Anjar Priandoyo

Manajemen Minutes of Meeting (MOM)

dengan 3 komentar

Minutes of Meeting (MOM) yang pertama kali saya buat adalah saat kelas 3 SD, tepatnya saat Ramadhan tiba. Adalah tugas rutin dari Guru Agama untuk mencatat ceramah pada malam Ramadhan dalam sebuah buku yang kemudian harus di tandatangani penceramah dan dicap oleh petugas masjid.

Adalah sebuah kebanggaan tersendiri saat buku Amaliyah Ramadhan yang berisi tulisan-tulisan penuh dan cap serta tanda tangan lengkap dari si penceramah. Dan ini bukan hanya ceramah sebelum tarawih, tapi juga ceramah subuh. Jadi total -kalaupun ada yang bisa- terdiri dari 60-an catatan ceramah. Lebih dari 60 karena ceramah mingguan, sholat jumat ataupun perayaan Nuzulul Quran bisa juga dicantumkan dalam buku Amaliyah itu. Walaupun prakteknya saya tidak pernah lebih dari 30-an. Biasa, dipertengahan Ramadhan semangat mulai kendur.

Sekarang, setelah besar, pengalaman menulis minutes of meeting sewaktu kecil itu terulang lagi. Esensinya sama mencatat, tapi kompleksitasnya jauh lebih besar. Kalau dulu hanya sekedar tugas dari sekolah, sekarang MOM itu bisa menjadi justifikasi keputusan, komitmen bersama atau jadi bukti audit yang bisa menyelamatkan direksi atau pihak tertentu dari tuduhan korupsi atau sejenisnya.

Fungsi MOM
Di beberapa kali diskusi, banyak teman yang mengatakan bahwa fungsi rapat adalah ‘unjuk gigi’, unjuk kekuasaan gituh. Jadi seringkali rapat itu tidak efektif karena ada kecenderungan untuk pihak-pihak tertentu yang menunjukkan giginya dalam momen tersebut. Dan hukum alam berlaku disini, semakin banyak pihak yang terlibat dalam sebuah meeting, maka semakin tidak efektiflah meeting tersebut.

Peran MOM di masa depan
Seiring dengan kecanggihan dan murahnya teknologi -infocus/viewer/proyektor yang tersedia diruang-ruang rapat client -bahkan ruang meeting kecil sudah embed dengan infocus. Maka penguasaan MOM dikombinasikan dengan penggunaan infocus ini menjadi sangat penting.

Kesimpulannya, kalau kemampuan presentasi adalah mutlak bagi seorang top manajemen, maka kemampuan minutes of meeting merupakan skill mutlak yang harus dikuasai oleh entry level atau middle manajemen.

Ditulis oleh priandoyo

Maret 3, 2011 pada 5:58 am

Ditulis dalam Others

3 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Salam kenal pak,

    Biasanya top management, gak mau buat MOM-nya, pasti di delegasikan ke bawahan..

    Allan Asfar

    Maret 14, 2011 pada 4:13 am

  2. Biasanya kalo di kantor saya MOM ditulis oleh PMO(Project Management Officer), jadi sebagai moderator dalam meeting adalah PMO dan jg untuk kepentingan audit nantinya. Mungkin bisa berbeda di beberapa kantor..
    Btw, meeting bisa jadi ajang unjuk gigi dan saya setuju dengan mas Anjar, kemampuan komunikasi yg baik mutlak diperlukan oleh middle mgmt karna ngga setiap orang punya persepsi yg sama dalam menangkap informasi dari rekan/atasannya.

    Nice post mas Anjar.

    Bambang Puji

    April 12, 2011 pada 9:55 am

  3. Saya sedang mencari Form MOM yang paling bagus. Coba Googling ketemu ini..
    Klo Agan ada form MOM yang bagus, mohon di share..!

    hendrobchendro

    Februari 11, 2012 pada 11:33 pm


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 317 pengikut lainnya.