Ketika semua orang mengeluh
Waktu saya kuliah, masa paling membahagiakan adalah masa menjelang hari ujian. Mengheningkan diri sesaat, beberapa jam menjelang ujian bisa jadi merupakan masa paling tenang sepanjang periode kuliah saya. Kenapa? pasrah.
Setelah saya bekerja, beberapa kali saya merindukan masa-masa menjelang ujian seperti dahulu, kondisi saya mentok, tidak ada solusi, bahan yang dipelajari tidak terkejar lagi, latihan soal belum dikerjakan. Kondisi dimana saya hanya punya satu pilihan dalam menjalani skenario hidup ini. Sekali lagi, pasrah.
Kemudian cerita pun seakan berulang, siklus pun kembali diputar. Dari Optimis – Pesimis – Pasrah – Optimis dan perulangan siklus yang sama secara terus menerus.


Tetep semangaaat…! tetep optimis dan tetep berPasrah pada Gusti Allah
funkytridoretta
Desember 14, 2010 pada 1:49 pm
Secara umum,siklusnya memang seperti itu, tapi kalau kita mau mempelajari kebih lanjut, pesimis datang dari kondisi yang sebenarnya membuat kita memaksa diri kita bertindak ‘lebih’ itulah yang menimbulkan semangat, kerja keras, dan akhirnya membuat kita melakukan hall-hal yang pada akhirnya membuat kita optimis hal itu akan berhasil
service chiller
Desember 27, 2010 pada 5:14 am
setuju mas, ternyata ilmunya pasrah. Di tempat kerja sekararng ini setelah segala sesuatu sudah diupayakan dan hasilnya masih mentok, ya ga ada jalan lain kecuali pasrah
bimo
Januari 1, 2011 pada 9:49 pm
hihih iya pasrah bikin plong…
tapi kalo pas ujiannya ga bisa jawab hehehe jadi nelongso…
ant
Februari 2, 2011 pada 4:03 pm
ganbareeeeeeeeeeeeeeee…….
semangat selalu semangat ^^
upay
Maret 16, 2011 pada 6:20 am