Panduan membangun usaha untuk engineer telanjur banyak uang
Saya sudah 11 tahun di vendor telco, dengan pengalaman selama ini saya rasa sudah harusnya buka perusahaan sendiri. masalahnya saya bukan engineer lagi, tapi lebih ke business. masalahnya telco sarat modal / capital intensive, bagaimana saran mas Anjar utk menjual diri ?
Mas Toto,
saya umur 40, sekarang lagi coba pengin usaha sendiri, tapi nggak tahu mau ngapain. mungkin Anjar ada ide? modal yang ada kira-kira 500 juta sampai 1M lah, jangan banyak-banyak dulu. Background geology, jadi mustinya bisa bikin perusahaan konsultan perminyakan. tapi sudah lima tahun kerja di luar indonesia, jadi network di indonesia agak kurang bagus.
Sekarang sih kerja sebagai managing consultant untuk perusahaan minyak nasional di Afrika dengan kontrak setahun dengan gaji USD1000/hari. tapi kalau karier rasanya sudah mentok, nggak bisa kemana-mana lagi. jadi solusinya usaha sendiri itu
Mas Jono,


PERTAMAxxx!!!
nifira
Februari 11, 2008 at 9:18 am
coba donk dibuka posting baru untuk pengabdian masyarakat sebagai contok dulu ada program ABRI masuk desa, gimana dipikirkan sekarang Engineer masuk Desa! khan tabungan udah ngumpul nich…. gimana hayo?
Resi Bismo
Februari 11, 2008 at 9:47 am
@resi bimo
aye sepakat.. sudah saatnya engineer masuk desa.. sayang klo ilmunya gak dipake buat observasi dan membuat sesuatu yang besar lewat hal kecil.. ya, bangun irigasi sawah gitu.. bikin perkebunan kedelai gitu.. kan untung bukan sekedar duit, tapi bisa manfaat buat orang banyak.. saya siap bantu, meski masih di luar Indo.. tapi insya Allah, banyak temen2 di Indo yang siap membuka usaha, tentunya satu hal: yang manfaat buat orang banyak..
salamhangat,
bangzenk
Februari 11, 2008 at 5:57 pm
buka SPBU di daerah2 sekalian buka lapangan kerja dan memajukan ekonomi daerah.beli franchise-franchise yang sudah terkenal. Beli saham2 bluechips. Insya Allah, uang akan bekerja untuk kita.
Setelah semua usaha sudah berjalan, baru kegiatan sosial berupa engineer masuk desa, buat yayasan dll.
jaka
Februari 12, 2008 at 4:33 am
Memang tidak gampang memilih bisnis. Tapi kalau modalnya bukan dari pinjaman alias uang sendiri kayak contoh diatas saya rasa akan lebih mudah menjalankan usaha
Rezki
Februari 12, 2008 at 11:43 am
kalau mau usaha sekala menengah kebawah modal segitu lebih dari cukup,tapi usaha kadang ga cuma butuh modal uang saja,sikap mental dan pola pikir sangat berpengaruh juga,
tiyo
Februari 12, 2008 at 2:12 pm
buat pusat kajian studi gt aja kali ya.. ato sekalian aja engineering-and-business-management consulting center di Indonesia. ya berbagi antar lintas studilah, antara engineering dan business management.
anaksipilUI2007
Februari 12, 2008 at 2:48 pm
Cari aja UKM yang mempunyai kreatifitas tinggi dan butuh di upgrade baik manajemen ataupun teknologinya, kan uang bisa hidupi kita atai jalan sendiri.
Salam,
Cak Arif
Cak Arif
Februari 12, 2008 at 2:52 pm
hemmm hati2 buat yg terbiasa jadi pekerja kemudian banting stir ke wirausaha (run own business)
pengalaman seorang temen yg sudah cukup modal kemudian memutuskan berhenti dr pekerjaan karena pengen njalankan bisnis sendiri
tiba-tiba harus mengalami kenyataan pahit krn bangkrut dan akhirnya memilih kembali bekerja di dunia kerja yg lama
biasanya orang yg terbiasa jadi pekerja tiap bln dpt masukan yg sama, apalagi dg gaji besar, ketika run bisnis sendiri akan terkaget-kaget krn masukan yg diperoleh tiap blnnya tdk sekonsisten saat dia bekerja
namanya business akan ada naik-turunnya
jadi hrs dipersiapkan mental yg matang apakah bener2 siap dg pergolakan dunia entrepreneur. Mungkin bisa dimulai dg ambil kuliah bisnis dl ataw ikuti kursus2 entrepreneurship, atw klo sdh punya bisnis keluarga bisa jg tanamkan modal disana perlebar sayap ditempat lain (sah-sah aja kan nglanjutin bisnis keluarga). Atw bisa jg mulai nimbrung ke milist alumni untuk membangun relasi siapa tau ada yg ngajak join bikin perusahaan konsultan (ga ada kata terlambat klo emang selama ini ga ada kontak sama alumni)
ventin
Februari 13, 2008 at 12:19 am
untung engineer, kalo pelawak duit modal segitu pasti buat kawin lagi
bagus
Februari 13, 2008 at 12:44 am
Sebaiknya semasa menjadi engineer pun pelajaran-pelajaran mengenai investasi harus sudah di mulai.
Salah satu pelajaran yang saya ambil dari hasil obrolan-obrolan dengan teman-teman ex-pekerja yang ingin berusaha adalah “dont put all of your eggs on the same basket”. Kalo keranjangnya jatuh, pecahlah semua.
Artinya, hasil tabungan bertahun-tahun jangan semua langsung digunakan untuk usaha besar, lebih baik usaha-usaha lebih kecil yang realistis dan sebagian untuk buffer kehidupan dan kesehatan (karena masa-masa awal usaha, tidak semanis cerita orang).
yanoor yusackarim
Februari 13, 2008 at 3:19 am
Lebih baik join bisnis yang menawarkan passive income dengan risiko yang minimal. Mas Jono posisi dimana? saya ada tawaran bisnis berbasis e-commerce dibidang produk kesehatan yang sangat menjanjikan, kalau mau kita bisa ketemuan dan saya akan menjelaskan mengenai prospek bisnis ini. Setiap orang butuh sehat. Kontak saya 0813479955
Budi Setiawan
Februari 13, 2008 at 7:03 am
Mas Budi saya mau coba ketemu mas budi dong untuk share bisnis mas Budi. Kalo boleh tau sekarang pasiv income yang mas budi terima per bulan berapa ya??? Buat gambaran aku aja boleh kan…. 021-94480313
Nurhadi
Juli 10, 2009 at 4:45 am
Mas Budi saya mau coba ketemu mas budi dong untuk share bisnis mas Budi. Kalo boleh tau sekarang pasiv income yang mas budi terima per bulan berapa ya??? Buat gambaran aku aja boleh kan…. 021-94480314
(maaf, ini no ku yang benar)
Nurhadi
Juli 10, 2009 at 4:50 am
buka kontrakan aja..kayak org Betawi (ini jg cita2 sy kalo mau pensiun)…..gak report and low risk…
Must Jirun
Februari 13, 2008 at 8:29 am
mas toto dan mas jono,
satu pertanyaan yang harus kita jawab sebelum membangun usaha sendiri adalah seberapa BESAR passion kita pada usaha yang akan dipilih.
Jangan pikirkan keuntungannya terlebih dahulu muluk-muluk (diatas kertas berbeda dengan ‘main’ dilapangan), ukur saja berapa kerugian yang bisa ditolerir jika usahanya belum berhasil.
mulai saja dari modal kecil, tes dan ukur beberapa strategi usaha yang sudah dilakukan, jika plan A gagal, lakukan plan B dan seterusnya.
Tidak selalu memulai usaha atau memiliki usaha sendiri harus dimulai dengan modal uang sendiri, terlebih bidang yang ingin dipilih misalnya sarat dengan modal besar.
ada beberapa jalur yang saya tahu pernah dilalui oleh beberapa pemilik perusahaan dengan modal orang lain:
- Lebih baik menjadi IKAN HIU dikolam kecil daripada menjadi IKAN TERI dikolam besar. Mengandalkan kemampuan manajerial ditunjang networking yang luas serta visioner untuk mencari pasar baru bagi perkembangan perusahaan yang masih kecil disatu industri, sehingga sampai disatu titik dimana sang owner sangat bergantung pada kemampuannya untuk bisa terus menjalankan perusahaan yang terus berkembang pesat.
- Membuat usaha turunan dari industri dimana tempatnya bekerja sebelumnya, dengan memanfaatkan jaringan yang ada yang telah mengenal dengan baik integritasnya selama berkarir disana (Sebaiknya pilih usaha turunan yang memang belum ada pemainnya disana).
mudah-mudahan ada manfaatnya, kurang lebihnya mohon dimaafkan.
satu pertanyaan lagi yang harus dijawab:
“Pantaskah kita menjadi pemilik sebuah Perusahaan (Besar)?”
-sudah berapa besar kapasitas yang sudah dibangun untuk satu bidang yang ingin dijadikan sebuah usaha sendiri.
-sudah berapa besar usaha yang sudah dilakukan.
-layakkah dipercaya oleh banyak orang dalam satu bidang yang ingin dijadikan sebuah usaha sendiri.
by the way, mas jono, saya berkecimpung di Oil & Gas juga, jadi kalau belum punya network bagus di Indonesia, call me saja yah, maka anda akan punya tambahan satu network di Indonesia:)
Salam.
ps: f/kang yanoor yusackarim, saya koq rasanya familiar dengan namanya, alumni FT bukan? punten(maaf) yah, kalau salah.
ardicikalmart
Februari 13, 2008 at 9:09 am
wah buat mas toto and kang jono kuliah aja lagi di Entrepreneur University,kalau ga minta petuah para alumni entrepreneur university seperti Hendi Setiono (Owner Kebab Turki Baba Rafi), Koma Untoro (Master Franchise Purwacaraka Studio), Wan Muhammad (Owner Toysmart & Idol Toy Store), Wiwied (Owner Kaos Caladi 59 Bandung), Jaya Setiabudi (Pengusaha Asal Batam & Master NLP), Nurdin (Raja SPBU di Mataram), Rully Kustandar (Best Franchisee AutoBridal 2007), Miming Pangarah (Raja Hutang) dan lain-lain, ya smoga bisa membantu kesuksesan bisnis anda
tiyo
Februari 13, 2008 at 10:20 am
kalo teman2 engineer O&G keliatannya banyak yang main di reksadana / saham mas…
keliatannya cukup bagus tuh.. ga perlu networking terlalu dalam….
suryo
Februari 14, 2008 at 3:15 am
buka fabrikasi mas,
pompa air r pompa minyak :) biar ada yang bisa di banggakan dari negeri ini. mosok ratusan rinbu sarjana lulus tiap tahun, sampe sekarang gak ada produk yang bisa di banggakan dari negeri ini :)
panggiring
Februari 14, 2008 at 5:04 am
to Ardicikalmart,
iya bener Kang he he.. Akang siapa ya?
yanoor yusackarim
Februari 14, 2008 at 7:57 am
bikin koperasi aja tuh… hehehe becanda mode=on
kalo yang seriusnya mending join aja ama temen2 yang niat bikin usaha. salah satunya di franchise, bisa apa aja kan…
thanks
Sonny
Februari 16, 2008 at 11:29 am
thanks utk saran anda sekalian. untuk bikin situasinya lbh complicated sy sudah banyak men scan berbagai hal, mau bikin franchise lah, mengamati milis2 ukm, cari info membuat cafe, beternak lobster air tawar, furniture dan akhirnya kena racun kiyosaki& donald trump, sy beli properti utk investasi. sekarang sedang menekuni saham dan secara khusus ambil program finance. kalau ilmu dan teori sudah lebih dari cukup lah..
yang jadi dilemma, kalau saya perhatikan.. orang bule /asing jika bikin usaha selalu menggunakan knowledge based, berupa skill software atau teknologi, bahkan menjual training secara internasional pun didukung oleh website utk memeberikan sarana online test / evaluasi. orangnya hanya sedikit. tidak seperti kebanyakan wirausahawan indonesia yg ‘low tech’ spt membuka usaha makan dan mini market, toko dsb, sifatnya padat keringat, low leverage.
dengan pengalaman di bidang hi tech dan dunia invetasi ini sy kira harus nya saya bisa melakukan hal yg lbh kurang sama (knowledge and tech based) tp entah apa problemnya sperti sy ini agak ‘kacau’ men sinergikan berbagai pengalaman sy ini ..jadinya bingung sendiri.. mungkin ada saran sdari mas anjar / rekan2 skealian..
mas toto
Februari 16, 2008 at 5:34 pm
Wah.. punya duit gede. itu mah cukup gampang.
Sebagai seorg praktisi bisnis yang sdh digaji 1000 dolar per hari, pasti punya kelebihan. Dan itu bisa dijadikan modal. Tentu saja lebih baik anda memulai bisnis yg masih berhub dgn bisnis anda kalau bisa. Maksudnya yg palig mudah adalah membuka lembaga konsultan yang menawarkan jasa yg sesuai dgn pekerjaan Anda. Walaupun lembaga konsultan Anda tergolong baru, tapi saya pikir Anda cukup mampu untuk menjual CV anda. yahh tentunya pertama dengan membangun relasi. Jadikan modal anda itu sbg back up selain untuk modal dalam membangun lembaga tsbt. Siapa tahu Anda akan sedikit lama membangun jejaring.
Sekarang ini, sangat banyak perusahaan yang membutuhkan ide cemerlang dalam pengembangan bisnisnya. Banyak perusahaan konsultasi bisnis management asal luar bisa masuk ke Indonesia. Padahal mgkn jika Anda memulai sendiri, sebenarnya apa yang mungkin anda tawarkan akan sama dengan mereka, yang notabene anda digaji 1000 dolar perhari.. cukup keren lah.. aku pikir.
Jadi langkah konkritnya, segera bangun lembaga konsultan yg hampir2 sama atau berhubungan dgn pekerjaan anda. Wah tidak perlu matang matang, cukup setengah matang. nanti permasalahannya yg datang bs beriringan diselesaikan to?. Kedua Ajak rekan yang ingin bergabung, tentu saja yang memiliki background cukup kuat, jadi Anda bisa termotivasi, atau kalian akan saling mengisi kekurangan masing2. Bisa juga menjadi lebih mantap dan berani. Kemudian, bangun relasi2 yang potensial. halahhh jadi sedikit oportunis gpp deh, kan demi bisnis anda….. ya to?. nah, dari situlah anda bisa menawarkan jasa Anda. Buat booklet2, penawaran jasa yg menarik atau mungkin bergaransi.. pokoknya klo badan usaha baru mesti pinter 2 menarik perhatian calon konsumen.
Nah, kemudian Anda bisa mulai mengimplementasikan apa kemampuan Anda itu, sehingga Anda layak digaji 1000 dolar perhari.
Tapi Anda rasa anda belum mampu dan perlu ilmu, tak salah klo anda kuliah MBA atau MM. pasti lebih mantap nantinya
Adi
Maret 5, 2008 at 1:47 pm
@mas jono . “gaji USD1000/hari” asyikkk buenerrr :p , bayangin aja udah bikin pikiran melambung
tkg_tambal_ban
April 11, 2008 at 7:41 am
ukm, mlm, franchise mungkin bisa jadi alternative
gunawan
Mei 10, 2008 at 2:20 pm
bikin lembaga khursus ONLINE…..
ato bikin video ONLINE…kya Youtube….
Perusahaan ONLINE kya yahoo ato wordpress…
Cari talent2 muda yang hebat…bikin Perusahaan Dunia….kya YouTube…..misalnya nih kya http://www.veeon.com
wono
Mei 21, 2008 at 6:34 pm
kalo yang saya lihat usaha kost-kosan sama kontrakan rumah petak gak ada matinye, asal tahu lokasi yang cocok (dekat kampus sama perkantoran) ini bisa jadi bisnis turunan.
Resi Bismo
Mei 22, 2008 at 1:32 am
mas Jono, or who ever…
aku ngga percaya sama cerita gaji anda berbanding modal usaha anda.
sebulan anda bisa ngumpulin gross 300juta, kok usia 40 baru punya modal 500jt..
lagipula bisa gross 300jt ngapain mau usaha sendiri..
maaf ya
rudyanto
Juli 25, 2008 at 3:08 am
beneeer,.. kalo ada sgitu siih tanem minimarket sana sini gak usah mikir banyak2 deh,… apa maen saham gitu cepe ,. nope,.. mah merem mata,…
hihihi banyak yg langsung ngiler liat nominalnya,… jadi nggak mikir panjang lagi,…. ooooh nasiiib bangsaku,….
junet
Juli 25, 2008 at 3:24 am
Saya sarankan untuk terjun ke bisnis kontraktor saja. Sebab profitnya jelas dan posisi managing consultant pun bisa diterapkan disini. Jadi Anda tidak perlu meninggalkan pekerjaan utama. Ada teman saya yang juga sebagai managing konsultant perminyakan di star energy pun melakukan hal yang sama. Setelah itu dia masuk sekolah bisnis di prasetyamulya dan hasilnya luar biasa. Dia sukses didua dunia usaha.
Kalau ada waktu silahkan hubungi saya di htttp://kenekbangunan.wordpress.com.
Dengan senang hati saya akan membantu.
Salam Sukses!
Afri
Januari 24, 2009 at 3:44 pm
reply ini pasti ketinggalan banget, tapi saya pengen ngounter biar yang baca selanjutnya bisa imbang.
@ rudyanto:
anda ini kok mikir itung2annya sempit dan pragmatis sekali.
500 juta kan duit buat alokasi modal usaha, kang. bukan total kekayaan om jono. bisa jadi total materi beliau >4 miliar ato mungkin malah 1 trilliun, tapi yang dialokasikan buat modal usaha cuma 0.5-1M.
trus gaji $1k/day itu kan cuma kontrak satu tahun. ya jangan dikorelasikan dengan usia 40nya dong. anda pikir $1k/day itu penghasilan om jono sejak beliau masih balita?
bukantukularwana
Februari 1, 2009 at 9:15 am
coba saja investasi diperkayuan cek di : trubus panen sengon. http://rahmatti.blogdetik.com
rahmat
Februari 17, 2009 at 9:11 am
komen jg ahh.. walaupun telat.
mas ber 2, kita punya keinginan yg sama, pengen punya usaha sendiri, setelah selama sekian lama jadi karyawan.
Jenis usaha yang ingin saya lakukan adalah yang menarik minat saya, yg hasilnya banyak dan bisa dikembangkan hingga saya bisa punya penghasilan Rp. 2 M / bln (saya tidak ingin sekelas konglomerat, targetnya: cukup kaya saja).
Dari berbagai bidang yang yang menarik dan yang saya tahu, sy rekomendasikan bidang energi alternatif yang ramah lingkungan (biodiesel dan etanol ) dan agrobisnis.
Menurut pikiran saya, Biodiesel dan Etanol sangat menjanjikan karena banyak bahan bakunya n kedepan pasarnya akan tambah bagus, lokal maupun export. teknologinya sederhana, dibanding teknologi roket..(pasar bagus, apa lagi saat minyak bumi mahal, adakah jaminan minyak ga mahal lagi?) sebagai produsen CPO no 1 dunia, peluang untuk jadi produsen biodiesel besar sangat bagus. pasar energi ramah lingkungan pasti akan membesar dg peningkatan kesadaran lingkungan.
Menurut analisa yg pernah sy buat, pabrik biodiesel minimal kap. 40 KL / hari, kalo untung Rp. 300 / ltr setahun operasi 300 hari, hasilnya Rp. 3,6 M / th.
Agrobisnis pun sama, indonesia punya lahan luas dan diusaha ini banyak celah inovasi yang dapat di lakukan agar menjadi TOP BGT, misalnya dengan meng integrasikan peternakan dan pertanian. integrasi akan dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas produk, secara simultan kedua bidang tsb.
ilustrasi : kebun buah tropis (mis : lengkeng), dapat berproduksi rata2 1.500 kg / ha / bln, dg harga jual dipasar Rp. 15 rb / kg. anggap margin keuntungan 30% maka Rp. 6.7jt / ha / bln hasilnya.
Jika kebunnya cuma 1 ha, ga akan pernah kaya tuh petani, tapi kalo punya 100 ha, lumayan kan? integrasikan dg peternakan yg menghasilkan kotoran. kotoran ternak di olah jd energi buat genset dan pupuk buat kebun.
Skala usaha sangat penting bagi kelayakan suatu usaha, bidang agro Misalnya : ga mungkin beli mobil pick up 4 x 4 buat operasional harian bertani (bawa pupuk, benih, hasil panen, dll) jika cuma bertani dg lahan 1 – 2 ha, ga punya pick up maka kerjanya jadi sulit, boros waktu dan biaya.
Begitu…
Semoga bermanfaat bagi kita.
Anton
Maret 6, 2009 at 6:45 pm
Buat yang punya usaha atau bisnis yang prospeknya bagus, aku mau coba share boleh dong. tolong contact aku di 021-94480314
Nurhadi
Juli 10, 2009 at 4:49 am
Pak Jono, saya waktu itu punya kondisi mirip sama anda tapi yah bedanya gak 1 hari USD1000.
Tapi lumayanlah karena digaji dollar juga dan bisa nabung cukup, dan juga saya constantly ada di hi-tech environment (IT Services)
Saya ikut banyak training business while taking MBA juga, terus coba bermacam bisnis mulai jualan online,nyewain kamar, virgin coconut oil, sampai beli rumah di Indo utk dikost2in.
Yg saya bisa bilang semua yg saya jalankan tdk sesuai dg apa yg saya harapkan (bisnisnya jalan, tapi untungnya tdk spt yg saya harapkan)
Inti dari semua yg sudah saya jalankan, lakukan bisnis yg anda kira kira senangi/ketahui jadi waktu bisnisnya tdk good anda akan tetap go through dan juga outcomenya maximum krn anda melakukan hal yg anda senangi dan ketahui betul sehingga bisa benar benar bermanfaat utk customer anda nantinya.
Harus punya mental never giving up kalau jalankan bisnis
Berdoa kpd Tuhan dan request supaya Dia memberikan anda wisdom, apakah anda memang mustinya melakukan bisnis atau tetap menjadi employee dg gaji tinggi. Banyak hal di dalam hidup kita ini tidak sesuai dengan apa yg kita ingini, maka the part of requesting wisdom from God to run our life is very important, otherwise kita bisa gila sendiri termakan ketamakan dan keserakahan manusia pada umumnya.
Intinya sewaktu intention anda baik, dan tdk melulu cuma berfokus ke profit, tapi utamanya mementingkan apa value yg bisa anda deliver ke customer anda, dan apakah value yg anda deliver itu benar2 berharga di mata customer, maka pada umumnya anda akan sukses dalam bisnis yg anda jalani.
Banyak faktor lain secara bisnis seperti (marketingkan produk anda, hire the right people, kompetisi harga, create new product/invent, dll).. yg hanya bisa benar benar dirasakan waktu anda benar benar menjalankannya.
Saran dari saya, mulai aja dari any bisnis yg modalnya kecil terus jalankan dg sepenuh hati (pantau dalam 6bln – 1 tahun, apakah kira kira mental anda sudah solid di dalam running bisnis), jika iya yah kembangkan, jika tidak yah mungkin menjadi employee / Professional dg highly paid sebenarnya lebih ke panggilan anda.. yang harusnya anda syukuri dan geluti dg seksama, siapa tau dg value lebih yg anda berikan anda bisa meraih posisi yg lebih baik.
Good Luck… and may God bless you my friend…
Matius R
Wisdom_by_God
Oktober 30, 2009 at 4:38 pm