Bahan Bakar Nabati
April 30, 2008 — priandoyo“Jar, kira-kira prospek BBN ke depan bagaimana ya?”
“Bakrie Brothers maksudnya?”
“Bukan, Bahan Bakar Nabati, aku sekarang joint di Bioethanol Plant.
Bahan bakunya dari Singkong atau Molases, sekarang masih comissioning belum produksi, kira-kira arahnya ke Bioenergy lah”
“Hmm, kurang tahu juga ya kalau Bioethanol, tapi kalau CPO lagi bagus-bagusnya kan”
“Emang kapan mau operasi?”
“Targetnya sih akhir tahun ini sudah produksi tapi belum fuel grade, jadi masih nunggu juga”
Biofuel is seen as a substitute product and it will strengthen the country’s energy security. We have plenty of arable land, also good for palm oil. There is no need for deforestation
Reuters: Indonesia’s Medco eyes cassava in new ethanol plant













April 30, 2008 at 2:12 am
Sebenarnya kita bisa lebih kaya dari negara teluk, mereka punya minyak tapi ga punya potensi Biofuel.
Mungkin suatu saat rakyat Indonesia ga usah antri minyak lagi kalo mau masak cukup aja peras biji jarak di pekarangan belakang.
Tapi kayaknya sekarang masih jauh, Industri BBN yang dulu di gembar-gembor sekarang kabarnya cuma tinggal tiga aja,,
Indonesia sepertinya harus cari sumber energi alternatif lain neh seperti Bahan Bakar Energi Do’a mungkin,,
April 30, 2008 at 2:55 am
What good is a biofuel when there’s so many indonesian people die from hunger? And if we learned anything from US biofuel where they keep burning food until the food prices soar, is not to produce cheaper biofuel because it would be profitable. Profit equals greedy. And greedy equal starvation for everyone else.
April 30, 2008 at 5:11 am
katanya dengan booming nya biofuel ini, harga pangan di dunia jadi naek, dan di beberapa negara terjadi krisis pangan.
April 30, 2008 at 7:21 am
Rasanya proses biofuel sekarang belum sebanding dengan efek yang diakibatkannya (krisis pangan)
Energi rasanya kebutuhan manusia modern (benar, kita tidak jalan tanpa mobil, listrik, dan ikon hidup modern lainnya sekarang) tetapi pangan masalah sangat mendasar.
Krisis energi, manusia menengah keatas akan sangat merasa dampaknya, tapi tidak begitu banyak bagi masyarakat kelas bawah. Tapi krisis pangan, berakibat wabah busung lapar dan masalah tragis lainnya yang seharusnya lebih prioritas.
April 30, 2008 at 8:44 am
wah prospek yang bagus nich buat petani singkong…ntar petani jadi raja minyak donk…amin
April 30, 2008 at 9:50 am
Indonesia punya kesempatan besar dalam mulai maraknya penggunaan biofuel, dilihat dari penguasaan pasar, indonesia mulai menggeser malaysia dalam produksi CPO; namun kenaikan komoditas pertanian memicu inflasi yang buruk bagi ekonomi indonesia, apabila pemerintah bisa menjaga keseimbangan kontradiksi ini akan sangat membantu peningkatan perekonomian indonesia
Mei 3, 2008 at 7:09 am
Biofuel adalah slah satu alternatif buat sustainable enrgy. Tapi masih banyak sebenernya yang bisa diolah buat sumber energi baru tanpa mengorbankan aspek lain sperti pangan. Contohnya energi surya atau angin, cuma emang Indonesia tertinggal jauh di segi teknologi dan investasinya. Makanya kita dukung dunia ilmu pengetahuan kita supaya bisa sejajar dengan negara lain.
Mei 5, 2008 at 3:43 am
ada yang bilang kalau masih belum reliable, untuk memenuhi konsumsi BBM, perlu begitu banyak lahan untuk menanam bahan baku BBN, dan kemungkinan adalah melakukan pembabatan hutan, atau kalau tidak ya menyuburkan tanah tandus untuk menanam singkong, kelapa sawit atau jarak.
energi untuk mengolah pun masih memakai bahan bakar minyak..
Sementara, BBN yang ramah lingkungan dan murah masih menjadi impian, dan banyak pihak yang sudah mencoba merealisasikan,
may the dream come true.. :smile:
Mei 5, 2008 at 7:42 am
Kalau nonton film 11th hour, sepertinya solusi biofuel gak bisa 100% berhasil. Karena sifat serakah manusia, yang tidak pernah merasa puas, maka suatu saat nanti tanaman-tanaman yang menjadi bahan baku bahan bakar nabati (BBN) tadi akan terasa kurang juga. Bayangkan jika pemakai BBN semakin banyak, maka butuh berapa juta hektar tanaman jarak (atau tanaman lainnya) untuk memenuhi kebutuhan kita?
Bahan bakar alternatif idealnya renewable, mudah diambil dan diolah, serta sustainable (bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama). BBN mungkin memenuhi syarat ideal renewable, mudah diambil dan diolah. Tapi apakah kedepannya akan sustainable? Ini yang perlu dipertanyakan.
Selain mengupayakan bahan bakar alternatif, sangat baik jika diimbangi dengan edukasi tentang cara-cara menghemat pemakaian energi. Manusia (kita semua) perlu mengubah gaya hidup agar selaras dengan alam, bukan menjarah alam seperti yang selama ini kita lakukan.
Mei 6, 2008 at 4:38 am
saya pernah membaca disatu situs yang menyebutkan untuk membuat ethanol 1 liter dibutuhkan sekitar 2 liter minyak bumi. itu belum menghitung bahan pangan yang dipakai sebagai bahan baku. kalau beneran begitu, gak efektif juga.
Mei 7, 2008 at 11:22 am
kalo buat dalem negeri sih aku rasa gak masalah. tapi kalo buat diekspor … hmmm kayaknya rugi banget bro… soalnya hasil ekspornya gak sebanding dengan bahan bakunya… sebenarnya ini akal-akalan negara maju biar minyak (yang murah) bisa dicomot semua sama mereka