Kenapa tentara gampang ditipu dan kenapa teamwork itu sangat penting
“A: Jadi gini Jar, tentara itu sebenarnya gampang ditipu lho, apalagi dalam bisnis”
“B: Kok bisa?”
“A: Iya, tentara dalam bekerja itu mengandalkan kepercayaan, untuk bisa menjalankan tugas penyerangan misalnya, si tentara harus percaya betul bahwa si prajurit A akan menjaganya dari sisi kiri dan si prajurit B akan menjaganya dari sebelah kanan. Tanpa kepercayaan tugas itu mustahil bisa dilaksanakan”
“B: “Ok, paham sedikit”
“A: “Iya, apalagi hampir semua pekerjaan dikerjakan secara bersama-sama, dalam satu tim kerja. Praktis, unsur kepercayaan menjadi unsur yang paling penting untuk membangun teamwork yang sangat solid. Esprit de Corps, Jiwa Korsa dan jargon-jargon kebersamaan kan merupakan jargon andalan tentara”
“B: “Hmm, hubungannya dengan gampang ditipu?”
“A: “Nah itu dia, ketika si tentara berhubungan dengan dunia luar, dengan masyarakat pada umumnya. Seringkali si tentara juga terlalu percaya terhadap rekan kerja atau rekan bisnisnya. Akibatnya ya ditipu habis-habisan. Dan kalau bicara statistik, rasa-rasanya tidak sedikit yang tertipu”
“B: “Menarik, menarik analisanya”
“A: “Iya dan jangan lupa, manusia itu pada dasarnya tiga hal: Malas, Bodoh dan Tidak Jujur. Percaya ga? coba lihat diri kamu sendiri? benar kan!”
Dialog dengan teman karib saya saat halal bihalal kemarin mengingatkan saya kembali akan pentingnya membangun kepercayaan. Team yang solid, partner yang langgeng sebenarnya tidak jauh-jauh dari bagaimana sistem kepercayaan antar individu ini dibangun. Kejadian-kejadian yang hampir bersamaan, baik saya pribadi di kantor, pengalaman istri berbisnis dan kejadian luarbiasa beberapa pekan terakhir, hingga pengalaman si teman yang juga tertipu, membuat saya semakin yakin bahwa untuk membangun team yang solid tidak cukup hanya dengan kepercayaan saja, tapi fungsi pengawasan juga merupakan fungsi yang sangat penting.
Diakhir dialog, si teman kembali mengingatkan
“A: Tapi apapun fungsi pengawasan yang kamu rancang Jar, tetap saja, namanya kecolongan itu pasti terjadi. Sehebat apapun dirimu merancangnya”
“B: Iya tuh, terus gimana, pusing juga kan ngaturnya”
“A: Betul, tidak ada pilihan lain. Makanya banyak pengusaha itu hidupnya jatuh bangun, bikin bisnis besar terus tertipu, hilang semua, mulai lagi kemudian menjadi besar. Bukankah orang-orang yang berhasil dengan membangun sistem kepercayaan itu tidak sedikit. Semangat kawan”


Bukan hanya tentara yang gampang ditipu, termasuk kita.
Maka hati-hati dan waspadalah karena kejahatan bisa muncul karena ada kesempatan.
sewa lcd projector
September 27, 2010 pada 6:25 am
Kemarin ikut seminar, mendengar tentang 3 W….
Dalam membangun tim, ada 3 W yang perlu diperhatikan:
1. Watuk
W yang ini mudah, karena bisa diobati, dengan obat kampung (pijat, kerokan, jamu) atau ke dokter
2. Wati
Lha ini mulai susah. Kalau udah kenal sama Wati yang cantik, menyenangkan…..siapapun bisa lupa pada tujuan semula. Namun tim yang baik, saling mengingatkan masih mudah untuk membenahi urusan Wati ini.
3. Watak
Ini baru sulit…biar bagaimana baiknya sistem, manajemen risiko operasional yang canggih sekalipun, sulit berhadapan dengan Watak ini.
edratna
September 30, 2010 pada 2:27 am
aha masa, bukankah tentara itu lebih wasoada dan tidak mudah di kelabui dari pada kita ???
kalakay
Oktober 4, 2010 pada 4:22 am