Kendali hidup
Jam 2 pagi, anak saya yang berusia 3 tahun terbangun, wajar sebenarnya karena hari ini dia sangat lelah selepas pulang balik dari rumah neneknya di Cirebon. Perjalanan hampir 9 jam diatas mobil, ditambah dengan agenda bersih-bersih rumah yang tidak kalah padatnya membuat dia hampir tidak tidur nyenyak sejak 2 pagi kemarin.
Terbangun kemudian menangis dan merengek untuk meminta digendong, membuat perasaan saya campur aduk antara kesal dan kasihan melihatnya seperti itu. Namun apa mau dikata karena badan pun sudah sangat lelah, akhirnya saya biarkan dia tertidur disamping ibunya dengan tangis yang masih nyaring terdengar, akhirnya 5-10 menit kemudian dia kembali tertidur dengan lelapnya. Ternyata.
Hari ini saya kembali belajar dan kembali mengingat-ingat mengenai pelajaran pelajaran terdahulu yang pernah saya terima mengenai bagaimana membentuk manusia berkarakter. Sebuah pelajaran penting yang akan sangat berguna bagi kita menjalani kehidupan yang tidak jelas, samar dan serba tidak menentu ini.
Kelas pembentukan karakter ini memang tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengikutinya, suatu kelas yang universal tidak melulu monopoli orang kaya dan berada dan justru lebih banyak tersedia bagi kelas ekonomi menengah dan bawah.

