The secret of the great
Oktober 26, 2007 — priandoyoGreat Job! E:E:E
Great Expertise
Great Exposure
Great Experience
Great Life! F:F:F
Great Faith
Great Family
Great Friend
Jono adalah contoh professional yang hebat. Dia memegang expertise dalam SAP Implementation suatu skill yang mahal harganya saat ini, selain itu Jono punya exposure yang luar biasa, semua clientnya adalah perusahaan papan atas di Indonesia, bukan hanya itu saja exposure internalnya di mata principal dimata regional juga merupakan bukti kemampuannya. Dan yang paling penting Jono sudah makan asam garam di bidang implementasi SAP. Total experience dalam 3 kali project full cycle SAP implementation sudah jadi bukti betapa kuatnya pengalaman Jono.
Citra, adalah contoh yang lain. Dia punya keyakinan beragama yang kuat. Meski bagi sebagian orang Citra termasuk kaum konservatif, tapi orang pun tidak bisa berpaling bahwa Citra adalah sedikit orang yang memiliki keyakinan kuat dalam beragama. Tidak sekedar ritual harian biasa, tapi Citra yakin betul apa yang dia jalani setiap harinya. Citra juga punya keluarga yang hebat, suami yang selalu mendukung, orangtua yang sangat percaya. Dan yang paling penting, meski introvet di mata teman-temannya Citra adalah orang yang memiliki karakter yang kuat. Sebagaimana dirinya, dia juga punya teman-teman yang luar biasa.
Buat saya, untuk menjadi hebat orang harus mempunyai pekerjaan yang hebat, orang juga harus mempunyai kehidupan yang hebat. Apa itu kehidupan yang hebat? tentunya belum tentu pekerjaan pertama di tahun kelulusan kita, juga belum tentu posisi pertama yang kita pegang ataupun jumlah gaji yang kita terima saat ini. Juga belum tentu keluarga kita saat ini -ingat cinta pun butuh proses dan kesabaran.
<cut…> lama-lama kayak MLM
Baca juga
Mengapa teori motivasi seringkali tidak berhasil (14 respons).
The Secret, Rhonda Byrne













Oktober 26, 2007 pukul 10:02 am
cita cita hidup nih, njar ?
Oktober 26, 2007 pukul 10:14 am
uh!,oke juga tu..
Oktober 26, 2007 pukul 9:47 pm
@Mas Anjar:
Wow.. keren :)
Cuma Mas Anjar, dari pengalaman saya hampir 2 bulan di Bonn sini, untuk paragraf ke-2 ttg hebat dalam bidang religi kayanya kurang cocok. Beberapa temen kuliah saya dari Cina, Thailand, Albania, Armenia, Tunisia ga punya religi sama sekali. Temen dari Iran juga hobinya minum & compare rasa bir :D Jadi mungkin untuk hebat dalam hal religi cocoknya spesifik di Indonesia, & mungkin terbatas dari sudut pandang orang Indonesia yg religius. Mungkin dari sudut pandang orang Indonesia yg kurang concern sama religi juga religiusitas bukan merupakan suatu kehebatan. Just my thought though :)
Beste Grüße,
Dafferianto
Oktober 27, 2007 pukul 1:16 am
Kehidupan religi, pekerjaan & keluarga.
Oktober 27, 2007 pukul 2:31 am
hmm bagi saya religi bs jd motivasi dan pendorong pribadi..
pada siapa sih kita bergantung?
hmmm boleh nebak jono dan citra itu siapa mas. hehhe..
setuju deh untuk menjadi hebat orang harus mempunyai pekerjaan yang hebat, orang juga harus mempunyai kehidupan yang hebat.
Oktober 27, 2007 pukul 3:24 am
Jd inget pas di motipasi ma orang CNI :D
Oktober 27, 2007 pukul 4:29 am
kalau menurut mas anjar nih, kedua hal ini di bagi 2 untuk skala 100 %. brapa% yang harus di curahkan buat pekerjaan dan berapa % pula buat kehidupan? bicara masalah religi bukannya justru menjadi pedoman bagi setiap langkah kita? tapi mungkin sebaiknya disesuaikan dengan koridor jaman kali ya? “fundamentalis sekuler” hehe..
Oktober 27, 2007 pukul 4:15 pm
Yang paling penting itu sebenarnya adalah keseimbangan dalam hidup. Seimbang bukan berarti harus 50 : 50 loh, karena di dunia nyata itu tidak ada rumusan yang tetap. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan kita saja.
Jika masih berusia muda, mungkin 70:30, jika sudah mid mungkin 60:40.
Just my 2 cent.
Oktober 29, 2007 pukul 2:29 pm
Tentunya background masing2 orang akan mempengaruhi cara dia melihat sebuah kesuksesan… ktanya ibarat “teko”, apa yang masuk dalam “teko” maka itu yang mempengaruhi apa yang akan keluar darinya…