Anjar Priandoyo

Darimana Talent terbaik itu datang?

dengan 4 komentar

Beberapa minggu yang lalu, saya mengikuti Workshop Targeted Selection Interviewer di kantor. Workshop yang aslinya merupakan produk dari Development Dimensions International (Daya Dimensi Indonesia) salah satu HR Development Firm terkemuka ini pada intinya bertujuan untuk membantu perusahaan untuk mendapatkan kandidat yang tepat ‘Hiring the right people with the right skills at the right time’ kira-kira begitu tujuan akhirnya.

Nah masalahnya untuk mendapatkan tiga kombinasi tersebut, orang, skills dan timing yang tepat tidaklah mudah. Seringkali yang terjadi adalah waktu yang dibutuhkan sangat sempit, sementara project harus berjalan. Atau seringkali dalam banyak kasus ada seorang yang sangat talented berdasarkan data di atas kertas tapi pada saat prakteknya dilapangan tidaklah demikian, entah karena jiwa pekerjaan itu tidak cocok dengannya atau hanya karena alasan simple lainnya seperti lokasi kantor yang jauh dari rumah.

Sebenarnya ada banyak cara bagi perusahaan untuk senantiasa mendapatkan talent terbaiknya, salah satunya adalah dengan membangun sistem online recruitment yang baik. Dimana kita tinggal memasukkan CV kedalam database mereka bahkan berlanjut dengan undangan untuk berdiskusi seputar peluang bekerja di perusahaan tersebut – Shell salah satunya. Perusahaan terkemuka tentunya tahu bagaimana cara menghargai calon Talent terbaiknya.

Dari seorang teman, saya mendengar bahwa Valbury, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Financial Services sedang meluncurkan plaform untuk Online Recruitmentnya, lengkap dengan berbagai fitur untuk menjalin komunikasi dua arah dan membangun komunitas. Tujuannya? apalagi kalau bukan untuk mendapatkan Talent terbaiknya.

Melalui Online Recruitment tersebut, diharapkan talent bisa berkomunikasi dengan sesama talent yang lain atau bahkan berkomunikasi dengan pihak perusahaan untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang pekerjaan dalam bidang jasa keuangan tersebut. Platform ini juga memungkinkan talent untuk mengupdate data dan statusnya secara realtime di situs tersebut.

Tertarik? cek ya disini ya

Ditulis oleh priandoyo

Maret 18, 2010 pada 10:42 am

Ditulis dalam Pekerjaan

4 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Pada akhirnya semua akan terintegrasi secara online ya bro.. termasuk sistem perekrutan :-D

    dhodie

    Maret 19, 2010 pada 8:13 am

  2. ta ela lagi 2 anjar sok tahu,…. seperti apapun macam metode perekrutan akhirnya tentu berpulang pada kenyataan harian di lapangan bagaimana organisasi dapat bekerja lebih baik dengan hadirnya orang2 itu didalamnya,…. nah masalahnya disini elu cuma mikir gimana nyari orang seperti yg lu (dan orang2 HRD indonesia pada umumnya) mau berdasarkan kenyataan tingginya angka pengangguran diindonesia,…. jadi berbagai macam teori yg mungkin asale ki seko londo,….disini diambil perbagian yg menguntungkan aja,… seperti bagaimana seh profil kandidat yg oke tuh tanpa mikirin memaintain dan memotivasi even si kandidat utk ngeluarin seluruh ilmunya nggak cuma saat tes dan interview,…. naah khan ente sendiri nyang bilang kalo salah satu nya prusahaan yg ngehargain adalah shell????,… cuba juga deh lu liat di prusahaan londo2 getoo,.. yah mirip2 lah,…. njar sebenernya sederhana kok utk bikin anggota loyal dan ngeluarin seluruh kemampuannya utk organisasi , cuba lu perhatiin,,… banyak perusahaan kecil (yg trus jadi besar juga ada khan??) yg punya karyawan yg udah kerja puluhan taun,…. truss lu liat juga deh ,.. kenapa juga masi banyak yg mau ikut jadi anak asuhnya mami atow papi??? ,.. liat juga deh temen2 luw yg pade kerje pake seragam ama topi,…???… intinya gimana sih motivasi mereka tuh waktu gabung sama organisaSI??? khaan gw dah lama bilang same lu (sengaja deh gw puter2 in diatas biar aga panjang)
    tingkatan desire napsu keinginan manusia utk lebih loyal kepada organisasi tuh antara lain,….(dari yg tertinggi)

    1,. kesenangan
    2,. Kebanggaan
    3,. Uang
    4,. Kepepet,….

    uraian nya gak usah diterangin lah njar yg kemaren maren dah ada,… oke????

    joko

    Maret 22, 2010 pada 2:49 am

  3. maap nih njar mau nambahin
    (dari sini njar,……http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3661293) ga tau main sourcenya dari mana,…

    [Motivasi]: uang adalah segalanya..?
    Uang adalah segalanya…..?

    Seorang anak muda mendekati seorang pengusaha sukses pada sebuah seminar sehari yang membahas tentang The Law of Attraction. Saat itu semua sedang break makan siang dan dengan sigap si pemuda mencuri kesempatan untuk duduk dekat-dekat pengusaha sukses ini.

    Sambil menikmati udang goreng mentega, cah kangkung, dan sambal mangga, si pemuda membuka percakapan.

    “Perkenalkan, saya Andi,” sapa si pemuda

    “Oh, halo … saya Kris,” jawab pengusaha ini ramah.”Kerja di mana, Mas?”

    “Saya masih mencari pekerjaan, Pak,” jawab pemuda ini agak kaget.

    “Bapak Kris, saya sengaja duduk di dekat bapak karena penasaran, bagaimana bapak bisa sukses dengan umur yang sangat muda?” tanya pemuda ini, tidak mau kehilangan kesempatan.

    “Karena, uang adalah segalanya.” Jawaban Pak Kris sangat mengejutkan.

    “Oh, jadi karena Bapak mengejar uang untuk jadi kaya?” si pemuda semakin penasaran.

    Sambil tertawa, sang pengusaha muda meletakkan sendok dan garpunya dan berbalik menghadap pemuda penasaran ini.

    “Mas, apakah uang adalah segalanya?” tanyanya.

    “Hmmm… i..iyaaa sih.. karena segalanya butuh uang,” jawabnya agak ragu.

    “Oke, kalau uang itu segalanya, maukah Anda menukar uang yang saya miliki dengan sesuatu yang Anda miliki? Setuju?” tanya pengusaha ini menantang.

    “Hmm.. tapi saya tidak punya apa-apa, Pak,” jawab pemuda ini.

    “Manusia diciptakan sempurna, mereka punya aset hanya mereka tidak sadar akan asetnya sendiri. Ayo kita coba!” tegasnya. “Mas, maukah Anda menukar Rp1 miliar dengan kehilangan penglihatan anda? Jangan jawab sekarang, pikirkan baik-baik. Maukah Anda menukar 1 milliar dengan kebebasan Anda?” Maukah Anda menukar 1 milliar dengan kedua kaki Anda? Maukah Anda menukar 1 milliar dengan kemampuan berpikir Anda? Maukah Anda menukar kesehatan anda dengan uang satu miliar?”

    “Jika jawabannya ‘TIDAK’ berarti Anda sudah ‘KAYA’,” katanya serius, sambil mengambil sepotong tahu dan melahapnya dengan santai.

    Si pengusaha melanjutkan, “UANG bukan penyebab. Uang adalah alat tukar. Jika Anda ingin mendapat UANG, Anda harus memiliki alat tukar yang setara, kan begitu prinsipnya? Kalau tangan Anda bernilai satu miliar rupiah, bagaimana Anda akan menggunakan tangan Anda agar bisa menghasilkan manfaat yang bernilai satu miliar?

    Jika mata anda bernilai satu miliar atau lebih, bagaimana Anda akan memanfaatkan mata Anda untuk melihat, menilai, memantau mengamati segala sesuatu agar dari mata menghasilkan pemikiran yang setara atau lebih dengan nilai satu miliar?

    Apakah Anda sudah menggunakan tangan, kaki, hidung, mata, kepala, tubuh, hati, perasaan, ekspresi, serta emosi agar potensi yang sangat bernilai ini bisa di tukarkan dengan UANG?

    Contoh:
    Chris John: menukarkan stamina, kecepatan, fisiknya dengan uang.
    Jamie Oliver: menukarkan indera pengecapnya untuk menciptakan masakan lezat dengan uang.
    Thomas Edison: menukarkan waktu, tenaga, pikiran, emosi, kreativitas untuk mencipta dengan uang.

    Karena UANG adalah AKIBAT! Nikmati proses dalam rangka menukarkan sumberdaya Anda dengan cara riang gembira. ‘Uang bukan sumber motivasi terbesar buat saya, itu terjadi karena saya menikmati permainannya,’ begitu kata miliarder ternama Donald J Trump.”

    joko

    Maret 22, 2010 pada 5:20 am

  4. mantap!

    buyung

    Maret 22, 2010 pada 11:32 am


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 317 pengikut lainnya.