Anjar Priandoyo

Benarkah transportasi umum lebih menguntungkan?

with 26 comments

“Jar, naik mobil sendiri itu jauh lebih menguntungkan dibandingkan naik kereta lho”
“Oh ya? masa sih?” Saya meyakini naik transportasi umum selain lebih murah merupakan solusi utama untuk Jakarta yang kian macet.

“Iya, sekarang aku nyetir tiap minggu bensin Rp 150.000, kalau naik kereta 2×8000 + ojek rumah ke stasiun 2×6000 + kopaja 2×2500 stasiun kantor udah abis Rp 33.000/harinya”
“Yee, terus tol dan parkir gimana?”
“Lah tol kan 2×2000/hari, parkir? kan hampir semua kantor bisa reimburse. Sama aja kan”

“Jarak rumah ke kantor 2×30km, Mobilku rationya 1:10, jadi masuk akal tuh kalau tiap hari dia butuh 5 liter alias 30.000 Premium.” Si teman menambahkan perhitungannya.
“Itu kalau berangkat sendiri lho Jar, nah aku berangkat berdua sama istriku, belum lagi kalau janjian bareng sama tetangga. Bisa jadi sepertiganya tuh”

Iya juga ya, pantes Jakarta makin macet
Bintaro, 04:05

Written by priandoyo

Agustus 27, 2008 pada 8:56 pm

Ditulis dalam My Opinion

26 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Biaya depresiasi mobil, biaya resiko tabrakan, dan biaya perawatan mobil kok belum dimasukkan ya.. Kalo mobilnya beli melalui kredit, juga perlu ditambah biaya bunga..

    Dino

    Agustus 28, 2008 at 12:11 am

  2. paling enak kalau semua tentang kendaraan diganti sepenuhnya oleh kantor :mrgreen:

    Azil

    Agustus 28, 2008 at 1:41 am

  3. yaah beda 2 tipis sebenernya,.. taruhlah baru oke kalo beda nya paling gak 20k sehari,… kalo beda2 kurang dari ceban siih ,…. sama aja gak menghargai diri sendiri,….or murah ama yaks harga dirinya,….. kalo saya siih dulu di mix aja,…. khan gak mungkin lhaah tiap hari memaksakan diri bermacet2 yg artinya capek juga di badan,.. bahaya juga khan itu,…

    jacky

    Agustus 28, 2008 at 2:05 am

  4. Benar juga sih…saya juga pertama kali berprinsip seperti Mas Anjar, naik kendaraan umum lebih murah, tapi setelah dihitung-hitung, kok habisnya hampir sama dengan bawa mobil sendiri. Ya akhirnya saya kombinasi saja, gantian hari antara naik kendaraan umum dan membawa mobil ke kantor…ya sekaligus supaya gak jenuh dengan rutinitas.

    Kenapa naik angkutan umum lebih mahal ?? Karena terkadang kita musti terlalu sering berganti angkutan dalam 1x perjalanan…coba misalnya transportasi massal saling terkoneksi jalurnya, mungkin akan lebih murah biayanya

    ipasha96

    Agustus 28, 2008 at 4:07 am

  5. ah.. bagi saya tetep murahan naek kendaraan umum. klo naek kendaaran pribadi (mobil) liat liat dulu keadaan mobilnya gimana. klo mobilnya punya “tenggorokan” yang luas, alias doyan minum bensin terus alias boros bensin, ya mendingan naek kendaraan umum aja. dari rawamangun – kuningan butuh kira2 120k tiap minggu nya. tapi klo naek kendaraan umum bisa setengahnya… beda kalo naek motor ( tp sayangnya saya ngga punya motor apalagi bawa motor, makin ga bisa . .:p )

    alv

    Agustus 28, 2008 at 4:33 am

  6. Biaya capek dan stres gontok2an sama pengemudi-pengemudi gila Jakarta ????

    PRICELESS!

    adhiguna

    Agustus 28, 2008 at 7:58 am

  7. well, bukan masalah cheaper or more expensive tapi valuenya lebih kearah, privasi yang didapat yang gak mungkin di dapet even kalo kita naek taksi, terus juga ada orang yang bener2 passionate sama driving a car…, cuma gue bt nya kalo di jkt itu macetnya gak ketulungan apalagi pas office hours, kalo gaji gue lebih, gue prefer naik mobil pribadi tapi dengan catatan jam kerja bisa flexible. Biasanya yg naik boil kelasnya udah manager keatas, so simple aja…enjoy your life…enjoy your money…rewarding your achivement, enjoy driving…

    tehtarik

    Agustus 28, 2008 at 8:48 am

  8. naik bus umum bisa senggol senggolan ama cewek bahenol….kalo cocok bisa berlanjut jadi pacar atau selingkuhan…………..asyik kan…..

    kentut busuk

    Agustus 28, 2008 at 9:14 am

  9. lebih murah lagi mas …naik kendaraan pribadi..nama motor..apalagi berdua ama istri..ama tetengga sih nggak ada tempat…makin irit aja kalo naik motor…

    sutomo Asngadi

    Agustus 28, 2008 at 9:27 am

  10. jalan kaki,
    naik sepeda engkol,

    pingin lebih irit lagi,
    numpang tetangga, temen, kenalan dlsb…

    mBecak-eksekutif

    Agustus 28, 2008 at 10:01 am

  11. pemerintah kayaknya tidak fokus sama perbaikan transportasi massal..
    lebih banyak peningkatan ekonomi aja

    aRuL

    Agustus 28, 2008 at 1:58 pm

  12. sebetulnya kalo mo ngomong irit ya naik motor …..,
    terbukti kan motor di Jakarta udah kayak nyamuk…

    Mas Wahyu

    Agustus 28, 2008 at 2:31 pm

  13. ipasha96,”coba misalnya transportasi massal saling terkoneksi jalurnya, mungkin akan lebih murah biayanya”
    >> Satujuu..
    transportasi yg sedang “merangkak” ke arah integrasi jalur itu busway tuh, 3500 bisa pindah2 jalur.
    Mudah2n aja progressnya bisa “lari” lbih cpet….. & jangan ampe naek ongkosny.

    Olie

    Agustus 28, 2008 at 2:50 pm

  14. paling mulia naik motor. minumnya pertamax. gak ngemis subsidi premium.
    punya mobil kok ngemis ? gak malu apa ama orang2 miskin yg makin banyak di negeri ini ?

    kampret

    Agustus 29, 2008 at 12:28 am

  15. Naik motor sangat mahal……coba aja naik ojek motor, jarak cuma 1 km ongkosnya 3000 perak. Padahal uang 3000 masih kembali 500 jika naik kopaja dg jarak sangat jauh (lebak bulus ke senen).
    Gak minat blasss naik motor….mahalnya gak ketulungan…..kalo gak ada angkot/bus mending jalan kaki….sehat

    kentut busuk

    Agustus 29, 2008 at 12:42 am

  16. yg nyuruh loe naik ojek siapa? beli motor sendiri dong.artikel ini benar2 payah.jelas aja naik mobil lebih murah dari angkutan umum,karena yg bawa mobil ngemis subsidi.kalo gak mampu isi pertamax,naik bis aja

    kampret

    Agustus 29, 2008 at 3:12 am

  17. [...] oleh bank_al di/pada Agustus 29, 2008 Sebuah postingan Anjar ini, mengingatkanku pada masa-masa penuh stress di Jakarta dulu ketika harus memilih antara naik angkot [...]

  18. Memang selalu ada advantage dan disadvantagenya berkendara pribadi menuju kantor.. namun demikian setelahputar-balik, kali-bagi-tambah-kurang, tetep fasilitas angkutan umum (mass rapid transit) harus diperbaiki guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan produktifitas sumberdaya.. kalau nggak semuanya jadi timpang dan biaya ekonomi tinggi.

    Naik Motor? Wah bahaya, apalagi kebanyakan mental pengguna jalan masih jauh dari kesadaran.. ya pengendara mobil dan Motor, keduanya masih sontoloyo :D

    domba garut!

    September 1, 2008 at 12:05 pm

  19. yg sontoloyo itu yg pake premium :D

    kampret

    September 2, 2008 at 12:15 am

  20. … setiap orang pasti punya privilege sendiri-sendiri lah…

    Paguh Renata

    September 2, 2008 at 12:26 am

  21. Itu sebabnya, bensin jangan lagi disubsidi. Hanya dipakai untuk menghidupi mobil-mobil pribadi yang dimiliki orang-orang yang bukan miskin.
    Sekarang permintaan BBM naik, subsidi membengkak, pemerintah bingung, malah mau bikin smart card, ERP, pajak kendaraan dinaikin, dan ide-ide lain yang ‘brilian’. Jadi heran, kok tolol sekali ya pemerintah ini… jelas-jelas solusinya adalah berikan rakyat transportasi umum yang layak, setelah itu terserah mau naikkan BBM atau kasih pajak kendaraan yang tinggi. Dengan sendirinya orang akan meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih ke transportasi umum, dan akibatnya penggunaan BBM akan berkurang.

    helo2000

    September 4, 2008 at 8:58 pm

  22. memang mestinya trasportasi umum massal gratis dan baik.
    secara agregrat lebih efisien karena biaya polusi dari sektor transportasi menurun artinya biaya kesehatan juga menurun. yang tidak adil adalah segelintir orang mengkonsumsi bbm tetapi publik yang rasakan dan tanggung biaya lingkungannya. memang kita harus mengambil pilihan-pilihan yang rumit. tapi orang kta personal is political, bahkan pilihan-pilihan kerja naik apa, membeli aqua atau masak sendiri di rumah, nasi atau roti itu adalah sikap politik anda. milih kendaraan pribadi artinya kita ikut berkontribusi terhadap ketidakadilan ekologi (segelintir orang yang menikmati, biaya polusi ditanggung banyak orang) dan mendukung ‘kenikmatan’ produsen mobil dari jepang yang sebenarnya mendikte kebijakan transporasi di negeri ini

    andreas

    September 5, 2008 at 2:41 am

  23. Sebenarnya angkutan umu massal gak perlu gratis….yang penting harganya terjangkau…dan angkutan itu hendaknya jangan pakai bensin/solar tapi pakai gas/listrik……..
    Akan terkurangi polusi dan biaya operasional juga rendah…..tarif juga rendah…terjangkau semua kalangan….
    Armada juga harus tersedia cukup….gak perlu ngantri lama dan berdesakan……..

    Ini Indonesia bang.....

    September 5, 2008 at 4:26 am

  24. enak nya emg naik angkutan umum, tapi berhubung risk yang dihasilkan lebih tinggi dibanding spending yang dikeluarkan mau ga mau milih angkutan pribadi.

    e8ayz

    September 5, 2008 at 8:01 am

  25. masalah mobil di jakarta emang parah. sebagai seorang yang setia dengan kendaraan umum alias bus. maka saya harap pemerintah segera menghilangkan subsidi bagi mereka yg bermobil pribadi. kalo perlu jadiin 2xlipat harga pasar >_< supaya bisa menambah sumber dana negara. lah mereka nyusahin saya setiap hari . jadi telat ke kantor -_-’

    ans

    September 12, 2008 at 3:16 pm

  26. Jawabannya tergantung Mas, :)
    “Untung” dari sisi apa dulu, kalo dari sisi lingkungan dan kesehatan, mungkin naik sepeda dan jalan kaki salah satu solusi terbaik.
    Kalo “Untung” dari sisi Materi, jelas naik sepeda dan jalan kaki JUGA TETAP yg terbaik :), karena kita bisa sehat, dan kesehatan itu PRICELESS

    Taufik

    Desember 30, 2008 at 6:44 am


Tinggalkan Balasan