Anjar Priandoyo

Mengendarai motor disaat hujan

dengan 8 komentar

Hujan deras, dipagi hari adalah mimpi buruk setiap pengendara motor di Jakarta. Cipratan air, jalan licin nan berlubang, belum lagi kemacetan yang semakin hari semakin menggila. Perlengkapan berkendara mulai dari jas hujan lengkap, sandal cadangan, busi cadangan tersedia di motor. Dulu saya menyimpan perlengkapan tersebut di box bagian belakang motor -yang akhirnya saya copot karena merepotkan saat harus berbelok-belok atau mencari tempat parkir.

Seberat-beratnya hujan, lama-lama saya pun terbiasa. Karena saat hujan menerjang, mesin motor berasa lebih dingin, jalanan licin membuat motor berjalan lebih cepat. Dan kemacetan di jalan memberikan suasana bahwa motor yang saya kendarai ini berjalan sangat sangat cepat.

Saya terkadang menggunakan dua jas hujan rangkap sekaligus. Jas hujan model jacket dilapis pertama, sekaligus melindungi tas berisi laptop. Kemudian jas hujan model ponco lebar dilapis kedua. Kalau bicara waktu yang ditempuh oleh motor saat hujan atau gerimis tiba, dibandingkan dengan waktu berkendara normal, rasa-rasanya tidak ada bedanya.

Hujan bagi saya bukan musuh utama, tapi lupa adalah musuh yang utama. Beberapa kali tertinggal jas hujan dirumah yang sedang dikeringkan, atau lupa membawa sandal cadangan. Rintik hujan gerimis waktu petang merupakan warna tersendiri bagi kota yang sehari-harinya panas terik ini. Selamat hari hujan.

Ditulis oleh priandoyo

Januari 19, 2010 pada 8:23 am

Ditulis dalam Kehidupan

8 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Saya selalu meninggalkan satu set lengkap baju, dan sepatu…agar kalau kehujanan nggak masuk angin….

    edratna

    Januari 19, 2010 pada 8:34 am

  2. tunggannnya apa nih mas ?

    bagus

    Januari 20, 2010 pada 5:57 am

  3. waaaah njar ikut prihatin neeeh, sbg orang yg cukup berpendidikan dan penulis blog terkenal, gaya berkendara lu jauh bgt dari unsur safety, mulai dari jas hujan, sendal jepit, box dlsbnya, emang naek motornya berapa km njar? Inget dijakarta njar, jalananannya keras,,,,, masih banyak banget njar pr lu di masalah berkendara,,,,, bingung gw mau mulai darimana,,,,,, lu bisa search deh njar,,,,,,,, ntar juga nemu,,,,,,, ok d y ti2dj,,,,,,,,

    ikow

    Januari 25, 2010 pada 8:30 pm

  4. maaf bro tulisan ente sedikit menyesatkan, krn jauh dr prinsip berkendara yg aman atau istilahnya safety riding. Sbg contoh penggunaan jas hujan model ponco, pake sandal dll, hal ini cukup membahayakan bg pengendara dan orang lain, utk lebih jelasnya bro bisa search di http://www.rsa.or.id

    abud

    Januari 27, 2010 pada 9:20 am

  5. sepatu dan jas hujan adalah tool yang amat penting ,makanya mas kalau naik motor selalu pakai sepatu biar ga repot…….

    harga mobil bekas

    Februari 23, 2010 pada 5:50 pm

  6. semuanya memang harus selalu di persiapkan….

    zulhid perdana putra

    Maret 4, 2010 pada 2:49 am


  7. Hujan bagi saya bukan musuh utama, tapi lupa adalah musuh yang utama

    Masuk akal…., apalagi kalo saat berangkat dari rumah dgn suasana hati yang tidak tenang.

    Biker

    Mei 31, 2010 pada 10:47 am


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 317 pengikut lainnya.