Berapakah idealnya gaji dan pendapatan PNS itu?

Saya menerima sebuah email (lagi) yang menanyakan mengenai tips membeli rumah untuk PNS (pegawai negeri sipil) -lagi, karena saya cukup sering menerima email serupa. Tadinya saya ingin membahas di bicararumah, tempat saya biasa menulis tentang rumah. Tapi karena ini permasalahan yang ujung pangkalnya sangat kompleks, jadi saya mencoba membahas di forum yang lebih terbuka.

Berikut detail email rekan tersebut, nama, instansi dan informasi detail disamarkan
Suami saya golongan 3B dengan gaji sekitar 2,2 juta, saya golongan 2B sekitar 1,2 juta. Kami sudah bekerja selama lebih dari 5 tahun di sebuah instansi pemerintah di Jakarta. Kami ingin membeli rumah tapi dengan pendapatan total kami kalau digabung bersih sekitar 3 juta. Dengan kondisi keuangan seperti sekarang. Kami sudah bisa menyediakan Rp 10 juta untuk persiapan uang muka dan jumlah kredit maksimal yang bisa kita keluarkan perbulannya lebih kurang 500 ribu-1 juta rupiah. Kami bekerja berpindah-pindah, kira-kira setiap 2 tahun kami pindah tugas. Jadi sepanjang karir kami memerlukan biaya untuk mengkontrak rumah. Rumah yang akan kami beli berarti tidak bisa kami tinggali sepanjang waktu.

Kami mempertimbangkan bahwa rumah yang dapat kami beli selain murah juga harus bisa disewakan dengan harga yang maksimal. Pertimbangan saat ini adalah rumah di daerah Bogor atau apartemen subsidi pemerintah di Jakarta. Alasannya di akhir karir pasti salah satu dari kami akan ditempatkan di kantor pusat (red: menyebut salah satu instansi pemerintah terkemuka)

Tapi harga perumahan/apartemen di Jakarta -selatan prioritas kami, bebas banjir dan sesuai dengan kantong kami kok tidak ada. Ada ide atau masukan?

Singkatnya pertanyaan kami:

1. Dengan gaji sejumlah itu rumah seharga berapa yang bisa kami jangkau? disesuaikan dengan inflasi, tingkat suku bunga bank dan (kira-kira kalau ada kenaikan gaji PNS nasional) dan kenaikan gaji berkala. Kami belum memiliki keturunan tapi kami masih belum memasukkan rencana biaya masa depan dan perawatan anak. Jadi sekarang waktu yang tepat untuk “memaksakan diri” memiliki property. Kalau tidak bisa-bisa nasib kami seperti PNS lainnya yang terus mengkontrak rumah sepanjang hidup.

2. Kebanyakan Uang muka 30% misalnya untuk menara Cawang yang seharga 150 jutaan kami harus menyiapkan minimal 45 jutaan, apa bisa pinjam uang ke Bank untuk Uang muka? Atau adakan Bank yang memperbolehkan uang muka KPR 10%?

3. Lokasi mana yang bisa kami jangkau dan kalau disewakan cukup propektif selama kami tidak menempatinya..

4. Dan info2 lain karena PNS yang gajinya di bawah kami juga banyak apalagi yang Cuma suami-nya saja yang bekerja. Semoga artikel-artikel di blog anda bisa memberi pencerahan buat PNS yang lain.

komentar:
Ada pendapat?

posting lain tips membeli rumah bagi PNS:
PNS, rumah 300 juta di Jakarta Selatan dan Timur.
PNS, dan kredit dengan agunan SK PNS.
PNS dan tips membeli apartemen untuk pemula.

posting lain terkait PNS
Prospek kerja PNS (72 respons).

Ditulis dalam Standar Gaji.

112 Tanggapan ke “Berapakah idealnya gaji dan pendapatan PNS itu?”

  1. ballack Berkata:

    Tanpa bicara sabetan, Gaji PNS memang belum manusiawi, liat saja bapak diatas gol. 3B (pangkat di PNS setara dengan fresh graduate S2) tp gaji masih 2.2jt, coba bandingin fresh graduate S2 kerja di swasta, jauh pasti…
    Klu ngambil KPR, besar cicilan max harus 30% dari total gaji suami istri jg, jd mesti UM-nya digedein biar cicilannya masuk, klu belum ada uang muka terpaksa ‘menyekolahkan’ (istilah PNS untuk menggadaikan) SK PNS ke bank lain, jadi pas dapet duit UM + KPR disetujui, giliran pos cicilan yang banyak dan menyita gaji…,
    Jd klu nyari sampingan/sabetan wajar ????

  2. papabonbon Berkata:

    euh … bukannya malah banyak yg bisa beli cash ? :P

  3. papabonbon Berkata:

    kemarin ada teman, kondisinya kira kira sama dengan responden di atas, nyari rumah di malang, harga 150 jt dengan cara kredit.

    saya kira pertanyaan yg lebih wajar itu lah yg harus dibuat. karena kenyataannya, para aparat kita [dua duanya pns] yg sudah kerja sekitar 5-8 tahun, meski ndak punya rumah saat ini, tapi malah banyak yg sudah bawa mobil.

  4. papabonbon Berkata:

    lupa juga, dgn informasi tambahan, para pns suami istri yg saya sebut diatas menempati rumah dinas.

  5. deta Berkata:

    wah kalo gaji segitu ya berat pak…

    kalo kata saya gaji PNS itu mustinya seperti standar gaji Depkeu yang baru dan sistem penggajian tidak menggunakan sistem PGPS (Pinter Goblok Pendapatan Sama) *excuse my language* tapi menggunakan sistem grading.

    Depkeu jadi pilot project untuk penerapan sistem baru ini, kalo di Depkeu dianggap berhasil maka akan diterapkan secara di bertahap di semua instansi pemerintah.

    Contohnya untuk golongan 1 A, kalo di Depkeu TKPKN (Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara)nya sebesar 1,3 jt.

    Tunjangan tersebut merupakan yang paling rendah untuk grade 1.

    Untuk grade 27 (Eselon 1 Bea Cukai dan Pajak) sebesar 49,5 jt.

    Mari berjuang untuk reformasi birokrasi Indonesia

  6. lahapasi Berkata:

    bagaimanapun memang gaji PNS memang belum layak.

  7. krida Berkata:

    wah yang jelas harus bersyukur berapa pun gajinya kan sdah jadi pns, (masih banyak yang berjuang untuk bisa jadi pns lho)
    ya kalau mau beli rumah ya disesuaikan dengan standart gajinya aja, jangan besar pasak dari pada tiang nanti malah timbul korupsi dan tindakan2 yang bisa membuat rejeki kita jadi ga halal,
    ,kalau sekarang mampunya ngontrak ya ngontrak dulu,tapi kalau emang dah cukup untuk beli rumah pilih kredit yang ga membebani standart gaji kita,
    -saran terakhir kalau mau sukses ya usaha ( binis kek yang penting usaha and selalu berprasangka baik dengan rejeki kita, karena banyak teman2 aku yang pns mereka lebih cepat sukses kalau jadi pengusaha karena link dan networknya lebih banyak dan tingkat kpercayaan orang kepada kaum pns cukup tinggi, wah nanti kalau sukses jadi pengusaha pasti beli rumah seperti apa pun bisa kok, ga perlu keridit, tapi masalahnya berani ga jadi pegawai negeri yang punya karyawan

    anjar: mas krida menurut pendapat mas, boleh tahu dengan skenario seperti diatas yang sesuai dengan standar gajinya rumah yang seperti apa

  8. caffeins Berkata:

    dengan populasi PNS yang sangat2 gemuk, kayaknya wajar saja dengan gaji segitu, kecuali kalo ada perampingan. yang saya perhatikan adalah banyak PNS-PNS yang punya waktu lowong, dalam sehari jam kerja yang aktifnya hanya 2-4 jam. sisanya mereka malah keluyuran, dll males saya nyebutnya..

    kalo udah efisien baru deh minta naik gaji. agar tidak membebani keuangan negara.

    dasar keluarga kita mental PNS payah..

  9. dobelden Berkata:

    dengan bayaran segitu aja masih pusing… apa lg aku yg ndak jelas juntrungannya :D

  10. adek Berkata:

    gawat neh kalo gitu …

  11. Uyung Berkata:

    III/b gajinya 2,2 jt? Gak salah tuh? Jangan2 itu udah ama tunjangan segala macam ya… Mo nyari rumah dengan pendapatan segitu? Bisa kok, ambil kredit KPR aja plus nyari sampingan. Maksudnya sampingan, cari usaha diluar yg nggak ganggu kerjaan kantor. Klo ngutang ke BRI jg bisa, cm nyaurnya aja yang bakal mencret2.

    Intinya, jadi pns kudu siap pusing dengan segala urusan tetek bengek uang ini itu. Banyak pns yang keluyuran di waktu lowong?? Emang iya, tp bukan berarti disamaratakan bukan? Lawong orang swasta juga klo lagi magabut jg pada keluyuran…

  12. Dee Berkata:

    “Brace For Impact”

    Baru 2 minggu lalu saya “nemu” rumah di Jati Asih, sekitar 500 m dari Sakura Regency, harganya 90 jutaan (PPN include). Kasusnya over kredit, pindah tangan pembelinya karena nyesel kejauhan dari Pondok Aren … (belinya gak mikir…)

    Status PNS saya baru 1,5 tahun, gaji take homepay 1,6 juta, suami kebetulan baru saja keterima PNS (jadi kami siap2 dengan gaji total takehomepay 3,8 jtan perbulan bulan depan). Masih juga memikirkan BBM harian dan ongkos pulkam, karena kami berdua sama2 orang udik. Huaaaa (Les miserables? not at all, kami masih bisa ngontrak, dan nonton ASTRO tiap malem).

    Akhirnya, nekat saja saya mulai DP I 15 juta, dan harus menyisihkan DP II dan DP III masing-masing 7,5 jt per bulan sampai Februari…walaupun rumah ini tipe RSSS (LB/LT 29/60) dengan kondisi sangat di bawah standar (yang saya mau), saya ajukan KPR supaya punya tambahan dana sekitar 30 jtan. Kebetulan waktu awal saya lihat, saya naksir rumah sebelahnya juga, kalau digabung luasnya jadi 120m2…Tapi, rumah ke-2 alot, waktu di nego cara pembayaran “boleh dicicil 10x gak?” (coba2 siapa tahu), eeeh…gak dilepas, alasannya udah pengen laku sebelum Februari.

    Alhamdulillah, ada jalan. Soalnya, menjelang DP ke II yang mulai mendekat, selain dapat sinyal hijau dari bank pemberi KPR, rumah ke-II, dilepas peminatnya, waktu saya inspeksi iseng saya kasih DP dan ternyata bisa molor sampai Maret…..

    Saya setuju dengan suami, kalau hari ini dapat yang kecil, itu rejeki hari ini, disyukuri dulu, usaha lagi itung2 punya sendiri lebih mending daripada kontrak…., tetap semangat, kalau niat ada jalan kok.

    Soal mencari tambahan, rejeki sudah ada yang ngatur. Gaji PNS tuh ibarat angka keramat, kalau dinaikin, pasti harga sembako naiknya lebih duluan …yang penting tunjangannya. (asuransi kesehatan, makan ditanggung, rumah dibeliin, kendaraan disediakan, sekolah gratis, nikah dibayarin, honeymoon dibayarin, belanja ke luar negeri dibayarin, beli mobil mewah dibeliin….Ok kan?). Hahahaha, pilihannya emang jadi anggota DPR atau bisnis bakso.

  13. misterpopo Berkata:

    dilihat dari penghasilan masih masuk koq dalam sasaran program KPRRSH Bersubsidi pemerintah untuk rumah susun, tapi ada batas nilai maksimal rumahnya kalo gak salah max 150 juta.kalo ngajuinnya di Bank Syariah, bisa pake metode subsidi uang muka, kalo lewat bank konvensional cuma bisa subsidi bunga.

  14. Gaji = Pendapatan? « Kaleng Kosong Nyaring Bunyinya Berkata:

    [...] = Pendapatan? 18Des07 Berapakah idealnya gaji dan pendapatan PNS itu? Sebuah pertanyaan yang menarik. Sebuah pertanyaan yang saya harap ada seseorang di luar sana yang [...]

  15. ladokutu Berkata:

    seberapa pun gaji PNS yang ditawarkan lebih banyak yang terima gaji buta ketimbang sebaliknya. Lalu bagaimana dengan permasalahan gaji buta?

    bukan kah yang harus kita lakukan adalah meningkatkan disiplin para pegawai tersebut??

  16. rezco Berkata:

    Tergantung daerahnya, mas. Kalau PNS di Yogyakarta, 1-1,5 juta standar lah. Tapi Jakarta, segitu bisa-bisa habis sebelum tanggal 30 kali ya!

  17. krida Berkata:

    wah kalau gaji sekitar itu kira-kira cari rumah di daerah jatinegara jakarta timur masih bisa deh mas, tapi emang rumahnya kecil (satu kamar tidur, ruang tamu,dapur kecil kamar mandi ma kamar tidur anak 1 kecil he he, soalnya aku juga punya kakak yang gajinya sekitar itu bisa beli rumah kaya itu di jatinegara, hidupnya pun pas-pasan untuk standart pegawai, tapi kalau mau cari yang lebih bagus ke timur dikit ke daerah bintara bekasi, atau di daerah bekasi, saya juga punya kakak di dareah bekasi gajinya ya sekitar itu tapi bisa beli rumah yang lebih luas( dari sisi ekonomi= tapi kalau bisa emang kalau beli rumah harus bisa efisien, kalau punya rumah di jakarta ga bisa untuk mengembangkan usaha, wah itu kesalahan besar he he he,ya rumah kita ya kantor kita,siapa tahu sodaranya yang dari kampung lulusan sarjana yang masih ngangur bisa di jadikan karyawanya kan jadinya pegawai yang punya karyawan, o iya mas anjar ni nama aku krida ni masih merintis usaha di solo statusnya masih mahasiswa

  18. krida Berkata:

    nb: wah sebenarnya kalau di jakarta cari duit 2 juta ampe 5 juta itu mudah banget, tapi harus tawakal dan berusaha ( coba pikir berapa trielyun rupiah yang beredar di jakarta tiap bulannya moso cari 5jute aja megap2 (itu mas andi yang angkutan, akuntan deng he he(”bercanda lho mas) berapa triulyun mas),wong penjual buah di pasarminggu aja yang ga lulus sd, cuma mengandalkan keberuntungan bisa beromset 1 juta perhari dengan keuntungan 40/50 % dari omset perhari, apa lagi anda dah sarjana, lulusan ptn terkenal, pns lagi, kurang apa sih he he( seharusnya punya cita2 punya usaha yang omsetnya 1 milyar lah sebulan) ya kalau itu di hitung2 dari tingkat pendidikan anda and keberuntungan anda dah jadi pns,kalau masalah beli rumah di jakarta sih banyak kok, tinggal gmana kita usahanya, teman saya aja lulusan SMA kerja jadi karyawan pabrik di jakarta juga bisa beli rmah disana bahkan bisa di huni oleh keluarganya dari kampung he he, trus ya kalau gaji segitu kalau pingin cari rumah bagus beli aja di solo apa di wonogiri he he, kalau di jakarta cari aja tipe rumah satu kamar,satu ruangtamu kecil cukup deh, kalau cari yang lebih besar kayaknya megap2 deh, ya kalau anda masih punya tanah warisan di kampung jual aja buat beli rumah dijakarta yang lebih gede tanpa utang bank,, sehingga anda dapat memikirkan masa depan anda, tanpa memikirkan tagihan tiap bulanya,tapi ada 2 kemunkinan pilihan yang keduanya memiliki resiko sendiri2, pertama anda beli rumah yang besar dan bagus dengan keuntungan ya menikmati rumah anda yang baru tapi dengan kerugian hidup anda akan terlunta2 karena gaji anda ga akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari2, sehingga disaat2 seperti itu setan akan menggoda anda untuk melakukan tindakan yang tidak halal seperti korupsi, kolusi ataupun pencucian uang apalah namanya yang jelas rejeki yang ini ga akan bisa barokah alias rejeki haram, yang kedua anda infestasikan uang anda untuk usaha keuntungan uang tersebut akan berkembang dengan berkembangnya usaha anda sehingga anda ga perlu beli rumah secara keridit lagi, tapi kelemahanya jika anda gagal berarti uang anda hilang dan anda ga jadi punya rumah yang anda idam2 kan, tapi juga ada keuntunganya anda dah punya pengalaman untuk bisa menginfestasikan uang anda dan menurut saya, kalau namanya pengalaman itu ga bisa di beli tapi harus dirasakan, tapi memang semua pilihan tetap pada anda yang jelas menurut saya kalau gaji 3 juta kalau mau hidup sederhana di jakarta masih bisa bertahan kok, tapi kalau menuntut gaya hidup yang tinggi, jangan deh mungkin itu cuma bisa dalam mimpi aja,tapi emang kebahagian itu di hati kita di saat kita bisa mensyukuri nikmat pemberian yang Maha Kuasa berapapun gaji anda, yang gajinya 25 juta aja masih aja kurang kok kalau ga pernah bersyukur

  19. aRuL Berkata:

    beda gaji ama pendapatan apa?

  20. krida Berkata:

    ya ga ad bedanya , kalau gaji kita itu ya pendaptan kita, pendapatan kita ya gaji kita, bedanya kalau pns itu yang gaji pemerintah, pegawai itu yang gaji perusahaan, tapi emang kalau usaha itu yang gaji ya konsumen,berapa banyak kita bisa mendapatkan konsumen, ya sebanyak itulah gaji kita,.ya kalau pns kan stabil gajinya kemungkinan di pecat sedikit pokoknya nyaman ( itu kata nenek and kakek aku), kalau di perusahaan swasta gajinya cukup lah yang bonafit lho,tapi kalau usaha kdang dibawah yang stabil tadi, kdang juga kalau beruntung bisa di atas yang cukup lah,.tapi semua itu namanya kan rejeki dari mana asalnya ya kita syukuri aja, tapi yang jadi ganjalan kenapa putra2 terbaik bangsa ini lebih bangga jadi pegawai dari pada jadi pengusaha (dilihat dari jumlah pencari kerja dan lowongan tidak sebanding),kalau ga para sarjana2 muda siapa lagi yang akan membangun bangsa ini, apa nunggu ekspansi orang2 cina, lihat aja negara sebelah kita malaysia,gmana semangatnya agar para pemudanya bisa menguasai pasar dunia, yang harus kita jadikan iri sebenarnya itu,tapi yang jelas kalau memang bisa jadi profesional harus ada nilai jualnya, sehingga kita ga melulu memberangkatkan tki-tki prt, ya minimal para engginer, dokter,ataupun ahli-ahli yang lain bisa bersaing di kancah internasional, wah kok malah muter2 ga karuan, wah mas anjar buat tema tentang peranan para sarjana demi kemajuan bangsa aja he he,yang jelas kalau jadi pns itu harus sabar kenaikan gaji ya nunggu kenaikan golongan,jo neco2 anda ini mengemban amanat bangsa ini lho,..yang gajinya dah diatas 10 jeti ya bersyukur, yang masih 2 jeti ya berusaha gmana bisa jadi 10 jeti tapi dengan cara2 yang halal

  21. acooljerk Berkata:

    @krida: lo ngomong apaan aja sih? Oya, masih mahasiswa udah lulus SD belon? Ngga ngerti tanda titik (.) ya?

  22. fian Berkata:

    @krida
    Kayaknya lidahnya udah keriting tuh kebanyakan ngomong “tapi”. Lagipula sepertinya tidak tahu tata letak tanda (,) dan (.). Sebelum berkomentar , ada baiknya pelajari dulu tata cara berbahasa yang baik dan benar. Jangan sampai membuat orang lain kebingungan. Anda seperti orang linglung saja membuat comment.

  23. julfan Berkata:

    Saya PNS juga mas, dengan golongan III/a. Secara matematis memang kurang, apalagi istri saya tidak bekerja. Saya tetap puas mas. Rejeki itu bisa datang dari mana aja.
    salam kenal.

  24. Resi Bismo Berkata:

    Jadi inget cerita emak dulu waktu masih ngantor. Mengabdi pada negara 36 tahun, masuk thn 70, 5 tahun pertama karyawan honorer, akhirnya thn 75 diangkat, Gol IIA. Pensiun 2006 kemaren Gol IIIA dikasih 1 jeti/bulan.
    Bisa ngekolahin anaknya sampe master, berkat jualan kosmetik dikantor, waktu makan siang emak keliling dari lantai satu sampai lantai 7 menjajakan jualannya.
    Dulu beras PNS pada dibuangin, emak gue ‘pungut’ trus diecer ke warung, lumayan buat nambahin biaya kursus anak, kata beliau.

    Intinya kalo sudah memutuskan jadi PNS, kudu pinter putar otak, banyak rejeki halal kok, tanpa harus korupsi.

    Maaf nih jadi curhat, i miss you emak… jasamu tiada tara.

  25. akhtarsajid Berkata:

    Ikutan komen ya… Saya setuju kalau gaji PNS dinaikkan, misalnya 5x lipat dari yang ada sekarang. Tapi, syaratnya, jumlah PNS nya pun harus dipangkas, let’s say, 50%-70%. Alasannya? Profesionalisme, bo. Jam kerja pegawai negeri skg kan naudzubillah. Pergi jam 9 pulang jam 2. Kalau hari Jumat lebih parah. Jam 11 udah di rumah, trus gak balik lagi. Masak jam kerja kayak gitu masih kepengen dinaikin gajinya? Dibandingkan dengan swasta, pekerjaan yang dapat dilakukan oleh 1 orang di perusahaan swasta, harus dilakukan oleh 7 orang PNS. Gak fair kan? Anda bisa lihat sendiri di kantor departemen-departemen di seluruh Indonesia. Apa kerja PNS ini sudah maksimal. Di tv juga saya sering lihat razia PNS di mall-mall dan pasar-pasar. Kemana profesionalisme nya?

  26. chamb Berkata:

    saran saya sederhana, bagaimana jika menggunakan strategi mencari beasiswa untuk sekolah lagi ke luar negeri?. Mengingat Suami ibu sudah mengabdi sekitar lima tahun, mungkin bisa mengajukan permohonan sekolah lagi.

    Strategi sekolah lagi ini cukup manjur dalam mendongkrak karir dan mengumpulkan uang untuk membeli rumah, karena kita tahu jumlah beasiswa itu lebih dari cukup untuk ditabung.

    Apalagi didukung status PNS yang sangat diprioritaskan oleh banyak program beasiswa, seperti Ausaid, APS, Monbusho, NEC, dll.

    Saya sangat menganjurkan jalan ini, karena selain keuntungan dari segi karir dan keuangan, juga pengalaman dan kemampuan bahasa juga bisa diperoleh.

    Salam

  27. krida Berkata:

    wah maaf ya!…sbenarnya cuma mau beri masukan dari manapun sumber rejekinya, jadi pns, pegawai swasta,pengusaha.yang penting semua harus di syukuri,tapi jangan sampe karena gaji pns sedikit terus melakukan tindakan yang bisa merugikan diri sendiri.contoh kongkretnya yang bisa saya lihat adalah seperti dana BOS yang seharusnya untuk oprasional sekolah dan juga untuk kepentingan mutu pendidikan negeri ini malah disalah gunakan.dan saya setuju dengan mas akhtarsajid. Profesinalisme para PNS harus lebih di tingkatkan,kalau memang gajinya dinaikan juga ga masalah, biar tidak ada lagi PNS yang kebingungan cari rumah yang ideal, karena memang PNS jasanya tiada tara, karena memang aku dilahirkan dari kelurga PNS di pelosok negeri ini,sebagai anak seorang PNS selama 22 tahun bisa merasakan keluh kesah mereka, yang jelas kalau jadi pns di negeri ini harus nerimo ing pandum,harus bisa menerima apa adanya. mohon maaf buat mas fian,acooljerk, dan terima kasih atas masukannya.

  28. roely Berkata:

    Menurut saya, kalau belum akan ditempati (karena masih pindah2), jangan beli rumah. Tapi beli aja tanah kavling sekitar 100 m2. Agak ke pinggiran masih dapet sktr Rp 200 ribu/m2. Rumah yg tidak ditinggali atau dikontrakkan akan cepat rusak, dan biaya perbaikannya juga tinggi.
    Rumah yg bisa dijadikan investasi itu umumnya yg harganya di atas pasaran. Dengan gaji segitu, tentu akan sulit didapat.
    Nah, nanti pada saatnya, 1 tahun sebelum pindah, mulailah tanah itu dibangun sedikit demi sedikit. Sebenarnya, yang harganya makin tidak terjangkau itu tanahnya. Saya punya tanah di daerah Cijantung utk tabungan pendidikan anak, pemiliknya menjual setelah harganya naik 100% (dalam 5 th).
    Kalau harga bahan bangunan, meski naik masih bisa diakali, cari alternatif bahan yg lebih murah, atau bikin rumah sistem tumbuh, pake tenaga saudara dari kampung, dsb.

    Selamat jadi pns yang baik. Gaji segitu menurut saya sudah cukup karena sebanding dengan resikonya. Bisa tidak masuk kerja dengan santai, bisa merintis bisnis dengan aman. Kakak ipar saya PNS Depdiknas di Solo, pernah gak masuk kerja 1 bulan krn nungguin bapaknya sakit, tidak ada sanksi apa2. Teman2 di swasta memang bergaji tinggi, tapi peluang di-PHK juga besar sekali, waktunya juga habis tersita utk kerja. Sesuai hukumnya “high risk high return”, maka resiko tidak berpenghasilan di PNS, sangatlah kecil.

  29. devino Berkata:

    ya memang aku rasa formasi PNS terlalu gemuk,, dan job desknya pun kurang merata,,

    yang sibuk sibuuuuk banget, sedangkan yang nganggur bener gak ada kerjaan,,

    cape deh,,

    paling ideal tu PNS cuma dikit, kerjaan banyak, tapi gajinya gede,,

  30. cshanty Berkata:

    ahh.. kl menurut gw mending mikirin gmn caranya nurunin hargo kosan.. soalnya tiap bulan gw di pelototin tu ma ibu kos
    Hikssss….

  31. CrizalAlize Berkata:

    Dengan dana 10 juta untuk uang muka dan 500rb - 1 juta per bulan untuk cicilan, rasanya pilihan untuk bisa mendapat rumah yang layak di Jakarta memang semakin menyempit. Mungkin yang terbeli rumah sangat kecil di luar kota, dengan resiko biaya transport menjadi tinggi, plus biaya kesehatan meningkat akibat stress macet lalu lintas.

    Kalau mau tetap beli rumah, dengan kondisi keuangan spt itu menurut saya yang harus diprioritaskan adalah menaikkan jumlah dana untuk uang muka, paling tidak buat 3-4 kali dari itu. Caranya? ya meningkatkan dulu pendapatan suami dan istri, bisa dengan menjalankan usaha sampingan misalnya, toh jadi PNS saya yakin banyak waktu luangnya. Pokoknya jangan korupsi, dijamin hidup tidak akan tenang.

    Atau, kalau berani membuat lompatan, stop saja jadi PNS. Menurut saya, untuk apa mengabdi ke negara kalau penghasilannya begitu kecil? Banyak pilihan lain, menjadi pegawai swasta misalnya. Kalau suami istri bekerja di perusahaan swasta yang baik, pendapatan 5-10 kali lipat dari penghasilan sebagai PNS adalah sangat memungkinkan, sehingga dengan sendirinya masalah perumahan akan terpecahkan.

  32. hugy78 Berkata:

    Pada intinya adalah hidup sederhana dan hemat merupakan kunci untuk menyiasati gaji yg tidak begitu besar bagi pns terutama yang hidup dikota besar, bagi saya pns gol III/b gaji yang saya terima tiap bulannya cukup untuk hidup di kota kecil. Alhamdulillah cukup untuk nyicil rumah dan mengepulkan asap dapur selama sebulan serta nabung dikit. Dengan hidup sederhana dan selalu bersyukur menghindarkan kita dari hidup yang selalu merasa kurang karena selalu melihat yang wah dari kita terutama di kota besar. sederhana, hemat dan bersyukur serta selalu berusaha.. jgn melihat yg gajinya besar, tetap usaha untuk meningkatkan pendapatan

  33. barista Berkata:

    kayaknya judul dan isi ga nyambung…
    masa soal pengen beli rumah trus disambung2kan dg berapa gaji seharusnya..
    namanya keinginan beli rumah ya pengennya beli di menteng..
    namanya idealnya gaji ya disesuaikan dengan tgjawab, jabatan dan jenis employer dong…
    :D

  34. Adi Berkata:

    Seharusnya para PNS bersyukur gajinya naek mulu…PNS identik dengan orang malas…masuk kerja jam 08.00, jam 11.00 udah keluyuran di pasar. gmn neh seharusnya PNS kan melayani masyarakat? lagian pos keuangan gak resmi PNS jg sebenarnya banyak….kayak bikin KTP, KK, atau jasa lainnya masyarakat harus keluar duit sampai instansi sekaliber BAPETEN…itu basah banget

  35. Adsak Berkata:

    Sebaiknya paradigma PNS diubah, dalam perekrutan ambil yang terbaik . No KKN, untuk mewujudkan birokrasi yang handal. mengenai gaji, sebaiknya split tidak terlalu besar dengan Karyawan BUMN. Untuk golongan terendah sebaiknya digaji 2 juta-an, jadi untuk gol 3 dan 4 bisa lebih dari itu.

  36. CrizalAlize Berkata:

    Makanya, saran saya adalah stop saja jadi PNS. Apa yang diharapkan dari jadi PNS? Kenapa banyak orang berebut mau jadi PNS walau tahu gajinya kecil? Apa yang dicari, rasa “aman”? atau mau cari posisi di tempat yang “basah”? Ada yang pernah bilang, tingginya keinginan orang untuk menjadi PNS cerminan dari mental sebagian besar bangsa Indonesia yang cenderung malas, tidak mau berkompetisi di dunia nyata, dan lebih ingin dihidupi / ditanggung hidupnya oleh negara sampai pensiun di hari tua nanti.

    Lebih parah lagi, banyak juga orang yang mau jadi PNS dengan harapan bisa mengambil keuntungan dari jabatannya; kerja di tempat basah, minta dihormati (kalau jabatannya tinggi), dapat pungli dari sana sini, dapat duit setoran pengusaha, atau malah korupsi proyek dan sebagainya. Tidak ada niat membangun negara, hanya ingin keuntungan buat dirinya.

    Buat yang masih muda, ingin hidup lurus-jujur, bersemangat untuk berprestasi dan kerja keras… saran saya: tidak usah ingin jadi PNS. Kerja yang lain saja.

  37. Ersam Berkata:

    GAJI PNS cukup atau tidak itu adalah relatif. Contohnya para “ORANG GEDE KITA” udah punya mobil satu pengen mobil 2 dst, udah punya istri satu pengen cari madu.

    Tapi kita juga harus tau gimana rasanya punya jika punya penghasilan pas-pasan, tidak punya rumah, punya anak, ditempatkan jauh dari keluarga. Tidak semua PNS dapet rumah dinas, so harus sewa tiap bln klu di BALI 450rb, kemudian anak sekolah butuh biaya, klu mudik jauh butuh biaya. Jadi pertanyaan seorang PNS “GAJI YANG LAYAK UNTUK PNS” itu adalah wajar.

    @Akhtarsajid
    maaf mas tidak semua PNS dateng siang, pulang siang dikit. Coba mas liat di beberapa instasi yang orientasi pelayanan dia harus kerja lebih dari jam kerjanya karena kurangnya SDM, dengan gaji yang tidak seperti di DEPKEU.
    Kerja disini juga harus didefinisi lho mas, kerja PNS tidak seperti buruh rokok yang dari dateng ampe pulang klu kerjanya ngelinting rokok ya ngelinting rokok terus.

    @CrizalAlize
    PNS tidak sejelek itu lho, atau mungkin lu daftar pns gak pernah keterima ya cacian deh luuuu.
    Wah klu mo jujur kerja apa saja asal kita berniat jujur ya jujur. U kira klu jadi pedagang, MR, Tukang, buruh swasta jg jujur, ngak jaminan. Semua itu tergantung diri kita. Contoh Medical Representatif, mereka tentunya punya “tawaran(KASARE SOGOKAN)” kepada oknum Dokter untuk meresepkan obatnya.

    SEBAGAI ORANG MUDA YANG INGIN HIDUP LURUS-JUJUR BERSEMANGAT UNTUK BERPRESTASI DAN KERJA KERAS SAYA SARANKAN PNS BUKANLAH PILIHAN YANG JELEK.
    JADILAH SETITIK AIR JERNIH PADA KOLAM YANG KERUH, MAKA SETITIK DEMI SETITIK AIR JERNIH AKAN MENJERNIHAKAN KOLAM ITU.
    TIDAK ADA ARTINYA SETITIK AIR JERNIH DIKOLAM YANG JERNIH.

  38. wicaksono B Berkata:

    Kenapa citra PNS buruk??jangan mengeneralisir gitu dong, itu semua tergantung orangnya kok, iman nya terutama….

  39. cupu Berkata:

    Walau gaji kecil tapi herannya banyak yg mo jadi PNS bahkan ada yg rela lewat calo yg tentu bayarannya dah mahal. Nah khawatirnya tentu saja bagaimana caranya biar balik modal, mental gini nih yg ngerusak citra aparat. Memang sih tidak semua, hanya ulah oknum saja dari atas sampai bawah. Yah dah banyak sih ngalami yg namanya ketidak profesionalime oknum PNS. Dari datang terlambat pulang cepat, pernah aku aja ngurus KTP mesti nunggu tanda tangan Lurah berjam2 ternyata orangnya turun kerja siang. Yah klo alasannya karena penghasilan kecil terus sambil kerja sampingan menggunkan waktu kerja PNS tetap aja tidak ada alasannya, yah sudah resiko kenapa mau jadi PNS.

    Klo penghasilan PNS tergantung dari “lahan”nya sih. Klo ditempatkan di departemen pertambangan (favorit) gede juga sampingannya. Ada oknum yg bisa beli mobil mewah, bangun rumah dll. Tapi pada intinya jika kita bisa bersyukur & ikhlas pasti cukup deh toh rejeki ga akan kemana dan ga mesti dalam bentuk materi.

  40. CrizalAlize Berkata:

    to Ersam: Anda PNS? maaf kalau kata2 saya menyinggung … saya kan tidak bilang SEMUA PNS JELEK. Saya hanya bilang banyak orang ingin jadi PNS dengan harapan bisa dapat “tempat basah”, korup, dsb. Dari penuturan Anda, saya yakin Anda tidak termasuk PNS yang seperti itu.

    FYI saya nggak pernah kepingin mendaftar jadi PNS, jadi ya memang nggak pernah keterima. Jadi nggak perlu dikasihani lah :)

    Tidak semua PNS buruk, tapi pandangan saya akan PNS tetap tidak berubah; lebih baik tidak usah jadi PNS. Kenapa? Sederhana saja, gajinya kecil… kecuali ya itu tadi, memang punya semangat dan harapan untuk kerja di “tempat basah”, korup, dsb.

  41. Maradona Putra Berkata:

    PNS kalau jujur barokah koq. InsyaAllah cukup membawa sekeluarga bisa berpendidikan sarjana. Terimakasih Ibunda dan Ayahanda =)
    @ deta: memang bagus koq sistem di depkeu, saya bbrp waktu lalu ke jkt duduk bersebelahan dgn seorang PNS ditjen perhubungan darat. ke-3 anaknya: 2 lulusan stan, 1 STIS masih kuliah. Stan pertama ditjen pajak, stan kedua jd sekretaris di salah satu ditjen, dengan pengalaman kerja 5th stan satu Rp.6.5jt, stan kedua Rp.6jt…dan itu bukan gaji sama rata lho, tp karena atas prestasi keduanya yang sip. Salary depend on their achievement.

    pengalaman ke-2 pulang ke Sby sebelahan dengan PNS dr ditjen perkebunan. Memang berat menurutnya jd PNS, tp dengan usaha bs koq salah satunya dengan kuliah lagi, yang perlu diketahui byk koq beasiswa PNS, hehehe… Bpk tersebut S1 IPB trus masuk deptan, trus dikuliahkan S2 ke Jepang atas biaya JICA, kemudian berkesempatan S3 di IPB sampai lulus, walaupun harus bayar sendiri 1,5th pendidikan S3nya karena agak tersendat mengurusi keluarga, pekerjaan dll.. Hasilnya baru dapat dinikmati sekarang…soal gaji?? g nanya sungkan, yang penting cukup sekali lah hidup di Jakarta.

    Harus berusaha dan berdo’a.

  42. rantis Berkata:

    saya seorang pns di depkeu. saya tamatan dari jurusan teknik di PTN Bandung. sebelum jadi pns, saya sempat bekerja di beberapa tempat di swasta, bahkan diterima di MNC di jakarta. persoalan gaji pns sudah menjadi pemikiran saya selama menjadi pns, saya punya mimpi bahwa pns berhak mendapatkan gaji yang layak, bahkan sempat ingin menjadi penelitian/ topik tesis saya. tapi ternyata mimpi saya sudah mendapat titik cerah di instansi saya saat ini.., dan juga merupakan titik cerah buat pns. reformasi birokrasi, pemberian gaji berdasarkan beban kerja, analisis beban kerja, dll telat dilaksanakn di depkeu, dan akan diikuti oleh seluruh departemen.
    ada satu masalah utama bagi pns di indonesia, yaitu jumlah sdmnya yang amat banyak. saya pikir perlu dilakukan pensiun dini, dll untuk memangkas jumlah pegawai, tapi yang menjadi persoalan adakah dana yang amat besar untuk membayar pesangon pegawai?? yang jelas zero growth diberlakukan di beberapa instansi,shg jumlah pegawai semakin berkurang ke depannya.
    saya yakin sekali, pns di indonesia memiliki masa depan yang cerah (untuk yang mempunyai kemampuan). dengan kemampuan yang kita miliki, dengan menjadi pns, kita bisa mendapatkan beasiswa di dalam maupun luar negeri bahkan smp s3 (beasiswa bertaburan di departemen2), dan dengan pendidikan tersebut jabatan atau karir otomatis akan kita dapatkan. satu hal yang saya sering gerah, melihat stereotipe di masyarakat (baik di tv, mass media, bahkan internet), ttg pns. mnrt saya pns untuk 1 dekade ini, telah berisikan pegawai yang berkualitas.. sebagian besar yang tidak berkualitas berasal dari penerimaan dulu yang saat ini berusia sudah di atas 45 tahun. saat saya masuk ke depkeu, saya bersaing dengan para sarjana dari ptn2 ternama (ribuan), yang membuktikan bahwa penerimaan pns sekarang sudah cukup baik. silahkan dilihat data sdm di depkeu, bps, bappeda.. jumlah pegawai dengan tingkat pendidikan s2 maupun s3 sudah cukup banyak. so menurut saya anggapan bahwa pns adalah sisa2 dari peg yang tidak diterima di swasta, atau sdm yang tidak berkualitas, adalah salah. saya maupun rekan2 yang dulunya pernah bekerja di swasta (bahkan ada yang dari citibank), tidak pernah menyesal dengan pilihan kami saat ini. saat ini kami sudah mendapatkan gelar master, maupun Phd, dan jabatan sudah didapatkan. Take home pay yang kami terima pun dengan cara halal, tidak jauh berbeda dengan rekan2 yang di swasta (untuk jabatan manajer/ dengan masa kerja yang sama)..
    So, buat rekan2 pns, tetaplah bekerja dengan baik, tunjukkan bahwa anda berbeda, memiliki kemampuan dan dedikasi yang tinggi. AMbil kesempatan untuk mendapatkan beasiswa atau sekolah lagi ke jenjang yang lebih tinggi.. Reformasi birokrasi akan dilaksanakan untuk seluruh pns..hanya menunggu waktu
    Good luck..

    PS:
    untuk masalah rumah yang menjadi pertanyaan di atas, untuk pendapatan 3 juta, saya rasa masih bisa mengambil rumah dengan cicilan 1 jutaan.. di daerah pinggiran, bekasi, depok, tangerang.

  43. barney Berkata:

    @Ersam
    “JADILAH SETITIK AIR JERNIH PADA KOLAM YANG KERUH, MAKA SETITIK DEMI SETITIK AIR JERNIH AKAN MENJERNIHAKAN KOLAM ITU.” –> Haha lucu sekali, mana bisa itu. Sekali keruh ya tidak akan bisa jadi jernih apalagi hanya karena ada setitik air jernih, apa artinya. Kecuali kolamnya dikuras dan ganti air baru.

    Bukti nyata: kawan saya ada yang PNS depkeu, dia berusaha bersih, tidak menerima uang aneh-aneh yang tidak jelas asalnya, yang kata dia banyak sekali di instansi dia… eh malah dimusuhi sama rekan-rekannya. Anak buahnya pun ikut memusuhi, karena merasa tidak ikut “kecipratan” duit panas tersebut. Mereka iri melihat rekan-rekan lain yang boss-nya tidak keberatan terima duit panas itu mendapat kesejahteraan yang berlipat (meski haram). Mereka merasa “dihambat” jalannya untuk mencapai kesejahteraan gara-gara punya boss bersih seperti kawan saya tadi. Akhirnya kawan saya ini dikucilkan di kantornya. Ini depkeu ya, yang katanya sudah lebih bagus dari instansi lainnya. Itu cerita beberapa tahun lalu, entah bagaimana kabarnya sekarang.

    Bagaimana mau membersihkan lingkungan kerja kalau orang-orang di dalamnya busuk semua dari atas sampai bawah? Satu dua orang bersih tidak akan mampu melawan arus kuat.

  44. Dindi Berkata:

    Sejujurnya sich…kalo emang cuma diharap dari gaji “MURNI”, PNS ya emang ga bisa beli rumah cash (kecuali korupsi). Kalo kredit sich, mungkin bisa. Itupun ya jadi pengusaha dulu. Cari usaha sampingan, dengan catatan punya karyawan tapi ga ninggalin kerjaan.

    Masalah reformasi birokrasi, kalo aku sich prediksiinnya mungkin taon 2020 baru bisa terealisasi. Itu juga kalo Tuhan dah sangat berbaik hati.(Kenapa???). Ingat, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu sendiri yang berniat untuk merubahnya.

    KKN sudah mengakar dan mendarahdaging dalam Korps PNS. Sisa-sisa orde baru susah untuk dihilangin. Buktinya dikantorku ada PNS yang dipaksa pimpinannya menandatangani berkas serah terima uang, kalo gak mau dianggap ga loyal ama pimpinan. Loyalitas apa, loyalitas yang kebablasan.

    Aku sendiri, lulus PNS ga pake nyogok2. Dikantor ga mau ikut-ikutan korupsi, eh…malah dikucilin ama teman-teman. 1.000.000 : 1. Gitu perbandingannya PNS yang idealis dengan yang sok loyalis.

    Makanya aku pesimis banget birokrasi di Indonesia bisa direformasi. Kayaknya harus pake bantuan sihir dari Nyi Roro Kidul tuch, baru paradigma berfikir PNS di Indonesia bisa diubah.

    Dikantorku, pegawainya datang jam 9, duduk2 dikantin, trus pulang jam 12. Ga balik2 lagi. Aku menyebut mereka pegawai kantin, mereka malah ketawa2. Aneh gak?

    Sebenarnya aku dah bosan jadi PNS (Curhat nich!!!).
    2 tahun jadi PNS, sepertinya membuatku menjadi orang yang indisipliner. Ga disiplin gitu !. Budaya malasnya sangat kuat. Kalo gak ingat pesan2 Bapakku (yang juga PNS), mungkin dari dulu aku dah mengundurkan diri jadi PNS.

    Cerita punya cerita nich, aku pernah melaporkan pimpinanku ke Polisi. Gara-gara dia melakukan hal yang melanggar nilai dan norma kesopanan terhadapku. (Nah lho..PNS kok kelakuannya gitu!). Katanya sich, menurut undang2 tidak tertulis PNS itu ga boleh lapor Polisi, karena PNS dan Polisi dah beda Korps. Gitu kata Kepala Dinasku waktu itu.

    Aku dipaksa suruh cabut laporanku kepolisi, diancam (sampe 20 tahun yang akan datang; mudah2an aja aku masih hidup) , dicari-cari sampai didatangi kerumah. (Duh, sampe segitunya). Gak tanggung-tanggung, yang datangi aku ngakunya utusan Sekda. Tapi aku gak peduli, begitu ketemu Sekda aku bilang bahwa aku siap ga jadi PNS lagi kalo emang aku yang salah. Lho, Sekdanya malah bingung gara2 aku jawabnya gitu.

    Ini pembelajaran buat kita semua, buat yang PNS seperti aku, juga buat yang kepengen banget jadi PNS. Bahwa untuk jadi PNS yang idealis itu gak semudah yang dibayangkan. Niatnya ingin mewarnai, eh ujung2nya kita sendiri yang terwarnai.

    Aku punya harapan besar sistem birokrasi di Indonesia bisa direformasi. Yang jelas selama hayat masih dikandung badan, aku siap memperjuangkan kemerdekaan rakyat untuk yang kedua kalinya. Gimana bisa, PNS hidup dari uang rakyat. Tapi pelayanan terhadap rakyatnya minus. Itu namanya menjajah bangsa sendiri. Dah….capek ah!

  45. CrizalAlize Berkata:

    to Dindi:
    saya ikut prihatin dan bersimpati atas “penderitaan” Anda bekerja sebagai PNS. Sekali lagi, ini bukti nyata budaya bobrok dan mental busuknya PNS kita.

    Tanpa bermaksud menyinggung rekan-rekan komentator di sini yang kebetulan adalah PNS, sekali lagi saya saran saya: TIDAK USAH JADI PNS! Terutama buat mereka yang masih muda, cerdas, punya masa depan cerah, ingin hidup jujur dan bersemangat untuk berprestasi. Sayang kalau anak-anak muda yang cerdas dan berpotensi tinggi harus terbuang sia-sia bakatnya, terkontaminasi dengan budaya non-produktifnya birokrasi negeri kita yang buruk ini. Masih banyak cara lain yang lebih mulia untuk ikut membangun bangsa dan negara ini selain menjadi PNS.

  46. gundul pacul Berkata:

    duh.. turut prihatin dengan level gajinya..
    UMR aja udah 900rb..
    mudah-mudahan tabah pak/bu.. kalau bisa cari pekerjaan lain..

  47. okkiey Berkata:

    ah serem amat itu ceritanya sampai lapor polisi segala… sejelek itu yah ternyata pns, ya udah deh untung aku nggak jadi peg negeri… bener juga tuh yang bilang nggak usah jadi pns…

  48. Rachmat Berkata:

    ikutan curhat neeh..
    Aku sudah 5 tahun kerja sebagai profesional di swasta asing bidang konstruksi dengan take home pay hampir 5 jta di Sby.Calon istri barusan ketrima kerja di bank swasta asing dengan THP hampir 4 jt di sby juga.Gara2 aga jenuh di kantor, Iseng2 daftar PNS ternyata aku lolos di dephub pusat.Banyak fasilitas seperti sekolah, training dll tapi masalah klasiknya ya apalagi kalo bukan gaji.Gol 3A cpns cuman dapet 900 rb perbulan!! katanya sih THPnya bisa lebih dari 3 jt perbulan di thn pertama untuk tenaga teknis yg ngurusi proyek, seperti jabatanku nanti…tapi ini baru katanya.Dan kalo sudah ikutan proyek, katanya lagi bisa dapet hampir 8 jt perbulan bersih tanpa korupsi.
    Katanya tnaga teknis bnk dpt fasilitas di dept. teknis juga sperti PU, Dephub, ESDM…beda dgn tenaga non teknis. apa bener nih ?? Stahuku gaji terbesar PNS masih dipegang depkeu dan yg lain masih memprihatinkan. Parahnya aku dapet penempatan di jakarta (kota prioritas terakhirku buat hidup).Bnyk sekali yg ingin aku pindah, tapi rasanya kok aneh aja.Pindah ke jkt dengan gaji berkurang jauh..opo tumon.Lagian usia sudah kepala 3 yg mnurutku sdah aga telat jdi pegawai negri dan aku juga harus menikah dalam waktu dekat..tambah muter muter aja pikiran.Bbrapa waktu yllu aku ikut wamil dan training di dephub tapi posisi masih cuti di kantor lama.Naluri sih pgn deket ma pasangan tapi pengen juga dpt tempat kerja yg aman dan menantang (kerja di tempat skrng sambil aga merem2 udah bisa…jadi bosen bgt, tapi apa daya…gajinya cocok :)) Mungkin ada temen yg kerja di dephub (dirjen KA or darat) yg bisa sharing pengalaman ke sya biar lebih mantep…ngga tau mantep yg mana ha ha ha..ditunggu nih respon dari siapa saja
    thanks buat semua..AR

  49. donna Berkata:

    bung rahmat, kalau aku sih cukup lihat angkanya saja, 900rb vs 5jt… besar mana? biarkan angka yang bicara.
    soal 8 jutaan kan kalau ikut proyek… janji-janji surga saja… yakin itu bukan korupsi? kok bisa dapet THP sampai hampir 10x gaji pokok resmi… dari mana itu ceritanya…. hati-hati yah, namanya pegawai pemerintah, haram vs halal nggak terlalu jelas batasnya.

  50. Rachmat Berkata:

    thanks ya bu donna atas masukannya
    Sekalian numpang nanya lagi buat yg pengalaman jd PNS
    Mudahkah PNS pusat pindah ke Daerah (dinas, kalo tidak ada koneksi)?
    saya mau aja jadi PNS di daerah (dishub Sby ato Malang), kalo di tanah sendiri dan banyak waktu luang mungkin bisa sambil
    ternak ayam/sapi ato jual pulsa, jaga warnet, jadi developer, buka rombong bakso de el el
    untuk nambah pendapatan tentunya, ada yg pengalaman??

  51. Ani Berkata:

    Kok kayaknya banyak yang mengeneralisir… nggak baik… coba buka mata lihat tidak semua seperti yang anda-anda katakan… PNS itu banyak….. ada pegawai departemen, pegawai kelurahan, guru, dokter puskesmas, peneliti sampai dosen-dosen di PTN ternama yg sudah menghasilkan banyak sekali orang-orang berkwalitas di negara kita.
    Jangan hanya mengkritik…apa tidak malu….begitu banyak jasa PNS itu.. seperti sama sekali tidak terlihat.

    Apa jasa mereka sebanding dengan kompensasi yang mereka terima ? tidak

    Kalo memang ada yg kurang bukan melulu dari pribadi mereka tapi dari sistemnya yg membuat seperti itu…dan sistem itu juga bukan hanya produk sekarang tapi produk warisan sebelumnya…jadi apa bijak bila mengkritik PNS secara general ?

  52. donna Berkata:

    eheheh… mbak ani, kalau jasa guru ok aku akui, kasihan juga mereka gaji minim dan memang ada jasanya… tapi kalau pegawai kelurahan, pegawai pemda, pegawai departemen apapun… kok kayaknya nggak ada manfaatnya tuh jasa nyata buat hidup rakyat? lha nyatanya aja ngurus surat di kelurahan pake duit … ngurus surat ini itu pake duit kalau mau cepet… tante saya punya restoran pun diperas sama orang pemda… aku dulu mau ngurus surat kawin di kantor agama pun dimintai duit … apanya yang berjasa? mereka semua sampah.. ok lah gak semua, tapi mayoritas.

    gimana kalau dibalik; kalau memang sistem jelek, kenapa mereka tidak memperbaiki kalau memang punya niat baik?

  53. Ani Berkata:

    Memang ada jasanya ??? Bukan… sangat besar jasanya…coba mereka yg sekarang sukses jadi Direktur, manager ataupun profesional di sektor swasta kebanyakan adalah lulusan PTN kalo boleh dirunut semua yg pernah memakai jasa pemerintah ya kan jasa PNS, seperti sekolah dari SD Negeri, SMPN, SMAN, PTN, bukan hanya gurunya kan juga ada pegawainya.

    Andapun sekarang punya KTP Jakarta, dan bisa tidur nyenyak di tempat tinggal yg privacy tanpa ada yg menuntut, apa tidak ada yg berperan disana ?

    Hei Guys be smart…Jangan hanya bicara dan memvonis, kalo memang ada oknum yg berbuat salah laporkan. kenapa kok salah nggak di tindak… ?

    Nah terus kok kalo kompensasinya minimalis kok nuntut kwalitas yang maksimal ? apa nggak salah ?
    Makanya sesuaikan dulu kompensasinya terus kalo ada yang nggak benar tidak cukup hanya dikritik tapi ditindak dan dikenakan sanksi.

  54. Ani Berkata:

    Kalo kompensasinya minimalis kok dituntut kwalitas yang maksimal ? apa nggak salah ?

    Makanya sesuaikan dulu kompensasinya terus kalo ada yang nggak benar tidak cukup hanya dikritik tapi ditindak dan dikenakan sanksi.

  55. CrizalAlize Berkata:

    to Ani:
    Kompensasi minimal tapi dituntut kualitas maksimal? Jelas, berapapun kompensasi yang mereka terima, mereka harus tetap bekerja maksimal. Bukankah menjadi pilihan mereka sendiri untuk menjadi PNS? Sebelum masuk jadi PNS pun mereka sudah tahu, kompensasi / gaji PNS itu kecil, tapi mereka tetap saja mau mendaftar jadi PNS. Jadi jangan jadikan itu alasan.

    Apakah gaji kecil menjustifikasi tindakan mereka yang minta pungli, minta pungutan, minta setoran, peras pengusaha, atau malah korupsi proyek? Atau kompensasi minimal menjustifikasi perilaku PNS yang malas? Jawabannya saya kira semua orang sudah tahu.

    Ingat, PNS itu digaji dengan APBN, dari uang pajak, uang rakyat, uang kita! Saya tidak rela kalau uang pajak yang saya bayar dipakai untuk membiayai hidup PNS-PNS korup dan malas.

  56. Ani Berkata:

    Kalo mau buat justifikasi pokoknya…pokoknya ya susah…

    tapi gini aja deh nggak ada yg membenarkan pungli, memeras, korup and saudara2nyakan, emangnya ada ?
    kalo memang ada yg seperti itu namanya oknum mbak/mas Crizal
    Saya bilang laporkan itu jalan keluarnya jangan menjudge semua PNS !
    kalo seperti kasus biaya nikah, namanya biaya nikah yg sesuai peraturan di KUA ya nikahnyanya di KUA kan kenyataannya tuh nikahnya minta dirumah yg dipelosok terus minta penghulu dateng sesuai permintaan yg nikah…darimana ongkosnya apa negara suruh bayar taksi penghulu kerumah anda ?
    ini contoh kasus….

  57. rantis Berkata:

    buat semua yang komentar disini, tolong jangan asal komentar. pake data dong.. kalian ini ngerti metodologi penelitian nggak? jangan asal menggeneralisir aja dong.
    asal ngomong pns begini begitu. buat mas anjar, kalo diskusinya udah nggak mutu begini, mending nggak usah diterusin deh… pns itu bukan pegawai kelurahan doang.. liat puskesmas, peg RS, dosen, dll.. peg departemen2 yang bekerja keras memajukan bangsa ini. apa sih yang telah kalian lakukan buat negara ini??

  58. krida Berkata:

    jadi pns juga sulit kok,
    jadi pengusaha sukses juga lebih sulit,buat teman2 pns jangan pernah berhenti memulai usaha,insyallah saya jamin pertama karena Allah kemudian karena keberanian kita mulai usaha, pasti sukses,Alkamdulillah aku dah membuktikan,sambil kuliah sambil belajar usaha, awal-awalnya sih rugi, tapi hanya rugi uang kok, tapi untung di pengalaman, kalau mau sukses ya berkerja keras, semua itu membutuhkan proses, ga ada yang instan.buat teman2 terserah mau jadi pns,karyawan, pengusaha, yang penting jangan lupa sodaqohnya,semua mempunyai kelebihan masing2, tapi kalau boleh ngasih saran,mendingan jadi pengusaha aja,banyak peluang usaha kok di negeri kita ini, yang sulit itu memulai usaha dan mengelolanya dengan benar, aku dah cape jadi anaknya PNS he he, tapi tetep bersyukur… anak2 kita pasti bangga jika ortunya jadi pengusaha/,mulai aja jadi pengusaha ya

  59. donna Berkata:

    mas-mas, mbak-mbak, iya kok jadi ribut… ya sudah jangan diributkan lagi… ya sudah jangan digeneralisir, aku mohon maaf kalau salah ngomong… nggak semua pns jelek… ok? everybody happy?

  60. DoNy artama Berkata:

    Saya PNS penghasilan total saya sekarang cuma berkisar antara (maaf, bukan pamer, bukan apa2 krn inipun msh kuanggap kecil) Rp30juta - Rp54juta. Semoga pengalaman sy ini bisa untuk “case” pembelajaran bg semua semua reader.
    Th.1997 wkt sy plg dari Amrik (selulus sekolah graduate) saya cuma dpt Rp400rb/bl krn gol saya cuma 3A (wkt itu). Thanks God..Itupun sdh kusukuri. Di Amrik sebenarnya sy sempat kerja dengan gaji $4000an /bl krn cuma kerja rendahan. Yg sy lakukan kemudian adalah jd partimer dan juga vague writer untuk beberapa tokoh yg sudah punya nama beken. Malam sy nulis naskah..ya apa saja: buku, skenario, paper whatever..yg penting bs makan. Sebagian buku best-seller yang ada saat ini 75% adalah tulisan saya. Lho kok cuma, 75% karena: naskah saya dijual ke orang (tokoh) tadi yg namanya kemudian ditulis sbg author. Ada juga naskah filem atau bahkan lagu. Yang tentu saja gak ada nama saya walaupun sebenarnya karya saya. Gaji resmi saya saat ini gak jauh beda dg yg dibahas di atas (Tepatnya: Rp1,95 juta) setelah dipotong macam-macam termasuk darma wanita walaupun saya jomblo tua, sisanya yaa dari job tambahan. Swear saya tidak korupsi, kecuali paling-paling pake komputer/internet kantor (spt sekarang saya nulis di sini) untuk nawarin karya saya ke beberapa publisher/orang. Saya sendiri menganggap mestinya rakyat Indonesia (apakah PNS ataupun bukan) tdk deserved untuk sekedar menerima gaji di bawah Rp20jt /bl. Indonesia adalah negara makmur dan banyak rakyat kita yg masih jujur. Saya sendiri tdk pcy dikotomi PNS/Non-PNS. Kalau kita bicara korupsi di swastapun banyak. Saya pernah bekerja untuk polisi dalam merancancang skema penangkapan seorang bandit MLM. Sekarang sy hidup cukup lumayan di sebuah apt. Saya juga pemilik beberapa perusahaan besar (maksudnya punya saham pers itu, walau cuma beberapa lot) :P U like it or not …Yaah.. inilah kisah rahasia saya…

  61. fadly Berkata:

    Alhamdulillah PNS pajak gaji sudah lumayan, yang penting mau mensyukuri nikmat.
    saya terlambat sedetik saja sudah potong tunjangan 1,25%, lumayan juga 80ribu melayang gara-gara selisih detik.
    sehari bolos dipotong 5%, meskipun bolosnya krn sakit, kalo dipikir-pikir agak kejam juga. sakit bukannya dapat uang berobat malah dipotong 320rb. tapi yah itu sudah resiko, yg penting ya tetap bersyukur.

  62. hilda Berkata:

    Mas, saya sekarang lagi mencoba untuk bikin standar gaji. Tempat kerja saya NGO, tapi dibawah kantor pemerintah. Bisa minta bantuannya gak? Memberikan beberapa contoh standar gaji, lengkap dengan pendidikan, pengalaman kerja, serta jabatan. Misalnya, D3 pengalaman 5 tahun, bisa equivalen dengan S1 pengalaman 1 tahun? Atau sesama S2 dengan pengalaman sama, tapi satunya staff biasa, satunya lagi manager. Yang semacam itu lah. Thanks

  63. donna Berkata:

    itu dony artama penghasilan 30-54jt kan bukan gaji pns mbak or mas dony…. itu kan penghasilan dari nulis2 dsb… nggak relevan lah kalo itu, kan kita bicara soal gaji pns…. intinya gaji mbak or mas dony ini 1,95 jt… sisanya dari usaha sampingannya…. jadi pns cuma buat status aja, profesi utamanya yaa penulis itu tadi…. hmm paling enggak jadi ketahuan juga mbak or mas dony artama ini banyak memakai waktu kerja di kantornya untuk jadi penulis… termasuk korupsi waktu enggak yah?

  64. krida Berkata:

    kalau pns itu biasanya jarang yang mau menginvestasikan gaji untuk usaha, mereka malah sering menggunakan gajinya untuk kebutuhan-kebutuhan yang belum di perlukan, saat gajinnya masih rendah mereka iritnya minta ampun, saat gajinya naik dikit, dah kridit komputer, naik lagi, kridit motor, naik lagi kridit mobil, trus kalaupun naik lagi pasti mau kredit rumah, kalau saja mereka mau menginvestasikan uangnya ke dunia usaha,pasti perekonomian bangsa ini makin berkembang, mending dananya di investasiakan untuk usaha, kalau berhasil kan bisa beli rumah bagus, kalau gagal ya buntung he he he

  65. UtJe Berkata:

    sudahlah. tidak usah diperpanjang, apapun pekerjaan kita, kalo diniatkan ibadah Insya Alloh semua baik, tidak usahlah sibuk mencari-cari kelemahan orang/institusi.

    mo PNS, pengusaha, swasta…sejatinya sama saja.kan tidak mungkin semua orang jadi PNS, juga tidak mungkin pula semua orang jadi pengusaha/swasta.
    semua kan ada perannya masing2, ibarat team sepak bola ada yg jadi striker ada pula yg jadi kiper bahkan jadi pemain cadangan.
    hidup ini cuma mampir minum, ngapain repot2. seperti kata AA Gym “3 M (mulai dari diri kita, mulai dari hal yg paling kecil, mulai saat ini juga)”
    Grow Up man!!!

  66. donna Berkata:

    utje…
    masalahnya pns itu kan kalau kerjanya nggak bener / korupsi, yang rugi seluruh rakyat…
    kalau pengusaha swasta gak bener yg rugi paling perusahaannya sendiri
    jadi mencari kelemahan mereka itu penting juga yaa

  67. UtJe Berkata:

    semua amalan itu tergantung niatnya, bgitu kata pak ustadz.
    jadi kalo sekedar mencari kelemahan tanpa solusi, he3 itu sama saja anda menambah persoalan bangsa ini.
    saran saya klo memang anda ingin memperbaiki kinerja pns ada dua yaitu :
    —- dari dalam.
    melamar jadi PNS, bekerja yg baik, tingkatkan kinerja pns yg menurut anda jelek.apalagi jika karier anda bagus, kesempatan memperbaiki PNS lebih besar, karena anda punya jabatan.

    — cara dari luar
    laporkan ke komisi2 pemberantasan korupsi, semua hal2 yang tidak benar mengenai PNS, ato bisa juga lapor ke LSM, tentunya disertai bukti2 yg akurat agar laporan itu ditanggapi mereka.
    ato bisa juga tulis di surat pembaca pengalaman anda yg tidak menyenangkan ketika berhadapan dengan PNS/aparat pemerintah lainnya.
    sekarang saatnya bertindak, bukan cuma mengeluh dan menyalahkan orang/pihak lain.

    tentang pengusaha swasta yg tidak bener juga akan menyengsarakan rakyat banyak, bagaimana dgn kasus PHK buruh ? pernahkah terpikir oleh anda keluarga2 mereka, anak2 mereka ? sedangkan pengusahanya sendiri mgk sedang enak2an.
    ato ttg pengusaha swasta yg menggelapkan pajak?tidakkah itu merugikan seluruh rakyat indonesia?
    ato pengusaha yg punya beking pejabat/militer dan aparat lainnya ?
    tidakkah itu merugikan rakyat indonesia ?
    cukup sudah derita bangsa ini, sekarang saatnya ACTION, perbaiki bangsa ini…

  68. donna Berkata:

    aku sih nggak ada urusan mau benerin pns biar jadi baik atau enggak… not my business, I dont work for the government kok …
    pengusaha swasta tidak bayar pajak itu urusan depkeu pajak kan? kalau mereka kerjanya bener, mestinya yang suka gelapin pajak (emangnya pajak itu terang?) ya bisa terdeteksi… kecuali mereka sendiri memang seneng main mata sama pengusaha.

    terus soal pegawai yg phk buruh, lho ya itu namanya bisnis, bisa untung dan rugi, kalau ada phk kan wajar asal hak-hak buruh dipenuhi… kalau enggak dipenuhi ya jadi urusan hukum… polisi… dsb…
    pengusaha punya beking polisi/tni? lah ya ini lagi jeleknya polisi/tni, kan mereka digaji juga pakai uang rakyat, kok mau bekingin pengusaha?

    intinya itu pns, polri/tni digaji pakai duit seluruh rakyat, kalau mereka kerjanya jelek yg rugi seluruh rakyat.

  69. Nita Berkata:

    Jujur saja bicara tentang PNS, mayoritas pendapat disini hampir memukul rata kalo PNS itu jelek. Maaf, tapi karena saya juga PNS, dan saya tdk setuju kalo semua PNS itu jelek dan dipukul rata. FYI, kantor kami tugasnya lebih banyak berada dilapangan, kerja dari jam 9 pagi s/d 12 malam kalau tugas luar. Pegawai administrasi kami pun kadang masih harus bekerja s/d jam 9 malam dan tdk dibayar lembur. Kantor dan departemen kami termasuk yg punya jam kerja tinggi bagi pegawainya dan disiplin tinggi.

    Memang saya akui, tidak semua pegawai mempunyai jam kerja tinggi, krn tergantung backgound dan kemampuan menganalisa dari masing2 pegawai. Saya juga setuju kalo ada peremajaan pegawai pada instansi pemerintah, krn saya juga benci melihat PNS yg tdk disiplin, masuk kerja jam berapa saja, n pulang cepat. Tp semua dikarenakan tidak ada pembagian jobdesc yg jelas. Dan akhirnya masyarakat hanya bisa melihat yg jelek2 saja dari PNS, padahal kerja kami menuntut dedikasi tinggi n menjadi tdk dihargai. Saya hanya berharap agar jangan memukul rata PNS…karena PNS juga manusia..hehe..bukan kok..ya karena tdk semua PNS pemalas kok.

    Lebih baik memang tuk ke depannya menggaji PNS berdasarkan kemampuan tiap2 pribadi masing2 orang, banyaknya pekerjaan yg mereka handle, dan tingkat loyalitas, disiplin, n dedikasi tinggi terhadap pekerjaan mereka, sehingga pada akhirnya PNS yg pemalas pun akan tergerak untuk meminta diberi pekerjaan agar bisa mendapat penghasilan lebih. Saya akan menantikan hal tsb.

    Tentang budaya korupsi di PNS, itu memang tergantung pribadi masing2 kok, tdk semua PNS seperti itu. Memang ada kalanya akan dikucilkan bagi PNS yg mau bersih, tapi yg penting jangan sampai termakan bujuk rayuan mereka yg sudah membudayakan korupsi. Angkatan saya termasuk PNS generasi baru (mulai perekrutan thn 2005), yg kebanyakan dari kami beritikad akan berusaha untuk memperbaiki sistem dan budaya yg telah rusak di tubuh PNS, karena kami memang tdk setuju dgn budaya jelek tersebut, krn kembali lagi yg susah adalah rakyat. Doakan semoga cita2 kami ini kedepannya akan membangun PNS yg berdedikasi tinggi kepada nusa dan bangsa, bersih dr KKN.

    Jadi sekali lagi, saya perwakilan dari PNS yg baik2 n mau kerja, mohon jangan men-judge kami dgn memukul rata semua PNS. Dan kepada PNS yg merasa masih punya budaya n disiplin yg jelek, agar segera bangkit dan membenahi dirinya sendiri, agar citra PNS menjadi baik kembali.

    Salam,

  70. barney Berkata:

    @Nita
    bagus, saya senang sekali mendengar ternyata masih ada PNS yang berhati mulia seperti Anda. Semoga bisa terus dipertahankan niat baik Anda itu dan tidak terkontaminasi atau malah kalah perang dengan PNS-PNS jahat.
    Semoga tidak hanya jadi “setitik air jernih di kolam keruh” yang tidak bisa berbuat apa-apa membersihkan keruhnya kolam. Perlu cara lebih radikal untuk mengubah budaya kerja pegawai pemerintahan. Sayangnya saya sendiri belum punya ide selain “ganti total air kolamnya dengan air bersih yang baru”.

  71. sincan Berkata:

    Poinnya sih, tidak semua PNS jelek…. Tp ya harap para PNS maklum klo ekspektasi thd anda itu tinggi sekali. PNS kan PUBLIC SERVANT, kudu sadar dirinya siapa… Insya Allah rejeki ndak kemana kok.

    Bagi yg pusing sama gaji PNS, pilihannya ya:
    1. bikin usaha ato nyambi di luar asal kerjaan kantor ndak keteteran
    2. nyari beasiswa S2 biar cepet promosi
    3. sebisa mungkin menonjol di kantor supaya diikutin tim ini tim itu…
    4. resign & fokus di luar yg lebih menjanjikan (kalo yakin…)

    Intinya sih jangan ngeluh melulu, DO SOMETHING!

  72. barney Berkata:

    @sincan
    4. resign & fokus di luar –> kemungkinan susah nih, karena pns rata-rata tidak punya skills yang bisa dipakai untuk bersaing di dunia luar… ini pengakuan seorang kawan pns.

  73. sincan Berkata:

    @barney
    Memang benar sih pak, jarang yg “nekat” begitu. Tp tetep ada…. :) FYI, saya mantan PNS Depkeu, resign th 2005 sebelum ada reformasi gaji. Syukur kalo sekarang gaji depkeu sudah bagus…. karena sebenarnya dulu banyak teman yg tidak tahan tp memilih bertahan sampai akhirnya ada perbaikan ini.

    Bermodal sedikit ngerti accounting & tax, alhamdulillah sekarang saya bekerja di perusahaan yg banyak diomongin di blog mas anjar ini… (apa hayo?? hehehe….)

    O iya, solusi ke-5… bagi PNS yang belum nikah, sebisa mungkin deh nyari pasangan yang kerja, biar dobel gardan, hehehe….

  74. DoNy artama Berkata:

    Buat Donna, dll.. menurutku — spt yg sudah kubilang — gaji PNS (jg swasta lainnya) tuh minim Rp20juta/bulan. Kalo negara belum mampu bayar sgitu yaa namanya: state crime. Negara meng-abuse- PNS. Sama spt perusahaan swasta yg melanggar UMR. Kalau kita diam aja atau malah hapy/ bersukur krn lihat PNS (juga buruh) dibayar rendah (<UMR) itu tanda kamu sakit (mungkin psikopat!, minimum autis!). Trus bgmn solusinya? cara praktis: kerja sambilan di luar jam kerja (spt aku!) ataupun ‘forget it’/just cry/& pray. Ini boleh aja dilakukan buat mrk yg punya daya tawar tinggi di labor market & so powerful (spt aku! ;-)) atau yg emang kerja jd PNS cuma buat shodaqoh aja (again, spt aku: ;-) ). Tp cara ini tetap aja membiarkan state crime (atau corp crime– klo itu terjadi d PT swasta). Cara yg baik: membuat tuntutan kenaikan gaji rame-rame, kalo perlu demo/mogok. Talk openly di DPR or any forum or loby! Jangan pilih pejabat publik yg pro kapitalis atau yg gk mampu menaikkan std gaji (PNS/swasta). Bukankah banyak jg orang — spt Donna — yg mkn hapy/dont care kalo gaji PNS rendah? Benar, silakan aja! Tp bukankah juga fair play dan sah-sah aja kalo kt nuntut hak konstitusi kita?! Tapi hrs konsekwen: do it right, do best, dan jangan pernah korupsi. Korupsi di swasta jg gk boleh dan pasti merugikan rakyat! lho kok bisa? Iya aja: apakah kontraktor swasta yg curang dlm proyek jalan raya, proyek buku, dll dlsb itu tidak merugikan rakyat? Bgmn jika yg dicuri uangnya majikan atau pemilik perusahaan??) It depends honey, klo itu perusahaan go public; maka kamu juga nyuri uang rakyat–spt aku–yg punya saham di persh go public, coz I m the owner. Klo di persh private yaa sama aja: pemilik itupun jg salah satu rakyat! Apa maksudmu: maling dr orang kaya itu gpp ??? Idiihhhh……..

  75. donna Berkata:

    whaat… 20 jt / bulan? busyet… gede amat…kebanyakan mas dony… gajiku di perusahaan swasta enggak sampe segitu… apalagi dgn cara kerjanya pns spt sekarang, enggak layak deh digaji segitu…

    kontraktor swasta curang, lha berarti kan proyek pemerintah, lagi2 kerjaan pns, departemen pekerjaan umum kalau soal jalan raya… atau kalau buku ya berarti depdiknas… Kalau kontraktor curang ya mestinya bisa dideteksi sama pegawai PU or depdiknasnya dong? kecuali… again… mereka main mata sama kontraktornya?

    perusahaan go public? aku kerja di perusahaan yg public juga kok mas… tapi itu bukan milik seluruh rakyat, cuma milik sebagian kecil rakyat yg kebetulan beli sahamnya… lagipula perusahaan kan tidak bertanggungjawab pada rakyat, bertanggungjawabnya sama pemegang saham… mereka purely business… untung rugi kan resiko. Perusahaanku rugi yang rugi ya cuma yang punya saham doang, abang-abang sopir angkot yg aku naiki tiap hari enggak ikut rugi….
    kalo pns kan digaji pakai uang pajak seluruh rakyat… lha gaji kita aja tiap bulan dipotong berapa tuh buat pajak?
    jadi maling buat siapapun ya enggak bener, tapi jd maling buat rakyat itu dosa luar biasa besar jd harus dibasmi duluan..

  76. donna Berkata:

    tambahan lagi… gimana kalo kita gaji aja pns sesuai umr… ? kenapa kok pns harus dibayar lebih banyak ketimbang buruh?
    apa kerjanya lebih keras… kayaknya enggak…
    kalau enggak cukup … ya berarti umr-nya yg enggak cukup… state crime…? iya negara melakukan state crime karena pasang umr yg terlalu rendah….

  77. ahmad dhani Berkata:

    hahahahaha, mbak donna ngotot amat, lucu deh kamu.pake ngasih usul segala,hahahaha sotoy bgt ihhh.saya baca tulisan mbak donna di blog ini, sepertinya penuh kebencian sama pns.tulisannya ngotot amat dari atas sampe bawah.stress ya mbak ? ato pernah dikecewakan hatinya sama pns.sama saya aja gimana ? saya bukan pns lho

  78. Rachmat Berkata:

    Memang sih, pengalaman saya yg sempet jadi cpns walopun
    cuman 1 bulan (Non depkeu). Sebagian besar cpns angkatan saya…meskipun ada jga yg dari perguruan tinggi ternama adalah bukan jebolan dari swasta mapan atau BUMN. Rata2 adlah lulusan sekolah dinas dan fresh grad yg masih muda dan seneng2nya bru dapat gaji. Ada juga yg pngalaman dan berumur tapi ya dari prshaan biasa atau statusnya masi kontrak.Bisa dimaklumi juga karna gaji pns yg sangat tidak menarik bagi lulusan2 terbaik yg bisa bersaing di swasta mapan.Tapi jgn juga tlalu meremehkan profesi pns.Ibarat grafik, pns itu landai tapi pasti naik.Gaji mmang kecil, tapi ada jga pndapatn honor, sat.kerja (proyek), pjalanan dinas, panitia lelang, tunjangan fungsional, struktural, uang rapat, tim ini itu, panitia ini itu, yg smuanya ber SK dan resmi!! tnpa korupsi.Kalo ditotal 5x gaji aj masih kecil!!Tapi tergantung tempatnya juga (kering or basah).Kering berarti semua orang bisa ngerjakan job kita ato sedikit proyek.Basah berarti bidang pkerjaan dgn skill, kemampuan dan analisa khusus contohnya accounting, teknikal dsb.Nasib dan garis tangan sngat berperan disini, karna ada orang pinter tapi salah penempatan!! Makannya ada pns yg super makmur dan yg pahit abis.Kalo mau SABAR, kerja keras, dan beruntung tentunya, berkarir di PNS sangat menjanjikan kesejahteraan dan ketenangan hidup.
    Utk yg masi MUDA, pinter dan rajin..jadi pns bukan pilian yg buruk.Kita kerja dikit aja, sudah keliatan sangat menonjol.
    Knapa Muda, karna di pns masa pengabdian adalah kredit point utama untuk naik pangkat. Kalo tujuan jdi PNS utamanya cma untuk study lanjutan, di swasta juga bsa!! ga usah nunggu jadi pns. di Pns orang hoby skolah karna memang bisa naik pangkat cepet karna gelar.
    Saya pribadi sudah survey 1 bln di tmpat kerja saya yg baru, dan ternyata meskipun lmyan bnk proyek, tapi kita harus sabar utk sampai ke atas dan kbetulan skali saya bukan orang yg sabar :).
    Dan yg perlu diingat, pns bisa jadi rusak bukan karena orang2nya under qualified..tapi lebih kepada sistemnya yg sudah tidak mendukung.

  79. chaplin Berkata:

    saya di pajak depkeu,tanpa korupsi.pendidikan d3, terima rutin tiap bulan gaji 1 juta 300 ribu rupiah, tunjangan 6 juta 200 ribu rupiah, ada insentif 2 kali setahun sebesar 1 kali tunjangan.

  80. Agustian Berkata:

    Dua warna yang berbeda, tergantung bagaimana melihat dan memahaminya, dari sisi mana kita memandangnya.

    Nanya nih, Om Donna atau Tante Donna dah kerja ato blm ? Klo sekarang dah bekerja (yang pasti bukan PNS), pengen ngerti, kerjanya kaya apa si?

    Klo dari beberapa postingan diatas dah banyak yang cerita gimana pengalaman di PNS, koq selama baca nda pernah ya, yang cerita pengalaman kerja di swasta ? Lalu apakah bisa dikatakan swasta itu lebih baik daripada PNS ? Apakah dengan bekerja di Swasta akan terbebas KKN ?

    Baca ini “perusahaan tidak bertanggung jawab pada rakyat” rasanya sengak banget, ditambah lagi “purely business” .. weew… kayaknya lebih kejam dari PNS de. Kapitalis banggeeeddd…. Tau kapitalis kan?

    Kenapa si nda ambil positifnya aja ? Ya ngga Om Dony ? bagi donk tips2nya menjadi PNS yang baik dan selalu teguh iman (nda KKN maksutnya).

    Salam damai dan sukses selalu.

  81. DoNy artama Berkata:

    Buat Donna, Agustian dll.
    Hakekatnya aku ini seorang “slash” (orang yg kakinya di dua atau lebih profesi). Aku tau bngt swasta tuh gmn–skrg inipun aku msh mrangkap di swasta. Di sana bnyk jg korupsinya: dari korupsi kecil kayak staff pake komptr untuk ngenet/main game ampe yg gede. Yg rugi yaa pemilik+buruh+ konsumen yg nota-bene rakyat jg: bangkrut/pencemaran lingkungan/defect product. Kalo aku lbh suka lihat smua sbg profesi, PNS atau swasta. Negara inipun hakekatnya ‘korporasi’ raksasa juga yg jd rebutan politikus agar bisa duduk sbg chairman/CEO-nya. Kita PNS atau buruh sama aja: kt cm komoditi dlm pasar tng kerja. Gajimu adlh ‘harga’mu. Donny nuntut gaji minimum tuh Rp20jt krn udah pernah ngrasain sndiri kerja enteng,halal, plus gak usah pake otak aja dibayar US$4000 (=Rp32jt). Kalo Donny skrng cuma dpt Rp1,9 juta–pdhl energi yg kluar lbh banyak– bukankah itu namanya negeriku mendzolimi aku? Itu state crime (= PT swasta yg bayar dibawah UMR). Knp bs bgitu? krn ber-tahun2 negeri ini dikelola oleh orang2 psikopat dan autis (bkn Donna loh..he5x) yg sm skali gak bisa mikir bgmn cara-cara menaikkan standar hdp PNS/buruh swasta. Orang mcm itu..yaa pngennya gaji malah dikecilin lagi–biar lbh efisien–klo perlu PNS krj gak usah dibayar! Kalo mau mengatasi secara serempak yaa pake cara Donny itu. Tinggal pilih: mo yg praktis (spt yg ditulis bnyk netter: alih profesi, work hard like a rat, krj sambilan, pray for ur luck). Up to U bo! atau rubah sistem kt: rame2 demo/mogok/dll. Kalo smua PNS mogok serempak…mk nanti akan kt sadari btp besar value & bargaining power kita! Berani gak? Kalo gak punya nyali yaa..duduk manis aja & tiap hari nulis di situs ini sambil meratapi takdir..

  82. DoNy artama Berkata:

    But…thanks God. Era stress mikir salary yg gak cukup itu udh lewat bagi Donny… Aku pecahkan sndr masalahku dg caraku (Baca: Crita Donny trdahulu — How I raise my income from Rp1,9jt to Rp54jt per mo). Skrg, ibarat main game, Donny lg mikir next level dari permainan tikus di dunia kerja ini….

  83. donna Berkata:

    wah iseng balik ke sini liat blog ini kok udah ada yg menyerang… itu mas amhad dhani… dont worry mas aku enggak stress kok, en enggak pernah dikecewakan hatinya oleh pns… jangan menyerang pribadi begitu dong mas, kita di sini kan diskusi. enggak ada kebencian sama pns… apa ada kata2ku yang mengatakan aku benci pns?

    terus…mas agustian, kenapa kaget, kenyataannya kan begitu? eh kapitalis itu apa artinya sih?

  84. ikow Berkata:

    aaahh donna mangkin cantik ajah kalo lagi marah

  85. Agustian Berkata:

    Dony said: “Donny nuntut gaji minimum tuh Rp20jt krn udah pernah ngrasain sndiri kerja enteng,halal, plus gak usah pake otak aja dibayar US$4000 (=Rp32jt)”… Kerja apaan Om ? Boleh donk kasih tips nya buat yang muda muda nie.. (asumsi: Om Dony dah ga muda lagi.. hehe) , pm email yah…

    “enggak ada kebencian sama pns… apa ada kata2ku yang mengatakan aku benci pns?” … Emang si nda bilang benci.. tapi semua tak harus berucap kan … bisa nyimpulin sendiri lah.

    Klo diskusi tetep saling kekeuh pada pendapatnya sendiri (yang pokoknya, yang intinya…) ga ada gunanya oey.

  86. DoNy artama Berkata:

    Buat Agustian (boy/girl?);
    Jangan dibilang ‘om’ donk..jd gk PD neh! :-) Neh kerja halal yg gk pake otak & dpt $4000/mo yg Dony lakuin 10 years ago (Can U imagine, I got that much TEN years ago! when I was so young) yaitu menjadi tukang ngitung cek (the lowest job) di kantor pusat PepBoys (sebuah franchise bengkel) di Philadelphia. Dan hari ini: Dony even got more than that in this lovely country…my beautiful Indonesia tercinta –> Baca: crita Dony trdahulu di situs ini ttg HOW-nya. Dony kenal cukup tmn yg income-nya lbh dr yg Dony dpt–semua halal: ada yg kerja buat LSM, lembaga intern’l, or bisnis di Internt. Thanks God! Mknya Dony berharap PNS/buruh swasta bs dpt min Rp20jt/bl. Indonesia adalh neg makmur. Kt lbh kaya dari Malaysia/ Singapore yg sll kt kagumi! Kalo sama-sama kerja jd sekretaris (misal) di Amrik bs dpt $8000/mo, hrs-nya di Indonesia jg bisa lha wong kerja and energy gerak tubuh-nya sama!?? Harga klp sawit/batu bara/minyak di Eropa–apakah itu asalnya dari Indonesia atau Malaysia adalah sama. Kenapa ketika kt bicara tng kerja tiba2 kt menganggap pantas kalo orang kita dibayar murah??? Apakah ini bkn tanda2 kita sakit? Kalo ampe gaji WNI di Indonesia gak bs setinggi orang Amrik adalah TUGAS para pemimpin kt unt mikir:knp ampe gak bisa dan mrk kita bayar untuk cari akal. Mikir bo mikiir!!!!! Iya to dik Agustian? Dan sblm Dony lupa let me write a poem for Donna sing ayu dw (he10x):

    PUISI BAHASA CINTA UNTUK DONNA

    Kita ajari anak2 kt untuk berbudi tidak dg memukuli dan memarahi dan meludahi, tp dg kasih sayang dan halus kata-kata…
    Kita ajari istri2 kita untuk setia tidak dg menyiksa dan membelenggunya, tapi dg belaian dan bahasa cinta…
    Kita dorong kinerja PNS/buruh kita tidak dg memberinya cercaan dan gaji yg …. , tapi dg dorongan semangat dan gaji yg….
    (NOTE: Nah, mba Dona silakan isi …. di situ!!!). Dony crita gene krn kt kan lg diskus gaji PNS yg ideal iyaa kan?

  87. Ries Berkata:

    @DoNy artama

    Yeah, setuju banget sama DoNy yg bilang kalo tenaga kerja di kita itu terlalu murah dan kurang dihargai. Dengan menaikkan standar gaji, tuntutan profesionalisme dan persaingan untuk mendapatkan kerja akan semakin tinggi, dan secara tidak langsung akan mendorong kemajuan bangsa Indonesia (karena orang2xnya akan lebih giat mengembangkan diri supaya gak tergerus persaingan)

    @donna

    Soal pns bekerja gak lebih keras dibandingkan buruh, ya iyalahh … buruh itu kerja fisik, sedangkan kalau sudah s1 ya kerjanya gak hanya fisik aja. Emangnya orang2x swasta bekerja lebih keras dibandingkan buruh? Klo ngebandingin yg sepadan dunk mbak :))

  88. Numpang Comment Berkata:

    Kalo PNS ambil kredit di Bank utk KPR kyknya ampir ga mungkin ya?
    Khan biasanya ada fasilitas kredit rumah ringan tuh di kntr, itu lebih realistis deh kyknya..

    Oiya ada forum diskusi utk Tips beli rumah utk klrg muda nggak ya? Joint Take Home Pay saya dan calon Istri sekitar 7jt/bulan.

    Trims & Regards.

  89. DoNy artama Berkata:

    Dengan gaji bersama Rp7jt kok pusing…? sampeyan niku pripun. Ya gampanglah cari KPR/KPA (unt apt) di salah satu pemasar apt angsuran cuma Rp4jt. Kalo perumahan malah ada yg cm Rp1jt. Kontak aja ke beberapa bank. Semua ada.. dont worry. Have a nice dream di rumah baru!

  90. Agustian Berkata:

    Agustian (boy). Wah ga panggil Om deh, panggil Bapak aja ya? Lebih formal (tapi kurang luwes). Waa.. ternyata $4000/mo nya di US to ? Lhaa.. ta pikir dsini Pak.
    Tapi trus baca “Dan hari ini: Dony even got more than that in this lovely country…my beautiful Indonesia tercinta –>” — Langsung semangat nyari HOW nya .. hehe…

    Wah pak, daripada kelamaan nunggu pemimpin mikir kenapa kita dibayar murah, mending kita mikir duluan aja deh (yang penting halal). Boro2 mikir buat kita, mikir Om Harto yang sudah antara x dan y saja masih ribut. Ini lo rakyat lagi berdiskusi, bantuin po’o. Hihi…

    Pak, boleh dong share lebih pengalamannya di mr.agustian@gmail.com. Biar lebih deket dan bisa konsultasi banyak bagaimana mendapatkan penghasilan halal nan banyak.

    Thx berat buat responnya.

  91. Agustian Berkata:

    Pak Dony, dimana si HOW nya ? dah nggoogle, semua link dah ta buka satu2, koq tetep nda ada. Di thread mana to Pak ? Pegel mbukai satu satu ..

  92. DoNy artama Berkata:

    @Agustian:
    Wah, klo dipanggil ‘bapak’ mah Donny gk cm lemes malah langsung koma! :-) panggil Donny aja gitu loh… Tulisan Donny (HOW) gk jauh2: ada di atas (ckp bnyk) tulisan ini. Di situ Donny jelasin bgmn Donny bisa dpt antara Rp34jt–Rp50jtan. Tp maaf, bkn bermksud sombong…krn itupun sbtlnya kurang (Sorryyy!). Harapan Donny yah unt th 2008 ni bs Rp75an jt/bl lah. And hrs km th jg: not so many people hapy with my job.. Bagi Donny: its fine..silakan aja. Ini keringat saya! Banyk orang jg orng krn sangt ingin dpt income tingggi bc buku yg salah spt: buku Kiyosaki. Be carreful. Saran dia gk cck unt Indonesia. Donny punya dikit info gaji PNS dan nonPNS (sbagian ‘grey area’ hrm/halalnya jg):

    -gaji (total) eselon 1 di Dep-keu skrng udah>Rp55jtan/bl
    -agen CIA (di Indonsia):US$1500 - US$6000/bl
    -Future trader (komoditi) bs ampe Rp200jt/mo (total profit)
    -vice pres Danone: Rp600jt (orang France!)
    -manager LSM LN: US$2000 - $5000
    masih bnyk lagi. Trserah mo pilih yg mana. Saran: pilih yg pling sesuai dg posisi km saat ini!. Dan ingat uang tdk sll memastikan bahagia. Ketika km udh punya whatever you want them when u are so poor, then new challenges/new temptation will come! So? Be wise! Good luck…