Anjar Priandoyo

Cerita pasangan muda yang gagal berumah tangga

with 33 comments

Jujur tidak mudah untuk melangkah mendekat dimana harus terlebih dulu mengelola ketidakcukupan (ini yang berbeda dg kalian), mungkin bisa jadi bahan tulisan sampeyan, agar kami bisa tahu mengelola ketidakcukupan dari orang-orang yg cukup :)
Mas Arif, di Tolong beri saya nasihat tentang pernikahan

Saya selalu berusaha menyajikan informasi yang seimbang mengenai suatu proses. Ambil contoh tentang proses enterpreneurship yang punya jargon ‘ngapain sih jadi orang kantoran’. Sedapat mungkin saya berusaha menyajikan sharing dari mereka yang tidak hanya sukses baik bekerja maupun wirausaha, tapi juga mereka yang gagal. Bukankah kita bisa belajar jauh lebih banyak dari kegagalan.

Dengan semangat yang sama, saya sangat mengundang sharing dari rekan-rekan yang merasa tidak sukses berumah tangga. Eg ada contoh seorang kawan nun jauh disana yang memutuskan menikah muda tapi entah kemudian kuliahnya terbengkalai hingga kemudian DO entah kemana. Ataupun cerita Ibu muda yang luar biasa kelimpungan mengurus rumah tangganya. Ataupun orang yang belum bisa menemukan worklife balance. Apapun itu.

Ya itulah dunia, tidak selalu hitam putih, kadang-kadang ada kelabu. Sebagaimana hidup selalu ada senang, selalu ada susah dan terkadang ada keadaan tidak jelas.

PS: Gagal sepertinya kata yang kurang tepat ya, nanti saya ganti deh :)

About these ads

Written by priandoyo

November 9, 2007 at 11:01 am

Ditulis dalam Keluarga

33 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kok kayaknya rada sepi respon ya mas Anjar? Jangan2 pada takut kena sindrom judulnya nih… he..he..
    Kebetulan ada banyak cerita kegagalan rumah tangga yang ada di sekitar saya, mungkin kayak iklan permen di tv…, kenapa bla..bla..bla..ya.. jawabannya.. “Takdir…”. Yang jelas semua ada sebab dan ada akibat… “kegagalan” mungkin pilihan terbaik bagi yang mengalaminya, karena mungkin ketika tetap “bertahan” sudah tidak ditemukan jalan yang lebih baik lagi… Dan semua proses pasti ada hikmahnya, walau proses itu berupa kegagalan sekalipun… (halah..!! he.he.. peace..)

    tonny

    November 11, 2007 at 12:36 pm

  2. saya kira-kira gagal gak ya??

    rumah tangga itu proses… dan ketika rumah tangga masih berjalan (walau dengan kisruh eperidey) berarti belum gagal, gagal berumah tangga ketika jalinan suami istri sudah berubah menjadi jalinan mantan ( masih jalinan karena masih mengasuh anak, klo punya anak )

    jd selama masih bisa dijalani dan mencari jalan keluar kenapa sudah menyerah dengan berkata gagal??

    dobelden

    November 12, 2007 at 1:08 am

  3. wah susah nih, ga ada pengalaman hehe..

    saran: gmn kalo membuka pembahasan tentang worklife balance, kan cocok nih, di jkt pasti banyak org yg punya masalah untuk menyeimbangkan antara hidup di kantor, abis waktu krn macet, dgn waktu untuk bersantai, dll..

    Cely

    November 12, 2007 at 1:55 am

  4. Gak mau sharing ah…
    gak merasa gagal berumah tangga koq…

    Icho

    November 12, 2007 at 3:55 am

  5. Alhamdulillah… saya nikah pas kuliah dan sekarang udah lulus dan dikaruniai seorang anak.
    Kesiapan mental dan pemahaman agama yang membuat kita bisa menyelesaikan setiap permasalahan Rumah TanggaT… jadi bukan masalah pasangan muda atau tua ..:)

    akhdian

    November 12, 2007 at 7:53 am

  6. iya, kegagalan tak harus terkait usia

    Imam Mawardi

    November 12, 2007 at 8:14 am

  7. Saya baru mau melangkah ke sana, tapi takut gagal.

    marsitol

    November 12, 2007 at 11:45 am

  8. Saya pernah merasakan sakitnya “kegagalan pernikahan” seorang teman. Suami istri, dua-duanya teman karib saya. Namun saya memang lebih dekat dengan si istri. Saat itu saya belum menikah. Dan pernikahan teman saya “baru” 1.5 th. Saat itu karena saya satu-satunya orang yang dihujani curhat si istri jadi saya terlibat emosi cukup dalam. Saya sempat marah, sinis dengan makhluk keturunan adam itu. Istri yang dulu dinikahi dengan baik-baik, ingin ditinggalkan begitu saja. Ditanya alasannya katanya gak ada alasan. Ingin pisah tapi gak mau repot ngurus perceraian. Tapi dengan sengaja, bertelepon mesra dengan “selingkuhan”nya didepan istri, sengaja meninggalkan bon-bon pembelian barang untuk selingkuhan tersayang. Egois sekali. Dan ujungnya saya tidak bisa lupakan, saya menjadi saksi perceraian seorang teman di pengadilan, padahal saat itu saya belum pernah merasakan pernikahan.

    Namun life must go on. 2 bulan setelah perceraian, si suami langsung dengan suka cita menikahi selingkuhannya. Me-launch cerita-cerita indahnya di blog. Sungguh, ternyata ada orang yang buta mata hatinya. Si istri, 3 tahun baru bisa mengobati kesedihan hati setelah hari-harinya dipenuhi dengan air mata.

    Alhamdulillah, Allah maha adil. Sekarang teman saya yang perempuan sudah menikah lagi. Mendapatkan seorang pria yang baik. Dan sekarang sudah dikarunia seorang anak. Dan menurut pengakuannya pernikahan mereka sangat bahagia. Sedangkan kabar mantan suaminya, saya tidak pernah update. Tepatnya saya tidak mau tahu. Tetapi saya mendoakan semoga mereka juga bahagia. Karena orang tidak pernah lepas dengan yang namanya khilaf.

    Buat yang mau melangkah ke jenjang pernikahan. Berpikirlah positif. Kalau berpikir takut gagal, ntar jadi lajang forever lho :-).

    Juminten

    November 13, 2007 at 6:42 am

  9. pernikahan adalah salah satu proses dari kehidupan…. jalani aja.. jangan terlalu banyak pertimbangan apalagi kena pengaruh sinetron…

    mringgis.com

    November 13, 2007 at 8:20 am

  10. saya menikah muda bang anjar … dan asik2 aja tuh

    ygdt

    November 14, 2007 at 9:20 am

  11. Alhamdulillah sdh hmapir setahun sy menikah dan insyallah akan dikarunia anak (istri sdng hamil)….artinya proses kehidupan terus berjalan…dari lahir trus sekolah trus nikah trus punya keturunan trus bersama hingga dipanggil Yang Maha Kuasa..

    achyat

    November 15, 2007 at 9:37 am

  12. assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu

    ga perlu takut gagal kali….
    kan kegagalan tu awal kegagalan yanng laen,,, hehehhehehhee
    tapi kegagalan itulah yang membentuk sempurnanya suatu pekerjaan,, (asal jangan banyak2 n jgan terlalu fatal lah gagalnya)
    so jangan anggap gagal adalah suatu “gagal”,
    tapi gagal adalah sumting yang harus dipecahkan,, kek kalo sini macet ya ambil jalan kiri laa,,,
    ga harus lewat jalur utama gitu
    dan satu yang sangat berharga di dunia ini,,, “relationship” jangan bosen2 saling mengutarakan isi hati n saling melengkapi apa yang dirasa salah n kurang….

    halah,,, ngomong apa si?

    de_lancert

    November 16, 2007 at 1:34 am

  13. Menikah adalah suatu life event yang harus kita jalani, dan kita perlu mempersiapkan segalanya untuk itu baik secara materiil dan mental… memang kekuatan cinta yg besar bisa dijadikan modal dasar untuk menerjang badai kehidupan, tapi apakah cukup dengan hanya “cinta” tersebut? mental untuk mengarungi kehidupan ini pun perlu dipersiapkan, begitupun dengan materiil, jangankan kita orang biasa, seorang sufi pun memerlukan materi untuk bertahan hidup walopun kadarnya berbeda, karena mereka tidak silau dengan kehidupan duniawi ini…
    Mungkiin rekan2 yg menikah muda beruntung karena memiliki keluarga yg berkecukupan tau sudah tidak ada beban dipundak yg terlalu berat lagi…

    Dhev

    November 16, 2007 at 6:25 am

  14. assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    maaf ya pak Anjar kalo saya mau nimbrung…
    walaupun saya belum menikah, sejauh ini yang saya amati dari sekitar saya. menikah memang ujung2nya perlu uang. tapi yang lebih diperlukan adalah kesiapan mental, untuk menerima pasangan, menerima beban, yah yang riil lagi menerima kondisi keuangan….karena kalo gak siap bakalan stres dan saling menghancurkan…

    nayla

    November 17, 2007 at 11:25 am

  15. Ass,
    Menikah itu sesuatu yang diputuskan dengan pikirn yang jernih serta kesiapan mental. jangan disatu sisi kita hanya terbawa oleh rasa cinta yang tumbuh yang ujung2nya bisa merugikan kita. qt harus memikr kedepan, melihat apakah langkah yang kita ambil itu sudah benar ataukah salah, gak ada salahnya buat sharing dahulu dengan orang terdekat kita. jika kita sudah mampu dalam segi materi, sanggup dalam menghadapi masalah dan bisa berfikir positip, mak kita bisa melanjutkn hubungan tersebut ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
    btw doain aku yah semoga aku and cowokqw bisa melanjutkan hubungan seperti itu dan kita bisa menghadapi masalah tanpa kekanak – kanakan.
    Amin.

    Salam,
    Dhevi

    Dhevi_Dhepot

    November 24, 2007 at 6:41 am

  16. Saya sudah 25 tahun menikah, anak pertama saya, cowok, umur 22 thn baru aja lulus dari TE-FT.UGM, anak kedua cewek, baru saja masuk TA-FT.UGM. Pernikahan itu memang di awal mudah terganggu, apalagi kalo belum ada anak yang menjadi pengikat. Si suami umumnya sering keganggu ama putri lain, lalu membanding-bandingkan, akhirnya jadi kobongan, tanki njebluk. Kalau ada anak, ya kita mesti berpikir tentang masa depan anak, kalau perlu anak jangan cuma dua, tetapi empat atau sepuluh sisan, ben donyane rame .. hehe .. Nanti kalau anak sudah gede2, terus nyawang, cuma ngguyu kemekelen dewe, karena melihat anaknya sudah pinter-pinter dan ada rasa syukur.
    Keluarga muda biasanya kena badai, apalagi kalau nanti bapake jadi pejabat .. wah, sing digoda sekretarise, pegawaine, atau dari perusahaan lain, macem2 lah .. yang jadi ibu perlu sabar dan berdoa, semoga bapake ora ucul minggat. Kalo perlu, ibuke ya harus belajar memberi serpis lahir batin yang baik .. biar betah.
    Setahu saya, cewek2 yang dari jawa barat, sering mendapat ilmu rahasia dari embah-nya .. naahhh itu nyang musti dicari.
    salam buat mas Rovicky, slamet2 sehat taa..
    DW

    djoko wintolo

    November 26, 2007 at 7:23 am

  17. seperti nya saya orang yang bersalah. saya punya cinta yang salah. saya mencintai seseorang yang telah mengikat hati dengan orang lain. walaupun kabarnya rumah tangga mereka sedang berada di ujung tanduk. keretakan rumah tangga mereka telah ada jauh sebelum saya muncul. saya tidak ingin mengambil keuntungan dari kondisi ini. saya sadari itu. tapi saya juga tidak bisa membohongi perasaaan saya. saya bisa mendapatkan saran dari forum ini ?

    madon

    Desember 19, 2007 at 8:51 am

  18. Saya baru ketemu dgn teman lama, dia bercerita skrg pnya side job sbg tarot reader dan kabarnya cukup ramai. Beberapa kali masuk media massa. Kebetulan kliennya sebagian besar dari kalangan artis.
    Yang menarik dari ceritanya adalah sebagian besar masalah yg dihadapi kliennya (80%-90%) adalah selingkuh, baik oleh mereka sendiri atau oleh pasangannya. Ada yang karena cinta platonik, karena balas dendam, juga ada yang tidak tau kenapa.
    Gimana Mas Jar klo buat topik sendiri ttg perselingkuhan, karena dengan membahas hal ini kita bisa tau lebih luas dan bisa belajar cara menghadapinya/menghindarnya.
    Apalagi udah ada permintaan di atas tuh yang sebenarnya terkait.

    CakHan

    Januari 27, 2008 at 2:40 pm

  19. [...] cara menghadapinya/menghindarnya. Apalagi udah ada permintaan di atas tuh yang sebenarnya terkait. CakHan Posted in Tips Mencari [...]

  20. Berbicara tentang kegagalan dalam perkawinan. Saya tidak tahu apakah saya sudah gagal atau belum, atau dalam proses menuju kegagalan. Buat saya mungkin saat ini akhir dari pergumulan saya dalam memutuskan akan meneruskan perkawinan saya atau berpisah dengan suami yang sudah menyimpan seorang wanita selama lebih dari 6 tahun. Awalnya saya berpikir untuk bertahan dan mencoba menerima ujian itu demi anak semata wayang. Tetapi setelah melihat tidak adanya kesungguhan dari suami untuk menciptakan suasana rumah yang damai, terlebih lagi setelah mengajak wanita itu berlibur selama sebulan penuh (tanpa setahu saya) saat cuti tahunan kami sekeluarga. Saya pikir, setelah 11 tahun berjuang sendiri dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga saya, inilah akhir dari pergumulan saya dan saya harus mulai memikirkan masa depan saya sendiri. Beruntung saya mempunyai seorang anak perempuan yang, meskipun masih sangat belia, tapi mengerti suasana hati saya. Dukungan dia berikan kepada saya. Yang membuat saya masih berdiam diri saat ini karena anak saya itu sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian disekolahnya dan saya tidak ingin konsentrasinya terganggu. Tapi, so far, saya sudah membicarakan dengan suami tentang keinginan saya untuk menyelesaikan masalah rumah tangga kami secara resmi. Walaupun dengan alasan nama baik dan karir dia tidak setuju, mengingat akan semua yang sudah dia lakukan selama ini dan semua yang sudah saya korbankan, saya kira dia sudah tidak pada posisi untuk membuat kesepakatan apalagi menawar, bukan.

    Sekedar curhat….

    silk

    Februari 12, 2008 at 2:36 am

  21. aduhh!!! jadi tamabah pusing deh, klw dah denger kata yang berhubungan dengan gagal,walau saya blom ngejalanin & tapi teori paham lah dikit,mawadah dan syakynahnya rumah tangga. itu tergantung dari yang ngejalaninnya. jadi paktor usia tidak 100% menjamin.
    kita balik lagi ke awal pertama/niat kita.kesiapan mental dan pemahaman agama (apapun)itu lah yang harus di utamakan.
    benar atau tidak itu menurut teori aq pribadi .
    thx. mat suxex.

    tony

    Maret 30, 2008 at 10:44 am

  22. Aku mau menikah,tapi calon ku masih “suami orang lain”, walaupun sebenarnya dia “sudah diijinkan”,aku rasanya masih sungkan melangkah ke tahap pernikahan. Boleh minta saran? Thx b4.

    taurus

    Mei 15, 2008 at 9:35 am

  23. @ djoko wintolo,… benerrr pak setujuuuuuuu buanget,… memang harus gitu ya pak,….. saya pernah juga main ke jogja ke t4 mbah jauh ,… yg sudah sampai 60 tahun!!! lhooh mereka menikah,…. waah pokoknya hueeebat deeh, dan saya disuruhnya belajar utk tetep sabar dan ,… wah wah wah gak sanggup lagi deh nerangkannya pak,… saya cuma mau coba belajar utk jadi seperti itu,….. doakan yaaa,…..

    ikow

    Mei 15, 2008 at 10:30 am

  24. terus terang… walaupun tergolong masih memiliki usia muda, aq pernah mengalami kegagalan dalam pernikahan…
    tapi jangan pernah takut untuk menghadapi semua itu…
    qta harus yakin dengan adanya allah… qta harus percaya bahwa di balik kegagalan ada kebaikan…
    kegagalan dalam pernikahan bukanlah sesuatu yang mudah dilupakan… tapi qta harus jadikan sebagai pelajaran.. ambil nilai tambahnya…
    terkadang aq juga minder ma posisi aq sekarang ini yakni seorang janda… tapi aq merasa cukup bangga karena sampai saat ini aq bisa mengurus ke dua putra ku… dan sampai saat ini aq terus bertahan karena adanya kedua putra ku…

    jie

    Juni 18, 2008 at 10:52 am

  25. Assalammu’alaikum,

    Pesan Saya buat para muda-mudi: Jauhi yg namanya zina, krn Saya pribadi yakin itulah awal dr malapetaka.
    Pesan Saya buat para org tua: Jagalah anak Anda dr yg namanya zina, mulai dr mengajarkan menutup aurat & memperdalam pengetahuan agama (= menanamkan akhlak).

    Semoga Yang Maha Kuasa meridhoi segenap amal baik kita, insya ALLAH, amin. Wassalam…

    Mari Beramal Soleh

    Juli 15, 2008 at 7:51 am

  26. makasih yc atas pengalamannya aku jd ada gambaran penikahan,mudah-mudahan aku juga mau menikah kedepannya,sekarang aku tunangan dulu ma calon istri aku.aku mohon do’a dari semuanya agar niat baik aku berjalan baik amin.

    Asep suhendar

    Agustus 4, 2008 at 12:09 pm

  27. Setiap orang nggak pernah menginginkan yang namanya ” Kegagalan ” dalam hidup ini. setiap orang selalu menginginkan kebagiaan ( itu pasti ) tapi yang namanya ” proses ” itu memang benar dan haru s dijalani. nggak bisa enggak. hidup ini memang proses kan? proses menuju kematian, untuk dihidupkan lagi menuju kehidupan yang kekal. kadangkala manusia harus berfikir untuk apa menyakiti diri sendiri dengan sikap egoisme menginginkan kebahagiaan dengan menyakiti yang lainya ( pasangan ) seharusnya manusia ingat akan kehidupan abadi di akhirat kelak kan? jadi, maksud saya disini adalh : jalani kehidupan ini apa adanya menurut proses yang ditentukan oleh Allah AWT bagi tiap-2 manusia, dan tetap ikhlas, sabar, serta tawakal ( berusaha ) sebaik–nya menjadi pribadi yang baik dimata Allha. Simple bukan???

    Aura

    Maret 14, 2009 at 4:10 am

  28. wah berat temanya ini…. soalnya banyak sekali aspeknya, bagi saya tidak ada istilah gagal…sekarang keliatannya hancur total tapi bisa menjadi sangat manis dikemudian hari… seorang kawan yang DO dan entah kemana….sekarang mungkin lagi duduk tenang bersama suami/istri hidup berkecukupan, saling mencintai, mungkin menjalankan usaha kecil2 an yang berkembang…

    mad cat

    April 7, 2009 at 6:18 pm

  29. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    dalam kehidupan ini kadang ada yang namanya sukses gagal dan sebagainya, demikianpun dalam pengalaman rumah tangga ana, ana mengalami kegagalan rumah tangga dengan seorang wanita pilihan ana sendiri.
    waktu itu ana menikah muda dan masih dalam keadaan kuliah di salah satu universitas yang ada di bandung, kira-kira pas ana meranjak naik ke semesyer lima (5) waktu itu ana berhubungan selama 3 bulan, pas waktu 3 bulan terakhir ana di ajak menikah oleh pasangan ana tepi padawaktu itu ana menolak karna ana merasa belum siap terutama dalam masalah materi.
    setelah 3 hari pasangan ana berbicara tentang pernikahan tiba-tiba pasangan ana mengancam ana dengan mengucapkan kata putus jika tidak segera menikah dengan nya, tapi terusterang ana benar-benar sangat bingung di sisilain ana merasa tkut akan kehilangan pasagan ana tapi di sisilain ana juga merasa takut harus bagaimana ana berbicara kepada kedua orangtua ana dengan keadaan yang belum mapan dan masih kuliah? tapi pasangan memberikan motipasi dan harapan dan komitmen yang membuat ana yakin akan bisa bahagia berumah tangga dengan beliau.
    akhirnya ana memberanikan diri untuk berbicara kepada orangtua ana beserta pasangan ana, dan allhamdulillah akhirnya orangtua ana setuju untuk menikahkan kami, setelah ana menikah ternyata istri ana tidak setia, istri ana mengirim sms kepada mantan pacarnya itu yang pertama kali dan ana maafkan dan hal itu berulang kembali sampai duakali bahkan sampai mantanya menghubunginya lewat telpon, namun suatu saat ana menerima telpon tersebut di depan istri ana, tapi istri ana tidakmau mengaku no hp siapa itu? namun pada telpon yang ke 6 barulah ia mengaku bahwa itu mantan kekasihnya dan betapa sakit hati ana waktu itu tapi ana masih memaafkan, namun seiring berjalan waktu kebutuhan kami makin besar dan ana masih belum bisa mencari nafkah karna ana masihkuliah namun pada suatusaat istri ana meminta berhenti bekerja dan ingin bekerja di perusahaan yang besar meskipun dengan cara yang kurang halal ( sogok ) dan jumlahnyapun tidak sedikit akhirnya ana mengabulkan keinginan istri ana, meskipun harus menggadaikan sertipikat rumah ortu ana ke bank tapi demi kebahagian istri ana akhirnya anapun berusaha mewujudkan hal itu meskipun berat, sebelum istri ana masuk ke perusahaan itu ana menawarkan diri untuk menggantikan istri ana bekerja ke perusahaan itu namun istri ana menolak dan berkata ” sudah selesaaikan dulukuliahmu tanggung cuman satu tahun lagi? tapi ana tetap memaksa namun istri ana tetap berkeras untuk demikian akhirnya saya terima keputusan itu, namun ( bersambung )

    saepurahman sidik Al-habsy

    November 5, 2009 at 6:31 pm

  30. di jual tanah seluas 90 tumbak di daerah tonjong. ciparatempat setrategis dipinggir jalan raya

    dan di jual tanah pesawahan seluas 150 tumbak di desa tanjung wangi

    harga pertumbak.
    1. di tonjong Rp 1500.000
    2. di tanjung Rp……..
    masih bisa nego untuk informasi lebih lanjut
    hubungi No Hp 085221375687 Bp Sidiq

    saepurahman sidik Al-habsy

    November 24, 2009 at 1:03 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 489 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: