Anjar Priandoyo

Abdullah Gymnastiar

with 58 comments

“Ingat, jangan jadi karyawan tengil ya
TENGIL = Takabur, Egois, Norak, Galak, Iri, Licik…”

Ceramah Aa Gym, beberapa hari yang lalu di Wisma Mulia menjelang Ramadhan

Siang itu, seorang teman mengajak untuk menyaksikan ceramah Aa Gym. Hebat, pria kharismatis ini tetap memikat jamaah untuk mendengarkan ceramahnya tentang nilai-nilai hidup yang meski sederhana tapi bisa diterima dan dijadikan bahan renungan tentang diri dan kehidupan. Yang saya lihat, Aa Gym menyajikan ceramahnya dengan lebih ‘kaya’ mungkin karena sudah lebih banyak pengalaman hidup yang ia dapatkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ah jadi merenung, kejadian apapun yang menimpa kita, baik dan buruk selalu terdapat nilai-nilai pembelajaran. Bismillah, perjalanan masih panjang Jar.
Bintaro, 03:22

Written by priandoyo

Agustus 27, 2008 pada 8:23 pm

Ditulis dalam My Life

58 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Cara pengajaran Abdullah Gymnastiar dengan menggunakan singkatan seperti ini membuat ajaran tersebut menjadi mudah melekat di otak..

    Dino

    Agustus 28, 2008 at 12:13 am

  2. Sepakat, Mas Dino. Selain materi sederhana dengan singkatan-singkatan yang mudah mengena, beliau juga mampu memberikan teladan sehingga daya sentuhnya sangat dahsyat.

    Bukan saja menginspirasi, tetapi juga mendorong orang untuk beraksi.

    sanggita

    Agustus 28, 2008 at 1:18 am

  3. Mudah2an smua orang bisa melupakan poligaminya

    wewed

    Agustus 28, 2008 at 2:51 am

  4. ya poligaminya gak usah dilupain atuh..kita kan gak dirugikan dengan poligaminya..iya toh :)

    mulan jamidong

    Agustus 28, 2008 at 4:18 am

  5. Aa Gym,
    a very simple man with a simple massages,

    Mas Wahyu

    Agustus 28, 2008 at 2:25 pm

  6. “Ingat, jangan jadi Aa Gym tengil ya
    TENGIL = Takabur, Egois, Norak, Galak, Iri, Licik…”

    kampret

    Agustus 29, 2008 at 12:34 am

  7. Kangen dengan ceramah2 beliau

    Bambang Purnomo

    Agustus 29, 2008 at 7:29 am

  8. gw ngak ada suka2nya sama aa gym…
    kalo dakwah cengegesan….

    mendingan ustad jefri atau yang lainya lah….

    yudi

    Agustus 29, 2008 at 7:51 am

  9. wah, kalau aa gym saya cuma terinspirasi sama poligaminya tuh.

    bagus

    Agustus 29, 2008 at 7:55 am

  10. Tidak usahlah kita membicarakan yg tidak baik pada orang lain.
    Bukankah selama ini kita mengambil pelajaran yang baik dari orang lain tanpa melihat siapa orangnya?

    ibrahim

    Agustus 29, 2008 at 8:17 am

  11. Saya sampe sekarang masih mengikuti aktifitas beliau termasuk dengerin ceramah paginya di radio,melihat seseorang bisa dari banyak sisi kita melihatnya ada kekurangan ada kelebihannya, ada hal yg sy liat tidak banyak orang yg bersikap seperti aa gym ini seperti pertama ketika menyikapi suatu kejadian atau peristiwa beliau lebih sibuk melihat KEDALAM daripada keluar.. jarang sy melihat ketika menyikapi sesuatu beliau menyalahkan orang lain kedua beliau orang yg pintar mengambil HIKMAH dan PELAJARAN dari setiap kejadian menyenangkan atau tidak sehingga kita lebih KAYA dengan ilmu hidup dalam melangkah kedepan

    Me

    Agustus 29, 2008 at 8:49 am

  12. bagi saya, Aa Gym tetap di hati :)

    aRuL

    Agustus 29, 2008 at 11:34 am

  13. Pantes aa gym poligami, banyak cewek yang terpesona dengan apa yang disampaikan. pasti banyak cewek yang mau tuh

    ariel

    Agustus 31, 2008 at 8:11 am

  14. Berbahagialah orang-orang yang hidupnya karena ALLAH, bukan karena makhluk.

    u chen

    Agustus 31, 2008 at 11:15 am

  15. subhaanallaah….
    ada banyak hal pada diri beliau yang patut diteladani oleh para juru dakwah

    M Shodiq Mustika

    Agustus 31, 2008 at 9:54 pm

  16. Saya sepaendapat dengan mas dino dengan singkatan -singkatan tersebut sata jadi mudah mengingatnya.

    ratihqah

    September 1, 2008 at 3:11 am

  17. kangen ih sama si Aa… kok sekarang gak sering muncul lagi di TV. Gantiny ajadi nontoh mamah dan AA… curhat doongg.. :)

    isal lucu

    September 1, 2008 at 7:11 am

  18. Sewaktu masalah poligami Aa Gym memunculkan pro dan kontra, coba perhatikan, beliau tidak pernah mencela orang yang mencelanya. Beliau menyikapi semua opini dengan sangat bijak.

    Setiap kata yang beliau ucapkan, pasti bermakna, menyentuh hati, dan menggugah untuk berubah.

    sanggita

    September 3, 2008 at 5:13 am

  19. iya nih, mana stasiun teve itu??tolong tayangin lg ceramahx aa gym

    smartkoko

    September 8, 2008 at 10:14 pm

  20. buat mas yudi
    sebaiknya kita cermati diri kita lebih dalam
    apa kita memang lebih hebat dari orang lain
    maaf ya mas

    septangerang

    September 9, 2008 at 1:05 pm

  21. akui kelebihan orang lain
    sadari kelemahan diri

    septangerang

    September 9, 2008 at 1:08 pm

  22. wewed ; “Mudah2an smua orang bisa melupakan poligaminya”
    maksud anda apa?
    apakah menurut anda poligami itu perbuatan tercela?
    astagfirullah hal-adziem, semoga allah swt mengampuni segenap umat islam yang telah melecehkan agamanya sendiri. amien yaa robbal ‘alamien.

    septangerang

    September 9, 2008 at 1:19 pm

  23. kalo poligaminya lurus bagus, tapi sayangnya poligaminya kurang lurus, jadi namanya jatuh.

    ian

    September 9, 2008 at 4:28 pm

  24. Sewaktu rame masalah Aa Gym dulu bersamaan dengan perzinahan wakil rakyat di DPR. Sebenarnya Allah menunjukan pada rakyat RI bahwa ada yang halal tapi masayarakat kita lebih memilih yang haram? Tapi bagaimana reaksi kita? Mungkin itulah salah satunya indonesia selalu gonjang ganjing???

    adnan

    September 9, 2008 at 5:48 pm

  25. hasilnya bisnisnya terpuruk. si Aagym jg pernah bilang kalo poligami itu sebaiknya sama istri yg lebih tua. kenyataannya istri mudanya lebih muda, lebih cantik, mantan model, keponakan habibie. wieuhh.. tipe orang yg gak perlu dibantu. (tipe yg semua orang jg mau nikahin — bukan nolong) yah udah keliatan lah munafiknya. gak usah dibuat pembenaran – pembenaran lain. ibu2 yg sering denger ceramah nya DT di radio, tv, atau dimana pun juga tau betapa munafiknya Aagym. Perbuatan lebih lantang daripada perkataan.

    ian

    September 10, 2008 at 7:09 am

  26. KESALAHAN LANGKAH I: Aa Gym melakukan poligami sementara jemaah yang menyukai ceramah-ceramahnya kebanyakan orang awam, malahan ibu ibu rumah tangga. Aa tidak menyiapkan mereka untuk menerima poligami ini meskipun di ceramah itu sering dibahas oleh Aa-nya. Menurut istilah orang pemasaran, jemaah Aa itu bisa diistilahkan emotional market, pasar emosional. Resiko yang wajar dihadapi Aa bakal dibenci sama penggemarnya atau dijauhi atau tidak didengar lagi ceramahnya.

    KESALAHAN LANGKAH II: Aa Gym kawin lagi tanpa pemberitaan sebelum atau sesudahnya. Aa kawin lagi secara diam-diam. Bapak baca di diskusi disini soal kritik kawin diam-diam itu, malah ada yang menuduh seperti mempunyai isteri simpanan. Buat Aa yang kesohor bukan main-main, di nasional dan internasional, sangat tidak etis nikah lagi tanpa kabar berita. Aa seperti telah melukai perasaan jutaan penggemarnya, nanti mereka menuduh Aa sudah selingkuh, meskipun poligami itu halal ya. Ini salah fatal sekali nih.

    KESALAHAN LANGKAH III: Aa Gym kawin lagi sama seorang janda muda yang cantik, tinggi semampai, mantan model. Itu fakta ya, sementara Aa selama ini ceramahnya selalu mengajak mencintai akherat, tidak bermewah-mewah soal dunia, termasuk kecantikan disitu. Bagaimana memahaminya ya, kok Aa sendiri tidak mencontohkan menikahi wanita-wanita yang papa seperti contoh Rosul dulu ?

    KESALAHAN LANGKAH IV: Ini kesalahan yang paling fatal yang kita itu sebagai umat tidak habis pikir bukan main. Perlu pembaca ketahui ya, pernikahan Aa yang ke-2 itu dilakukan murni BACK STREET kata anak-anak muda sekarang. Bapak tidak habis pikir, kok panutan kita ini begini ya. Isteri Aa Gym, keluarga besar isterinya, anak-anak mereka berdua yang 7 anak itu, santri-santri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, semua protes soal jalan back street itu. Bayangkan saja ya…Aa Gym nikah lagi di Singapura, secara diam-diam, tidak memberitahu Bu Ninih dan anak-anaknya, tidak berunding dengan orangtua Aa Gym dulu, baru memberi tahu setelah nikah selesai. Bu Ninih isteri Aa Gym itu sampai keluar-masuk RS gara-gara tak sanggup menerima tindakan suaminya. Dari rahimnya sudah lahir 7 orang anak, paling besarnya sudah kuliah, tapi soal sepenting poligami, Aa malah jalan sendiri. Ini fakta besar ya makanya Aa Gym dianggap cuma memburu kepentingan sendiri, sangat kecil perhatiannya kepada kepentingan keluarga. Ya Alloh Ya Rabbi kuatkan hati Bu Ninih dan anak-anaknya yang 7 orang itu, luruskan juga hati suaminya Aa Gym itu. Tidak ada yang nyangka Aa Gym akan berbuat begitu ya, kelihatan tindakan very-very emotionally. Berita ini bisa check langsung ke santri-santri Ponpes Daarut Tauhiid, sebabnya Bapak mendengar juga dari mereka. Bu Ninih itu insya Alloh bakal ridho ya kalau jalannya mulus, tapi ia back street ternyata.

    KESALAHAN LANGKAH V: Keterlibatan KH. Miftah Farid sebagai saksi pernikahan Aa Gym di Singapura, lalu Kyai Miftah juga ikut diam-diam tidak menyiarkan berita itu. Kyai Miftah itu sebagai Ketua MUI Jabar sangat tidak pantas perilakunya. Masak ya ada kejadian yang tidak benar kok dibiarkan dan ikut disembunyikan. Ini sangat memalukan muslimin Pasundan yang terkenal religius. Bapak sarankan seyogyanya Kyai Miftah mundur saja dari Ketua MUI biar nanti masyarakat Pasundan tidak menganggap kalo ulama seperti itu semua. Sedih sekali ini hari-hari ini, panutan masyarakat malahan terlibat kemufakatan menyembunyikan hal-hal yang tidak betul.

    ian

    September 10, 2008 at 7:09 am

  27. kesalahan I – V itu pendapat org lain, bkn saya

    ian

    September 10, 2008 at 7:10 am

  28. kesimpulannya : halal, tapi tidak benar secara nurani

    ian

    September 10, 2008 at 7:17 am

  29. @ian
    sudahkah dikonfirmasi 5 kesalahan tersebut?
    jika belum, tidaklah perlu menyebarkan berita yang kita sendiri belum tahu pasti kebenarannya.

    ibrahim

    September 10, 2008 at 7:25 am

  30. …..
    saya pikir Aa Gym sdh cukup berat menanggung beban moral akibat tindakan beliau sendiri. Tp saya rasa kok kayaknya kurang pas kalo kita men-judgement beliau. Mending kita urus dl urusan kita masing2. Udah bener apa belon??? Jangan2 justru kita lebih parah dari sekedar poligami ato poliandri ato poliklinik ato poli pantai ato whatever lah……

    bro Joll

    September 10, 2008 at 8:49 am

  31. yah yang tau pastinya yah cuman Allah & orang yg jalaninnya sendiri. Itu bukan saya yg nge-judge pak, tp cmn mengungkapkan alasan & pandangan orang pada umumnya — kenapa bisa jadi begitu akhirnya. Soal beban & akibat moral, itu yah memang masing2 orang yg bertanggung jawab & menanggung. Tapi kita manusia kan jg punya hati nurani yang bisa membedakan mana yg benar & salah. Tindakan benar sekalipun bisa jadi salah, karena tujuan & niat hatinya salah pak.

    ian

    September 10, 2008 at 9:07 am

  32. maksud saya, janganlah kita membicarakan hal yang negatif dari seseorang sebelum jelas kebenarannya. takutnya jatuh pada fitnah, padahal kita tidak tahu kedudukan diri kita sendiri di hadapan-Nya.
    lebih baik kita ambil yang positifnya saja, toh akhirnya yang dipertanggungjawabkan adalah amal pribadi kita masing-masing.

    mohon maaf jika ada salah kata.

    ibrahim

    September 10, 2008 at 9:54 am

  33. Aa Gym… Semoga Allah SWT menguatkannya di jalan dakwah.

    salamhangat

    bangzenk

    September 10, 2008 at 12:10 pm

  34. Amin

    ian

    September 10, 2008 at 1:40 pm

  35. saya jelas kecewa ketika mengetahui Aa Gym berpoligami. Tp ga bisa dipungkiri, kharisma beliau memang masih luar biasa. Dan salah satu isi ceramah yg sampe sekarang masih nancep dihati adalah saya: konsep “Berubah ala 3M”:

    Mulai dari diri sendiri. Mulai dari yang terkecil, dan Mulai saat ini.

    Simpel tapi ngena. Semua orang bisa menjalankannya, insyaallah.

    ndutyke

    September 12, 2008 at 4:40 pm

  36. ian Berkata:
    September 10, 2008 pukul 7:09 am
    KESALAHAN LANGKAH I: Aa Gym melakukan poligami sementara jemaah yang menyukai ceramah-ceramahnya kebanyakan orang awam, malahan ibu ibu rumah tangga. Aa tidak menyiapkan mereka untuk menerima poligami ini meskipun di ceramah itu sering dibahas oleh Aa-nya. Menurut istilah orang pemasaran, jemaah Aa itu bisa diistilahkan emotional market, pasar emosional. Resiko yang wajar dihadapi Aa bakal dibenci sama penggemarnya atau dijauhi atau tidak didengar lagi ceramahnya.

    KESALAHAN LANGKAH II: Aa Gym kawin lagi tanpa pemberitaan sebelum atau sesudahnya. Aa kawin lagi secara diam-diam. Bapak baca di diskusi disini soal kritik kawin diam-diam itu, malah ada yang menuduh seperti mempunyai isteri simpanan. Buat Aa yang kesohor bukan main-main, di nasional dan internasional, sangat tidak etis nikah lagi tanpa kabar berita. Aa seperti telah melukai perasaan jutaan penggemarnya, nanti mereka menuduh Aa sudah selingkuh, meskipun poligami itu halal ya. Ini salah fatal sekali nih.

    KESALAHAN LANGKAH III: Aa Gym kawin lagi sama seorang janda muda yang cantik, tinggi semampai, mantan model. Itu fakta ya, sementara Aa selama ini ceramahnya selalu mengajak mencintai akherat, tidak bermewah-mewah soal dunia, termasuk kecantikan disitu. Bagaimana memahaminya ya, kok Aa sendiri tidak mencontohkan menikahi wanita-wanita yang papa seperti contoh Rosul dulu ?

    KESALAHAN LANGKAH IV: Ini kesalahan yang paling fatal yang kita itu sebagai umat tidak habis pikir bukan main. Perlu pembaca ketahui ya, pernikahan Aa yang ke-2 itu dilakukan murni BACK STREET kata anak-anak muda sekarang. Bapak tidak habis pikir, kok panutan kita ini begini ya. Isteri Aa Gym, keluarga besar isterinya, anak-anak mereka berdua yang 7 anak itu, santri-santri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, semua protes soal jalan back street itu. Bayangkan saja ya…Aa Gym nikah lagi di Singapura, secara diam-diam, tidak memberitahu Bu Ninih dan anak-anaknya, tidak berunding dengan orangtua Aa Gym dulu, baru memberi tahu setelah nikah selesai. Bu Ninih isteri Aa Gym itu sampai keluar-masuk RS gara-gara tak sanggup menerima tindakan suaminya. Dari rahimnya sudah lahir 7 orang anak, paling besarnya sudah kuliah, tapi soal sepenting poligami, Aa malah jalan sendiri. Ini fakta besar ya makanya Aa Gym dianggap cuma memburu kepentingan sendiri, sangat kecil perhatiannya kepada kepentingan keluarga. Ya Alloh Ya Rabbi kuatkan hati Bu Ninih dan anak-anaknya yang 7 orang itu, luruskan juga hati suaminya Aa Gym itu. Tidak ada yang nyangka Aa Gym akan berbuat begitu ya, kelihatan tindakan very-very emotionally. Berita ini bisa check langsung ke santri-santri Ponpes Daarut Tauhiid, sebabnya Bapak mendengar juga dari mereka. Bu Ninih itu insya Alloh bakal ridho ya kalau jalannya mulus, tapi ia back street ternyata.

    KESALAHAN LANGKAH V: Keterlibatan KH. Miftah Farid sebagai saksi pernikahan Aa Gym di Singapura, lalu Kyai Miftah juga ikut diam-diam tidak menyiarkan berita itu. Kyai Miftah itu sebagai Ketua MUI Jabar sangat tidak pantas perilakunya. Masak ya ada kejadian yang tidak benar kok dibiarkan dan ikut disembunyikan. Ini sangat memalukan muslimin Pasundan yang terkenal religius. Bapak sarankan seyogyanya Kyai Miftah mundur saja dari Ketua MUI biar nanti masyarakat Pasundan tidak menganggap kalo ulama seperti itu semua. Sedih sekali ini hari-hari ini, panutan masyarakat malahan terlibat kemufakatan menyembunyikan hal-hal yang tidak betul.

    tanggapan:
    “hebat kamu IAN, entah ilmu dari mana yang kamu baca.
    saya tidak bermaksud bela atau cemooh personal orang, tapi saya prihatin dengan kondisi umat Islam Indonesia yang selalu membela kemaksiatan dan mencela apa-apa yang sebenarnya tidak menyalahi syariat Islam. Seandainya yang melakukan hal demikian itu non muslin hal itu bukan masalah, tapi kalau kita muslim yang melakukannya segeralah kembali kepada yang punya kita, kepada al-quran, kepada sunnah”.

    septangerang

    September 13, 2008 at 6:17 am

  37. Karena manusia juga punya nurani mas septangerang, bisa bedain mana yg benar & mana yang salah (Bukan sekadar halal, atau tidak halal).

    Contoh kesalahan yang halal : saya memberi uang sedekah, dengan maksud dilihat orang. Tindakan saya memang halal, tapi salah secara nurani. Karena di hati saya waktu memberi sedekah (tindakan yang halal) adalah untuk dilihat orang2. Sehingga tindakan memberi (yang halal) tersebut menjadi sebuah kesalahan.

    Mengerti maksudnya mas septangerang?

    Kalaupun kondisi saat ini memang tidak memaksa untk poligami mengapa harus poligami? karena selalu akan ada hati yang terluka…hati istri pertama, hati anak2….
    ada banyak ladang pahala yang terbentang di depan kita..ada banyak cara untuk menuju Surga-Nya tanpa harus menyakiti hati sesama.

    ian

    September 13, 2008 at 6:03 pm

  38. !mas_ian

    Naudzubillah, cukup rinci penjelasan anda mengenai “aib” seseorang yg sepatutnya kita hormati sebagai sesama umat Rasulullah. Jangan Anda mengaku itu pendapat org pd umunya, nyatanya banyakan yg simpati (atas kelemahannya & itu sungguh manusiawi) kalau dilihat dr forum ini. Sekiranya ditegur jika bagi Anda hal itu kurang berkenan bkn-nya mencela secara terang2an. Sdgkn kasus video mesum wakil rakyat (YZ) yg waktu tayangnya hampir bersamaan justru kalah pamor kala itu.

    Seharusnya kejadian tersebut, walau benar adanya, dapat mjd fakta bagi kita umat Nabi bhw tiada yg sempurna di dunia ini. Sangatlah berat utk melaksanakan sunnah Rasul walau itu yg paling sederhana sekalipun seperti senyum (atau “cengengesan”); mendo’akan saudara seiman yg berbuat maksiat agar diberi petunjuk oleh ALLAH (sbg tingkat iman plg rendah) – menegurnya jika lebih berani; dsb.

    Saya jg tdk habis pikir thd sikap para pejabat kita bahkan beberapa ulama tatkala rombongan FPI & Munarman cs ‘menghajar’ kelompok AKKBB (yg di-dlm-nya termasuk org ahmadiyah) yg ‘mengutuk’ habis2an tindakan tsb. Padahal tidak ada korban jiwa dlm aksi itu.

    Namun, cobalah tengok ketika telah melayang nyawa ANAK MANUSIA berturut2 dlm kasus STPDN & akademi pelayaran! Adakah diantara pihak ‘pengutuk’ FPI & Munarwan cs itu bereaksi keras? Adalah INSTITUSI PENDIDIKAN dmn tmp terjadinya kasus tsb.

    Subhanallah, seharusnya kita dpt membuka akal & hati dlm melihat kejadian2 tsb. Walaupun seseorang itu da’i kondang atau da’i sejuta umat sekalipun, tetaplah ia bkn Nabi yg senantiasa dipelihara oleh ALLAH.

    Alangkah banyaknya ibrah (pelajaran), namun sangat sedikit sekali yang bisa mengambil pelajaran darinya – Ali bin Abi Thalib.

    ades

    September 14, 2008 at 3:32 am

  39. Amin.

    Semoga kita sama-sama bisa mengambil pelajaran (termasuk dari kisah Ali bin Abi Thalib yang ingin memadu Fatimah) :)

    ps: ingat juga kesalahan I – V itu bukan perkataan saya mas ades, jangan dicampur-adukan.

    ian

    September 14, 2008 at 4:35 am

  40. Anda menolak “Kesalahan langkah I-V” yg dimunculkan pd September 10, 2008 pukul 7:09 am itu sbg perkataan Anda? Apakah kita menyampaikan pendapat seseorg ke org yg lainnya lantas kita mengatakan itu bkn perkataan kita? Seandainya pendapat org tsb adalah hal yg sensitif & tdk benar adanya & kita mengetahui itu (tanpa ada fakta = info yg tidak BAL) namun tetap kita sebar luaskan ke khalayak ramai, bukankah itu sama saja menyebar fitnah (yg nota bene lebih tajam dr pedang khalifah Ali)?

    Ketahuilah, sifat dasar manusia yg susah utk dikendalikan itu adalah nafsu (terutama 3 ta).

    !mas_ian:
    Sepertinya gaya bahasa & watak tulisan Anda koq agak familiar ya? Lagipula, Anda cukup cepat menanggapinya. Tdk cuma komentar dr Saya, tp jg dr beberapa rekan lain yg diatas. Berarti Anda benar2 secara berkala memantau halaman ini…
    Hmm…

    Ades

    September 18, 2008 at 3:22 am

  41. @Mas Adnan

    >Sewaktu rame masalah Aa Gym dulu bersamaan dengan >perzinahan wakil rakyat di DPR. Sebenarnya Allah >menunjukan pada rakyat RI bahwa ada yang halal tapi >masayarakat kita lebih memilih yang haram? Tapi >bagaimana reaksi kita? Mungkin itulah salah satunya >indonesia selalu gonjang ganjing???

    Daripada selingkuh mending poligami.
    Daripada maling ayam mending korupsi sekalian.
    Analog gak…? (^_^)V

    Kan lucu juga seorang kiai kondang berpoligami dengan alasan membantu tp yg dia kawinin adalah janda kaya sementara banyak ibu2 peminta-minta dijalanan yg menurut gw kalo ktnya membantu justru ibu2 dijalanan itulah yg lbh cocok untuk dia kawinin

    OYeahMah

    September 18, 2008 at 4:34 am

  42. http://www.bps.go.id/sector/population/Pop_indo.htm

    Tabel 5. Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin, 1980-2000
    INDONESIA
    Laki-laki : 103 417 180
    Perempuan : 102 847 415
    Rasio : 100,6

    Kalau pada poligami semua, 2 istri aja gak smp 4, saya nya ndak kebagian dong *hwaaaa*

    mak! ane beluuum kawiiiinnnn! hehe

    pd jgn serakah yaahhh , ane jg kepingin kawin neh! hehehe

    Joko

    September 18, 2008 at 4:56 am

  43. !mas_ades

    Seandainya pendapat org tsb adalah hal yang benar adanya & kita tidak mengetahui itu,

    berarti anda telah melakukan fitnah terhadap saya yah, mas Ades.

    Setuju?

    Wong cuman bantu, ngasih info tambahan, dibilang fitnah. bagaimana nasib bangsa ini yang tidak tahan kritik?

    sedikit dikritik, langsung ujung2nya konflik deh.

    sekarang kalau masyarakat umum memang setuju dengan poligami Aagym. kenapa bisnisnya bisa terpuruk? — coba tanya

    Wong semuanya pada setuju kok! — yg gak setuju kan cuman se-iprit — Seharusnya tidak ada masalah apa2 kan?

    tau begini mending gak usah ngasih tau dimana letak pro & kontranya deh. biar aja bertanya2 sendiri kenapa masyarakat umum byk yg gak setuju.

    utk fakta se-asli2nya:
    ———————-
    harap tanya langsung ke santri-santri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, KH. Miftah Farid, dan orang2 yg terlibat.

    Konfirmasikan sendiri kebenarannya. Jangan langsung Percaya saya ato kata-kata orang lain mana pun.

    p.s: buktinya saya balas ini tidak cepat kok mas ades ;) dan sebelum topik ini ada, belum pernah saya posting apa2 di blog mas anjar. familiar dr mana? ada2 aja nich, mas ades ;P

    ian

    September 20, 2008 at 5:07 pm

  44. anda mengkritik aa gym & saya mengkritik cara penyampaian anda yg mnrt saya rada “atos”, spt-nya anda cukup tahan?

    @sanggita:
    Sewaktu masalah poligami… >>>moga2 bisa mjd bahan refleksi buat kita dlm bersikap.

    perlu saya tegaskan lagi, manusia itu selalu dilingkupi oleh nafsu. dan saya tdk pernah menyatakan sepenuhnya mendukung poligami walau itu adalah halal. krn apa, sangatlah susah berbuat adil, krn apa, manusia itu selalu dibakar nafsu itu td.

    utk kasus aa gym, yg telah anda tegaskan kesalahan dr langkah I-V itu adalah dari sisi poligami beliau dan anda bersikukuh seolah2 itu mrpkn “dosa” yg tak terampuni sehingga meruntuhkan segala hal baik yg ada pd beliau. padahal beliau hanyalah manusia biasa (bkn nabi!!!) yg jg harus berjuang keras utk melawan nafsu.

    sdh-kah nafsu anda (makan, minum, marah, “menatap” wanita, dsb) ditahan sepanjang siang hari ini? istighfar lah seandainya khilaf.

    kritik itu sah2 saja, tapi menghakimi itu yg membuat masyarakat saling bentrok. ingatlah, menghakimi itu mrpkn tindakan yg seakan2 kita itu yg plg benar. saya harap anda bisa membedakan hal ini krn saya yakin anda adalah org yg berpendidikan tinggi yg senantiasa dibekali etika (syukur2 bekalnya berupa akhlak).

    knp khalayak umum tanggapannya rada negatif? tentu saja krn dahsyatnya gembar-gembor media yg lebih memilih sosok aa gym yg “lebih seleb” dibanding seorg mr.yz yg br dikenal setelah aibnya nyata2 benar & diakui, disamping sebagian org yg memang pendidikannya belum tinggi (walau tdk berbanding lurus dg etika).

    ades

    September 23, 2008 at 6:54 am

  45. dan saya rasa tdk perlu sampai hrs dtg sendiri ke bdg hanya utk memastikan “kebenaran” berita tsb krn saya bknlah reporter infotainment. cukuplah bagi saya seandainya pernyatan anda itu benar, semoga ALLAH memberikan petunjuk dan memberi ampunan atas segala kesalahannya, dan penting jg utk saya agar dpt mengambil ibrah dr kejadian tsb. namun jika “kesalahan” tsb ada yg keliru, semoga ALLAH memberikan petunjuk kpd mereka & dimaafkan oleh aa gym.

    ades

    September 23, 2008 at 6:57 am

  46. Amin, semoga semua dapat mempertimbangkan pro & kontranya. jangan takut kritik yg memajukan. ambil keputusan yang sesuai nurani anda sendiri, jangan karena kata orang lain / kitab manapun jg. krn saya percaya suara hati nurani kita berasal dari Allah

    ian

    Oktober 2, 2008 at 10:22 am

  47. Dan inilah saat yg tepat utk meminta maaf & memaafkan. Minal aidin wal faidzin Selamat Eid-Ul Fitr 1429 H kpd semuanya…

    ades

    Oktober 2, 2008 at 2:13 pm

  48. Minal aidin wal faidzin, Selamat Idul Fitri 1429 H :)

    ian

    Oktober 5, 2008 at 4:22 am

  49. Gibah itu dilarang. yo kita bertaubat. Aa juga tidak berkurang kemulyaanya kok. Malah sekarang Aa lebih giat lagi dakwahnya, hanya ngak melalui TV kapir……..
    Salam

    Urang Udik

    Urang Udik

    Oktober 13, 2008 at 5:08 am

  50. Cool, Calm, Confident

    tetap Semangat

    Syarif Thoyib

    Oktober 13, 2008 at 6:28 am

  51. :D
    to all
    makanya belajar agama dong, meski sedikit demi sedikit biar tahu mana yg benar mana yg salah, biar bisa mbedakan mana yg benar2 ulama ato ustadz, dg yg public figure…
    terus jangan fanatik sama seseorang…

    pendatang

    Oktober 13, 2008 at 7:52 am

  52. Perkataan yang baik akan membuahkan kebaikan, berkatalah yang baik-baik saja ok!……

    Urang Udik

    Oktober 27, 2008 at 11:10 am

    • he eh deh
      oc bro

      Robert Chan

      November 20, 2009 at 4:28 am

  53. Negara ini akan baik jika orang2 baik. Marilah kita belajar lagi seperti anak2 dulu diajarin orang tua kita dengan berkata yang baik-baik

    Rawa

    Oktober 27, 2008 at 11:12 am

  54. Memang kalau belajar agama dangkal atau tidak pernah sama sekali seperti tong kosong nyaring baunya. Selalu yang dikatakan dan diperbuat orang lain salah melulu

    Abah

    Oktober 27, 2008 at 11:20 am

  55. namanya juga kyai pas pasan. kluiah dulu juga di kampus gak terkenal.
    taunya hobi kawin juga :D kasihan tuh gara2 nafsu pribadi, usahanya bangkrut banyak memphk karyawan. apa gak dosa itu ? jaman krisis begini phk orang ? gak ingat karyawannya juga punya anak istri yg perlu makan ?

    dasar aa gembel

    dell

    Oktober 28, 2008 at 12:44 am

  56. astagfirullah

    hadi

    Oktober 12, 2009 at 12:11 pm

  57. Ustad Aa Gym
    So Far So Good

    Robert Chan

    November 20, 2009 at 4:12 am


Tinggalkan Balasan