Anjar Priandoyo

Rapat, rapat, rapat

dengan 3 komentar

Salah satu client di kantor memiliki agenda rapat rutin setiap minggu sekali dengan durasi hampir setengah hari. Wajar sebenarnya karena clientnya besar, scopenya luas dan waktunya sangat sempit. Selepas mengikuti rapat-rapat yang cukup melelahkan tersebut saya jadi teringat inisiatif Pak Dahlan Iskan untuk mengurangi durasi rapat di BUMN menjadi 50% dari rapat yang biasa dilakukan. Mungkin mengelola rapat yang efektif adalah dilema dan ironi tersendiri di banyak perusahaan. Keputusan-keputusan penting selalu hadir dari hasil rapat panjang sementara disisi lain orang cenderung ‘pilih-pilih’ dengan komitmen dari hasil rapat ataupun tentang inisiatif tertentu yang dihasilkan dari rapat.

Tapi bukan, saya bukan ingin membahas mengenai efisiensi dan efektivitas rapat, tapi saya ingin mengingatkan diri saya bahwa kita harus senantiasa berpikir kreatif dan inovatif disela-sela waktu rapat yang panjang dan melelahkan tersebut. Bayangkan, dalam durasi satu proyek, maka lebih dari 10% dari waktu proyek dihabiskan untuk melakukan rapat progress report. Dan rasanya cukup ‘menyeramkan’ apabila membayangkan bertahun-tahun kita tidak mengalokasikan sedikit 5-10% dari waktu untuk melakukan kreatif dan berinovasi.

Karena masing-masing dari kita memiliki waktu yang sama-sama panjangnya, maka selain ‘kesederhanaan’, alokasi-alokasi untuk waktu yang ada pun harus dilakukan dengan sangat baik dan efisien. Semoga ya. Tulisan pendek disini pun intinya mengingatkan kembali saya untuk berani dan tidak takut bertindak kreatif.

Ditulis oleh priandoyo

Oktober 24, 2011 pada 10:16 am

Ditulis dalam Pekerjaan

3 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Hai , mas Anjar pa kabar… lama tak berjumpa.. sekali jumpa lewat blog.. Ya..mas Anjar menurut aku sih, rapat itu sebaiknya sebentar saja, tetapi jelas, tegas,padat dan tepat sasaran. Selebihnya adalah berbuat, bekerja, bertindak, berkreasi dan berinovasi….

    Yoga

    Oktober 27, 2011 pada 4:46 am

  2. numpang baca2, mas ?

    Sekedar Berbagi

    November 15, 2011 pada 9:09 am

  3. kalo dulu aku sehh, pernah baca tp gak tau sumbernya dr mna, pekerjaan yg efektif itu 80% buat berpikir dan 20% buat bertindak, bukan sebaliknya, jd rapat itu juga penting untuk meminimalkan resiko kerja yg akan dihadapi, bukan dibalik, kerja dulu baru introspeksi yg kadang terlambat.., maap semoga tulisanku ini banyak salahnya.. mohon bantuan saran teman2

    raharjo

    November 30, 2011 pada 8:01 am


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 317 pengikut lainnya.