Mas, anak kita jadi dua

SMS Dinda siang itu mengejutkan saya. Ternyata Bu Dhe yang beberapa hari ini pulang ke Malang, datang kembali ke Jakarta membawa cucunya. Usianya baru 4 tahun, Ayahnya menjadi TKI di Malaysia dan Ibunya kurang mampu merawat si anak. Akhirnya Bu Dhe berinisiatif untuk membawa cucunya kesini, tanpa pemberitahuan sebelumnya baik kepada kami ataupun mertua di Malang.

Mulanya kami keberatan, karena mengurus satu anak saja sudah sangat repot, kalau harus ditambah satu anak lagi rasanya kami akan betul-betul kewalahan. Tapi, karena tidak ada pilihan lain, apalagi Bu Dhe memang di plot untuk merawat Azkia hingga dia besar, maka satu-satunya pilihan adalah kami harus belajar menjadi orang tua bagi dua anak sekaligus.

Posted in My Life.

28 Responses to “Mas, anak kita jadi dua”

  1. atakeo Says:

    Saya masih ingat mama saya merawat kami anak-anaknya. Keponakan bapa ikut kami satu dan tambah dua anak yatim, yang tidak berhubungan keluarga. Kekerabatan dengan dua anak yatim ini hanya karena kakek saya berbaik hati mengurus perkawinan adat dan mas kawinnya ditanggung kakek saya yang selalu mau bantu dan berbelas kasihan. Tiga orang memperbesar jumlah isi rumah menjadi 8 anak.
    Satu yang saya tahu, tak ada keluh di wajah mama. Dan kalau makan semua nasi dibagi ke piring masing-masing secara adil.
    Selamat mas.

  2. dragz Says:

    iklas aja mas (dan sabar).. Insya Allah balasannya besar :)

  3. papabonbon Says:

    caranya budhe adalah an offer that she/he can’t refused. gak usah bilang, langsung bawa saja.

    sebenarnya masih bisa dirembug sih, njar. dan sebaiknya dalam waktu dekat. karena gak enak kalau waktunya malah mulur lebih panjang. bisa runyam.

    tapi kalau anjar dan nurul tidak keberatan sih, yah oke oke ajah. tapi kudu ikhlas dan benar benar berbesar hati, karena konsekuensinya besar.

    inget bang jetro. teman di kantor lama. ambil anak orang itu tanggung jawabnya berat. kalau dia sampai tidak jadi orang ketika besar, dan jadi orang yang perilakunya buruk, tidak tahu balas budi, yang tercoreng adalah muka seluruh keluarga besar.

    baca baca juga blognya eyiq di http://www.menhariq.multiply.com. ketika saudara asuhnya, dua orang, sedih nasibnya, karena gagal jadi orang yang mengambil hidup dengan jalan lurus.

  4. Icho Says:

    Bener njar, harus semuanya harus iklas, kalo emang dirasa memberatkan kalian berdua, ya terus terang aja.
    Berat tanggung jawabnya lho..
    Tapi aku percaya koq anjar dan istri bisa mengatasi ini semua
    Selamat ya Njar

  5. hatewong Says:

    Hmm.. kayaknya kalo emang keadaannya begitu, kita memang kudu ngerawat bos, bagaimanapun juga kan masih ada pertalian darah… kalo ngejalanin dengan sukarela terasa enteng kok…

  6. zizaw Says:

    seneng donk tambah anak lagi…

  7. Wahyu Reza Prahara Says:

    seharusnya jangan dijadikan beban..
    anggap aja anak sendiri

    karena balasan jasa anak angkat itu kadang lebih baik dari anak kandung kita..
    :) filosofinya ya…ngerti kan?

  8. yanti Says:

    Hmm Allah memberikan… sesuatu pasti ada maksudnya… Insya Allah barakah…

    Makasi ya…boleh nulis disini…
    Klik balik ya….

  9. Isal Says:

    Iya njar nt bdua sedang diuji sbnarnya. Aku doakan mg bocah td bs jadi bodyguardnya azkia

  10. alid abdul Says:

    *idem sama yang laen*
    Ikhlas

  11. erwinbaja Says:

    Mas, kata orang anak itu bawa rejeki masing-masing. Saya yakin kalo Mas Andjar dan istri secara ikhlas memang mau menolong dan merawat anak ini sampai besar, Yang Maha Kuasa pasti membalaskan dengan berkat yang berlimpah-limpah :-)

  12. akmalhasan Says:

    Kalo boleh saran, Mestinya budhe memberi tahu rencana tsb sebelumnya. Jadi mas/mbak bisa mempertimbangkan dan mempersiapkan segala sesuatunya. Keberatan pasti muncul karena dititipi anak itu beda dengan dititipi barang. Belom lagi masalah ekonomi, pendidikan, dll. nantinya.
    Tapi kalo sudut pandangnya bahwa anak kandung kita pun adalah titipanNya mudah2an bisa lebih berlapang dada dan berusaha merawat anak tsb. sebaik2nya.

    Mohon maaf bila khilaf, salam…

  13. haikal Says:

    Tiap anak kan udah dijamin rejekinya masing-masing mas..
    Jadi klo dirumah ada dua anak.. rejeki yg lewat mas anjar kan volumenya jadi berlipat juga.. he he he..
    *komentar doang*

  14. papabonbon Says:

    http://menhariq.multiply.com/journal/item/413/Pencuri_itu_ternyata_anak_asuh_ibuku

    gimana, sudah diskusi dengan bapak ibu di cirebon dan bapak ibu mertua di malang … ?

  15. sutomo Asngadi Says:

    Alhamdulillah mas anjar mendapat amanah yang sangat luar biasa.

  16. wawan Says:

    tanggung jawabnya besar banget njar, tapi balasannya juga tak terhingga :D

  17. Ali Basuki Rochmad Says:

    Bismillah. Diniatkan ibadah dan membantu, Mas. Kelihatannya sang bude tahu kemampuan dan kemuliaan hati Mas Anjar dan Mbak.

  18. edratna Says:

    Anjar,
    Sebetulnya tinggal keikhlasan kalian berdua…tapi masalahnya harus disikapi sejak awal, karena tanggung jawab sangat berat, jangan sampai nantinya menyesal.

    Mengasuh anak tak sekedar berbagi makanan dan pakaian, tapi juga harus memberikan perhatian penuh. Bisakah? Kalau zaman dulu, hal seperti ini biasa, karena memang stresnya tak tinggi…ayah ibu terbiasa diikuti orang lain, jadi walau saya hanya tiga bersaudara, tapi rumah selalu ramai dengan kerabat lain. Masalah makanan dan pakaian tak seberapa, tapi banyak hal lain yang harus dipikirkan.

  19. thevemo™ Says:

    Amal dan ibadah maz..lagian masih sudara sendiri ya maz?

  20. wanagiri Says:

    yang tabah mas, toh masih sodara juga kan! kalo bukan anda siapa lagi yang bisa bantu ya ngak??

  21. fau Says:

    mungkin dibicarakan dulu beberapa terms yang penting, misalnya:
    - berapa lama anak itu akan ikut kalian? (selamanya? temporer sampe bapaknya pulang atau ibunya minta lagi?)
    - statusnya sebagai apa? (anak angkat, adopsi, sekedar numpang temporer, dsb)
    - bagaimana dengan tanggapan orang tua anak itu sendiri? (jangan2 bapaknya ngga ihlas, atau suatu ketika diminta balik sama ortunya, dsb).
    Setelah itu baru diputuskan harus bagaimana..

  22. fikriana Says:

    IKHLAS ya mas Anjar. InsyaAllah anak tersebuat akan membawa berkah buat keluarga mas. Amien

  23. MAW Says:

    Yang ikhlas, Njar. Insya’ Allah menjadi berkah dan jangan takut akan miskin. Allah akan melipatgandakan rejekimu. Percayalah. Tak pernah habis harta orang yang selalu bersedekah dan memelihara kerabat. Sebaliknya, orang yang tidak pernah bersedekah justru secara misterius hartanya habis dan tak jarang berbalik menjadi raja hutang.

  24. n0vri Says:

    Tenang Bro, Insya Allah anak itu akan membatu kamu menemukan jalan bagi rizki yang banyak, sehingga mudah buat kamu membantunya…

  25. Sebagian besar oleh orang terdekat « Anjar Priandoyo Says:

    [...] Mas, anak kita jadi dua [...]

  26. Koko Says:

    Ya ambil positifnya aja…kalau anaknya nanti jadi besar dan jadi penulis buku, di halaman pertama nanti ada tulisan..

    Buku ini saya persembahkan buat Anjar yang rela merawat saya sejak kecil..gimana enggak bangga coba..

  27. daus Says:

    Semua harus dijalani dengan ikhlas & Sabar Mas itu kuncinya

    Jangan dengarkan pikiran2 yg negatif seperti papabonbon, berpikirlah yg positif yakin kan dengan Allah, ingat firman Allah jika engkau bersyukur akan nikmat-KU akan AKU tambahkan tetapi jika engkau kufur dengan nikmat-KU ingatlah azab-KU sangat pedih.

    Saya kira ini ujian kehidupan buat mas anjar & sekeluarga yang sesungguhnya apakah sabar & ikhlas menghadapi ujian Allah karena rizki mas kan sudah lebih dari kecukupan, apakah dengan Allah titipkan anak asuh, apakah mas anjar & keluarga bersyukur apa tidak atas rizki yg telah Allah karuniakan? jika mas anjar & keluarga ikhlas & sabar menerimanya insyaallah nikmat yg Allah berikan akan semakin besar amin.

    Kakek & Ayah saya juga mengasuh & mengekolahkan saudara kandurg, saudara ipar bahkan saudara jauh dan Alhamdulilah kami hidup berkecukupan tanpa kekurangan apapun dan bisa sekolah sampai jenjang Sarjana tanpa pusing2 memikirkan biaya dll, saya kira itu merupakan nikmat yg Allah berikan karena amal2 yg mereka lakukan tsb

    Salam

  28. Caca Says:

    Tenang aja, dulu Papa-Mama saya punya 5 anak + 2 anak angkat = 7 orang denga usia cuman beda 1-2 tahun aja. Buktinya sukses semua tanpa tendeng aling-aling. Kuncinya konsisten, sabar dan selalu mensyukuri apa yang ada.

    Tapi kalai suruh praktek juga gak mau….punya anak 1 plus 1 baby sister + 1 mbak asisten….masih repot kok..he-he. Selamat menikmati Mas Anjar & Mbak Dinda

Leave a Reply