Menyikapi team yang resign
“..Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi..”
First Break All the Rules
Cerita tentang banyaknya orang yang resign itu sudah umum terjadi didunia kerja, apalagi yang pekerjaannya di kantor konsultan, vendor atau istilah lain diluar perusahaan end user / client. Meski faktanya yang resign dari end user juga ‘cukup banyak’ walau tidak sebanyak yang di konsultan.
Saya pribadi juga beberapa kali keluar masuk perusahaan dengan berbagai alasan mulai dari perkembangan karir, keluarga hingga urusan internal dikantor. Seringkali berposisi pada pihak yang resign, memang rasanya tidak ambil pusing dengan kondisi kantor atau tempat yang ditinggalkan.
Namun setahun belakangan ini posisi saya terbalik menjadi pihak yang ditinggalkan. Walaupun dari sisi logika, buat teman-teman yang resign itu merupakan pilihan yang terbaik e.g gaji jauh lebih besar, posisi jauh lebih tinggi katakanlah. Tapi tetap saja ‘berat’ untuk yang ditinggalkan.
Ditinggalkan teman rasanya lebih mudah dibanding ditinggalkan team. Karena prinsip bekerja adalah bekerja sama, tentunya ditinggalkan anggota team memberikan dampak yang cukup berat bagi tim yang lain. Nampaknya saya harus belajar lebih banyak lagi untuk hari-hari kedepan.

“Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka itu untuk dirimu sendiri..”
(QS. Al Israa’: 7).
daus
Agustus 22, 2011 pada 4:52 am
sebenarnya pengin juga pindak ke tempat lain, tetapi seakan-akan saya stucked di tempat sekarang :(
Z E F K A
Agustus 22, 2011 pada 5:05 am
bersabar lah..
Nuraeni
Agustus 24, 2011 pada 4:55 am
apapun alasan nya. Bekerja untuk diri sendiri lebih jempol daripada bekerja unt org lain/karyawan
romero
Agustus 25, 2011 pada 3:53 am
Semua itu memeng pilihan….
Sayapun pernah resign……dan memang benar, banyak pertimbangan yg harus d pikir sebelum memutuskan….
Kalo untuk saya pribadi…mendingan berdoa dulu sebelum menjalani pekerjaan di depan qta….
Si Gendeng
September 14, 2011 pada 1:27 pm
Menurut saya resign tidak selamanya sekedar cari gaji tinggi atau pangkat yang lebih tinggi, dalam beberapa kasus, saya pernah bertanya keteman2 yg gajinya tidak istimewa namun tetap bertahan dan mereka pun menjawab karena suasana di kantor dia. jika dia resign dan pindah ke tempat baru belum tentu dia mendapatkan suasana kantor seperti sekarang, jika tidak beruntung bisa2 di tempat baru mendapatkan tekanan pekerjaan yang dapat mengurangi kualitas kerja. jadi menurut saya suasana kantor lah yg lebih berperan banyak atau tidaknya karyawan yg resign.
Ecool
September 16, 2011 pada 8:33 am
Saya senang membaca Info dan Artikel yang di buat di Wibesite ini. Patut dicoba. Salam Sukses selalu.
beauty bust cream
Oktober 19, 2011 pada 5:47 am
Tulisan dan Tipsnya sangat bermanfaat dan Infomatif. wajib dicoba. sukses selalu.
mengencangkan payudara
Oktober 19, 2011 pada 5:54 am
Tips yang cerdas cuma di Wibesite ini banyak kumpulan Artikel bagus. harus dicoba. salam sukses
merawat payudara
Oktober 19, 2011 pada 6:00 am
Terima kasih atas pencerahannya, tulisannya menarik juga. Saya akan coba
bikin web
Oktober 19, 2011 pada 6:31 am
Terima kasih atas Artikel dan Info yang selalu menambah wawasan.semoga sukses
buah merah papua
Oktober 19, 2011 pada 6:57 am
Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses
kapsul buah merah
Oktober 19, 2011 pada 7:54 am
Saya juga punya pengalaman resign beberapa kali mas, entah itu keputusan terbaik atau bukan :). Terima kasih artikelnya.
Belajar Wordpress Pemula
November 24, 2012 pada 2:23 am