Business Process Reengineering dan audit TI

Perusahaan saya baru memakai sistem dalam pengelolaan bisnis September 2005 (beli dari ISV), sampai saat ini sering sekali terjadi tambal sulam modul. Ditambah bisnis proses yang sepertinya berantakan. Terpikirkan untuk melakukan audit terhadap sistem yang sedang kita pakai.

Pertanyaannya, sejauh mana audit dapat dilakukan? atau dalam kata lain, audit sistem informasi itu meliputi apa saja? Karena bisnisnya courier cargo, mungkin gak audit sistem itu mengikuti bisnis proses courier cargo yg seharusnya? Punya referensi auditor yg murah-meriah gak? Karena perusahaan kami bukan perusahaan besar, baru berkembang.
Mas Reza via email

Jawaban:
Melihat business process yang belum terstandarisasi maka perusahaan tersebut harus melakukan perbaikan terhadap proses bisnis yang sudah ada saat ini yang istilahnya adalah melakukan proses BPR (Business Process Reengineering). Business process ini harus menyeluruh terintegrasi baik ditingkat high level ataupun di lower level.

Mengingat kasus ini terjadi pada perusahaan yang baru berkembang maka perlu strategi implementasi BPR yang berkelanjutan. Bisa dengan menyiapkan tim audit TI, sehingga dapat disusun rencana kerja yang berkelanjutan. Bisa dengan bantuan dari pihak ketiga yang membantu mapping business process yang ada dengan kebutuhan kedepan.

Mengenai framework business process salah satunya dari Office of Government Commerce yang juga menerbitkan ITIL.

Ditulis dalam My Work.

7 Tanggapan ke “Business Process Reengineering dan audit TI”

  1. rezayazdi Berkata:

    Njar, pertanyaan “referensi auditor yg murah-meriah ” belum dijawab hehehheehehehee….
    Atau dari pembaca blognya Anjar ada yang bisa membantu, bisa kontak saya di : rez@yazdi.or.id

  2. acooljerk Berkata:

    Kalo dari pengalaman saya, proses yang ada harus benar2 mantap dulu baru kemudian diimplementasikan ke sistem. Bila masih banyak kesalahan, dampaknya akan semakin besar pada sistem (yang biasanya tidak se-fleksibel cara2 manual).

    Dari pengalaman saya juga, tambal-sulam pada sistem benar2 memboroskan waktu, tenaga, dan biaya.

    IMHO, yang dibutuhkan Mas Reza saat ini bukan IT Auditor. Melainkan Business Consultant dan Business/System Analyst yang bagus. cmiiw sih…

    Yang murah-meriah ngga tahu, tahunya yg terkenal aja, mahal2..:-D Tapi biasanya yg mau murah-meriah justru ngga mau pake konsultan, jadi rekrut orang utk internal aja.

  3. bagus Berkata:

    atau mas anjar aja, keluar dari EY, bikin subkon konsultan murah meriah. tuh udah ada 1 prospek klien…
    hayooo, mas anjar….gimana ?

  4. Agustian Berkata:

    Ga ada ya mas, komunitas konsultan seperti halnya komunitas java yang saling bertukar pikiran saling bantu membantu ??

    Jadi kita bisa nanya-nanya langsung ke para konsultan. Jadi konsultannya open source gitu …

  5. acooljerk Berkata:

    @Agustian: bisa nanya2 langsung ke para konsultan? Berat tuh, masalahnya “harga” para konsultan itu biasanya ratusan USD per-jam..:-D

  6. Amex Berkata:

    ^: Ngga sampai segitunya lah. Di kantor gua tarif Senior Consultant emang sekitar ~100 Euro/jam, tapi ngga sampai ratusan…

    Anjar: Mas Amex, di Jerman ya? kok tarif senior consultantnya rendah banget. Malu ah nanti sama anak-anak HHP, mereka junior aja bisa mulai dari 100USD lho, dan ini di Jakarta.

  7. Amex Berkata:

    Ya mau bagaimana lagi Mas Anjar… di Jerman aja segitu udah termasuk mahal karena kantor katanya juga salah satu dari Top 10 IT Service di Jerman… menurut sini sih http://www.cio.de/it_berater/837168/index1.html
    Jadi ya bisa dibilang konsultan di Jerman emang sekitar segitu semua dapetnya. Bahkan cenderung kemahalan untuk 100 Euro/jam. Mungkin ini saatnya untuk outsourcing proyek Indonesia ke Jerman? :)

    Anyway, selamat tahun baru untuk Mas Anjar dan keluarga :)

Tinggalkan Balasan