Ayo belajar jadi orang tua asuh
Hanafi (5.5th) tahun depan akan masuk sekolah dasar. Hanafi saat ini tinggal di Tumpang, Malang Jawatimur bersama neneknya. Ibunya bekerja sebagai assisten rumah tangga di Jakarta. Hanafi kecil mungkin hanyalah sebagian kecil dari jutaan anak usia sekolah yang mungkin akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pendidikan dasar yang layak. Dan hidup Hanafi akan banyak berubah bilamana ada orang-orang yang mau membantunya dengan menjadikan Hanafi anak asuh.
Buat kami -pasangan muda yang sedang belajar menjadi orang tua- kami memutuskan untuk menjadi orang tua asuh bagi Hanafi. Bagi kami, Hanafi tidak sekedar anak SD biasa di pelosok kecil nun jauh disana, tapi Hanafi diharapkan bisa sebagai sarana pembelajaran bagi kami untuk membangun keluarga yang lebih baik dengan semangat berbagi sebagai landasan keluarga.
Menjadi orang tua asuh sebenarnya bukan hanya suatu kewajiban sosial tapi juga merupakan kebanggaan bagi si orang tua asuh terlebih bila anak asuhnya berhasil. Ummi-nya Dinda contohnya, si Ummi yang punya banyak anak asuh -beberapa berhasil beberapa menghilang- mungkin merupakan contoh sederhana bagaimana si mampu mendistribusikan kelebihannya kepada orang lain.
Ada banyak cara untuk menjadi orang tua asuh, dari nominal terkecil hingga kontribusi terbesar, antara lain:
1. Orang tua asuh bagi anak ART, Sopir dan orang terdekat di sekitar kita.
Bu Enny dan Umminya Dinda, mungkin contoh yang paling ideal untuk program orang tua asuh seperti ini. Yang dijadikan anak asuh adalah orang-orang terdekat. Si orang tua asuh tidak hanya memberikan dukungan finansial seperti seragam, buku dan SPP, tapi juga memberikan visi bagaimana seseorang dari kampung yang biasa saja, bisa kemudian menempuh pendidikan dengan baik untuk kemudian sukses dan kembali membantu sesama.
Keuntungan: Ikatan emosional akan lebih terbentuk, dengan model ini si orang tua asuh akan memantau betul perkembangan anak asuhnya. Bagaimana potensi si anak, bagaimana kepribadian si anak hingga apa yang orang tua asuh bisa berikan lebih baik demi masa depan si anak.
Kerugian: Skalanya sangat kecil dan terbatas. Pengalaman si Ummi, meski kontrol sudah cukup ketat tetap saja ada penyelewengan dana oleh si anak asuh. Klasik ya. Tapi namanya juga belajar, tahun depan harus lebih baik.
2. Orang tua asuh skala kecil dan menengah.
Menjadi donatur pada sekolah-sekolah alternatif seperti Sekolah Alternatif Panggugah di Boyolali (Mas Christ mohon maaf baru saya publish sekarang) ataupun sekolah Pelanggi anak-anak Psikologi UGM di Kaliurang, ataupun sekolahnya alternatifnya anak-anak KKS Melatinya Aresto di Jakarta.
Contact Person:
Christianus Widya Utomo (sekolah alternatif Panggugah Boyolali)
http://chriswidya.blogspot.com
http://pitusiji.wordpress.com
GSM. 0812.777.5588
Flexi 0711.7301088
Keuntungan: Saat ini cukup banyak gerakan orang tua asuh yang dikelola dengan sistem yang baik dan terorganisir. Biasanya bentuknya akan berupa sebuah sekolah -dikawasan konflik lah, didaerah pemulung dan bencana lah. Serupa dengan alternatif pertama dimana si orang tua asuh bisa memantau betul aliran dananya dengan program ini coverage anak asuh bisa menjadi lebih luas.
Kerugian: Untuk proses berkesinambungan, tentunya orang tua asuh harus berpartisipasi aktif dalam memantau perkembangan anak asuhnya. Bila prosesnya hanya sumbang putus, setelah menyumbang kemudian putus, tentunya ini tidak hanya berdampak negatif bagi sekolah binaan tapi juga bagi diri kita sendiri.
3. Orang tua asuh skala enterprises
GNOTA merupakan salah satu contoh alternatif untuk skala enterprises ataupun personal dengan skala yang lebih luas. GNOTA merupakan satu-satunya lembaga resmi yang diakui pemerintah yang bisa mengurangi pajak -lupa istilahnya-. Jadi kalau perusahaan X mendonasikan sejumlah uang kepada GNOTA maka sumbangan ini dapat mengurangi besar pajak si perusahaan. GNOTA juga berkoordinasi dengan Unicef dan punya track record yang sangat baik untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Sehingga program ini bisa sangat komprehensif dan akurat mencapai target.
Contact Person:
Muhammad Agus Widiyanto,
Humas GNOTA. 62818483823
Keuntungan: Proven, Organized, Tax deductible (duh apa sih istilahnya pengurangan pajak), National coverage
Kerugian: Karena sifatnya raksasa, biasanya program seperti ini kehilangan ruh sebagai orang tua asuh. Dimana donatur hanya memberikan dana dan kemudian selesai, tidak ada proses ikatan emosional berkesinambungan.
Mungkin ada pengalaman dan cerita lain tentang bagaimana menjadi orang tua asuh.
PS: gambar sekedar ilustrasi :), foto di ambil di Timika musim audit Feb/Mar 07.



tadi sempat heran, hanafi yang arek malang kok sepertinya kelahiran papua … :D
papabonbon
Nopember 5, 2007 at 5:07 am
thanks mas Anjar,
ini info sekilas sekolah panggugah –>
http://chriswidya.blogspot.com/2007/10/sekolah-alternatif-panggugah-boyolali.html
saat ini ada 30 orang anak kelas 1 dan kelas 2 yang sedang menunggu bantuan kita, sekedarnya – seikhlasnya – semampunya. Monggo.
pitusiji
Nopember 5, 2007 at 3:41 pm
Mas Anjar,
bagaimana dengan Sampoerna Foundation? Mereka juga yayasan yang membantu pendidikan dari SD sampai dengan (kalau nggak salah) SMA. Donatur punya cukup kebebasan untuk memilih jenis kelamin, jejang pendidikan dan jumlah anak yang akan dibantu. Dan jumlah untuk tiap anak nggak terlalu besar kok..paling-paling nggak beli Starbucks dua kali sebulan…heheheee…
Mita
Nopember 6, 2007 at 1:14 am
saya sendiri, sih, lebih suka yang pertama, mas. bukan apa-apa, yang dialami dan diajarin sama bapak saya ke saya ya yang kayak gitu, soale
Shelling Ford
Nopember 6, 2007 at 2:29 am
Wah seru juga ya kalau bisa jadi orangtua asuh..
Dari dulu saya sendiri pengen banget punya anak asuh sendiri yang saya urus didalam keluarga saya *hehe,, karena saya anak tunggal*. Tapi ternyata niat itu belum bisa tercapai,,
Salam kenal ya, baru pertama kali kesini aku..
nadataufik
Nopember 6, 2007 at 1:01 pm
Salam kenal mas Anjar,
Blog2 anda sangat inspiratif. Mudah2an saya segera punya keberanian untuk ikut menjadi orang tua asuh.
smartnwise
Nopember 7, 2007 at 3:53 am
AssWrWb.
Salam kenal Mas…
Mengingatkan kepada hal yang pernah begitu saya inginkan. Menjadi orang- tua asuh dengan bersikap seperti juga kita terhadap anak kandung sendiri. Tidak seperti hal- hal yang lain yang mudah habis, kasih- sayang sepertinya bisa begitu berlimpah. Sekian banyak yang kita berikan kepada anak- anak kami, sekian banyak pula yang bisa kita berikan kepada anak- anak yang lain.
Semoga dibulatkan tekad bagi kami. Semoga diberi kami ketulusan, keleluasaan dan kemampuan. Amin.
Trims sekali lagi Mas.. sangat- sangat menyemangati kami.
Salam,
rumahkayubekas
Nopember 9, 2007 at 12:36 pm
tetap semangat,mas!!
saya sangat mendukung.
ito007
Nopember 14, 2007 at 7:11 am
Halo…Baru pertama buka blog ini…
Hmm,ada yg tau ttg program ini yg ada di Surabaya gak??
Gw berminat jadi orang tua asuh,tapi gak tau yg di Sby dimananya & gimana caranya…
Anybody can help me,please..??
m3rl1n_s4n@hotmail.com
Merlin
Nopember 15, 2007 at 12:21 am
salam kenal,Mas Anjar…
thanks banget karena aku menemukan blog mas hari ini..Emang udah lama nyari materi soal gimana jadi orang tua asuh soalnya..Dari dulu pengen banget jadi orang tua asuh, cuma ga tau dimana dan gimana caranya. Bantuin dong…
nura_cnm@hotmail.com
nuracnm
Mei 18, 2008 at 1:42 am
Saya ingin menjadi orang tua asuh, tetapi saya ingin menentukan sendiri anak asuhnya, ada ga ya yang bisa bantu saya ?
Terima kasih…
taurus
Agustus 11, 2008 at 11:45 pm
Ass wr wb,
Dengan maksud hati putih dan suci, saya seorang kakak dr seorang mahasiswa sem2 di unair jur kes mas S1 bermaksud menggugah hati para calon donatur atau orang tua asuh.
Saat ini adik saya merasa kesulitan dalam biaya hidupnya disurabaya(unair kampus C).memang SPP ada lembaga sosial yg menanggungnya, ttp biaya hidup terpaksa harus menjadi beban hidup kami sekeluarga. untuk itu mohon sekiranya bapak/ibu bisa sedikit meringankan kehidupan adik saya yang saat ini sedang berjuang untuk terus melanjutkan kuliah nya. amat disayangkan jikalau hanya karena masalah biaya, adik saya harus lepas dr kuliahnya di kampus favorit.
Sekali lagi mohon seikhlasnya bisa berbagi dengan adik kami.
Untuk lebih jelasdan yakin nya informasi ini bapak/ibu bisa langsung kontak adik saya di nomer hp. 085655382739 atas nama haris surahman (adik saya) atau saya sendiri adi yusuf di nmer hp. 08563444963
Demikian dari saya mohon maklum dan mohon maaf jikalau hal ini kurang berkenan dihati bapak/ibus semua.
wassalam
adi yusuf
adi yusuf
Oktober 27, 2008 at 1:22 am
kepada Yth
donatur di manapun
asalammjualaikum wr.wb
kami dari psi fajar hidayah ingin mengajak Bapak/Ibu berpartisipasi dalam berinfak, sedekah, zakat maupun untuk menjadi Orang Tua Asuh bagi siswa/siswi yang berada di Sekolah Fajarhidayah gratis berasrama sebanyak 350 anak korban Tsunami Aceh, bank donasi Bank Syariah Mandiri no Rek.00330022402
Hub.Bpk Andi/Satri hp.no.02136423165
andi
Maret 18, 2009 at 12:56 am