Sekretaris, ujung tombak perusahaan
Sekretaris, merupakan salah satu elemen paling penting dalam keberhasilan suatu proses bisnis ataupun negosiasi yang sering kali terlupakan. Bisa jadi klien di kantor adalah tetangga kita di rumah, tapi untuk urusan jadwal, agenda rapat dengan si klien kita tetap bergantung pada profesi satu ini: sekretaris.
Banyak orang berpendapat bahwa negosiasi dengan bos biasa dilakukan dilapangan golf, tapi untuk bisa bernegosiasi dengan si bos, kita harus bisa juga bernegosiasi dengan sekretarisnya untuk mendapatkan akses kepada bos besar.
Namun, prakteknya menghadapi sekretaris bos bisa jadi persoalan yang tidak mudah. Sekretaris klien misalnya sudah terlatih untuk ‘melindungi’ si bos, atau pun mengatur privacy bos sehingga sales ataupun vendor tidak mudah mendekatinya. Bahkan sekretaris yang terdidik ataupun diberi kepercayaan penuh memiliki kekuasaan yang hampir sama dengan bosnya.
Lalu bagaimana caranya agar bisa mengambil kepercayaan si sekretaris -yang merupakan salah satu kunci keberhasilan komunikasi kita dengan klien? Berikut beberapa tips yang bisa diambil:
1. Ketahui latar belakang si sekretaris
Tarakanita dan ASMI dikenal sebagai sekolah pencetak sekretaris professional di Indonesia. Sama seperti lulusan sekolah pada umumnya, ada karakter bawaan sekolah yang juga terbawa pada profil alumni sekolah ini. Misalnya, sekretaris lulusan X lebih disiplin, sementara sekretaris lulusan Y lebih terampil dalam mengelola dokumen surat menyurat.
2. Ketahui jaringan dan network si sekretaris
Sama seperti profesi lainnya -auditor, engineer ataupun consultant. Sekretaris juga punya jaringan kerja yang sama solidnya. Sekretaris direksi A biasanya berteman baik dengan sekretaris direksi B. Sekretaris pada perusahaan telekomunikasi X sering belanja bersama sahabatnya sekretaris pada perusahaan telekomunikasi Y.
3. Ketahui scope kerja si sekretaris
Profesi sekretaris seringkali tumpang tindih dengan profesi Staf, Admin, Personal Assistant dan Sekretaris itu sendiri. Beberapa sekretaris bekerja sama beratnya dengan bos itu sendiri sementara ada sekretaris yang lebih banyak bersifat administrasi -dan sementara ada bos yang memiliki lebih dari 1 sekretaris.
Ada pengalaman lain?


Hire lah sekretaris yang teman baik/punya hubungan dekat dengan sekretaris client, atau in general punya jaringan luas di organisasi client.
Metode yang sama kan biasa di pakai untuk bagian lain, misalnya meng-hire Account Manager yang punya relasi luas di departemen prokurement client.
Kenapa tidak cari tahu hobi dan favorit nya si sekretaris? Dekati mereka supaya mereka mengenal anda, perusahaan anda dan sekertaris anda. Yang pernah saya dengar, biasanya jaringan hotel, agent penerbangan, dan penyedia jasa/barang lainya melakukan ini. Mereka mendakati sekertaris di korporasi besar supaya para sekertaris ini akan mengarahkan keperluan hotel, penerbangan, dan lain lain dari korporasi mereka ke kita..
sherko
Maret 25, 2011 pada 11:13 pm
Hai mas Anjar! Mas, mau tanya. Saya anak HI UGM dan sebentar lagi lulus. Mas, seberapa besar kesempatan anak HI masuk ke perusahaan minyak? Atau menurut mas adakah perusahaan multinasional lain yang lebih cocok untuk anak HI?
Fafa
Mei 31, 2011 pada 7:25 pm