Kenapa kita cenderung tidak bersinergi
Bos saya suatu ketika pernah bercerita bahwa banyak perusahaan besar khususnya di Indonesia yang berkembang secara sporadis dan cenderung tidak bersinergi. Ambil contoh sebuah BUMN raksasa dengan belasan anak perusahaan yang sangat beragam dari unit A yang bisnisnya retail hingga unit B yang bisnisnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan bisnis utama perusahaan. Berkali-kali perusahaan tersebut mengundang konsultan untuk melakukan sinergi antar anak perusahaannya, tapi hasilnya tidak seindah yang dibayangkan. Sinergi tetap saja sulit untuk dihasilkan.
Mencoba melihat dengan sedikit mempersempit skala observasi, bahkan di satu perusahaan pun, atau bahkan di suatu tim pun yang melibatkan banyak unit, bisa jadi sinergi sangat sulit untuk dihasilkan. Selalu saja ada kelompok yang memiliki pendekatan berbeda atau cenderung ekstrem dibandingkan kelompok yang lain.
Maka tidak heran sebenarnya bila melihat skala yang jauh lebih besar: Indonesia. Tidak adanya sinergi, kecenderungan untuk saling melempar, lepas tangan mungkin pemandangan umum bila sudah melibatkan kelompok yang lebih besar dan kepentingan yang sangat besar. Terlihat menakutkan? bisa ya dan bisa tidak.


salam kenal…
semoga saja indonesia laebih maju lagi…
artikelnya keren banget gaaan…:)
mampir-mampir balik ya agan :)
fajargoth
Agustus 26, 2010 pada 3:55 am
kalau ngambil contoh jangan bumn mas, soalnya akuisisi nya bumn itu lebih ke menyelamatkan investasi high level management nya di peruhsahaan yang diakuisisi. dibanding expansi bisnis yang realistis.
kalau ngambil contoh yang swasta aja. ibm beli pwc consulting misalnya.
bagus
Agustus 30, 2010 pada 4:41 am