Anjar Priandoyo

Kuliah 7 tahun dan daya saing kerja

with 45 comments

Dear Mas Anjar, saya mahasiswa Teknik Informatika di sebuah PTS, Insya Allah saya akan lulus akhir tahun ini, tapi saat saya harus melihat diri saya sendiri saya takut untuk bekerja.Saya takut tidak punya daya saing diantara sekian banyak calon tenaga kerja yang ada. Usia saya sudah 25 tahun, saya kuliah 7 tahun lamanya.

Yang jadi masalah IPK saya juga sangat dibawah standar cuma 2,7-an, saya takut melihat kenyataan sekarang ini bahwa pekerjaan sulit dicari, itu pun masih ditambah dengan syarat IPK yang rata-rata harus 3.00, dengan IPK saya yang cupet bin mepet banget saya takut kalo gak dapet kerja. yang ingin saya tanyakan kepada anda adalah:

  1. Apakah saya masih punya daya saing?
  2. Apa yang harus saya lakukan dengan IPK yang mepet saat saya melamar kerja.
  3. Apakah masih ada kesempatan bagi saya yang telat lulus dan ber-IPK mepet untuk dapat pekerjaan?
  4. Dengan kondisi saya seperti ini, menurut anda apa yang harus saya lakukan?

Mas Febri via email

Komentar:
Ada yang bisa memberi saran? FYI Mas Febri ini ternyata -salah satu penyebab telat lulus- adalah rajin ikut project-project gitu, bahkan saat ini posisinya adalah CTO di sebuah IT start-up company.

About these ads

Written by priandoyo

November 13, 2007 at 8:43 am

Ditulis dalam Pekerjaan

45 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Hmm klo menurut saya nilai dan IPK mas sptnya tdk terlalu jadi patokan.. untuk bs bersaing sptnya kita hrs punya skill yg bs di andalkan, memang tidak di pungkiri nilai dan IPK bs membantu, tp apakah bs dapet kerjaan yg enak jika dpt IPK tinggi tp tidak mempunyai skill ?

    saya lulusan sebuah SMK swasta dan skrg Alhamdullilah udah kerja dan sambil kuliah.. klo pengalaman yang saya lihat setelah bbrp kali pindah kerja kebanyak orang yg lulus kuliah rata2 tidak punya skill –ini dari apa yang saya lihat loh– mungkin bisa berbeda dengan pengalaman yg lain….

    jadi saran saya bangunlah skill yang anda anggap punya potensi dan yg anda sukai… ;)

    AdziE

    November 13, 2007 at 8:56 am

  2. 1. Ya.
    2. Kalau sudah mepet : tingkatkan skill!
    3. Masih ada.
    4. Tingkatkan skill, perbanyak network.

    Saya akan bercerita tentang diri saya sendiri.
    7 tahun saya kuliah di sebuah PTN di malang IPK juga megap-megap. Hasilnya saya mengundurkan diri. Banyak cerita kalau ditulis di sini untuk menjelaskan mengapa saya menyia-nyiakan kesempatan itu.
    Kemampuan saya di programming database.
    Pengalaman saya di freelance programmer juga minim. hanya pernah mengerjakan 1-2 proyek.
    Suatu ketika saya mendapatkan informasi tawaran freelance programmer di suatu milis. Saat itu saya masih di malang. Pekerjaan itu di Jakarta, bukan tempat yg asing buat saya karena dari tk-sma saya di Jakarta. Saya mendapatkan pekerjaan itu dari 5 saingan. Setelah proyek selesai, tempat tersebut membutuhkan tenaga utk terus maintain dan update program yg kami buat. Kemudian saya diajak bergabung oleh owner dan dirut perusahaan tersebut. Sambil bekerja, saya melanjutkan kuliah yang tersisa di program ekstensi ptn di depok. 1 tahun bekerja, ternyata ada restrukturisasi organisasi. IT yang selama ini di pandang sebagai pelengkap, di buat divisi baru. Saya kebetulan dipasang sebagai “kepala” di divisi tersebut. Sampai saat ini saya masih kuliah dan bekerja.
    Intinya yang harus saya sampaikan: Teruslah berpikiran postif kalau kita bisa. Jangan pernah setitik pun mempunyai pikiran negatif (takut gagal dsb). Anda akan tahu betapa dahsyat nya kekuatan mimpi. Kalimat ini saya dapat dari menonton film “The Secret”.

    Tambahan: juga jangan terpaku hanya untuk menjadi pegawai, berpikirlah juga untuk menjadi pengusaha! Ciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain.

    Mas Anjar sendiri pengen jadi pengusaha tuh… hehehehhe…

    rezayazdi

    November 13, 2007 at 9:11 am

  3. Wahhh saya baru baca nih… CTO di sebuah IT start-up company… Ya gedein aja usahanya. Bagus tuh. Tetap fokus dan tetap semangat!

    rezayazdi

    November 13, 2007 at 9:14 am

  4. hmm, masalah itu emank masalah yang sangat membanjiri para lulusan universitas..
    tapi menurut saya, kalau anda sudah mengenali skill anda, anda cukup mengembangkan itu dan mengembangkan network anda juga.
    karna dengan network itu, masyarakat bisa mengenal kemampuan anda..
    pengembangan skill dan network memang sangatlah penting..

    ayo, GANBATTE!!

    gadispenjelajahdunia

    November 13, 2007 at 9:59 am

  5. Skill… skill… dan skill…
    Apalagi mas febri seorang engineer, IPK sebenarnya tidak begitu berpengaruh, mungkin 10% kontribusinya selebihnya yang 90% adalah skill, karena di indonesia masih berpatokan pada working experience dan skill oriented…

    Dulu waktu saya kuliah lulus 4 tahun dan cumlaude, sebenarnya berharap besar dengan yg namanya IPK, tapi ternyata hampir tidak pernah dipertanyakan oleh HRD hingga kini… dia selalu tanyakan skill dan experience…
    Keluar masuk dari satu vendor telco ke vendor lainnya dan hingga kini di operator ternyata saya ambil kesimpulan bahwa skill lebih dihargai…

    Sering mroject? nilai plus tuh mas buat penghias CV… tapi keep confidence mas, bagaimanapun anda tetep diitung fresh graduete…

    Katakanlah dari 7 tahun kuliah kalau nianalogikan 4 tahun kuliah dan 3 tahun kerja, pasti saya akan pilih 4 tahun kuliah dan 3 tahun kerja. Karena selama 3 tahun ini saya mendapatkan experience dan penghasilan yg klo ditotal mungkin lebih dibanding klo mroject…

    Keep confidence Mas Febri!!!! tidak akan ada yang sia-sia dari apa yg telah kita kerjakan….

    c-gate

    November 13, 2007 at 10:19 am

  6. waduh…
    jangan takut mas….
    rizki gak diukur dengan IPK anda! terus berusaha dan tetep berdoa…pasti ada jalan..

    atemo

    November 13, 2007 at 10:29 am

  7. daya saiang ? semua orang punya koq mas…

    ngak usah ngelamar kerja, ubah mindsetnya deh… mulailah memperkerjakan orang, kan dah sering ikut project bisa jadi masukan tuh….

    bisa ya sekitar 20% masalahnya yang ngangur aja banyak lho… taw Bob sadino, nah coba lah berentrepreneur mav ya kalo kasar.. “jangan jadi pengecut , knp karna dengan menjadi antelar ato employee dia berarti memilih jalur aman dan sebenarnya dia org yang terikat dengna budaya feodal”

    summary of all my answer.. be Entrepreneur..

    http://road-entrepreneur.com

    Arham

    November 13, 2007 at 11:08 am

  8. Setelah lebih dari 7 tahun lulus dari kuliah di Bulaksumur, saya sadar bahwa sekolah itu bukan untuk cari kerja. Tujuan kuliah ternyata adalah membuat cara berpikir kita menjadi sistematis dan terukur. Jika kuliah kita mampu membuat kita “menjadi” semacam itu, maka tidak usah takut tidak punya daya saing dalam mendapatkan pekerjaan.

    Asep Mulyana

    November 13, 2007 at 11:22 am

  9. IPK memang berpengaruh kok. Paling tidak membuat jalan lurus yang kita rancang jadi belok-belok.
    Saya graduate juga dengan IPK < 3, yaitu 2.99
    Selisih 0,01 itu cukup untuk menendang saya dari berbagai seleksi administrasi. Apalagi pada perusahaan2 yg kandidatnya bejibun.
    Yahh, saya harus terseok-seok dulu di perusahaan ga jelas, dengan gaji cupet.
    Alhasil saya menghabiskan waktu 1,5 tahun untuk “menyamakan posisi”.
    Bayangkan cuma gara-gara IPK [bahkan tidak memandang masa studi saya termasuk cepat].
    Ahh, andai saja saya punya biaya untuk menyambung satu semester lagi, atau satu matakuliah lagi mungkin lain ceritanya.
    Overall, Alhamdulillah. Tuhan pasti memberi rizki pada setiap makhluknya.
    Selamat berjuang Mas Febri. Nothing is Impossible!

    Fadli

    November 13, 2007 at 11:50 am

  10. Mas Febri, ngga mau konsen di IT start-up company -nya aja..?

    Kalo mau nyari kerja juga ya, ayo sama2 jual diri bersama para pegawai dan karyawan lainnya.
    Prinsip orang jualan ya tonjolkan kelebihan dan samarkan kekurangan.

    Misalnya; IPK dan masa kuliah anda mungkin termasuk kekurangan, sedangkan pengalaman ikut berbagai proyek adalah kelebihan.
    Jelas kan?

    Oya, masa kuliah saya di Jogja tercinta juga 6 tahun lebih.

    acooljerk

    November 13, 2007 at 1:09 pm

  11. wah, jadi ga pengen lulus cepet….hehe….

    bagus

    November 13, 2007 at 2:15 pm

  12. gimana kalau anda membangun kembali hubungan baik dengan tempat anda mengikuti banyak proyek – proyek tersebut. Siapa tahu mereka yang sudah pernah melihat hasil kerja anda, bisa memberikan kesempatan..? who knows…

    binchoutan

    November 13, 2007 at 3:18 pm

  13. be your self aja kali ya?

    percaya diri dengan kemampuan yg dipunya dan terus meningkatkan keahlian

    dobelden

    November 13, 2007 at 3:53 pm

  14. Sdr Febri,
    Menyesal kemudian memang tidak ada gunanya. Yang penting berusaha untuk menjadi lebih baik. Saya lihat anda sudah mau introspeksi, itu modal pertama.

    Kemudian buat daftar apa kelebihan anda dan kekurangan anda. Untuk dapat bersaing tingkatan kelebihan anda dan perbaiki kekurangannya. Untuk IPK memang sudah terlambat, tapi pengalaman kerja akan sangat membantu. Usahakan dapat surat referensi atau recommendation letter dari perusahaan yang dulu. Kalau anda memang seorang engineer yang baik, tentu akan mendapatkan referensi yang bagus.

    Masalah IPK saya punya pengalaman tersendiri. Kalau menuruti syarat IPK, saya tidak akan diterima di perusahaan saya sekarang. Tapi dengan kemampuan diplomasi saya bisa meyakinkan mereka. Saya diberikan kesempatan untuk test seleksi, dan menjadi 3 besar. Jadi yang penting adalah performance dan jual diri … :-)

    Yang penting juga adalah apakah tujuan kerja anda? Salary, career, kesempatan belajar? Berapa pemasukan yang anda inginkan? Ini semua akan memotivasi anda untuk bersaing juga. Dan juga membantu untuk mengukur apakah keinginan anda sesuai dengan kemampuan yang anda miliki, cek lagi daftar kelebihan dan kekurangan anda (dan strategi bersaingnya).

    Nah kalau anda yakin bisa menjadi pengusaha, maka belajarlah dari para pengusaha tentang kiat-kiat untuk menjadi sukses. Belajarlah membuat business plan usaha anda dengan detail dan realistis.

    Selamat berkarya dan mencapai yang terbaik …

    sbaskoro

    November 13, 2007 at 4:16 pm

  15. Jadi inget apa yang di katakan teman saya:
    “kalo ga yakin kuliah di bidangmu, mending kamu keluar aja, sebelum terlambat!”.
    Denger kata-kata itu wah… jadi bingung nih, lanjut apa keluar ya??
    akhirnya aku putuskan, lanjutkan kuliah dan berusaha sungguh-sungguh sebelum menyesal kemudian.

    Dodoy

    November 13, 2007 at 4:36 pm

  16. hhmmmm,,,keberhasilan tak hanya ditentukan dengan selembar nilai yg kita sebut transkrip…salah satu prinsip yang bikin orang bisa berhasil adalah “jgn pernah mengeluhkan yg belom dimiliki, tapi mengeluhlah jika tidak bisa memanfaatkan yang sudah dimiliki”jgn pusingkan dengan IPK anda, terus saja berjuang, jgn takut gagal, en jgn loepa berdoa!!!
    semangad semangad

    marwan

    November 13, 2007 at 10:23 pm

  17. yg penting punya skill

    nandar

    November 14, 2007 at 12:00 am

  18. Pak Pri,
    Mungkin perlu dibahas juga, lulusan Teknik Informatika/Komputer akan bekerja dimana?
    Di tempat saya buka lowongan IT Support, ada tuh yang masukin dari jurusan non IT. Skill dan pengalamannya juga jauh dibandingkan yang lulusan IT. So?

    Kembali ke topik..
    Kuliah lama dengan skill di atas rata-rata, saya pikir tidak menjadi masalah. Ada lowongan pakai syarat IPK? Dokumennya aja urutannya yang diubah. Kasih CV di paling depan. Alhamdulillah saya bisa lulus dari Fisika di akhir tahun ke 7. Kerja di IT.

    Arief Fajar Nursyamsu

    November 14, 2007 at 2:01 am

  19. Setuju kalau skill yg harus di tingkatkan….. and digali, apalagi dunia IT yg penting ada skill, di tempat saya kerja, ada orang cuma lulusan STM Informatika bisa bersaing tuh sama lulusan anak kuliahan, (sekali lagi yg penting skill).

    Semangat … semangat.

    inad

    November 14, 2007 at 2:26 am

  20. Mas Pri dan Mas Febri,

    Yang penting adalah berusaha, berusaha dan berusaha.

    Dalam realita hidup, nasib manusia yang ber-IPK lebih belum tentu lebih baik dari yang IPK-nya ngepas.

    Saya bukan bermaksud menyombongkan diri; IPK saya di atas 3 dari ITB, namun teman saya yang ber-IPK 2,5 dan kuliah 7 tahun memiliki nasib yang mungkin jauh lebih baik dari saya; ada yang sudah sangat sukses berkarir dan ada juga memiliki usaha yang sangat bagus.

    Atau, pernah tahu skrg ini ada Direktur Marketing salah satu perusahaan paling terkemuka di indonesia “cuma” lulusan STM?

    Jadi, singkat cerita, jangan cepat menyerah; selalu melihat peluang.

    Wiraswastanya juga jangan ditinggalkan ato disesali; teruskan.

    Kalopun nanti ternyata dapat kerja, tetap dimaintain. Minimal kita memberikan kesempatan dengan teman; mungkin usaha itu dapat menjadi jalan bagi kesuksesan teman.

    Selamat berjuang !!

    Agung

    http://www.agungtrisetyarso.com

    trisetyarso

    November 14, 2007 at 2:40 am

  21. perusahaan pertama yg dimasuki setelah lulus kuliah bukanlah harga mati. yg penting mas masuk dulu kemanalah, nambah pengalaman, nambah network.
    entar pasti ketemu jalan yg lebih baik.

    eko

    November 14, 2007 at 3:20 am

  22. ini mas agung tri setyarso yg di xl toh ? kirain dulu lulusan elektro dari ptn di ngalam ?

    papabonbon

    November 14, 2007 at 3:41 am

  23. memang benar IPK bukan suatu patokan tuk hire seseorang. Saya kl interview new engineer di divisi saya yg pertama sy tanyaka adalah KAMU BRANI GAK NAIK TOWER..? kalau itu sudah gak lolos, sepandai or setinggi apapun IPK anda pasti lewattttt…………… saya lebih memerlukan skill dan knowledge drpd IPK. hal ini banyak dianut oleh perusahaan multinational.

    mringgis.com

    November 14, 2007 at 4:15 am

  24. saya jg seorang fresh graduate, dan baru ngerasain kerasnya persaingan jg. Terutama gara2 ip (ip < 3). Apply saya satu pun belum ada yg diterima. Tapi sementara ini saya mempelajari bahwa saya hrs menemukan fokus bidang yg saya ingin geluti tlebih dahulu. Tanpa itu qt akan terombang ambing

    les_arsond

    November 14, 2007 at 4:34 am

  25. Peluang kerja banyak mas??? setiap apa yg kita liat bisa jadi peluang mas. he he memang hidup ini yang penting bisa cari uang mas. Kata fukuyama di buku “the end of history” jaman seakarang orang yg dihormati yg banyak uang. Main Forex aja mas biar cepet kaya

    kemaki

    November 14, 2007 at 4:56 am

  26. Wah…saya juga belum kerja padahal he…he…he…Tapi liat sisi positifnya aja! IT cukup keren lho. Zaman sekarang saya pikir lapangan kerja untuk IT tak terbatas. saya saja pengin banget belajar IT biar nggak dibilangin gaptek he…he…he…Lalu anda dapat apa selama kuliah? Kalau selama 7 tahun itu anda terlibat organisasi, saya pikir itu bekal tambahan. jangan kecil hati dulu. You are what you think….

    davidcahyo

    November 14, 2007 at 7:03 am

  27. nasib kita sama bro…. tapi gw 6 taon…. :)
    bener juga seh pa yang di omongin orang2….
    skill is the best…!!!!
    sekarang gw belajar lagi dweh…. :) tuk tambah2 pengetahuan
    di IT & banyak praktek aja…..
    ga lupa juga berdoa…. :)
    ayo… sama2 kita berjuang…!!!!!
    hahahahhahaha……….

    nugroz

    November 14, 2007 at 7:58 am

  28. skill ama networking penting. :D

    -IT-

    irvan132

    November 14, 2007 at 8:08 am

  29. ya, kalu IPK di bawah 3 ditambah lagi lulusan univ gak terkenal, bakal madesu ( Masa Depan Suram ) di indo, yang pasti gak akan bisa masuk big oil n telco company, gov juga gak akan bisa….so tinggal tunggu nasib aja terlunta2 lunta di indo, biar pun skill setinggi langit…

    saran gue simple, coba deh kalu skill IT elu tinggi and “on demand” mending ke singapore or middle east.

    haxor

    November 14, 2007 at 8:29 am

  30. yup,skill,networking en kerja yg jujur,itu yang penting:)

    senyum itu ibadah

    November 14, 2007 at 8:30 am

  31. saran saya, lupakan IPK dan latar belakang kamu,
    mulailah dengan bantu orang terdekat dengan apapun itu kemampuanmu. ga usah mikir duit2an dulu.
    kalo orang merasa puas terbantu dan kamu ga pamrih.
    insyaAllah rejeki ada aja..

    ga perlu IT skill yang “wuihhh”.. bahkan kesediaan untuk mendengar keluh kesah orang saja bisa buka jalan rejeki

    kebanyakan orang mikirin uangnya dulu sebelum kerja.
    hasilnya orang lain ga nyaman karena belom apa-apa udah dipentokin ke masalah uang.

    pengalaman saya yang sudah-sudah, walaupun mungkin kecil yang saya dapat dari hasil kerjanya tapi percaya deh, ga bakal pernah kekurangan. ada aja..

    saya punya pemikiran, bahwa masalah itu bukan pada besar kecil jumlah uang yang kita terima namun berkah dari rejeki itu.

    kalo kita selalu bersyukur insyaAllah hidupmu tenang..

    punya 10ribu dengan 1 milyar itu ga ada beda. yang beda cuma kebutuhannya saja.

    kesimpulannya. kenikmatan hidup sejati itu diukur dari berapa banyak kebaikan tanpa pamrih yang kita berikan untuk orang lain.

    okho

    November 14, 2007 at 9:12 am

  32. yups mas, apa yg comment diatas bener, tingkatin aja skill yg ente punya.. sukur2 klo skill yg dipunyai adalah yg skrg sedang on demand…

    AdziE

    November 14, 2007 at 9:15 am

  33. udah sering dapet proyek, CTO pula,
    kok masih mikir cari pekerjaan ya?
    mendingan mikir gimana gedein bisnis,
    kan malah bisa mempekerjakan orang.

    ryad

    November 14, 2007 at 10:16 am

  34. tenang mas, saya mlh lebih parah selesai kuliah 8 taon! bukan background engineering pula tp dr social bkn pula univ negri. at first saya jg nyesel bgt dah sia2 in waktu+kesempatan lha temen2 saya dah melesat, eh lha dalah saya br aja lulus. tp dari sma saya dah nyambi sana sini biar duit cm 5 ribu pake begadang semalaman:-( dah 2 kali dapt kesempatan kerja di mining companies biarpun outsource alias bkn permanen employee. kerjaan saya tiap hari ngomelin engineers gebleg yg gajinya 10 kali lipat saya punya lo hehehe. think positively aja lah & keep fighting…

    sari

    November 14, 2007 at 10:35 am

  35. …biarin aja deh saya tiap hari diomelin sari, orang lain kan tahu gajinya dia cuman sepersepuluh gaji gue, makanya ngomel2 terus tiap hari… (pikir seorang engineer di sebuah mining company)

    peace..:-D

    acooljerk

    November 14, 2007 at 1:00 pm

  36. kalo gitu yg ditonjolin adalah proyek2 yg pernah dikerjakan aja. nambah nilai lho! :D

    benbego

    November 14, 2007 at 1:29 pm

  37. sebenarnya enakan sih usaha sendiri karena bisa gaji diri sendiri… :)

    Anak Medan

    November 15, 2007 at 2:07 am

  38. Mas,

    Memang untuk fresh grad, kriteria IPK itu sangat diperhatikan.
    Tapi jangan khawatir lah karena anda kan punya berbagai pengalaman real.
    Biasa fresh grad itu belum ada real experience in the real word.
    Yang pasti taruh semua project yang pernah dikerjakan di CV.
    Dan juga manfaatkan network anda, teman-teman yang sudah lulus duluan.
    Pengalaman pribadi saya join ke suatu perusahaan dari lamar langsung (lihat di koran) cuma sekali, yaitu waktu baru lulus.
    Setelah itu saya pindah-pindah dengan memanfaatkan network.

    abda

    November 20, 2007 at 12:23 am

  39. Soal IPK jangan khawatir. Saya kalau cari staff hampir tidak pernah lihat IPK-nya. Kalau sisi akademik yang saya lihat adalah asal sekolahnya, bukan IPK-nya. Baru setelah itu saya lihat skills dan experience nya.

    Namun memang, usia Anda 25thn baru lulus sekolah itu tidak terlalu menguntungkan untuk “dijual” di CV. Bagusnya Anda sepertinya punya cukup pengalaman proyek dan tentunya punya skills yang cukup memadai pula, saya kira bisa mengkompensasi kekurangan Anda yang tadi. Tidak perlu berkecil hati. Apalagi Anda seorang CTO.

    CrizalAlize

    November 23, 2007 at 10:33 am

  40. Mas Febri,

    Jangan patah semangat, banyak teman2 saya kuliah, lulusnya juga telat, tapi bisa dapat pekerjaan yang baik dengan bayaran yg baik pula.
    Saran saya:
    1. Fokus dan konsentrasi pada keahlian yang Mas tuju, dengan demikian mas akan menjadi ahli
    2. IPK tidak menjamin masa depan anda, tapi kemauan keras kita untuk maju dan belajar
    3. Kenali kekuatan dan kelemahan anda, atasi yg kurangi, tingkatkan yang baik
    Mas telah membuktikan berhasil di sebuah project, itu adalah sebuah pembuktian yang cukup nyata bahwa anda bukanlah orang yang tidak bisa berhasil.

    Selamat berjuang!

    chicken

    November 24, 2007 at 3:16 pm

  41. Apa lulusan Akreditasi Universitas jg berpengaruh?
    Mank gmn cara kita nunjukin skill kita yang lebih pas ngelamar kerja?

    Ariev

    Desember 15, 2007 at 3:19 am

  42. Kuliah ? Sudah 7 tahun ? DO aja !!!

    Bukan bermaksud menghina, karena saya juga sama !!!

    Jangan pernah takut !!!

    Liat tuh Bill Gates, Larry Ellison, semuanya DO !!! CATET DO Bung !!!

    Semua yang DO, ternyata bisa jadi orang terkaya di planet BUMI !!!

    Coba kunjungi blog ini, biar anda terinspirasi ;

    http://mybothside.blogspot.com

    Selamat membaca !!!

    Scy

    Juli 29, 2008 at 7:34 am

  43. anda 7 thn kuliah ngapain ? kalau sambil project2 software sih ga masalah. IPK 2.5 pun kalau pengalaman project banyak, saya lebih prefer daripada IPK 3 tp gak bisa apa2.

    Tinggal cari sertifikasi aja buat menjustifikasi kemampuan anda, cari kerja gak masalah.

    Kalau anda 7 tahun gara2 main game Online atau WE??
    Wah saya nggak bisa ngomong apa2..berdoa aja atau berharap bisa nikah sama anak pemilik pompa bensin kalau kebetulan anda wajahnya seperti Keanu Reeves.

    adhi

    Juli 29, 2008 at 9:12 am

  44. Hi there! I could have sworn I’ve been to this blog before but after reading through some of the post I realized it’s
    new to me. Anyways, I’m definitely glad I found it and I’ll be book-marking and checking back frequently!

    www.puppetstate.com

    April 23, 2013 at 7:59 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 493 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: