Golf dan Pengendalian Diri
Golf, sebagaimana halnya bisnis menuntut adanya sinkronisasi dan koordinasi antar semua elementnya dengan sangat baik. Pergerakan kaki, lutut, pinggul, bahu, lengan hingga tangan harus bisa berjalan dengan baik. Urutan pergerakan dan sinkronisasinya harus berjalan dengan baik dimana tidak ada salah satu pihak yang berjalan sendiri atau berjalan semaunya tanpa bersinkronisasi dengan baik.
Sama seperti bisnis, golf juga menuntut kita memperhatikan semua element dengan baik. Bagaimana cara menggenggam club, bagaimana posisi kepala, posisi tangan kiri, posisi backswing. Perhatian semua element ini harus dilaksanakan sepenuhnya dimana tidak suatu element yang diperhatikan lebih dibandingkan element yang lain. Hanya memikirkan posisi tangan kiri seringkali berakibat posisi posture tubuh tidak sempurna atau terlalu fokus memikirkan pergelangan tangan mengakibatkan ayunan menjadi buruk.
Lalu hari ini, pelajaran apakah yang bisa kita ambil dari permainan golf:
Satu-satunya cara mengingat fokus perhatian pada semua titik adalah dengan relax (tenang)
Mempersiapkan sebuah event yang sempurna sama rumitnya dengan mempersiapkan sebuah swing yang baik. Ada begitu banyak hal yang harus diingat, mulai dari siapa usher/spg yang bertugas hingga door prize dan merchandising yang harus disiapkan oleh panitia. Mulai dari berkoordinasi dengan pihak hotel, pembicara, client hingga koordinasi internal dengan office boy di kantor.
Mempersiapkan checklist adalah salah satu hal, yang sama pentingnya dengan rapat koordinasi dan gladi resik jauh hari sebelum event dimulai. Tapi, yang paling penting justru tetap berusaha tenang dan relax pada saat event tersebut berlangsung. Golf mengajarkan kepada kita bahwa mengingat/mencatat terlalu banyak hal justru membuat kita terlalu tegang dan tidak bisa menjalankan atau memimpin suatu hal dengan baik.


Boleh juga hikmahnya. Jadi kepercayaan dan ketenangan diri tak kalah penting, salam.
za
Juni 13, 2011 pada 3:29 am
wah.., boleh juga nih Mas Anjar…., biasa ‘nyangkul’ dimana mas?
boleh kapan2 kita bersua dan nyangkul bareng :)
salam,
Hafif
hafifassaf
Juni 13, 2011 pada 3:02 pm
bagus juga isi artikel nya
yang memberi tahu kita agar kita harus selalu percaya…
dengan pertolongan ALLAH kita pasti bisa menghadapi
cobaan apapun…
Nuraeni
Agustus 24, 2011 pada 5:15 am