Cuti

Hari ini saya mengambil cuti, maka terhitung kamis hingga minggu ini saya dirumah. Cukup panjang, karena kebetulan Bu Dhe yang biasa membantu kami merawat Azkia harus pulang ke Malang karena ada keperluan penting. Jadinya, hanya saya dan dinda serta Mba Jum yang ada dirumah. Dan praktis ini adalah pengalaman pertama saya mengawasi Azkia dari jam ke jam secara terus menerus.

Pengalaman mengawasi terus menerus ini ternyata sangat berbeda dibandingkan hanya mendengarkan ‘laporan’ dari Dinda atau dari Bu Dhe. Mulanya karena seharian dikantor, pulang ke rumah saya hanya menanyakan permasalahan tentang Azkia dan jawabannya “oh ga rewel kok, atau oh agak rewel tapi gpp”. Tapi ternyata setelah menjalaninya sendiri, rasa-rasanya badan capek betul.

Menjadi orang tua mungkin berat, tapi menjadi ibu pastinya jauh lebih berat lagi. Love you nda.

Posted in My Life.

8 Responses to “Cuti”

  1. krida Says:

    assalamuallaikum pertamax….
    ibu memang kasih sayangnya sepanjang masa mas…

  2. Bambang Purnomo Says:

    Wah

    Enak ya dah punya istri dan momongan

    kapan aku nyusul ya

    hehe

    salam
    bambang

  3. Mozes H. Baottong Says:

    Hai kawan …

    Selamat yah sudah punya momongan …

    Smoga menjadi anak yang sukses lebih dari Bapake ..

    salam dari Holland,

  4. atakeo Says:

    Anak sukses dan solehlah satu-satunya hiburan atas semua lelah latihnya mama. Salam

  5. hanggadamai Says:

    wah libuiran ya mas…

  6. Aprina Says:

    katanya nih…keluarga dalah tempat yang paling nyaman di dunia ini.
    selamat ya mas…

  7. fertob Says:

    Menjadi Bapak juga berat, Njar. Apalagi bapak rumah tangga…. :)

  8. hatewong Says:

    kalo diliat dari tulisannya, kayaknya kapok nech cuti.. hehehe..

    Salam kenal bro..

Leave a Reply