Mengelola Proyek vs Memimpin Proyek
Mengelola proyek (project management) ternyata merupakan suatu hal yang sangat berbeda dibandingkan dengan memimpin proyek (project lead). Memimpin proyek pada dasarnya adalah memastikan bahwa semua deliverables yang diinginkan client tercapai. Bagaimana caranya, lewat mana dan seperti apa adalah kreativitas dari si project lead. Sedangkan mengelola proyek adalah memastikan bahwa semua resources (time, people/resources dan cost) terkelola dengan baik.
Secara dunia karir pada umumnya, urutan seseorang berkarir adalah dari Junior Konsultan – Senior Konsultan – Project Leader/Incharge – Project Manager – Direktur. Dan yang umumnya terjadi, baik disengaja ataupun tidak disengaja -karena mencari orang sekarang susahnya luar biasa adalah: orang/resources yang mengisi posisi tersebut tidak dipersiapkan dengan baik.
Contoh paling sederhana adalah kepala rumah sakit, saat ini yang terjadi pimpinan rumah sakit biasanya adalah seorang dokter, padahal kalau dilihat dari pekerjaannya seharusnya rumah sakit dikelola oleh seorang professional yang terbiasa mengelola budget, menjalankan operasional yang tidak hanya mengenai kesehatan, memimpin promosi/kampanye rumah sakitnya.
Contoh lain yang saya lihat lebih baik adalah dalam dunia sipil/konstruksi. Dalam pembangunan sebuah proyek dibedakan antara Manajemen Konstruksi/PMO (MK), Konsultan Perencana/Arsitek (KP) dan Kontraktor. Mengingat kompleksitas proyek konstruksi yang luar biasa, maka dibutuhkan seorang PMO yang memang spesialisasinya ‘hanya’ di project management. Si PMO ini memang jago betul, dimana koordinasi dan kemampuan pendukungnya e.g MoM, Microsoft Project menjadi keahlian utamanya.
Menurut saya, tantangan para pelaku bisnis saat ini adalah menemukan orang-orang berbakat pada posisi struktural yang memiliki kemampuan managerial mumpuni tapi sebelumnya sudah memiliki kemampuan teknis/fungsional dibidangnya dengan baik. Karena tentunya project manager implementasi software yang baik tidak hanya jago programming kan -mungkin 20%-80%, 20% kemampuan coding, sisanya 80% kemampuan manajemen.


bagus artikelnya. salam kenal dari http ://budiharso.wordpress.com
kukuh budiharso
Juni 18, 2011 pada 6:15 am
info manajemen yg bagus gan… yg namanya manajemen proyek adalah manajemen untuk object dan lingkungan yg baru mestinya seorang pengelola harus punya kapasitas yg menyeluruh semua bagian… mohon koreksi. trims infonya gan
serba serbi
Juni 27, 2011 pada 4:08 pm
ya mas,….. memang betul kayak gitu tp kalo keduanya ddihandle satu orang nanti efeknya gimana ya ?????????
Asep Komar
Juni 29, 2011 pada 4:58 am
Begini mas Anjar mohon sy ikut nimbrung. Sebenarnya kalo manager perusahaan (line manager) berpikir seperti project manager output pekerjaannya akan lebih baik sebab akan berpikir bahwa sumber daya serba terbatas, dibatasi waktu, dan memiliki target tertentu. Dan cendrung mendapat inovasi baru serta meningkatkan skill.
Terus terang banyak bos perushaan tidak menganggap begitu penting untuk mem-project-kan pekerjaan walhasil business as usual , penggunaan anggaran berlebih dan sasaran ndak jelas.PMO emang diperlukan agar organisasi matriks bisa berjalan efektif dalam mengelola beberapa proyek.
Bahas lagi ya mas ttg PM.Sangat menarik utk disimak.
Maju terus blognya ya Mas.
Salam
Tresna
Bandung Hotels
Juli 26, 2011 pada 7:46 am
Mengelola Proyek vs Memimpin Proyek harus dengan tekun mengerjakan’a..
Nuraeni
Agustus 24, 2011 pada 5:08 am
Tambahan :
3 kategori orang disekitar kita dalam dunia kerja :
http://pobersonaibaho.wordpress.com/2011/12/04/3-jenis-orang-disekitar-kita-perkuliahan-pertemanan-organisasi-dunia-kerja/
poberson naibaho
Desember 28, 2011 pada 3:03 am