Anjar Priandoyo

Tiket mudik dari PDI Perjuangan

dengan 16 komentar

“Iya Bu, kalau mau tinggal kasih fotokopi KTP atau STNK, nanti Ibu bisa dapet tiket bis dari PDIP, berangkat tanggal 28 ya”
“Beneran tuh, bisa dapet”
“Iya beneran, udah tinggal daftar aja kok”
“Oh ya, ya, saya ngikut deh kalau gitu, si A, si B, si C juga ya”

Efektif, yang saya lihat selepas magrib sih begitu. Si mas, yang rasanya salah satu partisipan PDIP mengajak teman-temannya untuk mudik bareng PDIP. Di salah satu sudut warung rokok itu, dalam sekejap saya lihat kampanyenya cukup efektif, karena ternyata si ibu juga mengajak kerabat-kerabatnya untuk pulang bersama partai yang katanya berpihak pada rakyat kecil itu.

Hebat ya.

About these ads

Ditulis oleh priandoyo

September 12, 2008 pada 5:13 pm

Ditulis dalam uncategorized

16 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. mas, link bicarakarir nya koq hilang

    bagus

    September 12, 2008 pada 10:51 pm

  2. berpihak pada rakyat kecil?
    itu kan baru katanya
    coba kita cari tahu yuk;
    barangkali kita bisa menemukan partai di indonesia yang berpihak pada rakyat kecil.
    ada yang tahu nggak?

    septangerang

    September 13, 2008 pada 6:32 am

  3. pasti belum ketemu ya?

    septangerang

    September 13, 2008 pada 6:33 am

  4. susah emang kita untuk bisa menemukan partai yang bener-bener berpihak pada rakyat kecil.
    semuanya berlomba untuk memakmurkan dirinya sendiri dan para pengurus partainya.
    kalau rakyat kecil bisa menghalangi kepentingan partai ya injak aja, seret aja, bungkam aja, dst…dst…..dst.
    wadah wakil rakyat di indonesia sudah dijadikan sebagai ajang pemecah belah persatuan bangsa indonesia oleh para pengisinya.

    septangerang

    September 13, 2008 pada 6:41 am

  5. PDI Perjuangan akan Gelar Mudik Bareng Keluarga Besar PDI Perjuangan

    Infokom-Media PDI Perjuangan – Keluarga besar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) bersama Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri merencanakan untuk kembali menggelar “mudik bareng” pada lebaran tahun ini.

    Rencana tersebut diputuskan dalam rapat pleno DPP PDI Perjuangan, yang dipimpin oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri, di Sekretariat Partai, hari ini (Selasa, 9/9).

    Mudik yang mengangkat tema “Banteng Moncong Putih Pulang Desa” dan dikawal oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Sutjipto dan Wakil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Bambang Wuryanto ini rencananya akan menyediakan sebanyak 400 bis untuk diberangkatkan dari arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, pukul 08.00 WIB, Minggu (28/9) mendatang, menuju wilayah-wilayah mudik seperti di Surabaya, Semarang dan Solo.

    Mudik bareng keluarga besar PDI Perjuangan ini merupakan mudik yang ketujuh kalinya sejak tahun 2002, yang diselenggarakan PDI Perjuangan sebagai bentuk perhatian PDI Perjuangan untuk memfasilitasi masyarakat di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya, yang akan kembali ke daerah untuk berlebaran, setelah selama sebulan ini berpusasa, setelah satu tahun berada jauh dari sanak keluarga. []

    pacpdippsrebojt

    September 13, 2008 pada 11:24 am

  6. Wah kok aku kurang setuju ya.. kesannya mencari vote dengan uang..

    Dino

    September 13, 2008 pada 1:33 pm

  7. IMHO
    Sebetulnya sah-sah saja move yang di prakarsai PDIP ini.
    Namanya dunia politik tentunya sarat dengan ‘pencitraan-kampanye-jual diri-jual mimpi.

    Sayangnya, masyarakat kita (umumnya) masih terbuai oleh ‘slogan-slogan kacangan dan kampanye murahan’

    Kesan yang saya tangkap adalah:
    * Masyarakat kecil terus menjadi komoditas oleh para politikus (yang konon berjuang/membela mereka)

    Semoga kedepan masyarakat semakin dewasa dan bijak dalam menentukan pilihannya demi menciptakan Indonesia yang maju-mandiri-berwibawa-religi-makmur

    Wassalam

    CMIIW

    Zipper

    September 14, 2008 pada 4:56 am

  8. halaaah biarin ajalah ,… orang mau mempasilitasi orang mudik kok pake a i u e o,… emang nya luh luh pada bisa gaak kasi mereka sarana pul kam???,…. masalah di pemilu nanti siih tinggal mereka mau nyoblos apa ,.. khan terserah,…. dan kayaknya masyarakat sekarang ini juga udah gak bodo2 amat kok,…… ,………………… Mareeee

    jacky

    September 15, 2008 pada 12:41 am

  9. wakakak,,bang jacky serius amat nanggepinnya,,lah wong org kasi komen ya bebas2 aja dung,,mnurut saya siy ya klo mu bantu org mendingan pake nama NN aja ato Hamba Allah,,klo gt kan kliatan niatnya lbh ikhlas,,ya bener jg siy kt bang jacky,,klo kita sndiri gk bs bantu org mudik, jgn sewot,,hahaha,,,no offense

    satrio

    September 15, 2008 pada 3:49 am

  10. Kami juga mengadakan Mudik Bareng 2008 untuk wilayh Mudik Tegal – Purwokerto – Joga. Acara ini di dukung oleh PT Bintang Toedjo segera hubungi Sdr. Salam : 08881557639 gratis

    Lukman

    September 15, 2008 pada 7:07 am

  11. wajar aja lah, ada yang berniat kampanye, ada yang berniat mudik, ketemu deh. justru itu cara kampanye yang berguna daripada cuma pawai2 gak jelas

    andrias ekoyuono

    September 15, 2008 pada 10:39 am

  12. ini bukan kampanyekan :D hehehehe

    aRuL

    September 15, 2008 pada 12:50 pm

  13. [...] 2. PT Bintang Toedjo Tujuan: Tegal, Purwokerto, Jogja Kapasitas: 350 bus (catatan keberangkatan tahun 2007) Syarat: Pedagang Asongan dan Warung Detail [...]

  14. Duit bukan dari korupsi lho.
    BLBI atau Deputy Gubernur BI Miranda Gultom.
    Percayalah…. Percayalah….
    Wakakakak…

    Mohon maaf jika tidak sopan.
    Saya cuma berharap kita sama-sama tidak mudah dibodohi lagi. Semoga Indonesia bebas korupsi dan makin maju secara ekonomi. Amin.

    Si Mega ?

    September 26, 2008 pada 3:29 am

  15. Kalau saja semua partai betul-betul berpihak kepada rakyat kecil amboi indah negri ini tanpa korupsi, kolusi dan nepotisme serta semua partai legowo menerima kekalahan dalam pilkada atau pemilu tanpa ada kerusuhan yang membenturkan simpatisan yang kebanyakan rakyat kecil.

    muhammad

    September 27, 2008 pada 10:54 am

  16. Menurut saya itu memang dinamika politik yang terjadi di indonesia, rakyat merasa dimanfaatkan dan di peralat oleh piranti-piranti politik, mungkin pemerintah, mungkin partai, mungkin golongan, sebaliknya berbagai golongan mungkin partai juga menjadikan masyarakat sebagai komoditi, dsb.

    Satu sisi saya melihat kesadaran ber-politik masyarakat indonesia yang kurang, dan perlu dibina lagi, kadang kita terlalu menyalahkan partai A, partai B, pemerintah, presiden, dsb. Kita hanya bisa mencela tanpa bisa memberikan kontribusi yang berarti kepada bangsa ini.

    sepakat dengan kata-kata “Jangan tanya apa yang sudah negara perbuat kepadamu, tetapi tanyakanlah pada dirimu, apa yang SUDAH KAU PERBUAT UNTUK NEGARAMU”

    memang bicara itu lebih mudah daripada prakteknya.
    lalu bagaimana solusinya, mau tidak mau kita harus terjun bersama-sama membantai politikus kotor, menghapus korups, dsb.

    “Diam tertindas atau BANGKIT MELAWAN”
    jangan hanya bisa berkomentar saja.

    Kemana aja LU??
    Bisa buat apa LU??
    Ngomong aja LU gede`in.
    mana Buktinya??
    Takut ??? ngumpet aja bawah kolong meja.
    nggak berani bertarung tapi komentar nya gono-gini,
    ngasi kontribusi aja nggak.
    CIKEN??

    ini demokrasi Bung…
    dan ini sebuah masalah bangsa yang harus dipecahkan bersama-sama.

    JANGAN MENUNGGU, JANGAN HANYA BERHARAP,
    BERUSAHALAH,dan
    BERANGKATLAH BERGERAK MELAWAN

    DEMI KESEJAHTERAAN KITA SEMUA, BANGSA INDONESIA

    it`s all About “NATION CHARACTER BUILDING”

    “Berkepribadian Dalam Budaya”
    “Berdikasri Dalam Ekonomi”
    “Berdaulat Dalam Politik”

    Samid

    Januari 15, 2009 pada 7:08 pm


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 443 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: