Anjar Priandoyo

Mencari Auditor (dan Konsultan) Teknologi Informasi

dengan 2 komentar

Ternyata, mencari konsultan dan auditor teknologi informasi itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebagai sebuah pekerjaan yang merupakan penggabungan antara dua bidang pekerjaan yaitu Audit (Akuntansi) dan Teknologi Informasi, proses pengawakan (resourcing) untuk pekerjan seperti ini -sekali lagi- bukanlah sebuah hal yang mudah.

Sebagai orang yang berlatar belakang TI saya ingin sharing sedikit beberapa hal yang menyebabkan proses rekrutmen tenaga konsultan dan auditor teknologi informasi ini sangat sulit dilakukan. Tentunya pendapat ini bisa jadi sangat berbeda dibandingkan cerita dari orang yang berlatar belakang Audit (Akuntansi) dan tempat dimana dia bekerja.

Nama Audit Firm / Kantor Akuntan Publik bukanlah nama yang ‘populer’ buat lulusan TI
Bagi yang ingin bekerja di core business, bila dibandingkan Microsoft, Google atau Samsung tentunya nama kantor akuntan publik adalah nama yang amat sangat asing. Jangankan bertanya mengenai gaji dan prospek karirnya kedepan. Mengeja namanya pun banyak yang kesulitan.

Masih banyak salah kaprah mengenai Audit TI
Karena nama pekerjaannya diawali kata ‘Audit’ dan memang unit penanggung jawabnya sebagian besar adalah pada Divisi Internal Audit -meskipun banyak juga yang berkarir di Divisi TI ataupun Divisi Risk Management. Maka Audit TI seringkali identik dengan peran ‘Antagonis’ di perusahaan. Ini merupakan salah satu hal yang membuat lulusan TI cenderung tidak tertarik dengan fungsi Audit TI. Pengamatan saya, tipikal orang TI cenderung ‘damai’, menghindari konflik dan membenci dokumentasi.

Tidak banyak yang mengetahui apa yang sebenarnya dikerjakan Auditor TI
Sebagian besar kandidat sama sekali tidak mengetahui apa yang akan dikerjakannya nanti bila sudah diterima. Hal ini sangat wajar dan tentunya bukan kesalahan dari si pelamar kerja tentang deskripsi pekerjaan yang akan dilakukan. Seringkali yang menambah semakin ruwet adalah pihak user / pewawancara terlalu mengharapkan kandidat yang memiliki kemampuan teknis dan interpersonal kelas tinggi

Kebutuhan untuk Auditor integrated
Memang, sebagian besar pekerjaan audit -terutama dengan account jutaan dollar- biasanya di lead oleh Financial Auditor. Umumnya untuk pekerjaan Financial Audit atau Konsultan Internal Control. Tapi saat ini cukup banyak project-project besar yang di lead oleh Auditor Teknologi Informasi, seperti audit untuk perbankan e.g Core Banking, E-Banking Channel dimana tim tersebut harus terdiri dari Tim TI dan Tim Business Process/Accounting. Kebutuhan yang kompleks seperti ini seringkali membuat proses rekrutmen menjadi semakin sulit. Memangnya ada orang super yang memiliki seluruh kemampuan tersebut sekaligus?

Buat experienced hire, menjadi auditor TI itu terlalu spekulatif
Ini juga kasus yang sering ditemui saat melakukan rekrutmen, beberapa kandidat yang latar belakangnya bukan auditor TI seringkali ragu-ragu untuk melamar di posisi ini. Apalagi kalau si kandidat datang dari environment kerja yang berbeda. Contohnya, kandidat yang berjiwa problem solving, seringkali mengeluh bila bekerja dalam lingkungan yang birokratis dan prosedural.

Terlalu banyak regulasi yang harus diketahui
Biasanya pertanyaan yang sering ditanyakan pada saat interview auditor TI adalah mengenai regulasi dan best practices. COBIT, PBI 9/15, ISO, PCI DSS. Jargon-jargon diatas merupakan senjata andalan interviewer, yang sebagian besar pekerja TI menganggapnya membosankan. Hal ini juga harus diperhatikan dengan baik, karena bisa jadi kandidat yang melamar tersebut bukan tidak mau mengetahui, tapi memang sama sekali tidak terkait dengan pekerjaan atau latar belakangnya.

Ditulis oleh priandoyo

September 26, 2011 pada 6:33 am

Ditulis dalam Pekerjaan

2 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Salam kenal pa anjar,
    saya kadang2 suka buka blog ini. tulisan pa anjar bagus2 sih, khususnya mngnai IT.
    Mengenai audit IT ini, saya mulai tertarik pa. khususnya stlh menyelesaikan kuliah S-2 dimana saya mengambil topik tesis mengenai audit IT (S-1 saya teknik informatika). Alhmdllahnya, pembimbing saya sdh punya gelar CISA dan CISM.

    Selesai S-2 ini, saya berandai2 dan bermimpi ingin berkarir di bidang audit IT. he he……
    Status saya PNS di satu pemda kabupaten di Jawa Barat.
    Yg mnjadi pertimbangan, pekerjaan audit IT spt apa dan di instansi mana yg cocok u/ saya yg berstatus PNS. Memang di pemerintahan ada bidang yg menangani audit, spt inspektorat atau BPK kalo di pemerintah pusat tapi setelah diliat2 ternyata ada perbedaan antara proses audit di tempat kerja (pemerintahan, red) dengan proses audit yg dipelajari waktu kuliah. Pengalaman selama ini di tempat kerja proses audit yg berlaku yaitu audit secara umum, kalo ga audit mengnai finansial terkait pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Di BPK juga mngkin saya beranggapan ga akan berbeda jauh spt itu. Ga berlaku yg namanya COBIT, ITIL, ISO, Balance scorecard, etc..

    Mungkin pa anjar dengan pengalaman selama ini bisa memberi pencerahan bagi saya yg berstatus PNS ini yg ingin berkarir sebagai auditor IT……

    Terima kasih atas infonya.

    wass.wr.wb.

    Asep Nugraha

    September 28, 2011 pada 4:24 pm

  2. “Pengamatan saya, tipikal orang TI cenderung ‘damai’, menghindari konflik dan membenci dokumentasi.”

    “Contohnya, kandidat yang berjiwa problem solving, seringkali mengeluh bila bekerja dalam lingkungan yang birokratis dan prosedural.”

    “Jargon-jargon diatas merupakan senjata andalan interviewer, yang sebagian besar pekerja TI menganggapnya membosankan.”

    Benar sekali.

    Lalu bagaimana menarik orang TI menjadi seorang auditor TI?

    Klo akhirnya audit firm mulai menggunakan orang non TI sebagai auditor TI, bisa2 benar menjadi antagonis-nya Dept TI dong…

    Cool Jerk

    Oktober 30, 2011 pada 11:47 am


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 317 pengikut lainnya.