Sifat itu genetik dan pemimpin itu dilahirkan
Setuju? kalau melihat Azkia kurang lebih seperti itu sih. Dari pertama di cetak sudah ada karakter, sifat, kepribadian yang rasa-rasanya genetik, dari sananya. Dan rasa-rasanya kalau mengharapkan (mendidik) seseorang untuk memiliki sifat yang sama dengan sifat kita tidaklah mungkin bukan.
Kalau melihat dalam satu keluarga yang sama metode pendidikannya, tapi ada anak yang sukses dan ada yang tidak. Berarti bukan karena sistem pendidikannya kan? berarti memang sifat dari anaknya.
Tapi kalau semuanya itu faktor genetik. Berarti budaya korupsi di negeri kita juga faktor genetik. Repot.


Budaya korupsi faktor genetik?
Ndak sepakat .. korupsi itu kan tabiat sebagian dari .. bukan keseluruhan orang Indonesia.. dan itu pun tergantung lingkungannya kan.. klo genetik, berarti ndak perlu KPK dong .. yg perlu pemberantasan gen koruptor :P
haikal
Mei 13, 2008 at 3:19 am
suka makan makan gratisan genetik juga bukan yah ? :)
papabonbon
Mei 13, 2008 at 3:30 am
Yang membentuk karakter seseorang itu tidak hanya sistem pendidikan atau keluarga. Bisa juga dari pergaulan sehari-hari, TV, internet, dll. Seorang anak yang menghabiskan waktu 80 % untuk keluarga dan 20% untuk lainnya (pergaulan+TV+internet), bisa saja karakter yang terbentuk adalah hasil dari yang 20% tadi, bukan dari yang 80%. Bisa jadi karna memang dari sononya (genetik).
D3D7
Mei 13, 2008 at 3:38 am
Nature dan Nurture itu bergabung dalam kepribadian seseorang. Mencari mana yang paling berperan sama susahnya dengan mencari mana yang duluan, telur atau ayam… :)
goldfriend
Mei 13, 2008 at 3:40 am
there’s no gene for human spirit – Gattaca…
banyak orang yang sukses meski genetika tidak mendukung dia. yang penting dorongan dari dalam dia untuk berhasil..
Koko
Mei 13, 2008 at 6:21 am
hehe.. pembaca baru nih mas.. menarik2 yah tulisan2nya.. klo menurutku sih.. gen berperan penting sih dalam melahirkan pemimpin. Klo anak berkembang di lingkungan yg normal, maka dari kecil mestinya mank ud keliatan sifat2nya saat gede nanti. Lain cerita klo anaknya berkembang di lingkungan yg ga biasanya (misalnya kecilnya mengalami masalah perceraian ortu, pelecehan seksual, etc.. Ato yg lebi ekstrim kasusnya Fritzl di Austria yg anaknya hidup belasan tahun di basement.. Argh.. nightmare). Tapi, ga berarti sifat seseorang hanya ditentukan gen. Lingkungan, interaksi dengan orang laen, serta pembelajaran bisa mengubah karakter dan sifat seseorang ^^
Vi
Mei 15, 2008 at 3:23 pm
sampean kadang suka sombong ya…
mo bilang diri sendiri berbakat pemimpin aja bawa2 anak
nggak brani langsung? sampean nganti pake rok aja dahhh
pendapat jujur nih… kalo tersinggung ya rasain huahahahahahahahahaha
dodol
Mei 16, 2008 at 8:49 am
Kalau korupsi itu bukan keturunan, tapi lebih banyak dikarenakan karena contoh, mungkin keluarganya baik-baik, tapi kok bisa jadi koruptor, mungkin dari lingkungan tempat bekerja.
IMMANUEL
Mei 17, 2008 at 11:06 pm
takdir
fauzan :b
Mei 18, 2008 at 7:46 am
pemimpin itu dilahirkan? Hmm..kurang setuju mas, klo menurut saya karakter dan sifat pemimpin itu adalah hasil dari pembelajaran dan pengalaman, bukan karena dari lahir udah bawa sifat pemimpin, klo dilogika bayi manapun juga kalau lahir ya sama semua kan? sama-sama telanjang dan sama-sama menangis. Jadi intinya, setiap dan semua orang berhak dan mampu menjadi pemimpin, hanya masalahnya mau atau tidak? :)
asalbaca
Mei 22, 2008 at 7:01 am
manusia di lahirkan dengan banyak karakter, ada yang cerdas secara IQ, ada yang terlahir dan di beri sifat dermarwan, jujur,lemah lembut ada juga yang terlahir dengan tubuh yang kuat trust kulit yang putih, ganteng, cakep dll dan memang semua itu adalah anugrah yang telah di berikan sejak lahir,.. namun semua manusia itu di berikan kelebihan sendiri-sendiri dan Allah maha adil, dan tidak ada yang di rugikan dalam penciptaanya,kalau memang kita terlahir denga karakter kurang pinter ya harus beljar agar menjadi lebih pinter, trus kalau kita terlahir dengan karakter pelit ya harus belajar untuk menjadi orang dermawan, dan menurut aku seorang pemimpin memang dari Yang diatas dah lahir dengan karakter kepemimpinan dan juga bisa terlahir karena belajar.
krida
Mei 22, 2008 at 10:29 am
[...] 2008 in Article, Odissey of the MindTags: around us, behavior Found and interesting posting by Anjar which also one of my point of interest, it is about how behavior and leaders related to [...]
On Genetics to Behavior « MyWeathertop Project
Mei 26, 2008 at 3:27 pm
Dikeluarga besar Papaku juga ada yang super jenius…ponakannya sekarang ambil S3 di jepang di umur 23 tahun…Tapi herannya gak semua….
Papaku sendiri juga lumayan jenius, S3nya dirusia, sma cuman 2 tahun dan kuliahnya IP 4…punya anak 5 tapi yang unggulan cuman jadi satu…itupun gak luar biasa..cuman cum laude aja ….yang lainnya pokoknya katur wae…
Jadi gak mesti semua karena gen…ada sesuatu yang sudah ditulis di kitab yang nyata sama Yang Maha Pencipta
Caca
Mei 27, 2008 at 12:16 am
Kalau melihat dalam satu keluarga yang sama metode pendidikannya, tapi ada anak yang sukses dan ada yang tidak. Berarti bukan karena sistem pendidikannya kan? berarti memang sifat dari anaknya.
Memangnya anak2 cuman dididik di rumah saja?
subair
Juni 8, 2008 at 2:01 pm
Kalo genetic australia gak mungkin di nobatkan sebagai the top 10 negara paling perduli akan kesejahteraan penduduknya….Lah wong tanah itu dipakai untuk ngebuang penjahat sama inggris….Kebayang donk isinya penjahat semua itu tanah,…
Zhar Aditya
Juli 14, 2008 at 2:02 am
Menurut saya pemimpin itu lahir dari seorang ibu, bukan dari telor. Dan kepemimpinan itu seperti talenta, sebenernya ada di setiap orang hanya besarnya berbeda-beda. Orang yang bisa mengembangkannya dan gigih ya dia yang khan jadi pemimpin yang sejati.
Susu kambing
Februari 18, 2009 at 3:12 am
bah.. natural born-leader?
berlebihan…
pemimpin itu hasil dari suatu proses, effort, perjalanan hidupnya, bukan dari bahan mentah. kan lahir kita sama2 telanjang, kecuali nabi. jenderal yang hebat itu lahir dari pertempuran yang dahsyat… (ceileeehh), bukan dari genetik.. bukan dari anak jenderal sebelumnya…
emang kaya politik ‘klan’ di negara kita, bapaknya dulu pernah mimpin sekarang pengen mimpin, besoknya anaknya disiapin jadi pemimpin, cucunya, terus aje..^^ keraton tuh namanya
kalo sehari-hari liat ada yg suka ngatur ini ngatur itu, jangan disalahkanartikan leadership ama banci tampil ya.. ^^
joko
Februari 18, 2009 at 4:15 am
anak sukses atau tidak menurut saya banyak faktor dari bapaknya, anak itu kan ditempa mental nya mulai dari saat masih kecil, dan figur seorang bapak sangat penting disini. masalahnya jaman sekarang kita menghadapi era fatherless dimana seorang anak memiliki bapak namun bapaknya tidak menjalankan tugas sebagaimana seharusnya dijalankan seorang bapak yang baik. buah tidak jatuh jauh dari pohon nya, like father like son…ini istilah bukannya mitos tau cerita omong kosong belaka..
sekarang begini, bapaknya straight dalam prinsip, anti korupsi, sukses dalam hidup..nah si anak akan meniru. tapi kalau ditambah si bapak ringan tangan, diktaktor, si anak jadi takut, dan semua poin plus bisa jadi terabaikan..
intinya jadi seorang bapak itu tidak gampang,
seorang guru memberikan contoh, agar kita melakukan hal yang sama.
seorang bapak yang baik memberikan hidupnya, dengan harapan agar kelak si anak bisa menjadi lebih hebat lagi dari bapaknya. ini bicara mengenai komitmen, dan ini harus 100%.
mad cat
Maret 29, 2009 at 5:53 pm