron sebagai PE. kerja lembur2 sampe tengah malem ngerjain project buat ngasilin minyak, eeeh….tetep aja masih kalah ama Facility yg kerjaanya ngabisin duit buat bikin gate ato halte…
    parahnya lagi, pas taun itu semua facility baru naek kelas sementara pe/es engga…bikin bingung emang fokusnya chevron ini ke ngebangun gate sama pipeline apa ngasilin minyak?

    trus soal international assignment, di departemen gw ud berapa taun kagak ada yg dikirim, tp,orang HRD, tiap taun ad ayg dikirim…ke amrik…ngapain?cuma ngurusin org indo yg disana….kaya or indo disana bego2 aja ga bisa ngomong bhs inggris apa gimana, sampe butuh org HR yg kerjaannya cuma ngurusin mereka..hew..

    yah buat info aja buat yg pengen kerja di chevron, ga seindah yg kaw bayangkan…dan hati2, HRD chevron pintar menyembunyikan hal hal yg harusnya kamu tau…kaya gaji yg diliatin pas offering gaji kotor, terang aja gede…pas ud dipotong2 baru kerasa…

    XpegawaiChev

    Maret 28, 2009 at 8:26 am

  56. Inul bisa apa sih kok jadi kaya???

    kepuasan adalah jawaban utama dari setiap kebimbangan…
    Salary besar akan mengikuti setiap prestasi yang kita ukir…

    memang oil company pnya start kasih gaji besar, dan yang lai harus merangkak…so yang terus kejar uang silahkan kejar…kalo dah masuk jangan sia-siakan kesempatan…

    tapi kalo dah mati mau dibawa kemana semua itu….siapa yang bisa tau kapan kita mati?sebelum bisa mutusin kerja dimana mungkin kita ditabrak kereta kali ya ato kena jebolan tanggul…

    so…bijaksana bukan hanya pikr hidup di dunia…pikirkanlah hidup setelah di dunia ini jga…jangan sampai kita bikin kecewa sang pencipta kita…

    banyak juga tuh kasus2 orang-orang yang kerja di minyak…uang banyak tapi keluarga gak keurus…anaknya nakal-nakal, suami istri selingkuh dan banyak masalah yg lain…

    Hidup inul hidup inul….

    Ricky Christanto

    Maret 28, 2009 at 8:52 am

  57. kalo di geografi bisa gak ya masuk chevron???
    makasih buat masukannya…

    noin

    Mei 8, 2009 at 5:46 am


Tinggalkan Balasan