Anjar Priandoyo

Arsip untuk September 2011

Mencari Auditor (dan Konsultan) Teknologi Informasi

dengan 2 komentar

Ternyata, mencari konsultan dan auditor teknologi informasi itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebagai sebuah pekerjaan yang merupakan penggabungan antara dua bidang pekerjaan yaitu Audit (Akuntansi) dan Teknologi Informasi, proses pengawakan (resourcing) untuk pekerjan seperti ini -sekali lagi- bukanlah sebuah hal yang mudah.

Sebagai orang yang berlatar belakang TI saya ingin sharing sedikit beberapa hal yang menyebabkan proses rekrutmen tenaga konsultan dan auditor teknologi informasi ini sangat sulit dilakukan. Tentunya pendapat ini bisa jadi sangat berbeda dibandingkan cerita dari orang yang berlatar belakang Audit (Akuntansi) dan tempat dimana dia bekerja.

Nama Audit Firm / Kantor Akuntan Publik bukanlah nama yang ‘populer’ buat lulusan TI
Bagi yang ingin bekerja di core business, bila dibandingkan Microsoft, Google atau Samsung tentunya nama kantor akuntan publik adalah nama yang amat sangat asing. Jangankan bertanya mengenai gaji dan prospek karirnya kedepan. Mengeja namanya pun banyak yang kesulitan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh priandoyo

September 26, 2011 pada 6:33 am

Ditulis dalam Pekerjaan

Apa yang bisa kita pelajari dari kesalahan

dengan 3 komentar

Sudah pernah gagal? sudah pernah berbuat kesalahan? sudah pernah di’maki’ dimuka publik, dihadapan para petinggi-petinggi dan para decision maker?

Ternyata belajar dari kesalahan dan kegagalan bisa jadi memberikan pelajaran yang jauh lebih banyak dibandingkan pelajaran yang kita dapat dari sebuah pencapaian. Dan bukankah inovasi-inovas terbaik didunia ini datang dari milyaran (hahaha lebay) kegagalan.

1. Belajar mengakui dan menerima bahwa proses yang kita lakukan menyebabkan kesalahan dan kegagalan

2. Belajar mengerti dan memahami dimana letak kesalahan yang terjadi

3. Belajar berinovasi dan berkreasi menemukan, memperbaiki dan meningkatkan proses dimana kesalahan tersebut terjadi

4. Belajar mengulang proses yang sama dengan lebih cepat dan lebih baik

Ditulis oleh priandoyo

September 21, 2011 pada 4:31 am

Ditulis dalam Pekerjaan

Mencari programmer ASP berbakat

dengan 2 komentar

Kantor saya mencari programmer ASP berbakat dan berkelakuan baik, syukur-syukur mengerti mengenai Oracle. Benefit sangat kompetitif dan berkesempatan untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin. Fasilitas yang diberikan:

1. Duduk sebelah meja dengan saya
2. Mendapatkan bonus bimbingan karir dan jaringan kerja di bidang TI
3. Bisa pulang pergi ke kantor bareng saya *khusus di daerah Bintaro, Tanah Kusir, Kebayoran dan sekitarnya
4. Kalau masih single bisa saya bantu mencarikan jodoh dan rumah

Tertarik? silahkan kirim email ke priandoyo@gmail.com dengan CV terakhir

Ditulis oleh priandoyo

September 8, 2011 pada 2:51 pm

Ditulis dalam Pekerjaan

Membaca waktu

dengan 3 komentar

Seandainya saya diberi kemampuan untuk membaca waktu, membaca masa depan dengan cepat dan akurat tentunya saya bisa menjadi orang paling ‘kaya’ didunia ini. Dengan kelebihan ini hampir dipastikan dalam berbagai sektor dari perdagangan hingga makanan tentunya melibatkan banyak hal seputar prediksi memprediksi kebutuhan di masa depan.

Lalu riilnya bagaimana?

Mudah saja, lihat saja program BPS BI, BPS Pertamina, MT Astra, MT Citibank, Letnan Dua Akmil, seperti apa profil anak mudanya, seperti apa kesukaannya, apa restoran favoritnya, berasal dari belahan mana di negeri ini.

Masa depan ada ditangan mereka.

Ditulis oleh priandoyo

September 7, 2011 pada 10:58 pm

Ditulis dalam Pekerjaan

Kendali hidup

tinggalkan komentar »

Jam 2 pagi, anak saya yang berusia 3 tahun terbangun, wajar sebenarnya karena hari ini dia sangat lelah selepas pulang balik dari rumah neneknya di Cirebon. Perjalanan hampir 9 jam diatas mobil, ditambah dengan agenda bersih-bersih rumah yang tidak kalah padatnya membuat dia hampir tidak tidur nyenyak sejak 2 pagi kemarin.

Terbangun kemudian menangis dan merengek untuk meminta digendong, membuat perasaan saya campur aduk antara kesal dan kasihan melihatnya seperti itu. Namun apa mau dikata karena badan pun sudah sangat lelah, akhirnya saya biarkan dia tertidur disamping ibunya dengan tangis yang masih nyaring terdengar, akhirnya 5-10 menit kemudian dia kembali tertidur dengan lelapnya. Ternyata.

Hari ini saya kembali belajar dan kembali mengingat-ingat mengenai pelajaran pelajaran terdahulu yang pernah saya terima mengenai bagaimana membentuk manusia berkarakter. Sebuah pelajaran penting yang akan sangat berguna bagi kita menjalani kehidupan yang tidak jelas, samar dan serba tidak menentu ini.

Kelas pembentukan karakter ini memang tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengikutinya, suatu kelas yang universal tidak melulu monopoli orang kaya dan berada dan justru lebih banyak tersedia bagi kelas ekonomi menengah dan bawah.

Ditulis oleh priandoyo

September 4, 2011 pada 8:59 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Sederhana dan sungguh sungguh

dengan 18 komentar

“Lho Anjar sekarang jadi minum kopi ya?”
“Ntar kaya si mbah minum kopi 3 gelas perhari minimal”
“Sejak kapan jadi suka ngopi?”
Komentar bapak, ibu dan mbak berturut turut melihat tumpukan kapal api di lemari rumah.

Perjalanan mudik lebaran selalu membawa pengalaman baru yang menyegarkan, baik dari perjalanan panjang nan melelahkannya hingga inspirasi inspirasi baru yang didapatkan selama berada ditempat asal dimana kita dilahirkan. Termasuk terkejutnya keluarga mengetahui ternyata saya menjadi peminum kopi rutin -paling tidak 1 tahunan terakhir.

Hal yang paling membahagiakan adalah ketika mengetahui bahwa dulu disuatu waktu kita pernah menjadi seseorang yang berpikiran sederhana, bersikap, bertindak secara sederhana juga namun dilakukan dengan sungguh-sungguh. Tidak kompleks dan ragu-ragu dengan segala teori pengelolaan risiko misalnya, tidak terbebani dengan begitu banyaknya tuntutan kehidupan. Titik nol dimana segalanya begitu sederhana, begitu polos dan bersih layaknya fitrah manusia.

Pulang kerumah juga membimbing saya untuk mengingat kembali langkah demi langkah yang saya lalui hingga membentuk sikap dan karakter seperti saat ini. Suatu refleksi perjalanan yang merupakan landasan saya membentuk karakter keluarga, anak dan masa depan nantinya.

Tampaknya budaya mudik ini mau tidak mau akan menjadi budaya yang semakin rutin ditengah carut marutnya krisis di negeri ini. Waktu telah membuktikan bahwa kesederhanaan dalam menjalani kehidupan dengan bersungguh=sungguh merupakan sikap hidup yang bisa bertahan dalam kondisi apapun.

Ditulis oleh priandoyo

September 4, 2011 pada 8:46 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 307 pengikut lainnya.