Pekerjaan sampingan apa yang cocok bagi anda?
Waktu pertama kali bekerja, saya sempat berdiskusi dengan seorang kerabat yang lebih senior. Kira-kira dia menyampaikan:
“Njar selamat ya udah kerja, tapi inget, uang segitu gak cukup kalau di sini, kamu harus cari sampingan juga”
Waktu itu saya kurang paham apa maksud kata-katanya, sampai suatu ketika saya menemukan banyak cerita teman-teman karyawan yang punya mobil lebih dari satu kemudian digunakan untuk Omprengan berangkat ke kantor bersama-sama
“Uang cicilannya dari ongkos orang-orang berangkat kekantor Jar”
Cerita lain di banyak perusahaan telekomunikasi adalah cerita tentang kios-kios voucher dan HP yang dibuat oleh kerabat si karyawan. Atau ketika di banyak perusahaan pertambangan yang punya mobil lebih dari 1 bahkan ada yang mencapai 20 mobil untuk disewakan pada kontraktor disekitar lokasi pertambangan. Seru ya.
Menurut saya, ada beberapa alternatif pekerjaan sampingan yang bisa kita ambil yaitu:
1. Pekerjaan yang terkait dengan kompetensi pekerjaan
- Mengajar, untuk professional di bidang tertentu, khususnya support function (Network, IT, Pajak, HR). Itu alasannya kita perlu punya S2.
- Part-time konsultan, beberapa teman membantu proses rekrutmen, mengaudit laporan keuangan perusahaan kerabat, atau membantu proses implementasi ERP. Parttime ini bisa skala besar atau skala kecil sekedar memberikan saran kepada seorang teman yang bingung memilih sekolah ataupun rumah.
2. Bisnis mandiri yang terkait kompetensi pekerjaan
- Punya perusahaan mandiri yang bisa menghandle project-project internal dikantor ataupun project external yang kantor tidak mau handle (beresiko tinggi, rawan sikutan atas bawah)
- Membuka kios voucer/HP oleh anak Telco
3. Bisnis mandiri yang terkait dengan kapasitas pekerjaan
- Punya carteran mobil untuk kontraktor oleh anak Tambang, mobil carteran dititipkan ke koperasi perusahaan
- Jasa pengurusan passpor untuk petugas imigrasi
- Jasa pengurusan SIM/STNK untuk PNS di Samsat
Mungkin untuk kategori ketiga ini agak rawan-rawan juga, untuk PNS mungkin peluangnya lebih besar ya
4. Bisnis mandiri yang independen dari pekerjaan
- Buka warung makanan, untuk yang punya keahlian memasak
- Toko kelontong (Alfamart)
- Membuat majalah/blog
- Membuat jasa design grafis
Pertanyaannya:
1. Perlukah kita menyiapkan bisnis sampingan ini?
2. Sudah sejauh mana usaha yang kita siapkan untuk mewujudkan hal ini?
3. Ada pengalaman dan cerita lain seputar membangun usaha?


Mungkin sebelum memikirkan pekerjaan sampingan, kita evalukasi dulu: apakah pekerjaan utama kita sudah mentok, tak bisa kita kembangkan lagi?
Pekerjaan utamaku: menulis buku.
Pekerjaan sampingan? Entahlah. Untuk menulis buku saja aku sudah kekurangan waktu, tak sempatlah memikirkan pekerjaan sampingan.
M Shodiq Mustika
Januari 26, 2009 at 6:16 pm
Hmmm, sepertinya kata2 M shodiq bagus juga tuh
wangmuba
Januari 26, 2009 at 10:35 pm
artikel yang sangat menarik.. dalam banyak hal dalam tulisan ini saya setuju. terima kasih
quantumeconomics
Januari 27, 2009 at 1:27 am
walau apapun pekerjaan yang kita miliki saat ini, sebaiknya kita juga memiliki pekerjaan sampingan untuk jaga jaga. tulisan ini bagus, untuk kita melihat melihat kira2 peluang apa yang cocok buat masing masing kita.
marketivatutorial
Januari 27, 2009 at 2:15 am
kang anjar, itu bicararumah.com sebetulnya bisa dikembangkan lagi loh, bisa nyambi => show me the money!
ada beberapa ide yang pernah terlintas, enaknya di offline saja dibahasnya.
Wassalam,@rd.
@rdcikalmart
Januari 27, 2009 at 3:29 am
Yang penting action njar ! :-)
andrias ekoyuono
Januari 27, 2009 at 4:02 am
……..” Cerita lain di banyak perusahaan telekomunikasi adalah cerita tentang kios-kios voucher dan HP yang dibuat oleh kerabat si karyawan……..”
Itulah potret bangsa kita yang masih menganut paham nepotisme… Dulu orang2 intelek berkoar2 isu itu?!!! Patut dipertanyakan lah faktualnya
wewed
Januari 27, 2009 at 5:00 am
ide itu muncul saat bergabung dengan sebuah komunitas .. ikutan milis dan webforum … ada potensi yang bisa dijadikan usaha sampingan
hendito
Januari 27, 2009 at 5:40 am
bagi yg ingin menambah penghasilan karena gaji pas2an, saya rasa itu perlu…
semakin dini smakin baik…
tp knyataannya memang tidak semudah itu…
hehehe….
saya lebih milih yg jenisnya idependen dari field kerjaan saya…
cari suasana lain…
hehehe….
tanPasia
Januari 27, 2009 at 8:15 am
whahaha… mas bebek… tul!
kodhim
Januari 27, 2009 at 9:04 am
mau sampingan apa saja sih boleh” , tapi hal yang terpenting adalah kapan berani memulainya??? , karena saat kita memulainya , lingkungan, teman ,bahkan keluarga kadang kurang merespon” tindakan kita,
krida
Januari 27, 2009 at 9:37 am
kalo saya, lebih sepakat buat bisnis yang independen dari pekerjaan.. jadi beda aja, biar banyak lahan yang bisa disambi :P cuman, susah ngatur waktunya juga nih
Billy Koesoemadinata
Januari 27, 2009 at 9:56 am
Cintailah Pekerjaanmu dan Kerjakanlah Apa Yang Kamu Cintai
alex
Januari 27, 2009 at 11:47 am
Mas Anjar
Kalo saya bisnis sawit dan karet gimana mas?
di Jambi tempat tinggal ku soale masih prospek untuk perkebunan ini.
Wish be an entrepreneur someday
salam
bambang
bambang purnomo
Januari 27, 2009 at 4:35 pm
kalo yang pas pas an bisa ngojek njaaaaaar,……….
ikow
Januari 28, 2009 at 1:07 am
Setujuu,.jadilah pengusaha jangan cuman karyawan yg hidup di bawah aturan main suatu sistem pembodohan!
Dino
Januari 28, 2009 at 3:08 am
saya sudah melakukan pekerjaan sampingan (side job) tapi koq masih kurang ya …
bayu
Januari 28, 2009 at 7:32 am
Kalo saya sihh pekerjaan utama ngurusi management masjid……
kerjaan sampingan yaa di bidang logistics export import, sekali sekali jual beli mobil, sekali kali ngrentalin mobil….
sutomo asngadi
Januari 28, 2009 at 7:55 am
setuju2,
btw kasi yang laen dunk,,,
biar lebih banyak pilihan hehehehehe
btw, kalo lagi skripsi gini pekerjaan sampingan yang cocok apa ya,,,yang dapet duit banyak,,,,
aaimz
Januari 28, 2009 at 8:50 am
ide mah udah banyak,
makanya perlu langkah pertama kali.
first job hitung-hitung uang orang lain.
second job dodolan krupuk.
pecinta Indonesia
Januari 28, 2009 at 10:17 am
1. Perlukah kita menyiapkan bisnis sampingan ini?
–> ya perlu lah. bukan perlu lagi..tapi aji mumpung. mumpung bisa nyambi, kenapa tidak?
2. Sudah sejauh mana usaha yang kita siapkan untuk mewujudkan hal ini?
–> kebanyakan masyarakat indonesia (mungkin) baru sebatas angan-angan.
3. Ada pengalaman dan cerita lain seputar membangun usaha?
–> banyak. pertama usaha untuk membangun usaha. ternyata di indonesia membangun usaha yang diawali dengan sebuah pemikiran sama dengan nol. Percumah. Kita mempunyai ide yang brilian, namun tak ada modal. Ya kalau semisal kita sudah memilki usaha yang bener-bener lebih dari cukup. Usaha yang premier aja masih kudu utang sana utang sini untuk mengganjal perut, mungkin jika kudu ngutang ke bank untuk modal….ga bakal dapet…saat di survey aja tampang kita masang tampang kelaparan..duh…
topijerami17
Januari 28, 2009 at 1:11 pm
Kalo anak IT gampang aja
Buat perusahaan IT consultant
nerimain proyek, bikin tim
ngerekrut mahasiswa suruh ngerjain proyeknya
gampang kan…minim tenaga minim modal
tapi penuh resiko
hahaha
antonrifco
Januari 28, 2009 at 11:00 pm
duh, sepakat banget ma topijerami17, sebetulnya masalahnya tuh di modal kali yaa… emang iya bisa minjem tapi kan usaha itu punya resiku, nah kalo menempatkan resiko pake pinjaman ga bagus..
jadi, usaha yang sesuai modal aja deh…
footprint1980
Januari 29, 2009 at 12:31 am
eh kunjung2i blog gue juga ya..
just join http://footprint1980.wordpress.com
lam kenal
footprint1980
Januari 29, 2009 at 12:53 am
Lagi mikir-mikir nyari kerja sampingan apa yang cocok… :mrgreen:
mamas86
Januari 29, 2009 at 2:34 am
kerjaan sampingan…apa yeee….beri pilihan lain dong…
hatmiati
Januari 29, 2009 at 7:11 am
saya mau beli sawah & sapi,
jadi petani..
ricohsanusi
Januari 29, 2009 at 9:39 am
Semua orang berpikir keras bagaimana mendapatkan bisnis/kerjaan sampingan. Mikir terus kyk Saya dulu, terakhir mentok2 di modal (tul gak ?). Kenapa gak melirik bisnis Network Marketing yg bagus dan benar ? kalo memang mau serius ada hasilnya kok (udah ngerasain). Selain tidak butuh modal yg besar, resiko kecil, waktu jg flexible. Kenapa gak kita lakuin ? gak dosa dan menghasilkan uang halal ini :D
tigerhungry
Januari 29, 2009 at 9:39 am
Kalo dah habis waktunya buat pekerjaan pokok semua gmana ya???
riyansleman
Januari 29, 2009 at 9:52 am
Ya, kita kerjakan pekerjaan pokok kita dengan serius aja. kan gampang.
adries
Januari 29, 2009 at 9:59 am
kalo cewek ,.. mbak2 karyawati yang cakep, cakep, cakep,… sih gampang kalo mao cari sampingan,….. mau,.. mau,…. mau,…… hehehehehehe
belo
Januari 29, 2009 at 10:09 am
kalo bisnis sampingan berbau profesi kita bisa kena code of conduct dong..
riauku
Januari 29, 2009 at 10:58 am
riauku :
saya setuju kita harus punya etika dan dedikasi pada pekerjaan kita, by right/law pekerjaan sampingan yang nyerempet2 profesi kita ini illegal karena secara tidak langsung impactnya akan mengurangi kinerja kita di kantor, dan gue yakin, pendapatan dari hasil sampingan ini yang mungkin lebih besar dari gaji pokok tidak pernah dilaporkan ke instansi terkait oleh sebagian besar sampingan’ers. Does anyone in here ever learn the ethics ? once again, it does show how low the mentality in here….
loophole
Januari 29, 2009 at 7:30 pm
kalau mau cari kerjaan sampingan ya sesuaikan sama bakat diri jadi bisa dikembangin dan tentunya menghasilkan uang. itu kan tujuan utamanya???
sp0ngew4ter
Januari 30, 2009 at 4:12 am
pekerjaan sampingan tujuannya duit tambahan karena pekerjaan utama duitnya ga cukup, itu menurut gue.. more simple..
footprint1980
Januari 30, 2009 at 4:15 am
[...] Pekerjaan sampingan apa yang cocok bagi anda? Waktu pertama kali bekerja, saya sempat berdiskusi dengan seorang kerabat yang lebih senior. Kira-kira dia […] [...]
blog kopas » top post
Januari 30, 2009 at 9:44 am
hampir kehilanga pekerjaan, ada pencerhana disini terima kasih
wangsa
Januari 31, 2009 at 4:58 am
bisnis sampingan ……………..aneh, aja .
andrianus akumo
Januari 31, 2009 at 2:25 pm
bisnis sampingan, tapi gaji lebih gede dari pekerjaan utama
arif
Februari 1, 2009 at 3:55 pm
mungkin investasi aja kalo bingung belum ada pilihan mau bisnis apa, alhamdulillah saya termasuk menikmati keuntungan dari investasi saham dari tahun 2004-2007 dan dari keuntungannya bisa melunasi semua utang dan membeli satu rumah mungil di depok dan satu di pusat kota jakarta, walaupun di tahun 2008-2009 ini masih terpuruk tapi mental saya udah tertempa dengan mantap, tidak ada lagi stress karena uang nyangkut, lebih sabar dan rilek, saya berfikir bahwa main saham bisa dijadikan profesi sampingan dan juga bisa jadi profesi sekalipun anda sudah pensiun dini ataupun pensiun beneran.
yudi
Februari 2, 2009 at 9:13 am
pekerjaan sampingan saya sekarang berternak sapi di kampung, dsri 2 sapi, sekarang sudah ada sekitar 200 ekor. selain itu, saya buka warnet & rumah makan padang
fadhli halim
Februari 3, 2009 at 6:08 am
pekerjaan smapingan membuat blog? lah ini sekrang udah punya :-P
Treante
Februari 3, 2009 at 12:46 pm
Wah sangat perlu untuk mahasiswa seperti saya ini, selalu saya kekurangan uang saat di akhir bulan…
Jadi sudah kerja sampingan(tapi part time he he he)..
jaga warnet, ya jaga warnet, meski agak capek, tapi di sini saya bisa mendapatkan segalanya, yaitu bisa pergi ke mana saja semanuya, dan ini merupakan peluang untuk mencari tema atau kawan dan juga kolega untuk berbagi ilmu sesuai yang saya pelajari..
bocahbancar
Februari 6, 2009 at 1:38 am
piara tuyul…hahahah
Anto
Februari 6, 2009 at 10:40 pm
Bisnis independen aja mas.
Inovasi, kreatifitas, differensiasi merupakan hal yg menarik dan tdk monoton.
Kta hdp di zaman multi turbulance globalization, jd kalo kta ambil bidang bisnis yg sma dgn pekerjaan kta dkantor ya bisa dibayangkan. Betapa sedikitnya ilmu dan usaha yg kta dpt dlm era ini.
huhu maaf, jd sok tau saya.
:)
Sesuatu
Februari 8, 2009 at 8:55 am
saya harus Bantuin bikin program buat temen-temen yang lagi tugas akhir buat yang kesulitan bikin program. trus begadang tiap malam buat orderan ngetik…,Trus ngurusin ayam sama nyuplai barang yang kira2 laku ke toko-toko.
Dan kuliah pekerjaan utama waduh kok jadi curhat ^_^
nugi09
Februari 8, 2009 at 11:18 pm
Berhubung dikantor gaji gak naik-naik, saya bisnis sampingan aja bikin web site perumahan dimana saya tinggal. dutabintaro.com. siapa tau suatu saat bisa menghasilkan seperti mas anjar dengan bicararumah.com nya.
Terimakasih mas anjar untuk inspirasi2 nya.
Faisal
Februari 12, 2009 at 5:25 am
saya kira perlu mas. ekspansi.
salam kenal.
zul
Februari 14, 2009 at 3:15 pm
buat bapak/ibu/mas/mbak yg ada peluang buat nyari kerja sampingan, jgn mundur karena merasa di kerjaan utama saja belum maksimal . Kuncinya adalah disiplin dalam manajemen waktu, hanya dengan itu maka kerjaan utama baru bisa maksimal — ingat bahwa seberapa banyak pun waktu anda berikan buat perusahaan pasti akan tidak cukup untuk mengerjakan seluruh pekerjaan yg diberikan pada anda — sementara anggaran perusahaan biasanya tidak mencukupi uang lembur anda ( kalau tidak ada uang lembur ya maaf ).
Manajemen waktu untuk keluarga, belajar, mengerjakan pekerjaan utama dan sampingan, serta teman2.
realis
Februari 22, 2009 at 12:55 pm
kiat kiat gw untuk memulai usaha baru,
1.buka usaha bikin planning yang mantap, seninya itu kan bikin yang tidak ada menjadi ada…seperti magic, kita pesulapnya, jadi mulai dari suatu yang sangat kecil dulu, dari sesuatu yang kita punya. ibaratnya kalau pesulap mulai langsung ke atraksi ngiket diri lalu nyemplung di kotak isi air yang di gembok…berat pak…mulailah dulu dari nusuk balon pakai jarum(yang ringan maksudnya) kalau belum apa apa udah minjem duit ke bank, nah itu namanya bukan sulap lagi, udah ada soalnya.
2.buka usaha jangan pikir cari duit, pertahankan sumber uang tetap, agar kita bisa hidup dari situ. contohnya pekerjaan sebagai karyawan. nah kbahkan kalau usaha mulai jalan siapin dana lebih untuk menanggung kerugian setiap bulannya, sampai di titik impas…dalam arti semua pegawai senang, kebayar gajinya udah bagus. kalau baru start ruginya banyak banget berarti balik ke point 1, planning blum mantap. kalau ruginya sedikit…selamat! anda sudah berjalan dengan baik. intinya kan melihat dan mempelajari kondisi usaha yang berjalan, di improve terus agar lebih menghasilkan. cari mana kekurangannya.
3. Fokus. buka rekening baru, uang usaha jangan dicampur dengan uang pribadi, lu gak ketat tinggal tunggu waktu. khan kata pak Robert Kiyosaki usaha baru 90%gagal di 5 tahun pertama, sisanya 90% bangkrut di 5 tahun berikutnya. nah kita liat disini usaha itu gak gampang, jadi tolong ikat pinggang mesti kuat. tahan napsu, barang bagus itu selalu keluar yang baru, gak beli hari ini besok pasti ada lagi.
4.rendah hati mau belajar. jangan ngorbanin siapa pun!…siapa pun didalam usaha kita tidak boleh ada korban, customer itu seperti penonton/audience kalo balik ke masalah show sulap tadi, mereka bayar untuk kita perform sebaik baiknya, mereka gak peduli personal life kita lagi ada masalah tetek bengek…mereka harus puas itu pointnya, kalau kita gak yakin barang kita bagus, jangan di jual, kalau ada kemungkinan 5% saja barang kita merugikan pembeli…jangan dijual. kalau ada customer komplain, kita bisa merubah auranya negatifnya jadi positif, ini seni pak…berjalannya waktu tambah pinter sendiri.
5. sabar. dulu saya mulai usaha hari ke hari istilahnya, habis di makan, seolah olah gak ada hasilnya. maksud hasil disini hasil yang significant. saya bahagia, tapi kalau saya berhenti kerja gak lama nunggu saya susah makan pointnya. eh berjalannya waktu ternyata ada hasil lain yang tanpa saya sadari saya peroleh.dan hasil ini lebih berharga daripada uang, koneksi misalnya…suplier kenal 4 tahun, dulunya medit sekarang udah kasih banyak kemudahan(suatu hari saya mengirim rangkain bunga besar tanda BARDUKACITA akibat kerabat suplier yang meninggal, setelah itu mungkin hatinya pun lumer dan mungkin dia mulai mereview lagi hubungan yang sudah terbina baik selama ini..sehingga akhirnya kasih bon tanpa limit) nah plus banyak koneksi baik lainya, kemudahan kemudahan ini sangat baik karena membuat kita ke naik level berikutnya. yaitu pengusaha kecil yang punya kredibilitas. bonafit gitu maksudnya.
6.banyak berbuat baik. berbuat baik itu diusahakan tanpa henti henti nya, banyak maapin orang yang buat salah sama kita, bantu orang orang sekitar kita. maka nasib baik akan datang tanpa diduga. sedikit contoh dulu usaha disebelah toko saya panti pijat, marketnya luar negeri, pegawainya sangat minim bahasa inggris, setiap hari datang ketoko minta diajarin. saya ajarin sebisanya dengan tulus, eh taunya mulut ke mulut banyak pegawai panti pijat tersebut yang jadi belajar sama saya. saya dapat banyak info mengenai cara usaha tersebut bergerak. suatu hari salah satu pegawai seniornya mengeluh akan kondisi fisiknya yang lemah, dan jam kerja yang panjang. dia menawarkan diri untuk ikut sama saya, kebetulan ada tempat kecil di belakang gang punya teman yang bisa saya bayar bulanan. saya ambil, saya buatkan 2 bed massage, dan mulai lah sebuah usaha baru. lucunya bednya ada 2 pegawainya hanya satu, eh ada saja orang melamar pekerjaan. sekarang pegawai 7 orang dan tempat saya rame terus. hasilnya saya pakai buka cabang, saya bikin tempat yang lebih mantap lagi, tambahan pegawai 8 orang. dan hasilnya bagus juga. gaji harian 15 rb, komisi 20 %. rata rata pegawai dapat 1,5 jt setiap bulan diluar tips. ini kan luar biasa, sampingan yang tidak saya perhitungkan bisa menghidupi 16 orang. hidup senang dan tertampung di wadah yang baik. udah ketemu kuncinya saya target buka 5 tempat massage tahun ini. semua hasil nya akan saya pakai untuk terus buka cabang baru, sampai mentok.
7. punya prinsip. kalau mau hitam hitam sekalian, kalau mau putih putih sekalian. lebih baik putih karena yang datang rejeki, bukannya masalah. contoh lagi sedikit saya sangat ketat di panti pijat yang saya miliki, NO SEX. malu saya makan uang haram. semua pegawai cewek, dan pegawai yang genit tidak saya terima. pegawai yang genit sama boss juga saya pecet. bibit gak baik.
sekian semoga sedikit membantu teman teman disini.
mad cat
Maret 24, 2009 at 8:20 pm
Trima kasih u/ masukannya.
imelda
September 1, 2009 at 12:45 pm
mad cat..
thank share nya
gmn tuh ngatasi saingan usaha yg sejenis?
posisi dia duluan yg buka usaha sejenis?
harus brani rugi dl untuk ngrebut pasar ato disamakan? thanks.
bowie
April 7, 2009 at 6:28 am
kita ambil contoh usaha sampingan saya panti pijat, waktu saya buka panti pijat, saya survei terlebih dahulu. ternyata sudah ada 12 panti pijat disepanjang jalan..
saya liat ini sebagai suatu tantangan, ada marketnya.
saya masuk sebagai panti pijat ke 13 di jalan tersebut, dan paling kecil skalanya.
karena usaha kecil lebih mudah untuk di manage, saya pakai taste saya sendiri dalam masalah servis. saya pribadi suka di pijat…lalu saya liat kekurangan tempat lain dan saya buat list panjang mulai dari hal2 yang besar dan kecil sampai hal2 yang melatarbelakangi terjadinya hal2 tersebut…. hal2 kecil seperti
1.kok pegawai di massage ditempat lain banyak nanya hal2 pribadi saya yah? nah maka hal itu ditiadakan ditempat saya.
2.kok saya merasa pegawai massage di tempat lain kok kerja nya kasar? (maklum saya sendiri sensitive, kalau tidak di belai saya bilang kasar…hehehehe) nah ditempat saya lembut semua.
3.ditempat lain handuk dan kimono untuk mandi ditaruh di bed…ditempat saya kimono itu di pakaikan langsung oleh theraphist.
ini semua hal2 kecil yang dianggap sepele…(dan masih banyak yang lainya), tapi some how penting buat saya, saya coba buat standar baru.
berhubung saya mulai kecil2 an, dan marketnya sudah ada saya saya optimis, namun saya juga sudah siapin uang untuk menghidupi tempat ini selama 3 bulan. kalau2 masih merugi, tapi ternyata bulan pertama sudah untung.
saya pasang harga lebih mahal di banding kompetitor saya.
saya buka usaha go with the flow, diliat kekurangannya, dan diperbaiki.
saya juga buat team creative, dimana teman2 dari latar belakang yang berbeda saya berikan banyak sekali test drive…hehehe…maksudnya compliment untuk di mintai saran dan kritiknya.
saya gak bermaksud menyaingi usaha sejenis saya coba buat standar baru. walaupun pada akhirnya banyak yang merasa tersaingi, but nothing personal…its just bussiness.
mad cat
April 7, 2009 at 5:31 pm
yang terpenting adalah kemauan yang kuat untuk mulai bisnis dan diikuti dengan tindakan untuk memulai bisnis.
Kemauan doank tanpa tindakan sih sama aja NOL :-D.
Perkara nantinya itu gagal, ya gapapa, yang penting habis itu bangkit lagi.
F.K
Mei 4, 2009 at 6:13 am
bisnis makanan kali yah…..
never ending tuh :D
F.K
Mei 4, 2009 at 6:16 am
saya kerja di konsultan, sebenarnya enak kerjanya, tapi terkadang sangat bosen, soalnya yang saya kerjakan itu-itu dan itu saja, makanya saya berusaha mencari sampingan, banyak yang saya lakukan, karna banyak waktu luang saya soalnya sabtu minggu libur. dari percetakan, suplier bahan stenlis, sampai ikut memasarkan bahan2 kebab,
buat temen-temen mungkin jualan kebab bagus kali, nanti biar saya suply bahan2, (promosiii)
nanang
Mei 11, 2009 at 7:20 am
di Rabo Bank gimana Pak ? sapa tahu bisa ke Belanda …
sangmane
Juli 10, 2009 at 4:10 pm
Bisnis apa y??Saya PNS sudah 10 kali membuka usaha sampingan,mulai dari MLM,wartel,kios ponsel,toko dvd/vcd/mp3,joint kontraktor,pengumpul pinang,penyalur pupuk,mediator,pembeli bahan sisa Pabrik Kelapa Sawit,suplier pakaian,suplier perlengkapan toko ponsel..dari berbagai pengalaman Saya tersebut yg gagal “dalam anggapan saya”karena tidak pernah bertahan lebih dari 1 thun Saya ambil kesimpulan bahwa,1.modal bukan faktor utama,2.jaringan faktor utama,3.ketepatan lokasi usaha faktor pendukung,4.management waktu dan disiplin penentu kesuksesan usaha,5.apapun usaha kita bisa berhasil “kaya” tanpa iri melihat usaha lain,6.dan yg terakhir saya rasa,bertemu dengan orng2 yg tepat!!!!klo orng chinese bilng “orang yg bawa HOKI” karena 80% usaha Kita gagal karena orang yg Kita temui salah!namun untuk melihat geografis Ind yg besar dan potensial faktor skill Pribumu ini Saya dapat berkesimpulan bahwa Kita harus fokus di produk pertanian bukan dagang!karena kuncinya ada pada produsen pertanian baru bergerak ke perdagangan,Jika Kita telah menguasai poros Pertanian dengan pastinya Kita bisa melangkah Distribusinya (dagang) dan produk turunannya,..hemat biaya!istilahnya produk hulu hingga ke hilir!!
kerajaan_bisnis@rocketmail.com
Gondo Sudewo S
Juli 31, 2009 at 4:46 am
Untuk yang sibuk mungkin cocoknya di internet marketing kali yaa?
Chandra
Agustus 30, 2009 at 11:08 am
Iya saya pengen bgt punya sampingan tp sy bingung mw sampingannya apa. Sy bekerja dr pagi sampai malam & hanya punya wkt libur di hari minggu. Gaji, sy pas2an, makanya sy bth bgt yg namanya sampingan. Kendalanya sy tdk bisa berjualan (marketing) krn sy tdk minat u/ hal itu. Lantas apa yg mesti sy lakukan agar bs menambah pneghasilan sy? Rubrik ini bgs, sy sgt suka. Tp, sy masih blm bs menentukan sampingan yg sesuai dgn sy (minat). Apakah ada yg mw ksh sy usul?
imelda
September 1, 2009 at 12:30 pm
Kalau mau berinvestasi lewat MLM mungkin g salah juga tapi bener jg g karena itu tergantung system MLM itu sendiri apa MLM yang “Up To Date” dan dibutuhkan masyarakat pd umumnya ato MLM yang “Musiman” tapi waktu saya mengikuti bernagai jenis MLM kebanyakan “Gulung tikar” sebelum target tercapai yg akhirnya saya mengalami “stress finansial” shg banyak MLM yang marak tetapi sudah tidak ada “kran”terbuka bg masyarakat pd umumnya ….sampai suatu hari sy ditawari sebuah MLM yang berkedok “mesin….apalah untuk narik duit” tapi akhirnya jg MLM “tak kentara” yang mengakibatkan sy selektif dalam memilih usaha MLM sampai suatu saat sy mengenal FLEXTER yang pd saat sy mau msk sdh mempunyai anggapan yg sama “paling2 jg ky gt2″ shg sy tidak bgt maximal u/ mengembangkannya….ttp sebulan kemudian upline sy yg aktif dan di HP sy setiap 2 hari sekali menerima SMS menerima bonus DEPOSIT pulsa dan rekening bank sy bertambah 4x jumlahnya dari deposit pulsa…smp2 sy tdk percaya padahal sy hanya mengajak orang 4 teman sy dngn iseng ttp g tau tmn2 mlh serius mengembangkannya shg sekarang dlm 1 bulan (18 agustus 18 september)sy mempunyai penghasilan 1 jutaan lebih (bisa dilihat di http://www.flexterkita.com untuk mengecek no ID silahkan contact sy ke no 08812852833 akan sy beri ID sy) Jadi masih ada jg MLM yg transparant dan bertanggung jwb dari hasil perusahaan brp…smp bonus pun bs harian tnp ada kewajiban yg memberatkan (tutup point, belanja, atau target apa-apa) silahkan untuk di cek dan selamat bg yg sdh berhasil di MLM walu hanya 0,10% dr yg menjalankannya…he he he….! target sy pribadi bulan ini 2x lipatnya do’ain y…!!!
ARKAZORA NUGRAHA
Oktober 13, 2009 at 1:53 pm
Freelance Translator.
Software UM
Oktober 14, 2009 at 1:40 am