Prospek universitas di luar Jawa

Kasihan temanku di daerah pusing mo ke Jawa (baca Jakarta) lowongan disana semua. Padahal itukan take risk, kalo gak punya modal gede, padahal baru dipanggil test kesatu dari Sulawesi. Ya. sulit, makanya saya prefer nganjurin sarjana-sarjana daerah buka usaha.

Kecuali perusahaan bonafit kayak tambang asing, itu biasanya dari test awal sudah dibiayai akomodasi tapi kalo perusahaan Indo, segede-gedenya paling dikasih makan siang doang. Kata temanku mereka paling banter mengharap jemput bola sedikit sekali perusahaan yang datang ke kampus.
Mas Laode via email
Komentar:
Ada yang punya pendapat?

Kelas pertamaku di FEUI

feui.jpg
“Los, besok 9 November ketemuan di FEUI yak, aku ada ngajar nih.
Kamu dah jadi dosen kan? atau masih di CSIS?”
“Di FE? Akh masa? kok bisa Jar?”

Carlos, Dosen FEUI, komentarnya via SMS

“Emang bisa ya Jar? bukannya harus S2 ya”
Bang JTR , dosen FEUI, baru 3 minggu pulang S2 dari University of Groningen. Ketemu di BEJ, habis diskusi dengan orang World Bank.

“Jadi, mas mau berangkat jam 05.00 pagi dari rumah?”
Dinda yang terbengong-bengong dengan rencana berangkat pagi-pagi. Kelas dimulai jam 08.00. Routenya, Bintaro-BEJ-Depok

Masih ga percaya -mengutip sambutannya Bang Enda-, Alhamdulilah akhirnya setelah lama menunggu saya mendapat kesempatan juga mengajar di FE Universitas Indonesia. Iya, mengajar, kelas S1 Akuntansi mata kuliah audit sistem informasi. Kebetulan Partner (dengan huruf P besar) yang seharusnya mengajar sedang sangat sibuk sehingga saya yang harus menggantikannya pagi ini.

Sangat berkesan, karena untuk pertama kalinya bisa mengajar di FEUI. Kalau dulu di UGM, UII, Unpas ataupun Atmajaya -beberapa dalam bentuk presentasi paper- masih mengajar dengan kental aroma akademik, sekarang mengajar dengan lebih banyak muatan pragmatisme di dunia kerja. Jadi agak bingung juga apa yang harus disampaikan. Satu yang muncul dibenak ketika mengajar: ‘Apa iya ilmu yang saya ajarkan bisa bermanfaat secara praktis di industri -atau cuman konsep ngawang-ngawang ga jelas’. Read the rest of this entry »

Motivasi untuk menyelesaikan kuliah

Saya sekarang bekerja di salah satu vendor telekomunikasi, gaji sudah lumayan, sekitar 9 jtn/bulan. Status kontrak, lokasi di Balikpapan,sebagai BSS Integrator, udah 1,5 tahunan, cuma saya bingung sekarang temen-temen saya pada pindah ke operator yg posisinya pokoknya di JKT, (sebelumnya saya kerja di operator juga jadi kontraktor gaji 1,5 jtan non IT cuma Admin aja) teman-teman rata-rata dah lulus S1 dan bisa dgn leluasa pindah2 dengan Ijazahnya

Nah saya blom juga lulus, masih baru mau skripsi, jadi saya ga pernah nyoba2 masukin lamaran di tempat lain, hehehe blom punya ijazah, saya masih kuliah di salah satu Univ di JKT, dan PP Balikpapan-Jakarta buat ikut UTS sama UAS ( Gila Yaaa) Alhmdm semua bisa saya jalanin walaupun agak berat, dari kerja inilah akhirnya saya bisa nabung banyak.

saya pernah terbesit jadi pengen ga kerja dulu (rehat lah istilahnya) mau nerusin kuliah dan coba cari2 kerja lain, gimana menurut mas,,, karena saya sekarang udah mulai bosan dan lagi ga punya semangat untuk memotivasi diri saya,, minggu dpn saya mau cuti ,,,mau cari inspirasi, mohon masukan dan sarannya ya mas,,, saya tunggu
Mas Wisnu via email

Komentar:
Penyakit klasik bagi yang sudah telanjur bekerja sebelum lulus: mau nyelesaiin kuliah susahnya minta ampun. Fenomena seperti ini banyak dijumpai di kampus-kampus yang mahasiswanya kreatif. Kreatif mencari kerja, kreatif ikutan project dsb dkk. Sampe fase ‘malas’ untuk menyelesaikan kuliahnya. Ya malas, bukan karena tidak mampu atau tidak cerdas. Malas lulus, bukan berarti ‘malas’ dalam arti sesungguhnya, tapi bisa berarti jenuh dengan sistem pengajaran, jenuh dengan dosen, jenuh dengan kesendirian Read the rest of this entry »

Lifeauditor education edition

Di SMA, pernah suatu ketika ada stadium generale (SG) mengenai prospek kerja bagi lulusan perguruan tinggi. Yang diundang adalah mahasiswa-mahasiswa top dari PT dalam dan luar negeri. Dari sekian banyak alumni yang datang ada yang berkata kira-kira
Harusnya yang diundang di SG ini bukan yang mahasiswa, tapi yang sudah bekerja, biar bisa lebih obyektif menilai

Berikut, opini dilapangan membuktikan bahwa:
Teknik Industri vs Teknik Informatika (36 respons).
Prospek Teknik Sipil (23 respons).
Prospek Teknik Fisika (35 respons).
Prospek Ilmu Sosial (6 respons).
Prospek Pajak (90 respons).

Lifeauditor postgraduate edition
S2 dan pengaruhnya pada mencari pekerjaan? (16 respons).
S2 dan pengaruhnya pada standar gaji? (34 respons).
S2 Telekomunikasi (22 respons).

Lifeauditor special edition
Mencari jodoh edition.
Freshgrad edition.

Prospek lulusan Teknik Fisika?

Mas, nanya. kalo Teknik Fisika itu gimana?? Kata alumni sma saya, Teknik Fisika lagi booming karena interdisiplin jadi bisa kerja dimana aja. Bener gak sih, aku suka banged fisika, dan pengen banget ambil teknik fisika tapi gak dibolehin ortu kecuali bisa ngasi bukti prospek teknik fisika. Aku udah mantap pilih Teknik Fisika ITB dan Teknik Fisika UGM. Mohon sarannya
Satria via comments

Ada yang bisa membantu memberi pencerahan pada anak SMA ini?

Apakah S2 memudahkan kita mencari kerja? dan berapa gajinya?

Saya lulusan teknik arsitektur PTS Bandung, saya sudah pernah bekerja di konsultan arsitektur selama kurang lebih 1,5 tahun. Melihat perkembangan dunia telco, saya sangat tertarik untuk terjun bekerja di dunia, sekarang saya kuliah S2 ngambil MM di salah satu PTS yang dimiliki oleh yayasan perusahaan telco terbesar di indonesia.

Saya mau tanya dan minta sarannya nih mas, dengan saya sekolah tersebut, apakah saya dapat mudah mendapat bekerja di dunia telco atau dengan background saya tersebut sudah cukup untuk mencobanya? biasanya posisi apa untuk lulusan seperti saya ini?
Indra 24th, via email

Saya mau tanya neh. saya tamat S1 IT, lsg ambil S2 IT. tanpa kerja sama sekali. nanti kalo udah ngelamar kerja, apa dapet gaji = fresh graduate ITnya kebanyakan? bingung juga neh hehehe. Mohon bantuan buat rekan2 disini yg sudah expert, tentang kasus orang2 yg mirip dengan saya ini. thanks.
Jimmy, via email

Komentar:
Mungkin ada yang mau sharing? pengalaman dengan S2-nya? positif atau negatif? pengalaman saya kalau fresh S2 harusnya hanya beda sedikit dengan S1 fresh mungkin 20-30% gaji. Tapi dari segi karir mungkin S2 bisa lebih diuntungkan, bila kebetulan background S1-nya ternyata tidak sesuai. Atau ada pendapat lain?

Baca juga
S2 untuk telekomunikasi apa ya (19 comments)
Sanggupkah S2 atau MM mendongkrak gaji anda? (31 comments)

Panduan mencari kerja untuk Phd

Diposting terdahulu sudah dibahas mengenai prospek mencari kerja bagi lulusan S2 -kaitannya dengan standar salary yang diterima (sebuah diskusi yang ramai). Sedikit lebih berat, diskusi kali ini mengenai prospek mencari kerja bagi lulusan Phd.

Berikut salah satu email untuk diskusi lebih lanjut:
Mas Anjar, Salam kenal, ya. Saya tertarik membaca analisa Anda di blog. Kebetulan fokus keahlian anda di telekomunikasi, pertambangan dan manufaktur terlebih lagi menjadi auditor. Barangkali Mas Anjar bisa share contact person untuk level managerial di corporate tersebut. Semoga ada rejeki saya bisa bergabung dengan corporate di Indonesia. Terima kasih atas bantuannya.
William, PhD Candidate di Australia

Apakah langkah mas William sudah tepat? atau ada cara lain? atau ada pengalaman yang mau dibagi? Phd-ers?

Apa saran anda untuk anak kelas 3 SMA ini?

Mau bertanya mengenai prospek kerja teknik industri. Saya sekarang kelas 3 SMA, mau melanjutkan untuk kuliah, saya sangat tertarik pada dunia information technology. Apakah lebih baik saya masuk t. informatika, atau t.industri ? Karena pernah mendengar kabar bahwa kerjaan programmer tuh mentok di system analyst, sementara kalau ke t.industri bisa belajar manajemen sekaligus IT.
Mas Jono via email

Ada yang bisa menjawab? ada yang pernah mengingat apa alasan kita memilih suatu jurusan? universitas?

Irfan pernah bilang: “Jangan sampai sisa kehidupan kita disia-siakan oleh sebuah keputusan konyol saat memilih jurusan pada saat berumur 18 tahun”

Banyak kan cerita tentang itu?
*Tahu gini akhirnya, saya sarankan Mas Jono masuk STAN :P (peace)

Prospek lulusan teknik sipil

Asumsi negatif:
1. Tahun 70-an construction sector masih ok, 80-an banking kali ya, 90-an TI, 2000-an Telco, Oil? dari jaman dulu kali ya. Kalau sekarang berat kali ya anak sipil.

Asumsi positif:
1. Sukarno aja lulusan teknik sipil. Sektor properti lagi bagus?

Ada masukan? Djoko Kirmanto (Menteri PU) lulusan Sipil bidang pengairan / irigasi. Jaman dulu eksis kali ya, kalau yang spesialiasi transportasi, atau bidang2 yang ga basah mungkin repot. Sehingga harus banting ke mining construction biar makmur. Mungkin ada masukan lain?

Line konstruksinya McDermott-ers , Tripatra-ers, Rekin-ers, Wijaya Karya-ers, PU-ers ditunggu komentarnya.

Prospek lulusan ilmu-ilmu sosial di industri

Karena mas Anjar selalu membahas lulusan dari fakultas teknik, ekonomi dan bidang eksakta lainnya, sekali-kali bikin tulisan yang membahas lulusan ilmu sosial seperti saya ini mas. Saya pengen tau dimana kesempatan teman - teman lulusan ilmu sosial di indonesia? di mana tempat mereka dalam dunia karir indonesia? curious aja, kali mas Anjar punya pengalaman atau analisa tentang ini
Mas Jono di Singapore via email

Komentar:
Saya ingin mempersempit fokus pembicaraan tentang ilmu sosial ini pada bidang-bidang tertentu seperti Fisip, Psikologi, Sastra, Filsafat dan teman-temannya yang punya kesan tidak akrab industri. Ekonomi, Psikologi Industri, HR dan teman-temannya yang mudah diterima industri mungkin dibahas belakangan.

Pembicaraan juga mungkin dipersempit tidak memasukkan kasus keluar jalur, seperti Betty Alisyahbana-nya IBM dari Arsitek pindah jalur ke dagang komputer, Atau model Chairul Tanjung dari dokter gigi menjadi pengusaha.

Yang didiskusikan adalah graduate social science murni.
Prospeknya gimana ya?

*Mas Jono, gimana? sedikit terjawab
Overseas graduate mestinya punya value lebih dibandingkan lokal graduate, tapi kalau Social overseas grad vs #1 PTN lokal teknik, kira-kira prospek mana ya?

Ada yang punya insight atau pengalaman di industri