Meluangkan waktu barang sejenak
Jumat kemarin disaat hari kejepit nasional, akhirnya kami dan rekan-rekan satu tim berhasil menyempatkan makan siang bersama setelah beberapa kali direncanakan dan gagal. Sebagai pekerja di bidang jasa yang sehari-harinya lebih banyak tersebar di beberapa client tentunya mengumpulkan seluruh anggota tim yang notabene hanya berjumlah 5-7 orang itu ternyata susahnya minta ampun. Ada saja hambatan yang mulai kepentingan berbeda, ada yang mempersiapkan anaknya sekolah, ada yang belum menikah, ada yang punya agenda pribadi misalnya.
Dirumah pun rasanya hampir sama, pekerjaan mengganti saklar lampu kamar mandi yang rusak pun tertunda sekian minggu -yang hari ini akhirnya bisa terselesaikan. Proses menggantinya bahkan kurang dari 3 menit, tapi alasan ini itulah, alasan harus mematikan lampu dari sikring-lah, alasan akan mengganggu pekerjaan karyawan yang menggunakan komputerlah, akan mengganggu pekerjaan ART dengan mesin cuci lah.
Memang, meluangkan waktu barang sejenak untuk melakukan suatu hal kecil yang tidak mendesak tapi penting itu luar biasa sulitnya, dibandingkan melakukan suatu hal rutinitas yang seringkali tidak penting. Dengan era yang semakin kompleks seperti ini mau tidak mau kita harus berpikir dan ber-aksi lebih ‘smart’ dan sistematis untuk mampu mengelola kehidupan dengan baik.
Lalu kira-kira apa contoh yang bisa dilakukan untuk mencapai hal tersebut? contoh sederhana dimulai dari kantor. Pekerjaan dikantor harus dibagi dalam hitungan minggu, bukan dalam hitungan hari. Misalnya, progress meeting 1 minggu sekali, team building 1 bulan sekali, masuk kantor 1 minggu sekali (untuk urusan non-client). Pengelolaan yang baik bukan berarti monitor secara penuh selama 24 jam kan? intinya bahwa KPI tercapai (sales, completeness of project, certification) harus disikapi dengan bijak kan.
Selanjutnya untuk urusan rumah, yang kelihatannya porsinya sangat sedikit -hanya 2 dari 7 hari ini rasanya harus diberlakukan dengan prioritas yang mendapatkan perhatian penuh. Dua hari dalam seminggu ini harus mampu mengakomodir segala kebutuhan pribadi (hobi, sosialisasi, aktualisasi) dan kebutuhan keluarga (liburan, pengembangan anak, kebutuhan istri dkk)
Saya kira, kita semua harus belajar untuk meluangkan waktu lebih bijaksana lagi. Meluangkan waktu untuk orang-orang yang kita cintai, istri, anak, keluarga. Meluangkan waktu lebih banyak lagi untuk kebahagiaan dan ketenangan hati dan diri. Setelah itu semunya bisa menjadi prioritas kedua.


Begitulah Manusia kadang egoisnya berlebihan,maunya yang besar,bagus aja. pada hal yang besar itu adanya dari kecil dulu…thanks..salam kenal
net84
Juni 5, 2011 pada 10:19 pm
membagi waktu unutk keluarga emang penting banget… salam kenal
serba serbi
Juni 27, 2011 pada 4:10 pm
keluarga adlah
sesuatu yang paling berharga buat ku..
Nuraeni
Agustus 24, 2011 pada 5:16 am
[...] dll. Yang intinya dari kesekian permasalahan tadi, jika coba ditarik benang merahnya yaitu Meluangkan waktu barang sejenak untuk suatu kecil yang tidak mendesak tapi penting harus lebih dinoticed. Contoh [...]
Skala Prioritas « Give more u’ll get even more
Januari 6, 2012 pada 6:40 am