Arsip untuk Mei 2010
Bika Ambon Zulaikha dan Bolu Gulung Meranti
Jumat kemarin akhirnya kembali lagi ke Medan -karena pekerjaan kantor. Mungkin ini perjalanan ke Medan yang paling pendek. Berangkat jam 6.00 pagi dan pulang dari Medan jam 18.00. Teman-teman yang berangkat membawa Bika Ambon dan Bolu Gulung. Saya sejujurnya lebih cocok dengan rasa Bolu Gulung Meranti dibandingkan Bika Ambon. Hebat ya, bagaimana sebuah perusahaan yang bisa fokus dengan satu produk -sehingga menjadi ‘signaturenya’ Kota Medan.
Focus on what you are good at
Problemnya kita seringkali tergoda untuk melakukan atau mencoba sesuatu yang diluar keahlian kita.
Peluang itu bernama Online Trading
Seorang teman menyampaikan kepada saya bahwa tahun ini merupakan tahun yang paling tepat untuk mulai belajar lebih giat seputar keuangan dan investasi. Menurut si teman, ada tiga hal mendasar yang menjadi alasan bahwa tahun ini merupakan tahun tahun yang paling tepat untuk memulai atau bahkan berkarir dalam bidang ini.
Alasan pertama adalah semakin besarnya ketertarikan orang untuk berinvestasi di pasar modal. Kalau bicara data maka hingga akhir November 2009 jumlah investor yang tercatat di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) mencapai 372.000. BEI (Bursa Efek Indonesia) sendiri menargetkan jumlah tersebut naik menjadi 650.000 hingga 700.000 pada akhir 2010 yang artinya naik menjadi dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Artinya orang semakin tertarik untuk berinvestasi langsung pada pasar modal dibandingkan dengan instrumen lain seperti Unit Link dan Reksadana
Alasan kedua adalah semakin pesatnya perkembangan infrastruktur teknologi informasi khususnya internet dan teknologi mobile. Kalau bicara mengenai ‘online’ misalnya, maka kemudahan dengan piranti bergerak yang semakin murah, ongkos komunikasi data yang semakin murah dan cepat menjadi pendorong utama pesatnya perkembangan usaha keuangan dan investasi di pasar modal.
Alasan ketiga adalah semakin banyak perusahaan sekuritas baik dari dalam maupun luar negeri yang merilis fasilitas online trading untuk semakin memudahkan nasabahnya memonitor perkembangan investasinya. Hal ini tentu saja akan disertai dengan dengan peningkatan tajam akan kebutuhan sumber daya manusia pada bidang tersebut. Peningkatan kebutuhan ini tentunya akan membuka peluang berkarir yang sangat luas dalam bidang keuangan dan investasi tersebut.
Lebih lanjut si teman menjelaskan bahwa sebagai sebuah pilihan berkarir maka bidang ini juga menuntut komitmen kuat dan motivasi untuk belajar secara terus menerus. Sebuah hal yang sebanding dengan hasil cemerlang yang akan didapat dari dunia ini.
Tertarik? Bisa memulai dari sini xpect-more.com yaitu sebuah media komunikasi untuk mendapatkan informasi mengenai karir dan pengembangan diri dalam bidang investasi dan keuangan. xpect-more sendiri dibangun oleh Valbury, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan keuangan.
Kereta KRL Bintaro – Tanah Abang
Dulu, saya tidak begitu tertarik berangkat ke kantor menggunakan jasa kereta KRL, karena ‘takut’ keretanya tidak ontime dan juga pertimbangan besarnya biaya bila harus menggunakan jasa tambahan ojek ke dan dari stasiun. Alternatifnya saya lebih memilih naik feeder busway -yang belakangan sadar bahwa biayanya lebih mahal dibandingkan kereta api.
Saya biasa naik kereta pukul 7.30 pagi -seringnya di antar Dinda sampai stasiun dan pulang dengan kereta 18.45 malam. Kalau diperhatikan sebenarnya penumpang KRL itu ya orangnya itu-itu saja. Jadi kalau kita berdiri pada posisi yang sama pada waktu yang sama maka kemungkinan besar kita akan bertemu orang yang itu-itu juga -teorinya Dinda sih, dan ternyata betul juga teorinya.
Track record saya dalam berkereta KRL mungkin tidak sebanyak track record saya dalam berkereta antar kota. Dulu jaman kuliah, kenyang rasanya berkereta Jogja-Jakarta, Jogja-Cirebon. Dari yang bertumpuk-tumpuk di bordes kereta Progo sampai harus kehilangan dompet dan HP di kereta.
Ada yang mencintai kereta KRL juga? Baca entri selengkapnya »
Akhirnya Unit Link itu saya tutup
Lima tahun sudah saya menjadi konsumen/nasabah dari sebuah Unit Link Asuransi. Akhirnya setelah berbagai macam pertimbangan saya tutup polis saya pada produk asuransi tersebut. Rugi lumayan besar, kalau dihitung saya menabung tanpa bunga, maka saya kehilangan lebih dari 75% nilai tabungan saya.
Pelajarannya?
Tips mengusir ular di rumah
Ya, Ular. Kemarin malam sekitar pukul 21.30 rumah kami kemasukan ular. Ceritanya, saat semua orang hendak terlelap, tiba-tiba Mbak Linda -sepupu Dinda melihat hewan melata ini disamping tempat tidurnya. Padahal saat itu kondisi jendala tertutup -sejak masuk magrib semua jendela ditutup. Dan pintu pun dalam posisi tertutup rapat. Seram juga rasanya, apalagi buat perempuan. Akhirnya, praktis malam itu suasana menjadi heboh dengan perburuan hewan melata ini.
Ular mungil yang panjangnya ‘hanya’ sekitar 40-60 cm dengan badan sebesar cicak ini ditangkap dengan kayu kemudian dimasukkan kedalam kantong plastik -metode yang sama seperti saat menangkap tikus dirumah. Di luar rumah, ular tersebut kemudian dipukul bagian kepalanya hingga hancur, kemudian diberikan kepada kucing -ada untungnya juga di komplek banyak kucing.
Sebenarnya ini bukan kali pertama rumah kami kemasukan ular, setahun yang lalu sekitar bulan Maret-April juga seekor ular mampir kerumah. Curiganya seputaran pergantian musim, sehingga ular-ular senang masuk ke area yang hangat -salah satunya kamar rumah. Atau kecurigaan kedua, ular-ular tersebut mencari makanan atau tikus dirumah.
Sempat curiga ular itu datang dari pohon-pohon sekitar rumah kemudian lompat lewat jendela yang terbuka. Tapi kalau melihat perawakan ular yang berwarna coklat -lebih mirip dengan ular kacang yang tidak berbahaya (dulu di Cirebon, ular kacang sering menjadi mainan anak-anak). Rasanya ini bukan tipe ular pohon berwarna hijau yang hobby melompat-lompat antar pohon.
Bicara ular saya teringat pengalaman saya semasa kecil di Cirebon. Karena rumah terletak disamping sawah, rasanya sering sekali Ular masuk ke rumah. Mulai masuk kedalam closet WC, hingga tiba-tiba ada di dalam lemari buku atau tiba-tiba tanpa jejak menghabisi anak ayam. Sebenarnya sampai sekarang pun ular masih banyak -terutama yang menyebrang jalan, kalau yang masuk rumah mulai berkurang.
Oh ya,sekedar tips atau catatan kecil seputar kejadian kemarin:
Tips seputar terkena gigitan ular:
1. Jangan serta merta membuang / membunuh ular
Kemarin saking semangatnya, ular dibuang begitu saja, padahal pesan si mbak, setiap kali tergigit ular usahakan untuk membawa atau menyimpan ular tersebut juga ke rumah sakit. Akan lebih mudah bagi si dokter untuk mengidentifikasi jenis pengobatan apa yang harus diberikan.
2. Bila tergigit ular, cukup bersihkan dengan air hangat
Umumnya ular berbisa berwarna mencolok -walau ular kemarin menurut si Mbak Wati adalah jenis ular Weling yang berbisa. Tapi apapun itu, cukup bekas gigitan ular dibersihkan dengan air hangat tanpa menggunakan detergen/antiseptik.
Tips seputar mengusir ular:
1. Sebarkan garam di sekitar rumah atau jalur kemungkinan ular masuk
Ternyata garam tidak hanya berfungsi secara metafisik untuk memanggil orang yang hilang -pengalaman kuliah nyari orang hilang dibantuin ustadz dengan nyebar garam di kamar rumah yang bersangkutan. Secara ilmiah garam ini hipertonis, sedangkan ular hipotonis (CMIIW).
Bersambung
Baca juga.

