Partai Pencari Kerja Indonesia
Kalau ada partai solid yang bisa memenangkan pemilu 2014 besok, saya ingin memilih Partai Pencari Kerja Indonesia (PPKI). Rasa-rasanya masalah terbesar di negeri ini adalah mencari pekerjaan, dengan adanya pekerjaan, maka akan ada pendapatan rutin, kesejahteraan meningkat dan ujung-ujungnya kualitas generasi yang dibangun melalui pendidikan dan kesehatan bisa terlaksana.
Pengalaman saya pulang kampung ke Cirebon, Jogja atau Malang, rata-rata pertanyaan yang disampaikan oleh sanak kerabat adalah peluang untuk bekerja di kota. Rata-rata si penanya berada dalam usia produktif, rajin bekerja, sayang tidak ada kesempatan.
“Iya Njar, iparku, supir angkot di Depok, sistem setoran sehari bersih cuman bisa bawa pulang Rp 25.000,-”
Berat ya.


Agak gak setuju soal ini Njar. Kenyataannya yang kita tahu lowongan pekerjaan itu bertebaran gak abis-abis. Dan cut the crap soal “kesempatan”.
Isu di sini itu skill yang memadai dan usaha untuk mencari peluang.
Amir Karimuddin
Januari 19, 2010 pada 3:38 pm
Kenapa nggak Partai Penyedia Kerja Indonesia
kalau 1 orang lulusan S-1 bisa menyediakan pekerjaan dengan salary 25rb sehari, udah bisa bantu banyak orang ya.
zidni
Januari 20, 2010 pada 3:05 am
kalau ada partai special hire, mas mau jadi ketumnya ga ?
bagus
Januari 20, 2010 pada 5:59 am
Setuju sekali.
Lowongan memang bertebaran setiap hari, tetapi cuma berapa persen dari jumlah pengangguran?
Lowongan yang ada bahkan tidak cukup buat menampung lulusan setiap tahun.
Seperti ribuan lowongan PNS dibuka seluruh Indonesia tahun kemaren dengan ratusan ribu pelamar. berat.
didi
Januari 20, 2010 pada 8:27 am
Kalo yang namanya bekerja itu cuma dianggap sebagai PNS ya berat. Swasta, wiraswasta, freelancer itu bertebaran lho informasi dan peluangnya.
Saya sendiri punya 4 pekerjaan yang menghasilkan, kenapa banyak yang masih nunggu bulan jatuh?
Amir Karimuddin
Januari 22, 2010 pada 3:06 pm
Bagaimana jika menciptakan peluang kerja?
Teman2ku banyak yang keluar dari karyawan, menjadi pewirausaha…pendapatan berlipat kali dibanding saat masih aktif.
Lowongan kerjaan banyak…setuju dengan Amir K..hanya tidak match antara kebutuhan dan skill yang dipunyai para pekerja. Lha yang udah pensiun kayak saya aja banyak tawaran, masalahnya saya tak mau lagi kerja seminggu penuh, maunya paro waktu, tak perlu banyak uang, tapi bisa menikmati hal lain.
Hmm…pembantu ku aja bisa ngredit sepeda motor lho Ndjar..lha kan makan, minum, tidur bahkan berobat udah dibayarin semua
edratna
Januari 28, 2010 pada 2:01 am
Suruh Gabung di mlm aja mas …murah meriah..kalo rajin ngumpul minimal dapat tambahan ilmu marketing gratis dan pikiran selalu positif dan banyak dapat teman baru ..insya Allah ada peluang .. .
dani.purwono
Maret 2, 2010 pada 2:02 pm
betul…
saat ini jumlah peluang kerja memang masih sangat kecil apabila dibandingkan dengan jumlah pencari kerja. mungkin sudah saatnya mengubah paradigma “mencari pekerjaan” dengan yang baru yaitu “menciptakan lapangan pekerjaan”…ya walaupun kedua hal diatas sama2 tidak mudah.
Robbi
Maret 17, 2010 pada 12:03 pm