Rutinitas: Tips menghadapi ketidakpastian hidup
Kemarin, seorang adik kelas curhat kepada saya. Kurang lebih perihal kegalauan dirinya menghadapi skripsi yang tak kunjung selesai, dosen yang susah ditemui, hingga masalah seputar tahun-tahun terakhirnya dikuliah.
Repotnya lagi, ditahun-tahun terakhir ini tidak banyak aktivitas yang si adik kelas kerjakan. Selain mata kuliah yang memang sudah tidak ada lagi, banyak teman-teman kampus dan kostnya yang sudah menghilang. Hingga perasaan galau yang ujung-ujungnya membuat dia sakit, batuk, demam dan penyakit gara-gara pikiran lainnya.
Sebenarnya saya ingin bilang
“Ya udah nikmati saja, memang ini waktunya”
Tapi akhirnya saya bilang
“Udah, intinya semua itu dari pikiran, ga usah mikir yang berat-berat dulu. Kerjaan nanti aja dipikir setelah skripsi beres. Sekarang konsen sama skripsinya, tapi jangan sampai terbebani”
Tak lupa saya tambahkan
“Kalau bisa sih, tiap hari ada aktivitasnya, jangan bengong terus di kamar atau cuman nunggu. Olahraga jangan lupa yang teratur, silaturahmi ke temen-temen lama juga perlu. Oh ya nanti kan mau bulan puasa, jangan lupa banyak-banyak berdoa. Kerjaan, skripsi, masa depan dan sebagainya itu kan udah ada yang ngatur”
Setelah bicara seperti itu saya tertegun. Sebenarnya situasi yang pernah saya alami dulu waktu kuliah, tetap sama dengan kondisi yang saya alami sekarang. Mungkin bedanya, sekarang lebih banyak rutinitas yang saya jalani, sehingga pikiran ini ga lari-lari kemana-mana.


Rutinitas ya?
Kadangkala rutinitas membelenggu dan membuat kita bosan. Tapi daripada nggak ngapa-ngapain. :D
dnial
Agustus 5, 2008 at 1:13 am
wah kondisinya sama dong dengan saya , tapi di saat-saat seperti ini saya malah lebih fokus untuk pengembangan diri dan mempertajam ilmu yang telah saya pelajari selama 5 tahun saya menjadi mahasiswa, dan kegiatan-kegiatan yang mempertajam karakter kita agar nanti siap terjun ke dalam masyarakat/ lingkungan yang baru setelah lulus kuliah nanti,ketika saya berfikir beban orang tua atau pun beban hidup yang semakin tinggi, tapi saya cuma memmiliki keyakinan saya harus berbuat yang terbaik bagi diri saya dan juga orang tua saya, karena keinginan orang tua kita adalah lulus dan mungkin setelah kita lulus, kita akan mengahadapi keinginan2 orang tua kita yang lain, dan menurut saya selesaikan kuliah anda dan terus berkerja keras menambah kemampuan anda di segala aspek , dan yang paling penting mantapkan akhidah dan mantapkan akhidah, kalau sudah mantap akhidahnya kehidupan seberat apapun pasti bisa kita jalani
krida
Agustus 5, 2008 at 4:01 am
pasti dia jomblo ya mas ? saya malah senang tuh dulu waktu tinggal skripsi doang…pacaran terus, menghabiskan uang tabungan hasil side job selama kuliah. hehe..
bagus
Agustus 5, 2008 at 4:31 am
Anak Cengeng. Baru segitu aja stress.
adhi
Agustus 5, 2008 at 6:40 am
Dulu saya juga pernah mengalami hal seperti itu, memang masa skripsi adalah masa yang berat buat mahasiswa, disitu diuji segalanya kuncinya adalah niat, dimana ada kemauan disitu ada jalan.
salam.
widik
Agustus 5, 2008 at 7:23 am
wah klo aku dulu sibuk banget kuliah sampe skr juga sibuk:(
apalagi waktu smester akhir2 karena di organisasi kampus udah pegang jabatan tinggi+ngerjakan project dr dosen+ikut lomba+dosen pembimbing skripsi nyuruh cepet2 nyelesaiin soale dia mau ada project juga di luar jawa berbulan2…lulus ujian skripsi langsung ngurus surat lulus+apply+interview…diterima suruh langsung cepet2 masuk kerja+nyari kos2an dijakarta…trus kerja sibuk+ngurus acara wisuda(secara kerja di jakarta kuliah di jogja)+ngurus barang2 yg masih di kos2an(soale kontraknya udah habis)…trus mikir nyari jodoh yg tepat+ta’aruf (secara calon kuliah di malang)…trus mikir acara lamaran+nikahan…stlh nikah sibuk nyari2 rumah+KPR+istri hamil…stlh melahirkan…gak kerasa seperti baru kemaren ndaftar UMPTN kok skr udah jadi bapak:D
pendatang
Agustus 5, 2008 at 8:32 am
Astaga Bung Pendatang…
Segitu sibuk kah hidupmu?
Ckckckck
riyantoro
Agustus 5, 2008 at 9:22 am
kang Anjar, tanya dong….klo UI itu jurusan komputer yg bagus untuk karir…(hehehe seperti ente) jurusan apa ya?…setahu gw semua jurusan bagus tergantung mahasiswanya aja….ya gak?…thanks Kang
saniscaramanjerkawuryan
Agustus 5, 2008 at 9:22 am
@saniscaramanjerkawuryan
jurusan yang bagus itu jurusan yang lulusannya dapat bekerja di perusahaan yang punya bisnis di industri yang sedang menikmati dukungan besar dari pemerintah (baik dalam bentuk kemudahan birokrasi, kebijakan perundang-undangan, subsidi, atau keringanan pajak)
seperti mas anjar nih, dulu awal2 menjabat, SBY cuma ngomong “good corporate governance” (belum ada hukumnya) langsung deh perusahaan2 belingsatan audit semua sektor operasi nya sebagai bentuk praktek good corporate governance. kalo dulu ? namanya audit ya neraca…
bagus
Agustus 5, 2008 at 10:18 am
Mas Anjar, emang itu adik kelas-nya udah berapa tahun kuliah? Di UGM kan, Jogja kan, wajar-lah..:-D
acooljerk
Agustus 5, 2008 at 10:19 am
saniscaramanjerkawuryan, mas Anjar itu alumni UGM so lebih tepat kalau kamu tanya mengenai kondisi di UGM, karena saya alumni CSUI saya coba jawab mengenai UI.
Di UI jurusan komputer hanya di CSUI (www.cs.ui.ac.id). Di FTUI ada juga sih elektro dan ada jurusan komputernya CMIIW (Kalau punya duit banyak saya sarankan ambil CSUI yang double degree, nanti lulus situ kerja di Australia atau UK saja).
Untuk karir sih tergantung kamunya, tapi denger2 sekitar 60an persen lulusan CSUI jadi expatriate di luar negeri karena di Indonesia kita kecewa dengan kuatnya ikatan alumni universitas (dan institut) tertentu, sementara CSUI fakultas masih baru dengan lulusan yang relatif belum banyak.
adhi
Agustus 5, 2008 at 11:00 am
@riyantoro
iya sih, kadang pengen berhenti sejenak…:(
entah krn trlalu sibuk ato ak org nya egois, efek sampingnya aku sampe saat ini gak pernah punya teman deket (kecuali keluarga), meski banyak kenalan, tapi ya kenalan buat situasi dan kondisi yang dimana aku kenal dia, misal temen kerja ya berhubungan untuk kepentingan kerja aja, temen ngaji ya berhubungan ketika ngaji aja, temen organisasi ya ketika berorganisasi aja.
pendatang
Agustus 5, 2008 at 11:53 am
Benar nikmati aja masa2 itu..
Centra Freeware: Online Free Information
Agustus 5, 2008 at 2:24 pm
kesempatan idak akan atang dua kali. berjuanglah dan kejar cita2 dan harapan. ingat setelah kesulitan ada kemudahan. jangan pernah merasa diri terbebani ok.
kholisuddin
Agustus 5, 2008 at 2:34 pm
hehehe….
termasuk rutinitas maen ke WisMul lantai 3 yak mas ???
:D
sigit
Agustus 5, 2008 at 3:15 pm
Mas Adhi,
Thanks banget infonya……justru klo bisa cari yg gratisan alias beasiswa tuh klo ada di UI….tp apa bisa? sepertinya berat banget tuh di UI…aku belum cek websitenya…hehehe….maklum saya dr kalangan kelas bawah…yg mimpi naikin grade sekolah ortu….biar ortu juga seneng klo anaknya bs masuk UI dan jadi orang beneran bukan boneka2-an…..minimal bs berjuang & kuliah…biar upgrade dr kasta bawah (dlm hal skolah dan dana)…tapi apa mungkin ya? …ngimpi dulu ahhh…..thanks berat atas infonya
saniscaramanjerkawuryan
Agustus 6, 2008 at 6:57 am
saniscaramanjerkawuryan, saya juga termasuk kasta terbawah dari masyarakat Indonesia, kalau saya tidak masuk PTN dulu mungkin saya sudah jadi penyanyi dangdut keliling, kickboxer bayaran atau preman pasar (karena yang saya punya cuman kemampuan math, musik dan berantem).
Tapi kalau anda berprestasi (atau bisa menunjukkan surat miskin), tidak sulit untuk mendapatkan beasiswa full di UI. Beasiswa di UI banyak sekali, baik dari UI sendiri maupun dari perusahaan2 (Microsoft, Toyota etc). Yang penting di UI usahakan prestasi akademis baik dan terlibat dalam banyak kegiatan kampus, juga bahasa Inggris anda harus baik sehingga anda bisa masuk klub seperti AIESEC atau English Debate yang akan memperkaya wawasan internasional anda.
adhi
Agustus 6, 2008 at 7:11 am
Walah Adhi hebat, saya alumni UI jaman dulu (1991-1996), sewaktu aku kuliah tampaknya gak seheboh jamannya adhi….cool cool saja, yg kuliah ya full kuliah biar cepet lulus, yg ikut organisasi biasanya agak lama lulusnya.
Beasiswa emang banyak tersedia, meski saingan banyak (banyak peminat) tapi nampaknya masih cukup tuch duit beasiswa, krn FTUI juga ngeluarin beasiswa utk kalangan miskin dg IP 2.0 (kalau gak salah). Untuk yg dari swasta syarat IP agak tinggi, tapi dapat duitnya juga lebih banyak. Selain beasiswa di FTUI ada lowongan jadi asisten spt asisten menggambar teknik, asisten praktikum….semuanya dapat duit dan kebetulan saya juga menikmati jadi asisten.
Jadi bagi yg merasa tidak mampu secara ekonomi…jangan takut masuk UI. Siapkan saja surat miskin…….dan tekun belajar untuk bisa dapat IP tinggi jadi lebih mudah dapat beasiswa………utk aktif organisasi ya lihat kondisi saja……akan menyita waktu soalnya.
Selamat berjuang masuk UI………..
kentut busuk
Agustus 6, 2008 at 7:51 am
kayaknya lebih enak waktu kuliah daripada waktu kerja.
gue dari PT kasta bawah, kemampuan pas-pasan,
bahkan ‘ujian pendadaran’ aja nggak lulus, tapi ya tidak apa-apalah namanya juga hidup, mau tidak mau harus dijalani, dan tetap berusaha dan tetap semangat,
meskipun belum bisa bekerja di perusahaan top,
masih bisa makan,minum, sehat, berolahraga, berinternetan ria gratis tiap hari, mau chat, mau donlot tidak ada batasan, tidak pusing memikirkan biaya kesehatan keluarga, kerja independen, tekanan kecil, yang penting pekerjaan selesai.
Tetep disyukuri semuanya.
mBecak
Agustus 6, 2008 at 7:54 am
Ada bagian dari hidup ini yg selalu pasti dan ada juga bagian dari kehidupan ini yg tidak berumuskan kepastian. Yg tidak pasti adalah yg telah dicap rahasia. Kapan kita mati adalah sebuah ketidak pastian. Mati umur, mati usaha, mati bisnis, mati pamor, mati inspirasi dan lain sebagainya, tetapi ada yg pasti, bersama segala kesulitan, kepenatan dan kagalauan; selalu ada jalan keluar, itu pasti..
li>salam, masbadar.co.cc ini
masbadar
Agustus 6, 2008 at 9:14 am
pencerahan dari mbecak dan masbadar sangat bijak…..
kunci hidup adalah pandai bersyukur……
Ini yg saya juga belum berhasil….krn setiap mensyukuri kadang masih diselingi kata seandainya….
contoh: dulu saya kerja dg gaji 5jt/bln trus pindah kerja dg gaji 10jt/bln, kadang terlintas seandainya gaji 15jt mungkin ini dan itu……disini saya tidak pandai bersyukur dan terus belajar untuk bisa bersyukur
Catatan:
Baik gaji 5jt atau 10jt, kehidupan tetap susah alias masih kurang saja. Mungkin jika telah bergaji 15jt atau bahkan 30jt juga akan tetap kurang jika tidak pandai bersyukur….
kentut busuk
Agustus 6, 2008 at 9:45 am
Jd ingat salah satu kawan saya dulu, tinggal skripsi cuman dia keburu diterima kerja di perusahaan besar di jakarta. Akhirnya tuh skripsi malah ditinggal gitu aja, sayang bgt.
Anthony
Agustus 6, 2008 at 9:49 am
konsen sm skripsinya aj dl. trus klo sidang dah selesai, revisi dah selesai, sampai pd urusan BAAK, WAH itu dah ok bangat. barudah lo ngeply sebanyak2ny trus bayak2 berdoa aja pasti ada jalan ko.
guenardie
Agustus 6, 2008 at 9:54 am
Masa skripsi, emang masa2 berat. Saya dulu sempat nyambi kerja, yang mungkin jadi penyebab skripsi ngga kelar2 :) Memang, biasanya namanya mahasiswa, begitu ‘kenal’ duit (kerja atau proyekan).. yang lain jadi kurang menarik. Termasuk skripsinya, dengan segala masalahnya :)
taufan
Agustus 6, 2008 at 10:20 am
Aku setuju dengan pesan olahraga yang Pak Anjar sampaikan. Olahraga teratur bisa bikin pikiran lebih tenang, tidur lebih nyenyak, dan badan lebih fit. Aku bener-bener merasakan ini setelah mulai lari rutin. Aku skrg gak gampang stres.
Dino
Agustus 6, 2008 at 3:29 pm
chayooo, semangadd..
masa itu ja dibikin susah..
hehe
skrang kan da jasa pembuatan skripsi mas
knpa ga Konsul sana aja.
……………..kaburrrrrrrr……….
munix
Agustus 6, 2008 at 3:44 pm
Berarti dia tipe orang yang ngga bisa nganggur, seperti saya. Tips nya ya siapkan prioritas untuk tetap bikin skripsi. Sisa waktu boleh untuk mempersiapkan karir, mungkin cari kerja magang. Ga dibayar juga ga papa, asal udah ada pengalaman.
Ivan
Agustus 6, 2008 at 9:09 pm
adik kelasnya cewek ya Njar? cari2 alasan biar bisa curhat sama kamu aja tuh
bank_al
Agustus 7, 2008 at 2:48 am
Bner tuh semua kata-kata di atas..yang penting nikmati aja..kata mas anjar juga..trus gaul yang pasti sambil cari jaringan..untuk kerja.jodoh kali.he.he..kalau butuh aktivitas tambahan..ayo maen ke bandung di sini buanyakkkkkkkk bgt kerjaan menantang tapi ngk dibayar..amal gitu dech.he.hhe
aisyahputri
Agustus 7, 2008 at 4:08 am
sekarang saya kalo nganggur browsing semua site nya mas anjar…wkwkwkwk..
bagus
Agustus 7, 2008 at 4:50 am
kan enak gk ada yg dkerjakan…hehehe….kok malah pusing…thinking out of the box, gk ada yg dikerjakan ya buat sesuatu yg bisa dikerjakan…gitu aja kok repot
rahman
Agustus 7, 2008 at 4:07 pm
Betul komentator di atas, ini anak cengeng. Masih kuliah saja dia sudah bingung, nah bagaimana dia harus menghadapi kerasnya kehidupan nyata di luar nanti? Mengerjakan skripsi itu tidak ada apa-apanya dibanding pekerjaan nyata di dunia kerja, misalnya mengerjakan project besar beresiko tinggi dengan taruhan karir kita…
Kurang tough itu anak. Mahasiswa UGM ya? Kebiasaan tinggal di kota kecil yang nyaman, jadi tidak terbiasa dengan stress dan kompetisi… harus digembleng lebih keras.
dosheet
Agustus 10, 2008 at 2:37 am
Justru masa-masa itu adalah yg paling menyenangkan,
karena sesudah lulus dan bekerja nanti tidak akan ada lagi waktu luang yg banyak seperti zaman kuliah. Kalau di masa skripsi merasa terlalu banyak waktu kan bisa melakukan banyak kegiatan yg berguna, misalnya kerja part time yg ringan (dulu saya ngajar privat les), ambil kursus yg dirasa perlu, atau apa ajalah buat persiapan bekerja nantinya. Bekerja jauh lebih berat dan stress daripada membuat skripsi dan ujian S1.
rati
Agustus 10, 2008 at 7:42 am
benar, bengong malah banyak pikiran , lebih baik ngeblog untuk mengisi waktu luang.
Koran Saya
Agustus 10, 2008 at 9:13 am
Salam kenal mas Anjar…
ekorahmadian
Agustus 11, 2008 at 11:55 am
iya yahh…. ternyata ngeblog bisa jadi obat stress juga..
reksa
Agustus 13, 2008 at 8:47 am
yah bru sgitu aja gw pnah tugas akhir gak lulus, trus suruh ngulang mana ga punya duit bwat bayar TA susulan, intinya sih optimis ajah lo kerjain apa yang harus lo kerjain gausah terlalu dipikirin coz kerjaan klo dipikirin ga akan selesai2 klo dikerjain mau seberat apapun natinya pasti selesai gitu loh bro???.
bintang
Agustus 15, 2008 at 8:54 am
Sepertinya sindrom yang dialami adik kelas mas Anjar sama kayak mas Anjar dulu ya (ini kalo baca di blognya duluuu banget)
Waktu saya masih kuliah, juga pusing mikirin gimana ntar setelah lulus. Weleh, skripsi aja ga juga dikerjain kok, malah capek mental gara-gara bikin drama sendiri.
Kadang emang berat di kepala yang daripada waktu dipikul di pundak?
sanggita
Agustus 22, 2008 at 1:11 pm
Untuk mas pendatang, yang dialami mas banyak temennya kok. Dari buku-buku motivasi yang saya baca, coba deh berhenti berlari untuk melihat lagi apa yang sebenarnya paling mas inginkan dalam hidup.
Peran kita memang banyak sekali. Oleh karena itu, buat saja prioritas hidup. Dan jalani kehidupan sehari-hari berdasarkan prioritas itu. Buku 8 Habitsnya Covey atau 8 Etos Kerja Profesionalnya Jansen Sinamo kayaknya cocok untuk membantu mas Pendatang deh.
Kok kayaknya capek banget.
sanggita
Agustus 22, 2008 at 1:20 pm
Hehe. Enak tuh adiknya mas anjar. Msh punya bnyk waktu luang. Walaupun sy msh smst 3, bs dibilang msh lbh enak adik mas anjar. Klo sy bkn mslh sepi ramenya tmn2 dan mslh kegiatan, tp ada satu org yg aneh bgt, udah 1 jurusan, 1 kosan lg !!!
Masa gara2 nilai sy dan tmn sy lbh tinggi aja sampe sgininya. Klo dia ga suka c ga perlu ngejlk2in sy kan? Sampe2 klo di kos hobi bgt mancing2 emosi sy. Apalg di kampus, wah, malu dh klo lwt dpn senior. Untungnya msh inget aja sm ortu, klo ga, mungkin udah ribut kali. Haha.
Mas knapa waktunya itu ga dipake aja bwt parttime? Baca buku? Atau mungkin ikut kegiatan di UKM. Yg penting c cari kegiatan aja. Biar ga kepikiran n ga jd stres. Klo blh tau major yg didalami adiknya mas anjar apa yh?
Ken
Agustus 22, 2008 at 2:29 pm
kalau pikirannya ngak lari kemana mana, sekarang dia ada dimana ? (hanya pertanyaan retoris hehehe)
uwiuw
Agustus 23, 2008 at 2:47 am
Aaarrrrrgghhh, gla dh, 4 hari lg back to campus. Wish everthing will be allright dh. Amin.
Ken
Agustus 23, 2008 at 8:01 am
huuuuuuuuhhhhhh, capek dengan semua ini..
Untung ada internet, klo tdk.. huh,
Haady
Desember 25, 2008 at 3:45 pm