Arsip untuk Agustus 2011
Menyikapi team yang resign
“..Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi..”
First Break All the Rules
Cerita tentang banyaknya orang yang resign itu sudah umum terjadi didunia kerja, apalagi yang pekerjaannya di kantor konsultan, vendor atau istilah lain diluar perusahaan end user / client. Meski faktanya yang resign dari end user juga ‘cukup banyak’ walau tidak sebanyak yang di konsultan.
Saya pribadi juga beberapa kali keluar masuk perusahaan dengan berbagai alasan mulai dari perkembangan karir, keluarga hingga urusan internal dikantor. Seringkali berposisi pada pihak yang resign, memang rasanya tidak ambil pusing dengan kondisi kantor atau tempat yang ditinggalkan.
Namun setahun belakangan ini posisi saya terbalik menjadi pihak yang ditinggalkan. Walaupun dari sisi logika, buat teman-teman yang resign itu merupakan pilihan yang terbaik e.g gaji jauh lebih besar, posisi jauh lebih tinggi katakanlah. Tapi tetap saja ‘berat’ untuk yang ditinggalkan.
Ditinggalkan teman rasanya lebih mudah dibanding ditinggalkan team. Karena prinsip bekerja adalah bekerja sama, tentunya ditinggalkan anggota team memberikan dampak yang cukup berat bagi tim yang lain. Nampaknya saya harus belajar lebih banyak lagi untuk hari-hari kedepan.
Mengelola Kompleksitas
Hari ini saya paksakan untuk menulis, sekedarnya untuk mengingatkan saya bagaimana cara mengelola kompleksitas. Karena, tanpa meluangkan waktu sejenak untuk memahami kompleksitas, kondisi yang sedang terjadi serta dimana posisi kita sekarang, akibat yang ditimbulkannya akan jauh lebih kompleks.
Sama seperti filosofi SDLC (Software Development Lifecycle) kan, bahwa semakin jauh pengembangan dilakukan maka semakin besar biaya yang diperlukan untuk melakukan perbaikan.
1. Sederhanakan
Semakin ahli seseorang maka semakin sederhana cara kerja dan pola pikirnya. Sebaliknya semakin seseorang bicara hal yang terlalu kompleks, susah dan mengawang-awang artinya orang tersebut belum menguasai situasi yang sedang dihadapinya.
2. Bersabar
Karena pada dasarnya kita menghadapi suatu hal yang baru setiap harinya, maka jangan pernah berharap bahwa kita akan memiliki cukup pengalaman, cukup pengetahuan dan cukup keberanian untuk menjalani semua itu.
Laju perubahan kehidupan itu jauh lebih cepat dari laju cara berpikir kita.
Nasihat
Disalah satu kesempatan seseorang bijak memberi saya tiga nasihat yang menurut hematnya sangat penting dalam menjalani hidup ini. Nasihatnya sederhana saja yaitu:
1. Worklife Balance
2. Hati-hati memperlakukan orang
3. Bangun kebiasaan baik sejak dini
Biasanya, nasihat-nasihat dari orang bijak seperti ini cepat berlalu dibenak saya. Namun untuk nasihat kali ini sepertinya cukup lama membekas di ingatan saya, khususnya nasihat ketiga yaitu mengenai bagaimana kita wajib membangun kebiasaan baik sejak dini.
Karena ini nasihat punya orang, saya ingin menambahkan sendiri sebagai pendukung nasihat yang sangat relevan dengan apa yang saya hadapi saat ini yaitu:
1. Tetap tenang dalam kondisi apapun
2. Selalu menyederhanakan masalah dan membuat hal menjadi mudah
Hidup ini perkara membangun kebiasaan-kebiasaan dan melakukannya terus menerus secara berkelanjutan kan.

