Ternyata masih banyak pembangkit listrik tenaga fosil?

Baru ngeh, ternyata masih banyak pembangkit listrik di Jawa yang menggunakan bahan bakar fosil (solar, batubara). Saya kira semua sudah menggunakan tenaga air. Setahu saya hanya Papua yang belum ada PLTA? ternyata

*Ga update dengan kondisi negerinya

Ditulis dalam Energi.

12 Tanggapan ke “Ternyata masih banyak pembangkit listrik tenaga fosil?”

  1. Adek Berkata:

    disuatu hari nanti, giliran fosil kita2 ini yang dijadikan sumber energi oleh generasi jauh jauh dimasa depan.. hehehe

  2. dimasu Berkata:

    Sudah saatnya memanfaatkan energi alam.. potensi terbesarnya energi angin. bukankah Indonesia negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia.. sayang, investasinya masih jauh lebih besar daripada harga minyak atau batubara…

  3. doni Berkata:

    sudah waktunya pake batubara

  4. B@crie, T@noKo, H@rkoN0 Berkata:

    @anjar: justru solar dan gas menjadi andalan utama.
    @doni: kalo batubara, lebih banyak polusinya dibandingkan dengan solar atau gas

  5. papabonbon Berkata:

    @ anjar, justru trennya bikin yg batubara karena stock kita bisa dipakai sampai 100 tahun. juga gas potensinya besar. sayang shell dan emerada hess justru menutup galiannya di jatim. tanya kenapa ?

    yg potensial sebenarnya air dan sinar matahari, cuman investnya super mahal dan ROI nya lama sekali.

  6. Monyonk Berkata:

    Klo IndOnesia si ketergantungan banget sama bahan bakar fosil…. hampir semua pembangkit masih mengandalkan fosil sebagai bahan bakarnya. malah PLN mencanangkan pembangunan 10000MW PLTU yang bahan bakarnya batu bara…. Energi terbarukan kecuali PLTA masih jauuuhhh….
    tar klo Sumber Fosil dah abis indonesia gimana ya…???
    Malam Gelap Gulita…..

  7. Rizki Afta Berkata:

    PLTA hanya backup ketika peak load terjadi karena startup yang cepat dibandingkan PLTU/PLTG/PLTP/PLTGU.

    Harusnya yang digalakkan saat ini adalah PLTP (panas bumi), hanya investor belum ada jaminan karena UU yang belum jelas.

  8. orang_gembel_Iseng Berkata:

    pada ngomong sih gampang mas….

  9. Tristan Prahastyawan Berkata:

    Tenaga angin : angin di Indonesia kurang kencang
    Tenaga air : air sungai cenderung surut (hutan bergundulan)
    Tenaga panas bumi : insentif pemerintah kurang dan harga beli PLN tidak membuat investor kepincut (biaya eksplorasi tinggi)
    Tenaga Biodisel : minyaknya buat gorengan. Kalau jarak (jatropha) produksi kecil dan buah tidak mateng serentak-> sangat sarat tenaga.

  10. kunderemp Berkata:

    Lho…
    PLTU-PLTU itu? kan banyak, nJar..

  11. teguhfitriono Berkata:

    Ada lagi satu nih mas..
    pembangkit listrik menggunakan tenaga methan..
    kalo liat di acaranya green minute nya metro tv, di Inggris banyak petani dan peternak sapi menggunakan kotoran sapinya untuk pembangkit listrik..
    bagaiman dengan kita??.. di negara kita kan juga banyak peternak sapi tuh… :)

  12. hendra Berkata:

    PLTA / listrik tenaga air itu kecil daya yang dihasilkan, tidak bisa menyaingi PLTU/PLTG. Solusi yang menarik itu sebetulnya tenaga nuklir karena menghasilkan daya besar, efisien dan bersih. Hanya karena memang lebih beresiko, perlu usaha extra disiplin untuk mengoperasikannya - ini yang meragukan apakah orang Indonesia sanggup.

Tinggalkan Balasan