Tips #1 suami siaga: banyak jalan kaki untuk kelahiran normal

Cerita sedikit, seputar proses melahirkannya Dinda kemarin. Alhamdulilah, Dinda bisa melahirkan dengan normal, kurang dari tiga jam, mulus sesuai dengan prediksi 40 minggu (9 bulan / 10 hari). Tahu rahasianya? perbanyak jalan pagi dan sore. Dinda mulai rutin jalan sejak bulan ke tujuh. Mulai dari durasi 30 menit setiap pagi, kemudian hingga minggu-minggu terakhir dinda bisa lebih dari 2 jam jalan kaki setiap harinya. Bahkan hingga pagi menjelang hari H, Dinda masih sempat jalan kaki.

Jalan kaki sebenarnya sangat simple, tapi masalahnya banyak perempuan ‘malas’ melakukannya. Apalagi kalau harus berangkat pagi-pagi dan pulang larut malam. Disinilah pentingnya peranan suami dalam mendukung kelahiran istri. Di minggu-minggu terakhir, rasanya hampir semua satpam di Pacific Place tahu kebiasaan setiap pagi kami.

Pernah suatu ketika Dinda hampir sakit gara-gara jalan kaki ini, kebetulan cuaca memang agak mendung. Dan sialnya tiba-tiba hujan turun dengan cepatnya. Repot juga, karena ibu hamil tidak boleh minum sembarang obat dan entah mengapa kondisi tubuh Dinda saat hamil memang tidak sebaik biasanya.

Selain jalan kaki di seputaran kantor, Dinda juga jalan kaki di mall -pastinya terkait cuaca juga ya, karena waktu itu curah hujan sedang tinggi-tingginya. Bila harus berjalan-jalan di Mall, maka pilihlah Mall yang tidak ramai. Sebagainya contoh di BSD (Bumi Serpong Damai), track jalan kaki yang bagus adalah di BSD Junction yang relatif lebih sepi dibandingkan di ITC BSD. Sedikit tips tentang jalan kaki:

1. Jalan kaki yang bagus adalah yang kontinyu. 30 menit terus menerus berjalan pastinya lebih baik dari pada 60 menit jalan tapi diselingi berhenti-henti.
2. Bila jalan kaki intensif dimulai pada bulan ke 7, dengan penambahan yang konsisten seharusnya pada minggu-minggu terakhir ibu hamil bisa berjalan lebih dari 2 jam setiap harinya.

Melahirkan normal adalah idaman setiap calon ibu, dan sebagian besar dari mereka mengetahui betul tentang pentingnya berjalan kaki sebagai metode untuk melahirkan normal. Tapi dikarenakan tidak ada teman, malu, ‘males’ atau hal-hal teknis lainnya seringkali aktivitas ini tidak terlaksana.

Dengan dukungan penuh suami pastinya setiap calon ibu di dunia ini sesuai fitrahnya dapat melahirkan dengan normal. Mungkin ada pengalaman lain seputar suami siaga?

Ditulis dalam Kehamilan.

17 Tanggapan ke “Tips #1 suami siaga: banyak jalan kaki untuk kelahiran normal”

  1. papabonbon Berkata:

    akuuu sebeeel banet ama taksi di bekasi. dipanggil dan didatangi pun, tetep gak nongol di rumah. mosok istri mau melahirkan, harus berjibaku 45 menit melawan macetnya bekasi ….

    i hate taksi silvera … :) crushed to you ….

  2. Poppy Berkata:

    Wah ok jg nih tips nya ;)
    Suka jalan kaki di mall nih biar sehat hehehe krn skalian cuci mata, tapi kok ada embel2 harus kontinyu 30 menit terus menerus berjalan ya…mampir2nya kpn? kkkkkk
    Btw congrats ya mas & mba buat kelahiran si dedek :)

  3. bagus Berkata:

    kecepatan jalan /detik nya berapa mas? 2 langkah? 1 langkah?

  4. Fadli Reza Berkata:

    kok jadi inget film Ayat-ayat Cinta ya ? :D

    ceritanya di taman sebuah rumah sakit, Fahri sedang bercengkrama dengan Maria. sedangkan Aisha sedang berjalan kaki, bolak balik.

    Maria : “aisha, kamu lagi ngapain ” (pake bahasa Arab)
    Aisha : ” Ini, lagi jalan kaki. kata ibumu, wanita hamil itu harus banyak jalan loh”

    kena demam aac

  5. mo_cab Berkata:

    setuju….dengan sering berjalan, otot2 yang akan mendukung untuk melahirkan akan menjadi lebih kuat dan elastis. Orang2 jaman dahulu malah mbanyak menyarankan ngepel sambil jongkok.

  6. papabonbon Berkata:

    iya ngepel sambil jongkok juga bagus. arah bayi jadi oke, otot panggul juga terlatih

  7. Landy Berkata:

    Jalan kaki ???? boleh tuh di coba :)

  8. pimbem Berkata:

    wah thanks buat tipsnya, moga bisa berguna kelak buatku dan calon ibu-calon ibu lainnya..

  9. Indonesia Today Berkata:

    Ibu-ibu hamil terutama yang baru pertama kali hamil kudu baca ini. TQ Henny

  10. kunderemp Berkata:

    Jalan kaki dan latihan nafas panjang.

    Terus saat hamil tujuh bulan, sering ngepel, biar bayinya nggak sungsang (Ari muter terus dulu saat masih bayi).
    Tip ini biasanya ditaati saat hamil pertama, karena belum sibuk, belum ada anak yang diperhatikan, dan masih semangat-semangatnya.

    Anak kedua? Hamil tujuh bulan, saya masih ngajar seharian tiga hari berturut-turut. Jadi cuti memang harus dimanfaatkan, kalau nggak begitu bisa sibuk ngurusi kerjaan terus. Kenyataannya cutinya momong si kakak, yang nggak selalu mau diajak jalan kaki.

  11. edratna Berkata:

    Maaf, lupa belum diganti…..yang diatas komentarku. (kebiasaan jelek nih…)

  12. mo_cab Berkata:

    cuma kalu 3 bulan pertama jgn kebanyakan jalan….kandungannya masih belum kuat. begitu….

  13. nungqee Berkata:

    betull banget, aku bener2 ngrasain manfaatnya.. krasa banget loh… emang agak maksa sih, capek banget, apalagi hamil tua biasanya perut udah ke depan banget, membuat pinggang terasa berat.. trus biasanya kalo abis jalan malam harinya kaki akan terasa cenut2 dan pegel2.. tapi yakin deh worth it banget, laerannya ga krasa, kayak mimpi, cepet banget :)

    thanx to dukungan suami siaga :)

  14. mo_cab Berkata:

    Pengalaman nungguin kelahiran anak pertama, campur aduk.

    1,5th yl Saat siang2 itu sy lagi survei site di daerah tanggerang, dpt telp kl bini dah mulai pendarahan dan sdg OTW ke RS. Kebetulan, dia juga masih kerja waktu itu dan sedang dinas luar kantor.

    So, serasa sembalap kupacu kencang mobil menuju bandung. Jam 4an langsung nengok ke ruang pasien, ternyata masih bukaan 1. sekitra jam 8 ato jam 9 diperintahkan untuk masuk ruang bersalin, beruntung suami diijinkan masuk. Jam 2 pagi saat2 paling menegangkan sewaktu makhluk mungil perlahan2 keluar ke dunia. Lega campur kaget kok anakku warnanya putih semua? ternyata he he…
    Langsung saja dokter mengijinkanku untuk mengAdzaninya.

    Aneh sekali rasanya, skrg makhluk kecil itu sudah bisa berlari2 dan selalu menyambutku di depan pintu rumah saat aku pulang dari jkt…..sudah bisa merengek2 minta jajan, udah belajar makan sendiri dan genjot sepeda roda tiganya sendiri…ha ha ha…. :`)

  15. cinta Berkata:

    duh selamat ya bisa melahirkan normal ….
    jadi inget pengalaman melahirkan….dah rajin jalan kaki dan udah rajin senam hamil…
    tp ttp aja melahirkan caecar gara2 ketuban pecah dini, drpd nunggu pembukaan yg gak maju2 (selama 6jam cuma 1-2) pdhl wkt itu volume air ketuban dah dibawah normal dan bisa menyebabkan babynya keracunan air ketuban akhirnya diikhaskan juga lahir caecar….
    dan allhamdulillah anakku ampe skrg 19bln sehat2 selalu…

    pesan sponsor :
    jangan lupa ASI ekslusif 6bulan ya….
    dan lebih baik lagi jika bisa ngasih ASI ampe 2th

  16. Pentingnya Dukungan Suami SIAGA (part1) « little notes about my life Berkata:

    [...] Posted by nungqee under kehamilan   Tulisan tentang suami siaga dari sisi suami ada di Tips Suami Siaga Part#1, Part#2, Part#3, Part#4. Disini saya cuman pengen sharing mengenai manfaat dukungan suami siaga [...]

  17. MamaDinda » Blog Archive » Pentingnya Dukungan Suami SIAGA (part1) Berkata:

    [...] tentang suami siaga dari sisi suami ada di Tips Suami Siaga Part#1, Part#2, Part#3, Part#4. Disini saya cuman pengen sharing mengenai manfaat dukungan suami siaga [...]

Tinggalkan Balasan