Reminder pembayaran KPR Bank Permata yang menyebalkan
“Nasabah yth, angsuran KPR anda belum kami terima segera lakukan pembayaran. Abaikan pesan ini jika pembayaran telah dilakukan. Terimakasih” PermataBank.
Tiba-tiba ada SMS dengan pengirim dari PermataBank sore itu masuk ke HP saya, panik. Sekitar tanggal 10 memang jadwal pembayaran KPR Permata saya yang sudah saya set menjadi autodebet. Dengan datangnya SMS ini, saya khawatir terjadi sesuatu seperti pembayaran KPR yang kurang atau memang ada masalah pada sistem informasi di Permatabank -persis seperti terjadi beberapa bulan lalu pada ATM Bank Permata dimana pembayaran Air PAM tidak bisa dilakukan via ATM.
Langkah pertama yang saya lakukan adalah mengecek Internet Banking PermataBank, ternyata baik-baik saja, pembayaran KPR sudah diauto debet dari rekening saya. Kecurigaan semakin bertambah, jangan-jangan antara internet banking, core banking dan notifikasi SMS tidak connect, segera saya menghubungi Permata Tel -dengan segala proses klarifikasi panjangnya.
Akhirnya setelah bisa berbicara dengan petugas Permata Tel, jawabannya singkat saja:
“Iya pak, setelah saya cek ulang, bapak memang telah membayar KPR tersebut. SMS itu sekedar reminder, jadi bisa diabaikan saja”
Wah apa-apaan ini, memangnya tidak bisa membuat sistem yang sedikit lebih ‘canggih’ dimana reminder hanya ditujukan pada nasabah yang belum membayar, bukan ditujukan kepada seluruh nasabah KPR seperti sekarang. Kekesalan saya semakin memuncak saat petugas menyatakan bahwa saya tidak bisa unsubscribe dari reminder KPR seperti ini. Ok, cukup secepatnya saya akan ke Bank Permata untuk meminta nomor HP saya dihapus dari data informasi nasabah -yang sialnya satu-satunya cara menghapus adalah menghubungi kantor cabang terdekat. Kadang-kadang Bank suka keterlaluan dan tidak menghargai privacy nasabahnya.
Anjar Priandoyo
Nasabah Bank Permata sejak 2004, Nasabah KPR Bank Permata sejak 2006. Semoga layanan Bank ini dapat lebih baik.


Kalau ini terjadi sama nasabah biasa, biasanya SMS reminder begini langsung di ignore saja. Tidak sampe kepikiran kalau ada masalah antara core banking dan system notifikasi SMS.
Kalau ini terjadi sama nasabah yang tau seluk beluk system IT, apalagi auditor kayak mas Anjar.. Yah begitu lah.. Sama seperti saya, suka kepikiran dan menganalisa sendiri apa ada kesalahan di system nya..
Kalau Mas Anjar baru kali ini dapet SMS reminder begitu, artinya fasilitas reminder ini baru di luncurkan, mungkin belum sempurna implementasinya. Biasalah orang marketing, yang penting luncurkan dulu, customer experience nya urusan belakangan.. hehehe..
sherko
Agustus 11, 2010 pada 3:06 am
Ehmm…ternyata semuanya pake SMS Reminder y?
Saya juga selalu dikirimin sms beginian untuk cicilan mobil saya di TAFS (Toyota Astra Finance Service).
Semoga pihak perbankan lebih memperhatikan privasi nasabahnya.
Rifky
Agustus 14, 2010 pada 4:26 am
wow… belum-belum sudah disentil “duluan” yah
berhubung saya mau ambil KPR,,jd sekalian nanya boleh khan yaaa… ;-)
jd sebaiknya ambil KPR di bank mana yah…
zello
Oktober 10, 2010 pada 6:49 pm