Shell Indonesia
Anjar: Tadinya posting ini ingin saya pasang di priandoyo.com, tapi karena web-nya ga jadi-jadi akhirnya saya pindahkan kesini saja.
Saat ini saya bekerja di perusahaan tambang di daerah Kalimantan dengan sistem kerja 2 bulan on dan 2 minggu off. Waktu off saya gunakan pulang ke Surabaya untuk bertemu dengan istri dan keluarga. Dengan sistem yang seperti itu saya merasa ada yang tidak balance antara work dan life saya. Berangkat dari hal tersebut saya coba apply ke SHELL (kebetulan Shell lagi buka lowongan untuk posisi di Surabaya) dan saat ini saya sudah bisa dipastikan diterima, cuman yang menjadi pertimbangan saya adalah:
1. Status yang ditawarkan adalah Contract Job
2. Gaji yang ditawarkan adalah kurang lebih separuh dari yang saya terima sekarang
Mungkin ada yang bisa ngasih gambaran ke saya tentang prospek Shell kedepan?
komentar:
Shell adalah perusahaan minyak integrasi (upstream dan downstream) terbesar di Indonesia. Shell adalah satu-satunya perusahaan selain Pertamina yang memiliki integrasi terlengkap dari explorasi, pemasaran, pom bensin hingga pelumas untuk end user ataupun industri. Mungkin ada pendapat lain?


Sama seperti di perusahaan minyak lain (selain Shell) status untuk menjadi permanent tergolong sulit. Sepertinya hal ini sudah sangat lazim di perusahaan minyak.
Sekedar sharing saja, teman saya bekerja di bagian IT perusahaan minyak swasta ternama, sudah hampir 3 tahun ini belum mendapatkan status permanen.
Tapi bedanya, kesedihan seperti itu semua tertutupi dengan salary yang di dapatkan kok :)
Mengenai prospek Shell di Indonesia kedepannya akan gimana, mungkin menurut saya itu sangat tergantung dengan kondisi ekonomi di masa yang akan datang. Sedikit pendapat pribadi nih, kenaikan harga BBM sekarang ini bukan karena kebutuhan dunia yang melonjak, melainkan terdorong akibat jatuhnya nilai mata uang Dollar. Mungkin kalau harga minyak luar negeri seperti Shell, dan Petronas sudah sama dengan harga minyak di pom Pertamina, orang akan banyak membeli. Alasannya adalah service yang diberikan perusahaan asing tersebut saya kira lebih baik dari service perusahaan bangsa kita sendiri !
br4inmatic
Mei 19, 2008 at 10:39 am
pama persada ya … :)
papabonbon
Mei 19, 2008 at 11:21 am
memang biasanya engineer di migas itu kontrak. tapi umumnya yang kontrak itu justru lebih terhormat daripada yang permanen. lebih profesional gitu. atau hanya perasaan saya saja ya. haha..
berat juga di tambang. 2 bulan on 2 bulan off sih stress juga..
dimasu
Mei 20, 2008 at 9:28 am
Dear Mas Anjar yang baik ,
Kalau menurut saya selama kita masih karyawan selalu tidak ada kepuasan, mungkin kalau tipe mas Anjar yang bekerja di bidang Migas bergaji diatas rata2 orang kantoran di Jakarta , tetapi tetap saja selalu ada harga yang harus dibayar , bisa homesick , kurang dekat sama keluarga dll . mungkin saya ada sedikit saran , mulailah untuk punya usaha sendiri ,biar bagaimanapun nasib kita harus ditentukan oleh kita sendiri , mulai usaha sejak kita masih karyawan , jadi kumpulkan modal yang banyak pilih tipe usaha yang sesuai Hobi , jika sudah menghasilkan saatnya menentukan pilihan untuk total di usaha tersebut …………seorang pekerja selalu dibatasi oleh kehendak owner , seorang usahawan menentukan nasibnya sendiri dan ada kemungkinan menjadi Owner……. Life is freedom…..
http://www.bertindak.wordpress.com
Andri Sofwan
Mei 21, 2008 at 5:02 am
Mas anjar…lam kenal yooo..
wah nek aku mending nek Shell wae..
cedak omah…trus masalah gaji yo gak papa lah…
nek tak ganteni sik nek Balik papan pie Mas…
kabari aku yoo nek enek lowongan….
aku lagi golek link nek OIL2…tambang2…..
suwun Mas…
wono
Mei 21, 2008 at 6:23 pm
Kebanyakan industri migas yang bergerak di bidang upstream (baca: hilir) mengharuskan field officernya ‘meninggalkan’ gemerlap dunia kota. Kenapa? Karena (almost) sumur-sumur oil n gas di Indonesia berada di tempat yg jauh dari peradaban (desa). Ini salah satu kekurangan yang bakal didapat si karyawan.
Untuk masalah penggajian dsb, untuk karyawannya pasti lumayan gede (relatif terhadap perusahaan lain). Apalagi kenaikan gaji di perusahaan oil n gas (KPS, terlebih multinasional) memang rata-rata cepat. Contohnya saya punya teman karyawan di perusahaan X, masuk SMA tetapi dalam waktu kurang dari 8 tahun (sekarang memasuki tahun ke 9) gajinya yang dulunya cuma 1 jutaan sekarang udah 11 juta. <– contoh salah satu yang sukses, tapi kebanyakan begitu.
Untuk masalah contract job Bang Anjar: beberapa teman saya malah tidak khawatir dengan status contract job, artinya kita bisa berkelana lagi (namun biasanya untuk yang berkeluarga pasti mikir 2 kali). Dan (biasanya) orang2 yang sudah bertualang di banyak perusahaan oil n gas lebih preferred dan kecepatan promosinya bisa dipastikan meningkat. Yakin de (pengalaman teman-teman yg udah lama bertarung dan berkelana di beberapa KPS). Istilah kerennya berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Jika sudah menginjak umur 35 ke atas (saran saya) langsung aja cari perusahaan yg fix.
BTW, selamat atas acceptance nya
Wahyu Reza Prahara
Mei 22, 2008 at 1:43 pm
oya, sekedar menambahkan..
untuk Chevron ada yang sistem 14 14. 2 minggu off 2 minggu kerja. mungkin bisa jadi alternatif
Wahyu Reza Prahara
Mei 22, 2008 at 1:45 pm
Shell itu yang jualan bensin kan..
Teguh Aditya
Mei 26, 2008 at 8:58 am
Dear Mas Anjar.
Memang Sulit untuk memilih Antara Pekerjaan yang di Kalimantan dengan Salary Lebih besar dibandingkan dengan Salary yang diberikan oleh Shell”Contrak lagi”,Tapi kalau boleh saya saran mas Anjar,Lebih Baik Pilih Surabaya saja,karena saya juga bekerja di Perusahaan Telekomunikasi Ternama Di Indonesia sebagai Engineer,dimana pekerjaan yang tanpa mengenal waktu dan sering dilempar dari satu pulau ke pulau lain,sedangkan Istri saya ada Di Surabaya.
Saya juga melamar Di Shell,tapi belum ada panggilan.
Good Luck Mas Anjar
Kurniawan
Mei 28, 2008 at 2:18 am
Mas Anjar tolong ya,
Saya manager pabrikan di surabaya….ada panggilan test di perusahaan O&G di sumatra….kira-kira negonya gimana ya..
Kisaran gajinya di pabrik dan info temen yang udah disana.
Manager Pabrik : 8-12 jt dan Manager O&G : 49-64 jt
Suami sipil eng yang nomaden…anak sdn favorid kls 1 di sby ortu juga….ambil gak ya…
Caca
Mei 28, 2008 at 3:23 am
Assalamu’aikum Wr wb,
Salam kenal Mas andjar,
Kebetulan saya kemaren juga ikutan test di Shell Surabaya. Dan Insya allah ini nunggu Test Kesehatan Ma Offer.
Kira2 Mas Andjar, Start kerja d shell tsb kapan ya..??
Thanks, Atas Info-nya
trilaksono
Mei 28, 2008 at 6:55 am
wah saya bisa ngerasain kebingungan yg mas rasain.saya ikut sedih nih (apalagi pas nulis komen ini, kebetulan saya lagi dengar lagu “home” nya michael buble.lagu yang ngegambarin kangen ma orang yg disayangi juga kangen ma suasana rumah n kampung halaman.coba deh mas dengerin n hayati lagunya.menyentuh banget bagi kita2 yg jauh dr keluarga n kampung halaman).
sebagian liriknya nih :
Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm
May be surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know
Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home
mas kerja di kalimantannya mana?kalsel ya?perusahaan apa?
saya juga kerja di kalsel tepatnya di banjarmasin.kerja di sebuah ekspedisi ternama.saya juga jauh dari ortu n kampung halaman (berjarak 10 jam…naik mobil).saya sedih n kangen banget.
tp mau gimana lagi, satu sisi saya juga harus cari uang buat kehidupan saya.
mas lebih enak dr pd saya, bisa off 2 minggu.bisa balik ke rumah.kalo saya, gak ada mas.libur pada saat tanggal merah atau lebaran aja.atau jatah cuti yang kayaknya masih lama.
kalo mas, ke banjarmasin boleh juga ketemuan.yah sekedar menjalin silaturahmi antar anak perantau.
bisa juga sekedar sharing di kalimantanku.blogspot.com atau deborneo54@gmail.com
saya tunggu kabarnya ya…
anas
Juni 1, 2008 at 7:18 am
[...] sisi perbandingan antara perusahaan konstruksi dan user mungkin sudah sering dibahas disini e.g. Shell Indonesia. Tapi yang menarik dari email si sahabat adalah penentuan periode evaluasinya yaitu setiap lima [...]
Tiga, Empat atau Lima Tahun « Anjar Priandoyo
Juli 17, 2008 at 1:33 am
Mas Andjar salam kenal,
Melihat keadaan mas Andjar menurut saya keluarga adalah yang terpenting, toh mas andjar kerja jauh ke kalimantan juga untuk keluarga.
Kalau melihat perkembangan Shell sekarang ini dengan terus membuka gerai pom bensinoo baru, rasanya kedepan prospeknya akan semakin bagus.
Ok mas Andjar good luck!!
Jeff
Oktober 27, 2008 at 9:40 am