Malakin vendor vs cari sampingan diluar

Setting 1: User
“Enak ya mas kerja disitu, gajinya gede kan?”
“Ah kata siapa pak, engga juga ah. Susah juga nih, jelas kalah sama gajinya bapak”
“Engga mas, jangan salah disini benefitnya biasa aja tuh”
“Oh ya, tapi kan vendornya banyak” Kebetulan si bapak baru saja ngobrol dengan salah satu suppliernya.
“Malakin vendor gitu maksudnya? wah saya ga biasa tuh mas, mending saya cari obyekan lain diluar”

Setting 2: Broker
“Jadi gini Jon, perusahaan ini punya project untuk tahun 2008. Tapi kelihatannya vendor yang ditunjuk ga mampu ngerjain, mau ngambil engga?”
“Sebenarnya kerjaan gampang sih, tapi aku ga punya resource bro, gimana ya?”
“Ah gampang gampang, temen kita kan ada punya PT tuh, pinjem aja”
“Segampang itu kah, pastinya dengan cara-cara yang berlaku di Indonesia kan”

Setting 3: Vendor
“Bisa minta saran engga?, projectku hampir tembus nih. Tapi gara-gara manajemennya ganti kelihatannya jadi tersendat-sendat. Repot deh, gimana ya. Menurutmu projectku prospek engga sih?”
“Yang aku tahu sih budgetnya ada, trus perubahan manajemen itu setahuku malah bikin departemen baru yang memudahkan projectmu jalan bro”
“Iya ya, terus gimana?”
“Lha sekarang tinggal perkara bikin mereka approve aja, competitor engga ada kan”

Awal tahun yang sibuk ini, hampir semua orang membicarakan tentang proyek dan anggaran. Banyak teman memang memungkinkan kita untuk melihat hubungan user-broker-vendor dari sisi yang lebih manusiawi, toh pada dasarnya semua ingin mencari makan yang halal bukan. Dan dalam cerita-cerita diatas, ternyata menempatkan diri dalam masing-masing posisi itu tidaklah semudah yang kita bayangkan.

Ditulis dalam Standar Gaji.

9 Tanggapan ke “Malakin vendor vs cari sampingan diluar”

  1. zidni Berkata:

    Pake contoh kali ya.
    Anggaplah server merek ABC, merek itu memiliki distributor tunggal X di Indo, terus ada 3 Business Partner BP1, BP2 dan BP 3.

    Ketika BP 1 dapet info pengadaan dan membawa hardware itu ke Departemen Kemakmuran, maka info itu sampai ke distributor X melalui BP 1.

    Lalu Distributor X memberi diskon harga 70% ke BP 1, 50% ke BP 2 dan 45% ke BP3.

    Otomatis yang menang BP 1. Trus dari kelebihan diskon itu biasanya BP 1 menggunakan sisanya untuk entertain user, bisa dalam bentuk barang, cash atau training gratis.

    Pertanyaannya, kalu kejadian di Dept Pemerintah apakah cashnya jadi halal ? atau kalau di perusahaan swasta, apakah cashnya jadi haram?

  2. Rezki Berkata:

    Memang kalau sudah dalam lingkungan kerja yang demikian kita kadang hanya bisa mengelus dada tanpa bisa berbuat apa2.

  3. amir Berkata:

    memang semuanya seharusnya menjalankan perannya. kalo caranya benar kan semua aman dan tentunya senang. makasih bang infonya, semoga ketika saya benar-benar bekerja untuk vendor, bisa melakukannya dengan benar dan sebaik-baiknya

  4. papabonbon Berkata:

    kayaknya nomer 2 banget nih, yg paling clean … :)

  5. tonny Berkata:

    Teori Merebus Katak

    Andaikanlah pada sebuah panci berisi air kita masukkan
    katak, kemudian panci tersebut kita panaskan di atas
    kompor secara bertahap. Saat air masih dingin katak
    diam saja, kemudian ketika air mulai memanas sedikit
    demi sedikit, tubuh katak pun akan melakukan
    penyesuaian suhu. Memang demikianlah salah satu
    kekhasan binatang katak, dimana tubuhnya bisa
    menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar nya.

    Lama kelamaan saat suhu terus menaik, katak pun merasa
    kepanasan, tapi ia bisa terus melakukan penyesuaian
    suhu, sampai pada suhu tertentu, tubuhnya tak bisa
    lagi melakukan penyesuaian, ia merasa kepanasan dan
    ingin melompat keluar, tapi karena suhu yg tinggi
    tersebut, kaki nya menjadi kepanasan dan tak kuat
    untuk melompat, ia menjadi lemah. Sehingga akhirnya
    saat suhu air dalam panci tersebut sudah sangat
    tinggi, katak itu pun mati karena nya.

    Demikianlah analogi teoritis mengenai proses bagaimana
    seekor katak bisa mati terebus dalam air, karena
    instink survival berjalan berlawanan dengan instink
    penyesuaian diri yang berlebihan.Makna filosofis dari
    cerita fabel tersebut sering berlaku pula pada
    manusia. Banyak manusia yg terjatuh pada sebuah
    kesalahan, berbuat kesalahan yg fatal berawal dari
    kesalahan2 kecil yg dianggap biasa.

    Atau melakukan proses penyesuian diri atau kompromi yg
    berlebihan sehingga melupakan rasa mawas diri yg
    adalah juga salah satu bentuk metode survival manusia
    menghadapi berbagai kesalahan dalam perjalanan
    hidupnya.Seorang anak yg sedang bermain2 api,
    diperingati oleh ibu nya, “hai nak, janganlah
    bermain2 api, terbakar tangan mu nanti”. Nggak apa
    kok bu, api nya kecil kok, kata sang anak kecil. Namun
    seringkali terjadi api kecil jadi membesar dan
    mencelakakan. Ibu yg sudah puluhan tahun pengalaman
    hidup menyadari hal tersebut, namun anak kecil yg baru
    beberapa tahun hidup di dunia ini, sering meremehkan
    hal2 kecil tsb.Seorang pria dewasa yg sudah
    berkeluarga, awalnya iseng2 saja, guyon, becanda
    dengan sekretaris teman sekantornya.

    Awalnya mungkin hanya sekedar saling kirim sms atau
    email, lama kelamaan jadi ketagihan juga untuk
    ngobrol2 langsung. Kemudian sekali waktu ajak jalan2
    bareng, makan siang bersama, sampai rasa cinta pun
    bersemi karena nya. Karena telah terkena mabuk asmara,
    akhirnya pertimbangan rasional pun hilang, sampai
    berakhir pada perselingkuhan , perzinahan yg
    menyebabkan rusaknya rumah tangga. Itulah akibat
    iseng2 bermain ”api asmara” , bisa “terbakar”
    syahwat karena nya.Seorang pekerja, sekali waktu
    diberi hadiah kecil oleh supplier atau kontraktor di
    tempat nya bekerja, mungkin hanya sekedar souvenir
    kecil seperti gantungan kunci atau topi. Ah ini kan
    hanya sekedar tanda terima kasih, nilai nya pun tak
    seberapa.

    Di waktu lain ada juga supplier yg mengajak makan
    siang. Hal tersebut terus berlanjut, dan kita
    menganggapnya masih biasa, sampai lama kelamaan kita
    terbiasa menerima sesuatu dari rekanan bisnis
    perusahaan yg nilai nya makin besar, kita pun tak lagi
    hanya sekedar menerima, tapi malah meminta pada rekan
    perusahaan, nanti mau ngasih apa nih, kalau kontrak
    nya jadi ? , katanya sambil guyon pada rekanan. Lama
    kelamaan hadiah makin membesar dan keputusan
    perusahaan pun ditentukan dari berapa besar nilai
    pemberian ( kick back, komisi atau apapun namanya ).

    Itulah salah satu bentuk korupsi yg telah banyak
    merugikan bangsa kita. Mungkin kita menyadarinya, tapi
    susah untuk keluar karena kita telah terjebak dalam
    sebuah lingkaran setan, yg sebenarnya kita sendiri
    memulainya. Seorang yg berusia paruh baya, tidak
    menyadari bahwa metabolisme tubuhnya sudah mulai
    berkurang kemampuan nya. Dan ia tetap menyantap
    makanan apapun dengan lahapnya,merokok dan berbagai
    kebiasaan tidak sehat lainnya, Ia menganggap dirinya
    masih kuat seperti saat ia muda dulu. Ah nggak apa2
    kok sedikit ini, tapi lama kelamaan jadi ketagihan.

    Akhirnya ia banyak terkena penyakit akibat makanan
    seperti ; maag, kelebihan kolesterol, asam urat,
    hipertensi, diabetes dll.Begitu pula halnya orang yg
    terjebak menjadi pencandu narkoba, awalnya pun dari
    anak muda yg iseng2 sekedar coba2, namun akhirnya jadi
    kecanduan, dimana ia tak bisa lagi mengendalikan
    dirinya.

    Dan banyak kasus2 lain dalam kehidupan kita sehari
    hari, yg bisa digambarkan dengan teori merebus katak
    tadi. Dimana manusia banyak terjebak pada kesalahan
    karena mengabaikan kesadaran dirinya sendiri,yg tak
    begitu menghiraukan kesalahan2 kecil.Sebagai manusia
    yg lebih mulia dari binatang seperti katak, harusnya
    kita bisa menjaga diri, mengembangkan kemampuan mawas
    diri, berhati hati yg merupakan salah satu bentuk
    survival method nya manusia.Haruslah disadari dalam
    hidup ini, kita selalu mendapat godaan dari setan,
    lawan sejati perjalanan hidup ini, yg tak ingin kita
    menapaki jalan lurus.

    Dan teori merebus katak adalah salah satu metode
    bisikan setan menyesatkan manusia. Setan musuh sejati
    manusia berumur lebih panjang, jadi dia tahu tentang
    kelemahan manusia2 sebelumnya, tahu pada kondisi apa
    saja manusia tergoda, dan sudah terbukti sepanjang
    jaman, bahwa dengan berbelok sedikit demi sedikit dari
    jalan yg lurus adalah penyebab banyak manusia terjatuh
    pada jalan yg salah.Berkaitan dg kesusilaan, dalam
    agama islam, kaidahnya ialah “janganlah kau dekati
    perzinahan” , bukan langsung jangan berzinah,
    misalnya, antara lain karena sifat manusia yg sering
    ceroboh, seperti katak tadi.

    Kalau sudah mulai mendekati perzinahan, akan sangat
    mudah seseorang terjatuh pada kubangan maksiat
    tersebut.Begitu pula dengan “perkeliruan2” lain
    nya, seperti korupsi, kebohongan publik, selingkuh,
    candu narkoba, penyakit, kemunafikan dll. Kebanyakan
    berawal dari hal2 kecil yg dianggap biasa. Integritas
    diri yg lemah, tak berpendirian, sehingga cenderung
    kompromistis atau plin plan.Marilah kita menjaga diri
    dari kesalahan2 kecil yg kalau dibiarkan kelak akan
    menjadi bencana bagi diri kita sendiri.

  6. daeng limpo Berkata:

    ini bukan terjadi diswasta saja, bahkan di proyek-proyek pemerintah hal ini lebih kental terasa.
    Bagaimana sebuah tender bisa diatur antara sesama peserta proyek, lalu bagaimana seorang kontraktor harus mengeluarkan fee untuk pimpinan proyek sekian persen agar bisa ditunjuk sebagai pemenang tender dan agar pelaksanaan proyeknya lebih mudah.
    Jadi intinya kembali kepada personal masing-masing, saya kasih contoh demikian :
    Si A menemukan sebuah dompet dijalan, Si A tahu itu bukan haknya (hati kecilnya menolak) sekarang tergantung Si A.
    Inilah Self Control dalam diri kita, jika instrumen Self Control (hati kecil/budi) berfungsi dengan baik, maka keputusan yang diambil pastilah yang terbaik. Namun jika instrumen ini sudah tidak berfungsi dan terkalahkan oleh nafsu yang kuat maka keputusan yang diambil pasti buruk dan hasilnya tentu juga buruk bagi dirinya sendiri maupun keluarganya.
    Jadi ini bukan perkara yang sulit dan juga bukan perkara yang mudah. Tergantung kebiasaan dan kondisi saat itu. Secara garis besar komentar saudara Tony diatas komen saya, rasanya perlu kita renungkan.

  7. Amex Berkata:

    Yang kayak gini mah wajar kok.. bukan cuma terjadi di Indonesia. Di Jerman pun ada goverment projekt (project LUSD, http://www.computerwoche.de/it_strategien/539642) yang udah ngehamburin 20 juta Euro (!!!) dan gagal total. Yang jadi masalah karena proyek tersebut dikerjakan oleh CSC tanpa melalui proses yang benar dan berlaku. Seharusnya menurut undang2 setiap government project yang bernilai >200.000 Euro harus dipublish ke seluruh Eropa untuk dapetin tender. Sama aja kan kayak di Indonesia :)

    Btw. CSC (Computer Sciences Corporation) itu termasuk salah satu perusahaan IT terbesar di dunia. Katanya :)

  8. fahroe Berkata:

    analogi kataknya panjang bangeet,…

    *hidup pemalakan vendor*

    *hidup pencari obyek diluar*

    yang penting saya masih bekerja dalam “rel” saya sebagai kuli frekuensi. begitu tidak pedulinya saya terhadap pemalakan vendor karena saya juga dipalak oleh operator/provider. Tapi kayakna hal ini udah menjadi lumrah di negara kita, dan saya pun tidak bisa apa apa. hanya mengikuti aliran air sadja.

    meskipun sudah berusaha mencari obyekan diluar, tetep saja susah. tapi sekarang saya mencoba adsense dan mulai tumbuh angkanya… semoga bisa cair akhir taun ini :D

  9. andri PH Berkata:

    kemarin kenalan dekat saya yang sudah 20 tahun malang melintang sebagai vendor buku mengeluh karena kalah tender terus, karena vendor lainnya menggunakan ‘pendekatan’ langsung ke guru-guru sekolah, sehingga ketika tender dilaksanakan selalu kalah. tapi beliau tetap tidak mau ikutan cara-cara tersebut walaupun kelihatan kondisi perekonomian beliau semakin berat, entah sampai kapan dia bertahan?

Tinggalkan Balasan