Siapa saja yang sudah merasakan krisis?
Perlahan namun pasti krisis global mulai dirasakan, kira-kira apa saja yang sudah berasa dikantor anda?
“Barusan ada pengurangan 11 orang staf permanen, sedih”
Seorang teman, mining company terbesar di Indonesia Timur, cerita kondisi di departemennya
“Golf dah ga dibayarin lagi, fasilitas dikurangi”
Temen jauh, Oil company besar di TB Simatupang
“Reduce cost, reduce cost, reduce cost, bikin bete”
MNC Company di Kuningan
“Tahun depan tidak ada penerimaan karyawan baru lagi, zero growth policy”
Hampir semua Telco company Big Three bilang begini
“Tahun depan, semua CR dicoba kerjain sendiri dulu, kayaknya ga bakalan ada Capex aneh-aneh, semua project harus ada review rutinnya”
Operational manager, BUMN besar
“Kayaknya karyawan yang diterima semua bakal posisi kontrak”
Seorang teman yang bingung dengan kondisi sekarang
“Bonus?”
Karyawan perusahaan yang punya skema bonus lebih dari 10 kali pertahun.
Apa yang bos anda sudah katakan mengenai krisis tahun ini?
Hmmm..
dari krisis ini akan semakin tampak perusahaan mana yang dikelola secara profesional atau asal-asalan..
Kerja di MNC ga ada jaminan keamanan dan kelanggengan, bahkan kerja di perusahaan dengan rating AAA sekalipun macem General Motors atau Ford yang melakukan PHK besar-besaran.
Hal ini membuktikan bahwa manajemen perusahaan-perusahaan besar di Amrik banyak juga yang bobrok (ingat kasus Lehman Brothers, AIG atau Enron). Perusahaan bank asing macam Citibank pun di ambang kebangrutan tanpa adanya dana bailout dari pemerintah AS.
Disini dapat kita petik pelajaran bahwa belum tentu perusahaan asing (baca :MNC) itu sudah pasti bagus, sudah pasti TOP, dll dan merendahkan perusahaan-perusahaan negeri sendiri. Banyak perusahaan di negeri ini yang masih menjunjung tinggi Good Corporate Governance (GCG) yang menghindarkan karyawannya dari PHK massal.
So, jangan bangga dulu kerja di perusahaan asing (MNC), siap-siap juga kalo setiap saat ada PHK besar-besaran. Bahkan di perusahaan asing dengan rating AAA+++ sekalipun.
Dari sudut pandang ane, saat ini salah satu sektor yang relatif aman dari resiko PHK massal adalah sektor tenaga listrik, dimana sedang dilakukan pengembangan besar-besaran yang banyak menyerap tenaga kerja dengan demand yang terus meningkat di masa mendatang, karena manusia mustahil hidup tanpa listrik.
Engineer Indonesia Power
Desember 19, 2008 pada 7:32 pm
Di balik krisis selalu ada peluang ;)
Amir Karimuddin
Desember 20, 2008 pada 1:34 am
Alow mas anjar,
udah lama ndak posting nih disini ha ha ha :)
oh ya soal krisis memang sudah terjadi cuma diindonesia belum terasa , karena seperti biasa indonesia selalu yang terakhir dan biasanya hantamannya cukup dasyat.
kompani saya yg merupakan Joint Venture group konglomerasi terbesar di jepang di biddang sudah menerima ‘Surat Cinta’ Statement Letter dari Holding yang ditujukan kesemua group di dunia intinya soal pemotongan head count & penghematan besar2-an (pengurangan business trip, overtime, hingga soal electricity di kantor bahkan soal hotel yg akan dipilih). Khususnya di group otomotif sudah ada pemangkasan head count.
Indonesia sendiri tinggal menunggu waktunya FOR SURE … perusahaan saya yang sudah mendapat kabar buruk dari ditundanya proyek2 IT ‘kakap’ di groupnya rio tinto alcan, mitsubishi dll. Sudah dipastikan tahun ini NO BONUS !! NO PROPER SALARY INCREASING (naik hanya sebesar COLA (Cost of Living Adjustment)
What we are supposed to do now ?
Let’s strengthen our internal economic power.
be an entrepreneur …
dan jangan lupa selalu berhemat !!!
Salam.
hamdys
Desember 20, 2008 pada 1:54 am
Krisis ekonomi global plus harga logam terus turun drastis terutama tembaga, menyebabkan perusahaan pertambangan mineral logam skala internasional harus menekan cost salah satunya PHK.
Perusahaan pertambangan asal Australia, Rio Tinto Group, seperti dikutip Bloomberg, kemarin, berencana merumahkan 14.000 karyawan atau sekitar 13% dari total karyawan sebanyak 112.000 dan memangkas belanja senilai US$5 miliar akibat resesi global yang menekan permintaan produksi logam.
Di Indonesia, perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia, sudah PHK 200 orang karyawannya, 600 kontraktor yang bekerja di perusahaan tersebut, dan berencana akan mengurangi lagi 800 karyawannya.
Miner
Desember 21, 2008 pada 5:14 am
Krisis finansial sudah menyentuh sektor riil….perusahaan padat karya yang produknya orientasi ekspor paling duluan terkena. Dan jika sudah menyentuh sektor riil, maka perlu waktu 2 tahun untuk membenahi. Dan kita semakin disadarkan bahwa mengelola perusahaan secara efisien sangat penting….nanti akan terlihat perusahaan seperti apa yang tahan banting.
Tapi peluang juga banyak lho…..sama seperti saat krisis tahun 98…selalu ada opportunity.
edratna
Desember 21, 2008 pada 8:28 am
untungnya gw masih aman. disini banyak yg di cut lho, terutama yg fresh.
tugiyo@mcd3rmott
Desember 21, 2008 pada 11:06 am
jalani aja kok repot!
pecinta Indonesia
Desember 22, 2008 pada 6:01 am
Kata siapa krisis…….??? lah wong mobil mewah spt mercy s-class, jaguar, lexus, masih pada berseliweran. Pameran rumah dan promosinya juga masih gencar. Tarif angkot juga masih tinggi meski harga bbm turun, meski tarif tinggi juga selalu penuh.
Hal hal di atas berarti roda ekonomi masih berjalan dg normal………
wong ndeso banget
Desember 22, 2008 pada 10:40 am
Rating yg dibuat Moody’s, Fitch, atau S&P tidak bisa diandalkan. Ekonom peraih Nobel, Joseph Stiglitz mengkritik institusi ini dibayar oleh korporasi yg mereka rating sendiri. “Agencies such as Moody’s and Standard & Poor’s are paid by the very people they are supposed to grade. As a result, they’ve had every reason to give companies high ratings, in a financial version of what college professors know as grade inflation.”
Lihat buktinya pada The Big Three of Detroit.
contrarian
Desember 23, 2008 pada 6:09 am
contrarian iki ngomong opo??????????
wong wagu
Desember 23, 2008 pada 12:54 pm
semua pedagang yang berurusan dengan yang namanya kurs dollar americano….
kodhim
Desember 24, 2008 pada 1:33 pm
Yg kena krisis, ya aku.. hiks..
Haady
Desember 25, 2008 pada 3:28 pm
[...] Jam 8 Malam – 8 Pagigarudatp pada DVD Bajakan: bagaimana sistem distribusinya?Haady pada Siapa saja yang sudah merasakan krisis?eto pada DVD Bajakan: bagaimana sistem distribusinya?Anto Satriyo Nugroho pada Kapan sebaiknya [...]
Berapa suku bunga KPR anda hari ini? « Anjar Priandoyo
Desember 26, 2008 pada 12:56 am
“Budget 13 juta US jadi 7 juta US” :)
zidni
Desember 26, 2008 pada 4:21 am
linuxnewstoday@gmail.com
Rakyat jelata Mas
linuxnewstoday@gmail.com
Desember 27, 2008 pada 3:21 am
glgkglgk
fatik
Desember 27, 2008 pada 4:20 am
Hallo mas anjar…dah lama nih ga posting comment,
Kebetulan tempat aku tuh ga terasa yah efeknya krisis karna orang-orang walau krisis tetep makan ayam sih hehehehe…
nick
Januari 12, 2009 pada 8:27 am
@nick
berarti sampeyan keturunan kucing mas..
wkekekekek
bebek
Januari 12, 2009 pada 9:29 am
walah, padahal aku baru mau nyari kerja di telco or gas (bekgron dari salah 1), kok udah ada isu pesimistis gini ya?
entrepreneur undur undur
Januari 24, 2009 pada 1:15 pm
ada yang tau perusahaan distributor pt arta boga cemerlang????
ANTON
Maret 6, 2009 pada 11:24 am
Amir Karimuddin Says:
Desember 20, 2008 pukul 1:34 am
Di balik krisis selalu ada peluang ;)
saya setuju dengan pak Amir, krisis itu bikin goncang, keadaan jadi gak stabil, chaos, peluang terbuka, kesempatan buat yang dibawah bisa naik keatas.
mad cat
April 7, 2009 pada 5:40 pm
Krisis melanda semua kalangan
Termasuk TELCO company di Ind.
rasionalisasi karyawan + penutupan office
termasuk galerynya..coba dicek aja
werrr buddy
April 8, 2009 pada 9:30 am
mo krisis mo ngga, di perusahaan telco tuh ngga ada perekrutan karyawan permanen 3 th terakhir…. wong yang permanen itu masih banyak koq yang ngga punya tugas……..cuma kongkow2 di kantor… apalagi krisis gini??? tinggal menunggu waktu dah..
bryn
Mei 28, 2009 pada 7:55 am