Membersihkan
Tinggal hitungan hari, kantor saya pindah. Dan inilah proses perpindahan yang paling besar yang pernah saya alami karena menyangkut dokumen-dokumen hardcopy yang sangat banyak setelah durasi 20-an tahun ditambah nature perusahaan dengan turnover tinggi sehingga menyulitkan untuk melacak kepemilikan suatu dokumen.
Dalam situasi seperti ini, ditambah berita bahwa ruangan yang mungkin lebih kecil maka mau tidak mau saya harus memutuskan mana barang yang dibawa, mana barang yang digudangkan, mana barang yang ditinggal dan mana barang yang dibuang. Proses memutuskan ini ternyata memakan waktu hingga beberapa hari yang akhirnya sekitar 80% barang diputuskan untuk dibuang atau ditinggal.
Proses membersihkan ini ternyata berdampak positif yang mana memaksa kita untuk fokus pada hal-hal yang penting dan mulai lebih sering untuk membuang hal-hal yang negatif dan tidak penting dalam hidup kita. Sadar atau tidak sadar ternyata kita lebih sering fokus pada 80% hal yang tidak penting seperti dokumen copy, brosur-brosur iklan, koran dan majalah. Sementara dokumen asli, ataupun dokumen kontrak utama -yang sebenarnya adalah fungsi admin kantor- justru tidak mendapat perhatian yang maksimal.
Pengalaman dalam proses membersihkan dikantor ini memberi saya inspirasi untuk melakukan hal yang sama dirumah: Membersihkan gudang. Ternyata hasilnya sama, bahwa justru lebih banyak barang-barang yang tidak berguna seperti pembungkus bekas (Kardus bekas, Plastik Bekas, Karung beras Bekas), barang-barang rusak yang sudah tidak mungkin diperbaiki tapi tetap menumpuk digudang. Walau tidak semaksimal pembersihan dikantor, pembersihan digudang rumah ini cukup menghilangkan 40% dari volume gudang.
Mungkin benar yang diceritakan banyak orang bahwa untuk berhasil orang harus merantau, karena berpindah atau merantau ini memaksa kita untuk meninggalkan banyak hal yang tidak perlu dibelakang, sementara hanya membawa hal-hal yang sangat penting saja. Pengalaman membersihkan ini memberi saya pelajaran bahwa membersihkan ini tidak hanya membuat kita lebih fokus tapi juga membuat gerak kita lebih cepat.


saya senang membaca artikel-artikel bapak sejak 3 tahun yang lalu, informatif dan inspiratif, benar kita sering fokus dengan yang 80 % dan terlupakan dengan 20 % yang lebih urgent, sebuah prinsip management pareto yang pernah saya pelajari dulu dari sebuah buku, kuasai yang 20 % untuk mendapatkan manfaat dari 80 %nya, tapi karena logika saya belum terlalu masuk, ternyata selain kepada manusia juga bisa ya pada berkas tau benda mati, trimkasih pak atas penjabarannya
maulana malik
Juni 26, 2011 pada 4:12 pm
artikel yang bapak tulis memberikan inspirasi kepada saya. Saya sangat menyukai artikel bapak.
Noel
Juli 3, 2011 pada 2:00 pm
di tiap pengalaman pasti ada makna’a..
Nuraeni
Agustus 24, 2011 pada 5:09 am