Dari senior staf outsource ke supervisor permanent
Nama saya Irfan, sudah menikah dan alhamdulillah sudah dikaruniai satu putra. Saat ini saya bekerja sebagai karyawan outsource disebuah perusahaan telekomunikasi dengan masa kerja 7 tahun. Saat ini saya sedang bimbang, karena mendapat kesempatan untuk bergabung di operator telekomunikasi lain.
Dua minggu lalu saya test psikotes dan wawancara dengan division headnya. Sepertinya beliau tertarik dengan visi dan misi yang saya utarakan untuk mengisi jabatan Supervisor di Perusahaan tersebut, -menurut penilaian individu saya. Saat ini saya sedang menunggu proses panggilan untuk wawancara dengan HRD.
Yang ingin saya tanyakan :
1. Kira-kira berapa standar yang harus saya minta?
Aturan standarnya 2x gaji ditempat semula ya, dan karena ini untuk posisi Supervisor harusnya bisa ya
2. Bagaimana proses negosiasi yang baik menurut anda?
Mulai dengan jual kelebihan Mas Irfan, bukankah perusahaan yang sekarang jauh lebih menjual dibandingkan perusahaan yang baru.
Mungkin ada pendapat lain?


cuma mau sharing nih mas irfan..
beberapa true story dari ex temen-temen kantor. Ada beberapa teman kantor saya mereka selevel SPV. trus mereka pindah ke kantor lain (PMA tentunya) sebagai staff tapi dengan gaji 2x lebih tinggi….nah loh….
ada juga yang pindah dari SPV ke Manager dengan gaji 25% lebih rendah karena mereka emang niat cari challange or buat belajar.
So, berdasarkan pengalaman2 itu, sebenarnya standar gaji itu tergantung mas. dikantor saya sendiri gaji itu sudah standardized. kita tau gaji range semua orang….yg bedain cuma bonus yg sesuai dengan performance tahun berjalan.
standard gaji itu selalu muncul dari pelamar(kecuali yg sudah punya standar sendiri seperti kantor saya). Mintalah gaji yg pantas dan lagipula mas Irfan sudah sangat experienced (7 taun). Itu bisa dijual…..dan ga usah takut untuk menyebut angka yg agak fantastis……hanya untuk bocoran nih mas. SPV-permanent di kantor saya itu sekitar 6-7 jt(take home Pay), industri perusahaan saya sendiri Oil & gas (lokal)
thx for sharing….semoga bisa membantu
vixen
Juni 16, 2008 at 2:20 am
Saran saya, coba cari info dulu berapa standar gaji di calon kantor baru Mas Irfan sebagai patokan Mas Irfan untuk negoisasi gaji.
Karena seperti yang dibilang Mas Vixen, belum tentu dengan posisi yang lebih tinggi gajinya akan lebih tinggi juga, tergantung juga dari kondisi dan status perusahaannya.
Sebagai contoh, gaji saya sebagai engineer di salah satu vendor telco justru jauh lebih besar dari pada gaji teman saya yang menjadi Project Manager di salah satu subcon telco :=)
Ori
Juni 16, 2008 at 3:32 am
wah,
alhamdulillah donk….
dari outsource ke permanent..
paling nggak, lebih jelas lah… he..he..he..
saya aja udah 4th outsource terus.. g tau nih kapan permanentnya.. he..he..
btw, ada info nggak nih? pengen berubah jadi permanent… =)
aman firdaus
Oktober 29, 2008 at 6:14 am
setidaknya kita bisa liat prospek operator tsb. Kalao yg biggest 3: Tksel, Indosat, XL itu di satu range semua utk posisi yg sama. Tapi kalo diluar the big 3 itu, mas irfan pertimbangkan utk dapet gain yg lebih tenggi at least 50% di atasnya.
Di dunia vendor indonesia, utk 7-8 th experience, 10-15jt THP at average. menurut saya, posisi twar mas irfan setidaknya dapet gain 30% dr situ. jadi target THP di perusahaan yg baru sekitar 20an Jt THP masih make sense.
semoga membantu.
nobody
Februari 19, 2009 at 7:07 am
Mau tanya bagaimana cara nego gaji kepada atasan, sebagain catatan saya bekerja di sebuah perusahaan china.
davit
Juli 12, 2009 at 9:56 am