Anjar Priandoyo

Arsip untuk Juni 2009

Hidup BAT, Hidup Bentoel, Hidup Rokok

dengan 81 komentar

“…Jar, hari ini BAT resmi akuisisi Bentoel…”
Siang tadi, pesan singkat dari seorang sahabat mampir ke HP saya. Merinding saya mendengar berita itu. Rasa-rasanya baru kemarin Philip Morris membeli Sampoerna dan kemudian meluncurkan Marlboro Kretek yang kontroversial itu. Sekarang BAT yang merupakan perusahaan rokok kedua terbesar didunia membeli Bentoel, salah satu raja kretek di tanah air. Dengan akuisisi ini konon BAT-Bentoel akan menjadi perusahaan rokok ke empat terbesar di Indonesia.

Urutannya: *Data Q1/200 7
1. Phillip Morris – Sampoerna (24.2%)
2. Gudang Garam Kediri (23.6%)
3. Djarum (20.4%)
4. BAT – Bentoel

Ditengah carut marutnya industri rokok, disela-sela larangan import rokok kretek di Amerika Serikat. Semoga berita baik ini juga berdampak baik bagi peningkatan kesejahteraan pekerja industri rokok di Indonesia.

Hidup BAT, Hidup Bentoel, Hidup Rokok.

British American Tobacco today acquired from Rajawali Group and other shareholders an 85 per cent stake in Indonesia’s fourth largest cigarette maker PT Bentoel Internasional Investama Tbk for US$494 million (GBP303 million).
Detail

Btw tahukah Anda Bentoel (Pohon Talas) konon menurut cerita, founder Bentoel mendapat semacam wangsit untuk membuat nama merk rokok dan lambangnya Bentoel yang kata si wangsit akan sukses. Oh ya, Bentoel di Malang, BAT di Cirebon. Memang jodoh.

Ditulis oleh priandoyo

Juni 17, 2009 pada 12:26 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Apa yang harus diperhatikan saat berhenti kerja

dengan 41 komentar

“Iya njar, aku udah 3x kali resign (sukarela), rata-rata 3-4 tahun, dan setiap kali resign aku selalu dapet uang ‘balas jasa’ 2-3 kali gaji dari perusahaan itu”
“Dipecat sebenarnya lebih menarik dari pada resign sukarela lho, dipecat artinya kita dapet tunjangan 2 PMTK (Peraturan Menteri Tenaga Kerja) 2 kali masa kerja”
“Pensiun dini itu menguntungkan, kalau usianya masih produktif, misal teman mengambil opsi pensiun dini pada usia 35 tahun artinya masih dapet 2 PMTK, beda kalau resign sukarela dapet offer dari company lain”
“Dulu saya pindah ke Oil Company ini dapet joining bonusnya gede banget, gila, saya yakin ini Oil Company serius, tapi setelah saya pikir lagi kok kayaknya saya dibodohi ya. Kalau saya dipecat dari perusahaan lama, dapetnya segitu juga kan”

Ada banyak hal yang harus diperhatikan saat berhenti kerja (sukarela/terpaksa), yang standar-standar antara lain Surat Referensi, Jamsostek atau dokumen pendukung lain. Tapi seringkali ada komponen-komponen yang seharusnya menjadi hak kita yang seringkali terlupakan. Tentunya hal ini berbeda antara satu perusahaan dan perusahaan lain.

“Alhamdulilah, semua pinjaman dari perusahaan diputihkan… hore” Komentar seorang teman yang resign dari perusahaan ternama berseri-seri. Pinjaman sekian puluh jutanya untuk rumah dan sekolah diputihkan oleh perusahaan.

Jadi, keputusan untuk resign bukan soalan dapet offer yang lebih baik ataupun sudah ‘capek’ dengan pekerjaan saat ini.
Ada pengalaman lain?

Ditulis oleh priandoyo

Juni 13, 2009 pada 6:57 am

Ditulis dalam Pekerjaan

Karena umur memang tidak bisa dibohongi

dengan 16 komentar

Jono seorang teman baik saya mengawali karir sebagai junior IT system administrator disebuah perusahaan telekomunikasi besar.
“Jar, semua teknis dan teori mengelola server ini sudah saya kuasai dengan baik, tapi rasanya bos IT ga pernah memberikan saya kepercayaan lebih untuk pegang server production utama”

Atau Rini juga seorang teman baik saya yang bekerja di bank nasional raksasa pernah berujar
“Iya, satu tahun pertama ini hanya dikasih job pegang CS, katanya baru tahun depan pegang teller, padahal apa sih bedanya, kerjaan teller saya paham kok”

Mencoba menyelami dunia kerja, saya mengambil kesimpulan bahwa bekerja bukan saja seputar teknis dan skill tapi juga menyangkut kematangan. Kematangan untuk mengambil keputusan yang tepat (mungkin) tidak bisa dibangun dalam waktu 3-4 bulan saja. Untuk mendapatkan sebuah ‘sense’ atas pekerjaan yang terlihat ‘trained monkey’ bisa jadi perlu waktu beberapa tahun.

Untuk first line manager misalnya, memburu sebuah posisi strategis seringkali bukan hanya ditentukan dari faktor kapasitas otak orang itu saja.
“Memang anak muda biasanya ceroboh dan menggampangkan suatu hal” ujar seorang sahabat baik
Selain faktor nasib (yang cukup signifikan) faktor kematangan ini memang mau tidak mau menjadi faktor yang signifikan.

Ada yang punya pengalaman dengan hal ini? untuk seorang sahabat yang tengah berjuang dengan umur.
“…gimana caranya bisa terlihat 5 tahun lebih tua untuk bisa mendapatkan peranan ini…”

Ditulis oleh priandoyo

Juni 13, 2009 pada 6:55 am

Ditulis dalam Pekerjaan

Siapa mau kerja di Bank?

dengan 104 komentar

Tahun 1997 menjelang krisis kita punya 243 Bank, tahun 2008 kita punya 124 Bank, konon menjelang 2012 jumlah ini akan menjadi lebih sedikit lagi, kelak akan hanya 8 Bank Nasional dan sisanya Bank asing -(CMIWW bukan orang ekonomi soalnya). Apapun, tapi dari sudut pencari kerja, bekerja di institusi keuangan seperti perbankan, khususnya untuk orang IT, HR, dan Ekonomi tentunya merupakan sebuah tempat belajar yang sangat menarik. IT karena industri ini IT dependent, highly regulated. HR karena turn over tinggi, industri yang padat karya, dan Ekonomi atau bidang manapun, tentunya memutarkan uang merupakan inti dari industri ini. So, pasar bagus, kebutuhan banyak, dan industrinya juga dinamis.

Masalahnya, dengan jumlah bank yang ratusan itu seringkali kita bingung memilih bank mana yang paling cocok sebagai tempat kerja kita. Sering saya mendengar cerita teman yang kebingungan karena mendapat offer dari beberapa yang sejenis.
“Mending mana ya Jar, BNI, BRI atau Bukopin?, offernya mirip-mirip nih?”
Kira-kira begitu keluhan beberapa teman seputar tawaran bekerja di industri ini.

Ok sedikit clue, terlampir data aset perbankan per September 2008 (CMIWW, data dari Perbanas), dan data Top 10 bank per Maret 2009.
Nama Bank Total aset
1. PT Bank Mandiri Tbk 328,01T
2. PT BRI Tbk 250,54T
3. PT BCA Tbk 247,61T
4. PT BNI Tbk 198,92T
5. PT Bank Danamon Tbk 102,98T
6. PT Bank CIMB Niaga Tbk 74,48T
7. PT Pan Indonesia Bank Tbk 68,14T
8. Citibank NA 55,49T Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh priandoyo

Juni 6, 2009 pada 3:39 am

Ditulis dalam Pekerjaan

Berdamai dengan takdir

dengan 6 komentar

Dejavu, rasa-rasanya seperti mengulang siklus-siklus hidup yang pernah dan akan terus berulang. Hari ini, sendiri. Dinda dan Azkia masih di Malang, beberapa hari ini tergeletak di rumah, sakit. Sendiri mengajarkan kita untuk kembali mengenal siapa diri kita sendiri. Sendiri mengajarkan kita untuk lebih bisa memahami semua yang terjadi. Bahwa terkadang semakin jauh kita berjalan maka semakin terlihat keterbatasan yang kita miliki.

Sebenarnya apa ketakutan terbesar seorang manusia?
Ayo bangun

Ditulis oleh priandoyo

Juni 6, 2009 pada 3:03 am

Ditulis dalam Kehidupan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 307 pengikut lainnya.