Harga diri laki-laki adalah bekerja
Pagi-pagi di sekitar Kebayoran Lama, sambil mengendari sepeda motor saya melihat ada sticker menarik yang terpampang di bagian belakang motor seseorang. Tulisannya membuyarkan lamunan saya pagi itu disela-sela kemacetan setiap paginya.
“Harga diri laki-laki adalah bekerja” begitu bunyi tulisan dengan huruf hitam dan background kuning -bentuk standar sticker yang sering kita lihat dibelakang motor.
btw, ternyata cukup banyak yang terinspirasi dengan sticker belakang motor tersebut.
Luqmanhakim: Harga diri laki-laki
Ah, ayo semangat bekerja.


betul dekali,saya sangat setuju dgn hal itu.
“Harga diri laki-laki adalah bekerja”
sangat inspiratif dan memotivasi saya untuk terus berjuang…ayo…semangat!!!!
tosy
Januari 22, 2010 pada 4:49 pm
Berarti aku adalah laki-laki yang tidak punya harga diri, berhubung sekarang sedang dalam kondisi funemployed (pengangguran-ceria).
[Gm]
Januari 24, 2010 pada 11:57 am
jangan menyerah GM yang perting tetep berusaha n semangat trs…
aq juga prnah ngalamin kyk kamu…
mas mumun
Mei 19, 2010 pada 3:11 am
Bwahahaha…
Lucu sekali melihat topik mas Anjar kali ini..tapi benar sekali kalau ada yang bilang harga diri semua orang adalah bekerja..
Tapi..secara meluas lagi..saya cenderung lebih setuju apabila harga diri dikaitkan dengan “sejauh mana orang tersebut berguna bagi kehidupannya dan orang2 disekitarnya”.
Berguna bagi lelaki mungkin adalah bekerja..menghasilkan uang yg digunakan untuk menafkahi keluarganya…tapi kalau dia bekerja namun pelit dan tidak membahagiakan keluarganya?! Hehehehe..masih ada harga dirikah?!
-just a thought-
risa
Januari 25, 2010 pada 4:11 am
dah kawin blom ris? Kalo belom, panteslah,,,,,,,,,,,
suko
Januari 25, 2010 pada 8:05 pm
Hehehe…..
betul tuh Mas, Harga diri laki2 adalah bekerja, kalo harga diri wanita apa ya??
wahyu
Januari 25, 2010 pada 9:31 am
wow!
harga diri wanita gimana ya?? :p
vinosakaiulani
Januari 26, 2010 pada 2:50 pm
@Gm…jangan stres….temanku banyak kok yang menjadi bapak rumah tangga selama menemani isterinya mengambvil S2/S3 di luar negeri.
Bukankah Gm menulis terus..siapa tahu nanti bisa diterbitkan jadi buku….
Harga diri dengan bekerja, jangan diartikan bekerja di kantoran…..yang penting bekerja halal, mendapatkan uang. Dan harga diri wanita juga bekerja, terlepas hanya sebagai ibu rumah tangga (mengelola keuangan rumah tangga agar tak tekor), atau bekerja di luar rumah.
edratna
Januari 28, 2010 pada 2:04 am
Bu Enny, aku gak stress kok. Semua kan pilihan :D… dan sebagai laki-laki (euh, lebih tepatnya sebagai manusia dewasa, baik pria maupun wanita), harga diriku adalah menjalani pilihan yang diambil dengan segala konsekuensinya :D…
Komentar yang di atas itu lebih ke arah satir, bahwa aku tidak sepenuhnya setuju dengan pernyataan di paparan ini.
[Gm]
Januari 28, 2010 pada 2:15 am
maka tak ada alasan untuk seorang laki-laki utk tidak dapat bekerja..
akbarnooriyan
Februari 17, 2010 pada 6:12 am
Aku setuju banget komentar Sdr GW. Kok Pak Anjar bisa mengangkat soal sticker ya kayak gak ada bahan untuk didiskusikan saja. Saya seorang pekerja sejak dulu masih kuliah tetapi saya tidak melihat seorang laki-laki yang menganggur sebagai gak memiliki harga diri. Pak Anjar gak pernah menganggur sech berharap bapak mengalaminya untuk 2- 3 bulan saja sehingga bapak tau sejauh mana harga diri bapak. Banyak saya jumpai orang menganggur yang sangat menikmati hidupnya selagi dia tidak menjadi parasit & kadang menganggur itu bukan suatu pilihan bisa jadi orang kena PHK dan lainnya … Jadi lebih cari topik yang manis deh Pak Anjar, sedangkan yang koment soal gak ada harga diri sepertinya akan menunggu waktu memasuki usia menganggur deh … hehehehehe
Lena
Februari 20, 2010 pada 9:25 am
kalo nggak kerja tapi kontolnya gede ya gapapa si njar jadi nya modal kontol doang / mokondow
joko
Maret 4, 2010 pada 3:09 am
setiap laki2 memang harus bekerja,tapi tidak menutup kemungkinan wanita juga…..
zulhid perdana putra
Maret 4, 2010 pada 2:43 am
benar apa yang anda katakan harga diri laki-laki adalah bekerja …
Rudi
September 7, 2010 pada 3:42 am
setuju…. mereka yang tak bekerja adalah sampah masyarakat :D
oooo
Januari 16, 2011 pada 3:02 am