Anjar Priandoyo

Tiga kunci pembuka rezeki

with 17 comments

Pernahkah kita berada dalam suatu kondisi dimana semua hal sudah sempurna tapi rezeki tidak kunjung datang? pencari kerja misalnya, IPK sudah bagus, lulusan PT ternama, network sudah banyak tapi rasanya tidak ada perusahaan yang mau menampung. Atau pengusaha misalnya, produk sudah Ok, teknik pemasaran sudah advanced, tapi customer tidak kunjung datang.

Seorang teman baik mengingatkan saya bahwa ada banyak kondisi dimana kita membutuhkan suatu ‘faktor keberuntungan’, suatu kunci pembuka rezeki, atau suatu hal metafisis yang memudahkan untuk mendapatkan pencapaian itu. menurut beliau, hal-hal yang memudahkan itu adalah:

1. Sedekah.
Sedekah ini sebenarnya sangat universal, dan karena universal ini sebenarnya ada banyak hal yang bisa dikategorikan sebagai sedekah. Seperti bersilaturahmi dengan sanak kerabat, memberikan bantuan pada orang tua atau saudara yang membutuhkan. Atau sangat universal seperti berusaha membantu, berusaha memposisikan diri sebagai ‘orang baik’

2. Doa (orang-orang terdekat kita).
Doa orang-orang terdekat, atau mudahnya kalau orang bilang “Anak pembawa rezeki” atau “Istri pembawa rezeki” kira-kira betul adanya. Pengalaman si teman, rezekinya memang lebih berkah saat sudah menikah atau memiliki anak. Si teman juga mengingatkan bahwa yang lebih penting bukan hanya kehadiran mereka dalam hidup kita, tapi doa yang mereka panjatkan itu yang sangat berperan.

3. Ikhlas.
Sekarang ini, walau rasanya uang dan kekuasaan seperti bisa membeli segalanya, tetap saja manusia itu memiliki keterbatasan. Seperti diilustrasikan diatas ketika semua daya dan upaya telah dikerjakan, bisa saja belum tercapai. Bukan karena strategi dan taktiknya yang kurang tepat, tapi memang jalannya belum datang

“Lihat si X, Jar, kurang apalagi sih dia, teori, praktek, kompetensi, product leadership, network, tapi kok rasanya susah ya”
“Tunggu saja waktunya, asal dia tetap ikhlas dan bersyukur, niscaya terkabul keinginannya”

Bintaro, minggu pagi
“Terimakasih kawan nasihatnya…”

About these ads

Written by priandoyo

Maret 28, 2010 at 2:28 am

Ditulis dalam Life

17 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Dear Mas Anjar

    Sepertinya kurang 7 lagi, jadi totalnya 10 sbb:

    Kita akan bertanya dimanakah letak kunci-kunci rizki tersebut? Inilah 10 kunci-kunci rizki yang dikhabarkan kepada kita oleh Allah dan Rasul-Nya r :

    1. Istighfar dan Taubat

    Nabi Nuh u berkata kepada kaumnya : “Maka aku katakan kepada mereka, mohon ampunlah kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai”. (QS Nuh : 10-12)

    2. Taqwa

    Fiman Allah : “Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. (QS. Ath-Thalaq : 2-3)

    3. Bertawakkal (berserah diri) kepada Allah

    Rasulullah r bersabda : “Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi dengan perut lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang”. (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnul Mubarak, Ibnu Hibban, Al Hakim, Al Qudha’i dan Al Baghawi dari ‘Umar bin Khaththab t)

    4. Beribadah sepenuhnya kepada Allah semata

    Rasulullah r bersabda : “Sesungguhnya Allah berfirman : “Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. (Dan) jika kalian tidak melakukannya, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu”. (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abu Hurairah t)

    5. Menjalankan Haji dan Umrah

    Rasulullah r bersabda : “Kerjakanlah haji dengan umrah atau sebaliknya. Karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran (karat) besi.” (HSR Nasa’i. Hadits ini shahih menurut Imam Al Albani. Lihat Shahih Sunan Nasa’i.)

    6. Silaturrahim (menyambung tali kekerabatan yang masih ada hubungan nasab)

    Rasulullah r bersabda : “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturrahim” (HSR. Bukhari)

    7. Berinfak dijalan Allah

    Allah berfirman : “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dialah sebaik-baiknya Pemberi rizki”. (QS. Saba : 39)

    8. Memberi nafkah kepada orang yang menuntut ilmu

    Anas bin Malik t berkata : “Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah r. Salah seorang mendatangi (menuntut ilmu) pada Rasulullah r, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Rasulullah r (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu), maka Beliau r bersabda : “Mudah-Mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia”. (HSR.Tirmidzi dan Al Hakim, Lihat Shahih Sunan Tirmidzi)

    9. Berbuat baik kepada orang-orang lemah

    Mush’ab bin Sa’d t berkata, bahwasanya Sa’d merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain. Maka Rasulullah r bersabda : “Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah diantara kalian?”. (HSR. Bukhari)

    10. Hijrah dijalan Allah

    Allah berfirman : “Barangsiapa berhijrah dijalan Allah, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak”. (QS. An Nisa : 100)

    Wassalam

    daus

    Maret 28, 2010 at 4:04 am

    • yupz betul
      tambahan sunnah nya sholat duha, tahajud, puasa senin kamis, nikah, membaca AlQuran dll

      Aa Asep Astri

      Juli 9, 2012 at 10:39 pm

  2. atas ane mangstab komennya! Tips2nya mesti dijalanin!

    tp patut diperhatikan juga nih, in case semua tips tsb sudah dijalankan semampunya tp rezeki masih iri kalah sm yg lain, maka kita harus ingat lagi bahwasanya beberapa perkara sudah ditetapkan sama Allah waktu kita masih di kandungan, yaitu umur, jodoh, rezeki sama nasib.

    Tapi ini bukan jadi alasan kita untuk males cari nafkah :p, melainkan menjadikan kita bersikap qana’ah, bahwa yg kita cari itu bukan semata2 rezeki aja, rezeki mah tinggal jemput (tinggal nyari cara jemputnya :hammer:). Rezeki di dunia ini sudah ditetapkan secara pasti, sementara ada hal lebih utama yg belum pasti…

    Yg belum pasti itu adalah akhirat kita, masuk surga apa neraka. Mau menikmati surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, atau disiksa di api neraka yang bahan bakarnya manusia & batu (serem gan!).

    Soo, tentu ikhtiar ane & agan2 skalian :D mengerucut pada yang belum pasti ini, yaitu bgmn membuka pintu surga…

    _@

    Maret 29, 2010 at 5:44 am

  3. Setuju bgt deh ama mas anjar. FYI saya ini pas-pasan dalam hal akademis.. terseok-seok dan terjebak di salah satu PTN yang angker dosen2-nya. Pernah ngulang salah satu mata kuliah sampai 4 kali. Namun mungkin doa orang tua kali ya.. tak disangka saya bisa lulus… Pas nikah juga pas-pasan… namun dengan niat yang lulurs setelah nikah ada aja rejeki mah yang datang dan malah lebih banyak dibanding sebelum nikah. Iya saya sangat percaya itu doa orang itu very-very makbul… so dalam hidup ini aku gak mau kecewain mereka. Doa mereka sungguh powerfull…

    isal

    April 10, 2010 at 3:31 pm

  4. kudu banyak belajar dari yang sudah mempraktekkan , ya pak?? hehe..jadi testimoninya banyak. bukannya tidak meyakini, karena sudah banyak yang membuktikannya.

    semoga bisa memprektekkannya…

    baskoro

    April 14, 2010 at 2:19 pm

  5. setuju mas Anjar, saya pernah mendengarkan talk show dari Bong jaya, Ikhlas juga sangat universal. Kalau kita bekerja -apa saja profesinya- tetapi tidak ikhlas dapat diibaratkan seperti mengemudikan mobil dengan posisi rem tangan on. jalan sih jalan tetapi terasa berat dan ada beban yang nggak kelihatan

    Maspete

    April 20, 2010 at 9:02 am

  6. Mas, klo udah melibatkan nilai2 ajaran agama begini memang baik sih, cuma ya jelas ngga ada ujung-nya. Dari jaman dulu juga kotbah-nya begitu. Harus ini dan itu, ada poin2nya.

    Udah gitu pasti ada unsur sabar & pasrah -nya lagi. Jadi walopun di judul-nya “Tiga (ato bahkan sepuluh) kunci pembuka rezeki” kalo setelah dilakukan rezeki tetap belum datang, gimana? Balik ke sabar & pasrah lagi kan..?

    Terakhir, poin2 ini kan adalah kebenaran mutlak yang baik untuk dilakukan, kalo tidak mau dikatakan dogma. Jadi ya tidak ada diskusi-nya lagi, semua juga pasti setuju. Sedangkan rezeki-nya? Ya tetap dari yang di atas…

    Cool Jerk

    April 27, 2010 at 6:54 pm

    • Memang nilai 2 agama ini suatu kebutuhan bagi kehidupan ini. Mau kemana pasti ketemu dng ketentuan 2 Ilahi.
      mau atau tidak mau, dengan suka rela atau dng terpaksa…

      Tuhan telah menciptakan semua yg ada di langit dan di bumi dan diantara kedunya..Tuhan pula yg mengatur semua alam/ jagad raya ini. Tuhan pula yg menyediakan keperluan semua Makhluk agar bisa hidup dng nyaman, aman bisa beribadah kpd-Nya.Dan kepada-Nya pula semua makhluk bersujud .” Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku ” Tuhan pula yg mengatur siang dan malam agar semua makhluk berjuang dan beristirahat, agar selalu kuat.sehat, untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

      M Taufik Saleh

      Februari 24, 2012 at 10:14 am

  7. memang seh kalo bawa2 agama ujung2nya kesitu juga, tapi itulah yang membedakan kita sebagai org indonesia yg beragama,.. berbeda dengan yg tidak (beragama). lagian juga kalo dalam thread ini gak ngeliat agama (memasukan unsur agama) maka dari judulnya aja bukan lagi “tiga kunci pembuka rezeki” yg dalam hal ini istilah rezeki erat kaitannya dengan si empunya rezeki itu (Tuhan), tapi mungkin menjadi “how to maximizing ur XXXXXXXX to get more XXXXX” etc etc,… yg kesannya uang or else (bukan rezeki) adalah produk turunan dari adanya manusia dan telah tersedia/tercipta sejak (berkat) adanya manusia dan kita memaksimalkan yg bisa didapat dengan mengabaikan ketersediaan dan kebutuhan orang akan resource tsb,…. jadi yaah mau gak mau kita harus melihat lagi bentuk kearifan lokal yg bertransformasi melalui nilai agama dalam memandang rezeki ini,… cieeeeeeehhhhh ,.. KEMBALI KE LEPTOOOPP,…

    joko

    April 28, 2010 at 1:51 am

  8. sebagaimana hadits, rejeki orang masing2 sdh ditetapkan ktika kita msih dlm alam ruh.

    jadi… kenapa dong kita hrs kerja, cari nafkah, ikhtiar?

    sbelumnya… konon kata pr ulama, rejeki itu Allah berikan dlm 3….(?)
    1. rejeki yg Allah berikan utk smua makhluk hidup (binatang, tumbuhan & manusia), kt sering lihat kan… cecak yg lambat bs nangkap nyamuk? atau ular derik di padang pasir yg panas, sll nemuin mangsa, dll
    2. rejeki yg Allah berikan pd manusia yg bekerja, berikhtiar, entah dia muslim, yahudi, kristen atau ateis skalipun. selama dia bekerja pasti ada hasilnya
    3. rejeki yg diberikan khusus utk orang2 yang bertaqwa, rejeki ini datangnya tak bisa diduga asalnya atau besarnya.

    nah… jadi kita tetap hrs bekerja, selain itu, bekerja jg akan menjadi sarana kita beribadah kpd-Nya, karena smua yg diniatkan dgn ibadah pasti dicatat oleh Allah sbg penghambaan kita pada-Nya. (ingat! satu-satunya alasan Allah menciptakan kita manusia di dunia ini adalah untuk beribadah kepada-Nya)

    lalu… berkaitan dgn kunci-kunci pembuka rejeki di atas, itu berkaitan dgn rejeki yang no.3, kunci2 yg disebutkan di atas itu kan kalau dijalankan akan menjadikan kita lebih bertaqwa, lbh beriman kepada-Nya.

    waduh.. kepanjangan ya?

    mohon maaf kalo tdk berkenan

    urip widodo

    Juni 24, 2010 at 8:01 am

  9. berbagai artikel telash saya baca di blog ini … dan semuanya sangat bermanfaat … :-)
    saya akan coba mengamalkan hal hal yang di sebutkan di atas

    Jabon

    Juli 26, 2010 at 3:36 am

  10. terus memperbaiki usaha kita dan senantiasa memohon kepada-Nya.

    senantiasa bersyukur karena cobaan / musibah / teguran adalah tanda cinta-Nya kepada kita.

    zuhnay

    Agustus 22, 2010 at 10:28 pm

    • Benar syarat beribadah ada 2, yaitu Ikhlas dan Mengikuti contoh Rasul dan orang2 terbaik dr generasi manusia terbaik yaitu para sahabat . Pengertian Ikhlas adalah al sesuai perintah Allah mengerti batasan2, faham tentang maunya Pencipta, Pengatur dan Kepada siapa beribadah.kepada Pemberi Rezeki, Allah Ta’ala . Mengikuti Rasul dan para sahabat bagaimana mereka beribadah, tidak di tambah apalagi di kurangi. Karena Rasul adalah hamba yg paling tahu bersyukur, yg selalu menjalankan Perintah Allah. Manusia paripurna yg mengetahui ilmu dr Allah.

      M Taufik Saleh

      Februari 24, 2012 at 10:26 am

  11. bagus banget benar 100% adanya artikel ini (sempurna)…. aku dah pernah peraktekin sukses berat …..tapi terkadang saat dihadapkan pada persaigan aku kena sikut, kena jegal ditambah darah tinggi kena penyakit eh….lupa ahahahha ^_^!

    benito

    Juni 2, 2011 at 12:07 pm

  12. doakan aku ya biar lekas dapat kerja mapan, rejeki cukup, langgeng, tidak susah. Terima kasih. Wasalam

    ha

    September 28, 2011 at 9:31 am

  13. betul 1 0 0 poin

    wkeydo

    Februari 1, 2012 at 6:22 am

  14. ass..perkenalkan nama hamba musafir..apa yg dipaparkan prihal bagaimana cara membuka pintu rejeki itu sdh boleh dikata benar..tapi ada nilai esensi yg hendaknya qt paham….

    musafir

    November 19, 2012 at 2:59 am


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 492 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: