Jim Geovedi yang saya lihat
Januari 23, 2008 — priandoyoPerhatian: Per Selasa, 31 Maret 2008 posting ini ditutup komentarnya atas permintaan pihak yang bersangkutan
Mulanya, ketika saya mengawali karir di firm, saya ingin memfokuskan spesialisasi saya pada bidang computer security. Alasannya:
1. Obsesi pribadi,
Di Jogja -tempat saya kuliah dulu- cukup banyak orang-orang yang ahli dalam bidang computer security baik otodidak maupun secara formal. Buat saya ini spesialisasi yang tidak mudah karena butuh ketelitian dan kesungguhan dalam menjalaninya. Mungkin karena saya tidak telaten akhirnya saya kurang fokus dalam bidang ini.
2. Prospek,
Gartner atau entah siapa memprediksi bahwa pasar security IT akan terus tumbuh, bahkan mencapai 20% ditahun 2008 ini. Sepertinya prediksi ini bisa menjadi kenyataan, tapi Gartner mungkin lupa bahwa bidang computer security itu sangat luas. Mulai identity management dari vendor besar sampai access control review yang bisa dikerjakan start up vendor.
Jadi angka 20% itu mungkin bias karena bisa jadi project audit dalam rangka remediasi finding yang terkait security bisa saja termasuk dalam target 20% ini. Ataupun implementasi firewall terbaru bisa jadi dianggap project security, walaupun sebenarnya budget dari infrastruktur -misalnya.
Nah sehubungan dengan dua alasan ini, kemarin saya secara tidak sengaja bertemu dengan Jim Geovedi saat beliau sedang mengerjakan sebuah security project. Jim yang sudah lebih lama berkecimpung dalam dunia security ini, ternyata ikut serta dalam bagian 20% prospek pertumbuhan yang telah diprediksi sebelumnya.
Oh ya, kira-kira bagaimana ya caranya berkenalan dengan orang yang belum pernah kita kenal sebelumnya? Waktu itu ternyata sangat mudah, cukup dengan email, jreng-jreng akhirnya bisa juga tukar menukar kartu nama dengan salah satu tokoh dunia security kita ini. Senangnya.













Januari 23, 2008 pukul 5:12 am
hhehehhe.. Jim memang salah satu penjahat security yang ada di Indonesia. temen-temen dia juga ngga kalah keren tuh mas anjar. kayak sto, dudi etc. ikut aja milis jasakom
anjar: milis sudah lama ikutan mas edo :), tapi bukan aktivis. iya betul ingin sekali bisa ketemuan ma para expert.
Januari 23, 2008 pukul 11:03 am
Hmm.. “penjahat security”? Menarik. Tapi saya lebih suka jadi “Information Security Troublemaker”.
*grin*
Januari 23, 2008 pukul 11:46 am
loh, bukannya dj? dj apa pakar sekuriti? kalo dua begitu, gimana it indonesia mau maju?
:mrgreen:
Januari 23, 2008 pukul 1:50 pm
AMPUN DIJEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!
BwakakakakakkakakakakakakakkkK!!!!
Januari 24, 2008 pukul 1:36 am
IT Magazine Survey di US kemarin melakukan survey penghasilan ke 35,000 praktisi IT di negara tersebut dan hasilnya CISM nangkring di peringkat 1, artinya profesi IT Security memang menjanjikan.
Januari 24, 2008 pukul 2:32 am
Pernah dengerin Jim Geovedi waktu Belua Security Asia di JCC taon 2006,masih focus ke hijack boz?
Januari 24, 2008 pukul 4:02 am
Mungkin untuk jalur profesional kayaknya butuh CISA, CISM, CISSP dkk jadi nanti jatohnya ke auditor IT karena bagaimanapun juga “Big Company/Banking/Financial” pasti punya Compliances, tapi untuk yang pengen stay underground main di SmallMediumBusiness yach simple2 aja, mungkin using opensource tools cukup ? atau yang bener2 outstanding main di product development kayak Core Security, Beda segmentasi memang.
Januari 24, 2008 pukul 4:42 am
apa sih hebatnya jim geovedi ..?? ,bye the way…hacker2 indonesia apa hebatnya…emangnya ada yg udh bisa buat os sendiri…wong software aja rata2 pake bajakan semua…,apa konstribusi nya bagi bangsa indonesia ini…internet aja orang2 kota aja yg pada pake…hacker indonesia ??? ..paling bisanya pake tools2 hacker luar…kalo emang hebat …?? buktikan anda kayak linux torvald itu baru hacker …
Januari 24, 2008 pukul 6:00 am
@Azil,
Lebih enak jadi DJ dan bikin lagu, jadi gak perlu pusing dengan masalah orang lain. :-D
@laci,
Jim Geovedi sih gak pernah ngerasa dirinya hebat, dan masih heran karena ada saja orang yang berpikir ia demikian. :-)
Mungkin kamu bisa tanya ke mereka langsung namun ada baiknya sebelum kamu melakukan itu terlebih dahulu memahami bahwa perbedaan “bye” dan “by”, lalu mengenali bahwa “linux torvald” tidak sama dengan “linus torvalds”.
Januari 24, 2008 pukul 6:42 am
Halo mas Jim,
semakin bersinar aja nih mas, saya dan mas Jim pernah satu kerjaan bareng, saya banyak belajar dari mas ini. Mas Jim ini adalah idola saya di bidang IT Sec. Anjing menggonggong kafilah berlalu :p. Sukses ya mas buat karirnya di IT security dan DJ :)
Januari 24, 2008 pukul 7:18 am
Mungkin kamu bisa tanya ke mereka langsung namun ada baiknya sebelum kamu melakukan itu terlebih dahulu memahami bahwa perbedaan “bye” dan “by”, lalu mengenali bahwa “linux torvald” tidak sama dengan “linus torvalds”.
Hi…hi..hi…telak… cuma nggak terbayang saja kalau hacker disuruh buat OS, kalau buat bikin tools sih masih terbayang :-P saya juga penasaran, apa iya kalau linus itu dulunya hacker??
Januari 24, 2008 pukul 7:24 am
kok comment saya gak masuk ya?
anjar: mas adi, commentnya ga masuk karena kena akismet spamnya wordpress. ini sudah saya recover lagi
Januari 24, 2008 pukul 4:22 pm
@laci
Sirik aja nih laci….hehehe….orang seperti anda juga bisa kok kayak jim asal giat berlatih dan mimik cucu….hehehehe…
emank sih yg gue tau hacker2 indo itu pake tools2 yg udah ada di internet and everything’s free tapi apa emank semua org pada ngerti makenya… :) termasuk anda laci…. :p
Dan satulagi….temen2 gue di luar negeri yg lebih hebat gak pernah lho masang2 muka di internet…ikutan milis….mungkin takut juga kali kalo ada kasus cyber crime kebawa2….
Januari 24, 2008 pukul 7:18 pm
@ laci
linux trovald? sapa tuh :?
jangan salah, abang DJ Jim pernah kilikitik mbah gugel loh..
*ampun DJ … :mrgreen:
Januari 25, 2008 pukul 12:48 am
@sibego
gw stuju tuh ama pendapat lo….emang makin tinggi ilmu makin merendah,bukannya pasang muka mimik lucu wakakaka…..ya kalo ganteng…..paling jim geovedi orang yg sok hebat…ya cari ketenaran kayak om roy suryo,…trus pernah klitik mbah gugel…apaan tuh mbah gugel..penjaga gunung ya..wakakakaka….woee…jim geovedi…..security troublemaker…amatiran…script kiddies aja bangga lo…
Januari 25, 2008 pukul 1:38 am
Information Security memang belum bisa menjadi industri yang dapat diandalkan dan sustainable di Indonesia, karena penopang utama ekonomi / foundation nya aja masih belum ada, akibatnya jarang sekali para talenta indonesia yang mau mendedikasikan tenaga dan pikirannya untuk berkarir di bidang ini. Research yang menjadi dasar dari industri ini belum menjadi budaya dan juga tidak ada perhatian yang serius dari pemerintah, worsening the infosec industry in indonesia. Saya rasa Jim Geovedi dalam “kapasitasnya” adalah salah satu talenta cukup punya dedikasi dan kontribusi di bidang infosec Indonesia. Kita tidak bisa membandingkan dengan mereka yang ada di US/EU karena memang segmentasi marketnya juga berbeda.
Januari 25, 2008 pukul 9:31 am
Oh, Itu tergantung, mas Andri PH, bagi anda, definisi heker itu apa dulu?
Apa harus heker itu nanganin sekuriti jaringan?
btw, sekali lagi ah…
AMPUN DIJEEEEEEEEEEEEE!!!
Januari 25, 2008 pukul 3:39 pm
wah tentang mas jim semua ni kayaknya :-D
saya pikir dia mah orang security terbaik yang ada di indonesia
ni mah orang bellua yang makin ngjreng aja popularitas nya
saya salut lah dengan mas jim
pokoknya jim wannabe lah
bravo DJ
Januari 29, 2008 pukul 1:22 am
@black_claw
Kalau hacker sih masih masuk wilayah abu-abu deh..tergantung niat dan tindakannya..kalau cracker yah sudah pasti..black!! Katanya polisi yang jago itu harus jadi maling dulu (katanya lho!!) Theory is what you think you should know, Practice is what people think you should know. Jadi publik menilai anda jago yah pastinya anda sendiri yang tahu anda itu memang jago atau tidak.
Februari 4, 2008 pukul 1:36 am
Rambutnya masih gondrong gak?
Heheheheh
Maret 18, 2008 pukul 3:26 am
JIm Geovedi , cuma script kiddies ,
Tool tools yang dia gunakan , bukan dia yang buat , cuma pakai tool tool hacking.
Kalau dia real hacker , coba mana tools atau script script buatan dia .
Nothing and bullshit ….
Maret 18, 2008 pukul 3:31 am
Ente berani lawan ane hacking hackingan kagak ?
One on One , kalau berani , hehehheheheh
Gue CEH loo, (Certified Ethical Hacking)
Maret 18, 2008 pukul 3:34 am
Jim Geovedi kalo di test CISSP belum tentu lulus .
Kakakkakakakaak
Security Expert tanpa gelar ya cuma Jim Geovedi heheehhehe…………
Maret 29, 2008 pukul 5:31 pm
buset dah ntuh komen komen…
nunggu rambut nye papa jim jadi dreadlock lagi dah…xD
Maret 29, 2008 pukul 8:24 pm
Anjar, jika memungkinkan sepertinya comment untuk posting-an ini sebaiknya di-lock saja karena beberapa komentar terakhir bikin saya tertawa terus. :-)
Maret 29, 2008 pukul 11:39 pm
Sertifikasi itu mungkin bagus tapi pengalaman tetap segalanya. Jangan mengukur orang dari sertifikasi apa yg dia punya, tapi lihat dari apa yg sudah dia kerjakan. Gue pribadi dulu ngambil CISSP + CEH hanya karena pas presentasi di tender project mega-deal ttg integrasi produk security beberapa vendor, ditanyain punya CISSP gak? Gue udah jelasin kalo yg diperlukan dalam project integrasi spt ini adalah orang yg mengerti bagaimana protocol bekerja dan normalisasi data dari produk yg berbeda-beda, tapi customer ngotot. Dan company gue akhirnya gugur di prekualifikasi tender. Gue kemudian langsung ambil 2 ujian itu, terus terang yg CEH malahan no-brainer. Setelah lulus, never bother buat di renew. Dan sekarang akhirnya lebih milih buat fokus di network solution ketimbang security. Sorry kepanjangan tapi intinya kalo mengukur orang dari sertifikasi, terutama yg ujiannya non-practical, lucu juga. Apalagi di bidang yg sangat luas spt security. Kalo kata Batman “It’s not who you are underneath, it’s what you do that defines you.”
Maret 30, 2008 pukul 4:56 am
beli kawos Jim dong. Available tuh