Arsip untuk Maret 2010
Tiga kunci pembuka rezeki
Pernahkah kita berada dalam suatu kondisi dimana semua hal sudah sempurna tapi rezeki tidak kunjung datang? pencari kerja misalnya, IPK sudah bagus, lulusan PT ternama, network sudah banyak tapi rasanya tidak ada perusahaan yang mau menampung. Atau pengusaha misalnya, produk sudah Ok, teknik pemasaran sudah advanced, tapi customer tidak kunjung datang.
Seorang teman baik mengingatkan saya bahwa ada banyak kondisi dimana kita membutuhkan suatu ‘faktor keberuntungan’, suatu kunci pembuka rezeki, atau suatu hal metafisis yang memudahkan untuk mendapatkan pencapaian itu. menurut beliau, hal-hal yang memudahkan itu adalah:
1. Sedekah.
Sedekah ini sebenarnya sangat universal, dan karena universal ini sebenarnya ada banyak hal yang bisa dikategorikan sebagai sedekah. Seperti bersilaturahmi dengan sanak kerabat, memberikan bantuan pada orang tua atau saudara yang membutuhkan. Atau sangat universal seperti berusaha membantu, berusaha memposisikan diri sebagai ‘orang baik’
2. Doa (orang-orang terdekat kita).
Doa orang-orang terdekat, atau mudahnya kalau orang bilang “Anak pembawa rezeki” atau “Istri pembawa rezeki” kira-kira betul adanya. Pengalaman si teman, rezekinya memang lebih berkah saat sudah menikah atau memiliki anak. Si teman juga mengingatkan bahwa yang lebih penting bukan hanya kehadiran mereka dalam hidup kita, tapi doa yang mereka panjatkan itu yang sangat berperan.
3. Ikhlas.
Sekarang ini, walau rasanya uang dan kekuasaan seperti bisa membeli segalanya, tetap saja manusia itu memiliki keterbatasan. Seperti diilustrasikan diatas ketika semua daya dan upaya telah dikerjakan, bisa saja belum tercapai. Bukan karena strategi dan taktiknya yang kurang tepat, tapi memang jalannya belum datang
“Lihat si X, Jar, kurang apalagi sih dia, teori, praktek, kompetensi, product leadership, network, tapi kok rasanya susah ya”
“Tunggu saja waktunya, asal dia tetap ikhlas dan bersyukur, niscaya terkabul keinginannya”
Bintaro, minggu pagi
“Terimakasih kawan nasihatnya…”
Mungkinkah Tabung Elpiji Meledak?
Si mbak dirumah saya takut setengah mati setiap kali mendengar suara mendesis muncul dari tabung gas atau bila tiba-tiba muncul bau-bauan dari tabung gas.
“Takut nanti meledak mas, kayak di Tipi-tipi gitu” ujar si Mbak.
Mulanya saya juga takut bila memang si tabung ini meledak hebat, tapi sambil berjalannya waktu saya menemukan bahwa suara mendesis atau bau-bauan itu biasanya (tidak selalu) muncul menjelang tabung gas habis. Karena itu, saya selalu menandai tanggal setiap kali membeli gas. Dan biasanya mencocokkan bila tanda-tanda tersebut muncul dengan usia tabung gas saya. Biasanya pemakaian tabung gas saya berkisar 45 hari (1.5 bulanan), dipakai setiap hari, untuk makan 3 kali.
Beberapa hari yang lalu, saya melihat promosi sebuah produk klep penghubung tabung gas dengan kompor gas. Menurut si penjual produknya ini diklaim bisa mencegah terjadinya kebocoran antara Tabung ke Kompor Gas. Sayang, harga produknya relatif mahal sekitar 150ribuan -sementara klep dirumah saya baik-baik saja sehingga saya tidak tertarik membelinya.
Meskipun tidak tertarik dengan produknya, dari penjelasannya saya belajar bahwa masalah utama pada tabung gas bukan pada terjadinya ledakan, tapi kebocoran yang menyebabkan gas cepat habis. Di demonya, secara extrem si penjual membakar langsung tabung gas elpiji 12kg milik pertamina, atau membuat lubang pada selang penghubung dengan cara menusukkan pisau, dan kemudian membakar gas yang mengalir dari lubang tersebut. Ternyata betul, gas dari Tabung Elpiji tersebut bertekanan rendah. Hasilnya hanya terbakar kecil yang bisa dipadamkan dengan kain.
Saya jadi teringat, beberapa kali pemberitaan di TV, bahwa ada tabung elpiji yang meledak. Ternyata kondisi si tabung baik-baik saja. Yang terjadi adalah gas yang bocor terkonsentrasi dalam ruangan tertutup, dan membakar ruangan tersebut, apalagi ruangan yang memiliki banyak bahan mudah terbakar. Tapi, sekali lagi -tutur di si penjual, tidak mungkin tabung ini meledak hebat seperti ledakan di film-film Hollywood.
Entah benar atau tidak, tapi paling tidak demo kemarin membuat saya tidak terlalu khawatir lagi dengan masalah Tabung Elpiji yang meledak. Apalagi sekarang design dapur cukup terbuka, sehingga bila ada kebocoran pun gas akan menguap dengan cepat.
Ada pengalaman lain? atau mungkin orang Oil & Gas bisa menjelaskan dengan lebih detail secara teknisnya :)
Selamat Ulang Tahun Nak
Hari ini Azkia ulang tahun yang kedua, senang sekali rasanya pagi itu. Banyak hal yang membanggakan dari anak ini, tentunya buat orang tua apa sih yang diinginkan selain melihat anaknya ‘berhasil’ dan mandiri -hehehe masih jauh ya. Hari ini juga Azkia lulus S2 :D artinya selama 2 tahun ini Azkia hanya ‘mengandalkan’ ASI (Air Susu Ibu)-nya saja. Alhamdulilah, diberi dua purnama yang luar biasa tangguh. Selamat ya Nda. Love you all.
Darimana Talent terbaik itu datang?
Beberapa minggu yang lalu, saya mengikuti Workshop Targeted Selection Interviewer di kantor. Workshop yang aslinya merupakan produk dari Development Dimensions International (Daya Dimensi Indonesia) salah satu HR Development Firm terkemuka ini pada intinya bertujuan untuk membantu perusahaan untuk mendapatkan kandidat yang tepat ‘Hiring the right people with the right skills at the right time’ kira-kira begitu tujuan akhirnya.
Nah masalahnya untuk mendapatkan tiga kombinasi tersebut, orang, skills dan timing yang tepat tidaklah mudah. Seringkali yang terjadi adalah waktu yang dibutuhkan sangat sempit, sementara project harus berjalan. Atau seringkali dalam banyak kasus ada seorang yang sangat talented berdasarkan data di atas kertas tapi pada saat prakteknya dilapangan tidaklah demikian, entah karena jiwa pekerjaan itu tidak cocok dengannya atau hanya karena alasan simple lainnya seperti lokasi kantor yang jauh dari rumah.
Sebenarnya ada banyak cara bagi perusahaan untuk senantiasa mendapatkan talent terbaiknya, salah satunya adalah dengan membangun sistem online recruitment yang baik. Dimana kita tinggal memasukkan CV kedalam database mereka bahkan berlanjut dengan undangan untuk berdiskusi seputar peluang bekerja di perusahaan tersebut – Shell salah satunya. Perusahaan terkemuka tentunya tahu bagaimana cara menghargai calon Talent terbaiknya.
Dari seorang teman, saya mendengar bahwa Valbury, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Financial Services sedang meluncurkan plaform untuk Online Recruitmentnya, lengkap dengan berbagai fitur untuk menjalin komunikasi dua arah dan membangun komunitas. Tujuannya? apalagi kalau bukan untuk mendapatkan Talent terbaiknya.
Melalui Online Recruitment tersebut, diharapkan talent bisa berkomunikasi dengan sesama talent yang lain atau bahkan berkomunikasi dengan pihak perusahaan untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang pekerjaan dalam bidang jasa keuangan tersebut. Platform ini juga memungkinkan talent untuk mengupdate data dan statusnya secara realtime di situs tersebut.
Tertarik? cek ya disini ya
Pekerjaan Sampingan, Manajemen Proyek dan Kreativitas
Beberapa hari yang lalu kami melakukan renovasi kecil dirumah, yaitu mengeramik lantai garasi. Tukang yang kami gunakan adalah rekomendasi dari teman, rekomendasi teman Dinda tepatnya -Dinda untuk urusan per-Teknik-Sipilan, per-Tukangan dan per-Arsitekan lebih menguasai dibandingkan saya. Karena sifat pekerjaannya minor, -mengeramik garasi depan dan belakang- maka pekerjaan dapat dilakukan dalam durasi hari saja.
Cuma, karena cukup banyak pihak yang berkepentingan, mulai dari Dinda, saya, Bapak dan Ibu mertua (yang sebetulnya didatangkan untuk membantu mengawasi) serta Pak Tukang itu sendiri, pekerjaan jadi sedikit tertunda, bongkar pasang pun tidak dihindari. Belum lagi masalah manajemen proyek, budget hingga ide-ide aneh yang muncul ketika proses pengerjaan sedang dilakukan.
Untuk hasil pekerjaan secara umum sangat memuaskan, tukang rekomendasi memang tidak mengecewakan. Sebenarnya selain kemampuan teknis si tukang hal yang juga penting adalah kreativitas dan idealisme si tukang. Tukang yang baik tidak serta merta menuruti keinginan dari si project owner, tapi harus sejalan dengan visi dan kompetensi dia sebagai tukang.
Menariknya, salah satu tukang bekerja freelance dalam proyek ini, artinya dia saat ini bekerja ‘nine to five’ disebuah toko bangunan, dan menjadi tukang pembantu hanya disela-sela kesibukannya dia saja. Kebetulan pula waktunya long weekend sehingga beliau bisa mengajukan izin kepada bos tempat bekerjanya.
Buat saya, pekerjaan kecil dirumah kemarin memberikan banyak pelajaran berharga antara lain:
1. Pekerjaan apapun yang dilakukan bersama-sama, baik atau buruk pasti bermanfaat.
Ini pekerjaan yang melibatkan banyak orang, termasuk ‘pertengkaran’ kecil dengan Dinda seputar design. Tapi, yakinlah apapun hasilnya, dampak bekerja bersama-sama ini pasti positif. Pelajaran untuk mengenal pasangan, keluarga dan orang lain dengan lebih baik.
2. Bahkan tukang-pun bisa cari pekerjaan sampingan.
Ehm, topik sensitif. Tapi buat saya sebagai pengguna jasa, kualitas hasil pekerjaan sangat bagus. Meskipun dikerjakan terburu-buru -beberapa kali hingga pukul 22.00, si tukang tetap bisa memberikan hasil pekerjaan yang sangat baik. Hal ini mengingatkan saya bahwa sebenarnya peluang untuk melakukan pekerjaan sampingan sejenis -tentunya sesuai kapasitas kita- sangatlah banyak, tinggal bagaimana kita mendapatkannya. Dalil klasik tentang network dan pertemanan terbukti dalam hal ini.
Tips merawat dan memperbaiki AC rumah
Pertama kali tinggal di Bintaro, saya sering menerima brosur mengenai perawatan AC, mulai dari berbentuk amplop, leaflet hingga brosur berlaminating yang bisa digantung. Sebenarnya agak curiga sih dengan sangat banyaknya brosur perawatan AC yang masuk hampir setiap hari ini. Cuman, karena saking seringnya, dan karena harga yang ditawarkan standard Rp 25.000- per pencucian, akhirnya setelah beberapa bulan memakai AC saya memutuskan untuk memanfaatkan jasa perawatan AC ini.
Seperti biasa, trik yang dilakukan adalah menelpon beberapa penyedia jasa menanyakan biaya untuk perawatan AC -tentunya yang dipilih yang alamatnya ‘dekat’ dari rumah. Akhirnya saya memilih penyedia jasa yang terkesan professional -paling tidak respon saat ditelepon sangat bagus. Singkat kata si penyedia jasa datang, dan sangat mengejutkan karena selain tidak berseragam, si tukang servis AC ini cenderung bergaya preman. Kira-kira dialognya:
“Pak kalau cuci AC aja bisa kan?” (konfirm karena di telpon si petugas bilang bisa dan biayanya 25rb)
“Wah ga bisa pak, ini freonnya harus diganti, percuma kalau dicuci” (what, padahal ini AC baru)
“Oh gitu, ga usah diganti pak, dicuci aja”
“Engga bisa pak, coba lihat ini, freonnya bocor” (sambil membuka pipa sehingga muncul busa)
“Tuh pak, kalau gini artinya bocor, percuma kalau dicuci saja” (sekali lagi menunjukkan tanda memaksa)
Akhirnya karena tidak ada titik temu, saya batalkan acara perawatan AC itu. Si tukang servis, mulanya memaksa untuk membayar biaya charge sebesar 25rb (what, preman abis), walau akhirnya kami hanya memberi uang rokok 10rb. Parah.
Belajar dari pengalaman di menghubungi jasa seperti ini, maka kami memutuskan untuk menghubungi jasa service AC yang memiliki kantor fisik. Pilihan jatuh ke Rumah AC -letaknya di depan STAN Bintaro. Ternyata hasilnya sangat bagus. Biayanya relatif lebih mahal 35rb, tapi petugasnya berseragam dan ‘jujur’. Menurut petugas dari Rumah AC, ternyata Freon kami tidak perlu diganti -karena masih bagus dan dingin.
Beberapa kali puas menggunakan jasa Rumah AC, akhirnya suatu hari si AC ini bermasalah lagi, putaran AC indoor-nya lemah. Langsung kami panggil Rumah AC lagi. Menurut saran dari petugas rumah AC ternyata motor AC kami lemah, standar karena Panasonic yang kami miliki produk lokal. Sarannya motor AC-nya diganti, total sekitar 700rb. Tidak lupa si petugas dengan ‘baiknya’ menyarankan agar membeli komponen motor AC-nya langsung di service resmi di Panasonic Center di BSD. Perkiraan harga motor AC-nya 400rb. (ini contoh ‘kejujuran’ si petugas)
Singkatnya, kami menghubungi service center resmi Panasonic tersebut. Tarifnya memang relatif mahal, biaya home visit 15rb, biaya service 125rb. Tapi karena penasaran, maka kami menggunakan jasa resmi tersebut. Hasilnya ternyata kami tidak perlu mengganti Motor AC, cukup mengganti kapasitor AC seharga 11rb. Wah wah wah.
Kesimpulan:
1. Service Resmi Panasonic, merupakan orang yang paling pintar, paham dan menguasai best practices seputar AC Panasonic dengan baik. Bahkan mereka yang sudah lama bermain dengan AC, seperti Rumah AC bisa jadi salah mendiagnosa. Sama seperti masalah kesehatan, third party opinion itu penting
2. Bahkan Toko Penjual AC bisa jadi salah, setelah di review oleh Service Resmi Panasonic, ternyata ada beberapa pemasangan AC kami yang salah. Seperti jarak antara AC dan plafon yang terlalu dekat.
3. Rawatlah AC secara rutin, teorinya 3 bulan sekali, kalau keberatan ya paling tidak disesuaikan dengan frekuensi penggunaan dan kondisi rumah.
Rumah tidak akan pernah selesai
Bulan Maret ini genap tiga tahun saya tinggal di Permata Bintaro. Konon tiga tahun merupakan waktu yang ‘cukup’ untuk belajar pernak-pernik seputar rumah. Saya ingin sharing sedikit pengalaman saya mengenai kendala-kendala yang saya hadapi selama tiga tahun setup rumah. Inti pengalaman saya ini mengingatkan saya pada dua prinsip dasar ‘Pemeliharaan/perawatan itu jauh lebih pelik dibanding mendapatkannya’ dan ‘Semua ada siklusnya’
1. Tikus, nyamuk dan hewan-hewan lainnya.
Ini mungkin masalah terbesar yang sering saya alami selama tiga tahun terakhir. Tikus, Nyamuk, Semut dan hewan-hewan lainnya seperti Keluwing merupakan pengganggu terbesar di rumah. Karena sifatnya musiman, saya mulai terbiasa. Tikus muncul pada bulan-bulan tertentu, begitu juga Nyamuk yang intensitasnya menjadi tinggi saat musim panas tiba.
2. Assisten Rumah Tangga, Pembantu dan Pihak ketiga di rumah
Karena lifecycle Asisten Rumah Tangga sangat pendek, berbagai kendala yang tidak terhindari menjadi penyebabnya. Berbagai alternatif juga sudah di coba: Day care, Pembantu Harian
3. Elektronik, Motor AC lemah, Rice Cooker ga panas
AC yang saya pakai Panasonic 1/2 PK, belakangan saya baru tahu bahwa AC 1/2 PK itu merupakan produksi lokal -AC 3/4 PK konon produksi Jepang. Memiliki kualitas motor yang sangat buruk. Begitu juga beberapa Rice Cooker yang setali tiga uang, elemen pemanasnya seringkali putus.
4. Bocor di atap, bocor di dapur.
Kebocoran, merupakan salah satu siklus alam yang tidak bisa dihindari. Angin kencang membuat genteng yang tadinya rapat menjadi bergeser. Sedikit demi sedikit membuat rongga menjadi besar dan air hujan mulai merembes di plafon. Saluran pembuangan air di dapur kitchen set pun demikian, lem yang dipasang lama kelamaan menjadi melemah dan membuat air saluran meluber.
Pengalaman tiga tahun ini mengajarkan kepada saya bahwa mesti segala preventive maintenance dilakukan (pengecekan berkala, rajin bersih-bersih) dilakukan, ada kalanya kita harus mengeskalasi kepada pihak yang lebih ahli.

