Anjar Priandoyo

Arsip untuk Agustus 2010

Sabar dan optimis dalam mencari pekerjaan

dengan 14 komentar

Malam itu, di kereta AC ekonomi terakhir menuju Serpong, saya melihat salah satu penumpang yang sedang sibuk membaca iklan lowongan pekerjaan via gadget canggihnya. Si penumpang yang mungkin usianya 20-an akhir tampak sibuk melihat jobstreet, jobsdb dan situs lowongan kerja lainnya. Kalau melihat caranya menavigasi informasi lowongan kerja dengan sangat terampil, rasanya saya bisa menyimpulkan bahwa kegiatan ‘browsing’ pekerjaan ini termasuk kegiatan yang rutin dia lakukan setiap pulang dengan kereta api. Apalagi kalau melihat hampir sepanjang perjalanan kereta situs itu yang terus menerus dia amati.

Dulu ditahun-tahun pertama bekerja saya juga sering melihat teman-teman yang ritual rutin setiap paginya (sebelum era Blackberry seperti sekarang) ritual pagi dimulai dengan browsing informasi lowongan kerja. Ritual rutin ini biasanya berakhir setelah 2-3 tahun bekerja, setelah menemukan pola pekerjaan yang tetap.

Buat teman-teman fresh graduate -si para pencari kerja. Tentunya semangat untuk mencari pekerjaan ini senantiasa perlu dibangun. Apalagi bila sudah tidak lagi menemukan kecocokan bekerja yang bisa dikarenakan oleh banyak hal, mulai dari reorganisasi hingga ketidaksesuaian visi bisnis dengan kondisi saat ini. Apapun, mencari kerja atau mencari peluang adalah skill dasar yang perlu senantiasa dibangun dan dikembangkan.

Ditulis oleh priandoyo

Agustus 29, 2010 pada 6:09 am

Ditulis dalam Pekerjaan

Kenapa kita cenderung tidak bersinergi

dengan 2 komentar

Bos saya suatu ketika pernah bercerita bahwa banyak perusahaan besar khususnya di Indonesia yang berkembang secara sporadis dan cenderung tidak bersinergi. Ambil contoh sebuah BUMN raksasa dengan belasan anak perusahaan yang sangat beragam dari unit A yang bisnisnya retail hingga unit B yang bisnisnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan bisnis utama perusahaan. Berkali-kali perusahaan tersebut mengundang konsultan untuk melakukan sinergi antar anak perusahaannya, tapi hasilnya tidak seindah yang dibayangkan. Sinergi tetap saja sulit untuk dihasilkan.

Mencoba melihat dengan sedikit mempersempit skala observasi, bahkan di satu perusahaan pun, atau bahkan di suatu tim pun yang melibatkan banyak unit, bisa jadi sinergi sangat sulit untuk dihasilkan. Selalu saja ada kelompok yang memiliki pendekatan berbeda atau cenderung ekstrem dibandingkan kelompok yang lain.

Maka tidak heran sebenarnya bila melihat skala yang jauh lebih besar: Indonesia. Tidak adanya sinergi, kecenderungan untuk saling melempar, lepas tangan mungkin pemandangan umum bila sudah melibatkan kelompok yang lebih besar dan kepentingan yang sangat besar. Terlihat menakutkan? bisa ya dan bisa tidak.

Ditulis oleh priandoyo

Agustus 24, 2010 pada 11:59 pm

Ditulis dalam Pekerjaan

Memupuk kemandirian sejak dini

dengan 3 komentar

Memang benar rasanya kalau banyak orang berkata bahwa anak itu merupakan cerminan dari orang tuanya. Sifat anak tidak akan jauh dari sifat orang tuanya. Memperhatikan anak saya beranjak besar kurang lebih juga sama seperti mengulang kembali perjalanan masa kecil saya. Rasa bandel yang sama, rasa takut yang sama, anak memang cerminan orang tuanya.

Sebagai orang tua, tentunya harapan terbesar pada anaknya adalah agar si anak bisa mandiri, artinya bisa berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain. Semua hal yang kita berikan pada akhirnya bertujuan untuk kemandirian, gampang saja bukan karena sebagai orang tua tentunya kita akan berpulang lebih dahulu daripada anak kita bukan.

Untuk menjadi guru yang baik tentunya pelajaran tentang kemandirian ini tidak bisa hanya diajarkan melalui nasihat lisan, tapi tentunya dengan memberikan contoh kemandirian terlebih dahulu kepada sang anak. Dan ini merupakan tugas besar orang tua sebelum bisa memberikan tauladan pada anak.

Selamat menjadi mandiri ya

Ditulis oleh priandoyo

Agustus 23, 2010 pada 11:17 pm

Ditulis dalam Keluarga

Sekali lagi tentang prioritas

tinggalkan komentar »

Ternyata susah ya menentukan skala prioritas itu, sebenarnya rancangannya sudah ideal e.g senin-jumat waktu untuk pekerjaan di kantor, sabtu-minggu khusus diprioritaskan untuk keluarga. Tapi prakteknya lebih banyak gagal atau tidak seimbang yang terjadi. Tidak terbayang bagaimana caranya ada orang di Jakarta yang selain dua hal besar tadi masih punya cukup waktu untuk mengajar sebagai dosen, belajar hal baru, membaca buku, aktif bersosialisasi, rajin berorganisasi dan bahkan tetap produktif berkarya (menulis, fotografi) dan juga tetap seimbang dengan hobi dan kehidupan pribadinya.

Saya sempat mencoba (terobsesi) untuk menjadi seperti itu, masih dalam skala kecil sebenarnya, tapi rasanya tidak sanggup bahkan melihat rencana yang harus saya jalankan seringkali menjadi terbebani. Hal yang malah kontradiktif ya. Bukankah aturan manajemen stress yang pertama itu “Drop one committment” -semoga saya selalu ingat hal itu.

Ditulis oleh priandoyo

Agustus 21, 2010 pada 11:03 pm

Ditulis dalam Keluarga

Tips Interview: Jebakan spesialisasi dan jebakan karir

dengan 6 komentar

Sebenarnya meskipun sudah dikategorikan masuk kotak, terjebak dalam karir, spesialisasi atau apapun namanya ada banyak cara untuk keluar dari jebakan tersebut. Menurut saya, jebakan itu dibagi dua yaitu jebakan fungsional dan jebakan struktural.

Jebakan struktural terjadi dimana seseorang tidak dapat dinaikkan karirnya mengingat tidak ada posisi yang lebih tinggi secara struktural yang dapat ditempatinya. Sedangkan jebakan fungsional dikarenakan tidak adanya orang pengganti untuk posisi tersebut.

Jebakan dalam karir ini sebenarnya bisa disebabkan oleh dua hal, yang pertama memang disengaja e.g si pewawancara atau perusahaan memang sengaja menjebak karyawannya atau memang tidak disengaja, e.g terjadi secara kebetulan, terpengaruh trend dan struktur perusahaan -blame HR consultant for this.

Ditulis oleh priandoyo

Agustus 19, 2010 pada 11:40 pm

Ditulis dalam Pekerjaan

Tips lulus ujian CISA

dengan 10 komentar

Jumat kemarin mungkin merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi beberapa teman-teman di kantor yang sudah lulus ujian CISA (Certified Information System Auditor), apalagi yang sudah tembus dalam ujian pertama kalinya. Tapi minggu kemarin mungkin juga merupakan hari yang paling menyebalkan bagi teman-teman yang memutuskan untuk mengulang ujian pada akhir tahun ini. Pengalaman saya lima tahun terakhir ini melihat ujian CISA seringkali membuat saya terbingung-bingung, kenapa?

1. Banyak* orang berpengalaman yang gagal dalam ujian CISA, sementara disisi lain selalu ada si beruntung yang lolos dalam ujian pertamanya.

2. Banyak* orang yang gagal atau lulus dengan score yang mepet, entah tinggal satu atau dua soal lagi lulus, atau hanya karena kesalahan kecil satu dua nomor.

Apapun kebingungannya, saya melihat ada kesamaan antara orang-orang yang berhasil lulus antara lain:
1. Memiliki waktu belajar yang cukup, ini faktanya yang saya lihat bahwa waktu mereka cukup, dalam artian pada saat ujian tidak panik.

2. Percaya pada strategi belajarnya, ini cukup menjawab orang-orang yang hanya berbekal CISA Review Manual saja namun dapat lulus ujian ini pada percobaan pertama.

Mungkin ada yang mau berbagi pengalaman dengan hasil ujian CISA kemarin?

catatan:
*kata banyak bisa diganti sedikit, ini sangat subyektif, tidak ada data pendukung kecuali pengamatan :)

Ditulis oleh priandoyo

Agustus 17, 2010 pada 12:44 am

Mutasi SIM A/C ke Jakarta

dengan 2 komentar

Kemarin, saya menemani istri mengurus mutasi SIM A dan C-nya dari Malang ke Jakarta. Berbekal surat pengantar dari Polresta Malang -yang sebenarnya sudah dibuat sejak 6 bulan yang lalu, kami berangkat ke Samsat Daan Mogot. Untuk mutasi dari daerah ke Jakarta hanya bisa dilakukan di tempat ini.

Sebenarnya proses pengurusan SIM sekarang relatif mudah dan cepat, pengalaman saya diawal tahun waktu itu demikian. Kemarin, ternyata prosesnya jauh lebih cepat. Total kurang dari 1 jam, dari pertama kali datang di komplek Samsat Daan Mogot sampai SIM tercetak. Mungkin karena suasana Ramadhan, jumlah pendaftar berkurang sehingga proses menjadi cepat.

Mungkin ini tips, bagi teman-teman yang ingin mengurus dokumen SIM atau perijinan lainnya agar mengurus di bulan Ramadhan. Yakin prosesnya jadi lebih cepat. Ohya, total biaya yang dibutuhkan untuk mutasi SIM A dan C adalah Rp. 250.000,-

Ditulis oleh priandoyo

Agustus 12, 2010 pada 9:37 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Tips mengurangi stress

dengan satu komentar

Tips#1: Drop 1 commitment
Source: time best blog 2010, zenhabit

Sebenarnya apa sih faktor pemicu stress yang paling utama, menurut saya adalah waktu. Baik terlalu sempit atau terlalu banyak waktu. Untuk yang merasa waktunya terlalu sempit maka solusinya adalah kurangi beban kita dan untuk yang merasa waktunya terlalu banyak cobalah melakukan kegiatan lain atau sesuatu yang kita sukai. Beberapa minggu terakhir ini saya mencoba untuk melakukan program pengurangan stress antara lain:

1. Memaksimalkan transportasi umum
Berangkat ke kantor dengan kereta api, pergi ke client dengan busway, menggunakan ojek bila kopaja macet, menggunakan bajaj untuk ke stasiun bila hujan tiba atau taxi untuk client yang sangat penting. Hasilnya lumayan. Beban berat di perjalanan sedikit berkurang -bukankah buruknya transportasi di Jakarta adalah masalah kita bersama.

2. Mengurangi aktivitas komunikasi.
Mengurangi email, instant messaging, social network atau aktivitas komunikasi instant berbasis IT. Sempat muncul pertanyaan juga, apakah justru ini tidak kontraproduktif. Bukankah komunikasi itu penting? Betul, maka sebagai gantinya saya mencoba lebih aktif menulis. Tulisan salah satu bentuk komunikasi juga kan.

3. Mengurangi komitmen pada orang atau komunitas
Karena pada akhirnya ini yang paling sering terabaikan, maka daripada berkomitmen diawal namun ternyata tidak bisa mempertanggungjawabkannya, maka lebih baik menyatakan dari awal tidak bisa kan.

List ini akan saya update, mungkin ada yang punya tips lain mengurangi stress.

Ditulis oleh priandoyo

Agustus 11, 2010 pada 11:14 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Reminder pembayaran KPR Bank Permata yang menyebalkan

dengan 3 komentar

“Nasabah yth, angsuran KPR anda belum kami terima segera lakukan pembayaran. Abaikan pesan ini jika pembayaran telah dilakukan. Terimakasih” PermataBank.

Tiba-tiba ada SMS dengan pengirim dari PermataBank sore itu masuk ke HP saya, panik. Sekitar tanggal 10 memang jadwal pembayaran KPR Permata saya yang sudah saya set menjadi autodebet. Dengan datangnya SMS ini, saya khawatir terjadi sesuatu seperti pembayaran KPR yang kurang atau memang ada masalah pada sistem informasi di Permatabank -persis seperti terjadi beberapa bulan lalu pada ATM Bank Permata dimana pembayaran Air PAM tidak bisa dilakukan via ATM.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mengecek Internet Banking PermataBank, ternyata baik-baik saja, pembayaran KPR sudah diauto debet dari rekening saya. Kecurigaan semakin bertambah, jangan-jangan antara internet banking, core banking dan notifikasi SMS tidak connect, segera saya menghubungi Permata Tel -dengan segala proses klarifikasi panjangnya.

Akhirnya setelah bisa berbicara dengan petugas Permata Tel, jawabannya singkat saja:
“Iya pak, setelah saya cek ulang, bapak memang telah membayar KPR tersebut. SMS itu sekedar reminder, jadi bisa diabaikan saja”

Wah apa-apaan ini, memangnya tidak bisa membuat sistem yang sedikit lebih ‘canggih’ dimana reminder hanya ditujukan pada nasabah yang belum membayar, bukan ditujukan kepada seluruh nasabah KPR seperti sekarang. Kekesalan saya semakin memuncak saat petugas menyatakan bahwa saya tidak bisa unsubscribe dari reminder KPR seperti ini. Ok, cukup secepatnya saya akan ke Bank Permata untuk meminta nomor HP saya dihapus dari data informasi nasabah -yang sialnya satu-satunya cara menghapus adalah menghubungi kantor cabang terdekat. Kadang-kadang Bank suka keterlaluan dan tidak menghargai privacy nasabahnya.

Anjar Priandoyo
Nasabah Bank Permata sejak 2004, Nasabah KPR Bank Permata sejak 2006. Semoga layanan Bank ini dapat lebih baik.

Ditulis oleh priandoyo

Agustus 10, 2010 pada 11:10 pm

Ditulis dalam Keuangan

Tips membeli Handycam untuk pemula

tinggalkan komentar »

Karena ada acara, kantor memutuskan untuk membeli sebuah Handycam. Setelah survey singkat, akhirnya pilihan dijatuhkan pada Canon Legria HF R16, harganya sekitar 6.1jt. Flash Memory 8GB, claimnya bisa untuk merekam hingga 3 jam dalam format full HD.

Tips memilih Handycam:
1. Handycam saat ini datang dalam tiga format penyimpanan data: DVD, Harddisk dan Flash Memory. Disesuaikan dengan kebutuhan, rasanya yang paling cocok dengan saya adalah format Flash Memory. Konon Flash Memory lebih tahan goncangan dan hemat baterai

2. Sebelum membeli Handycam, pastikan untuk meminjam atau mencoba Handycam milik teman untuk merekam suatu acara/kegiatan sejenis. Pengalaman kemarin, mulanya saya sangat ingin memiliki Handycam, tapi setelah mencoba, minat saya untuk membeli Handycam berkurang. Meski secara teknologi mirip dengan kamera foto, prinsip dan fungsionalitas Handycam jauh berbeda.

Kelebihan
1. Gambar sangat tajam
Karena ini Handycam datang dengan format HD (High Definition) kualitas gambar yang dihasilkan sangat bagus. Namun hal ini juga menimbulkan masalah tersendiri dalam mengedit hasil rekaman tersebut. Mungkin agak berbeda dibanding kamera foto, Handycam jauh lebih banyak membutuhkan pengeditan dan tentunya membutuhkan komputer yang super kencang untuk melakukan kegiatan tersebut.

2. Suara bagus
Meskipun tidak bisa ditambahkan mic external, suara yang direkam oleh Handycam ini sangat bagus. Untuk keperluan wawancara misalnya, suara hasil rekaman cukup sensitif untuk misal disajikan dalam bentuk presentasi.

Kekurangan
1. Baterai sangat buruk, pengalaman hanya bertahan paling lama 1 jam saja. Mungkin ini hal yang sangat mengecewakan dalam Handycam secara umum. Storage/kapasitas penyimpanan rasanya bukan issue -mengklaim 3 jam perekaman format HD. Tapi masalahnya adalah Baterai, bahkan jika LCD monitor sudah diset dalam format dengan brightness yang rendah agar tidak boros baterai.

Ditulis oleh priandoyo

Agustus 10, 2010 pada 10:39 am

Ditulis dalam Kehidupan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 307 pengikut lainnya.